
Kesokan harinya Zhidan dan Lira sama-sama melakukan kegiatannya bekerja, saat ini Zhidan menyiapkan pekerjaannya diindonesia sebelum dia kembali ke Inggris kembali beberapa hari lagi setelah lamaran Gio pada Ajeng besok malam,Zhidan saat ini Lagi Asik di ruangannya yang ada di perusahan induk saat ini,Gio datang membawa berkas keruangan Zhidan saat ini.
"Idan lo sibuk kah hari ini?" tanya gii tiba-tiba sudah berada didepannya.
"Lo kayak setan saja Gio, datang diam-diam saja, mau bikin gue jantungan. " kata Zhidan dan sedikit kaget saat ini pada sahabatnya itu.
"Lo terlalu pokus sehinga gak bisa lihat gue masuk sini, Lo serius amat sih, apa yang lo kerjakan?" kata datang otak sintingnya.
"Lo nanya lagi, sudah jelas gue lagi kerja, masih juga nanya, gila ni anak,lo tahu kerjaan gue pasti numpuk, pasti gue sibuk,ini ada imel dari asisten gue." kata Zhidan santai.
"Oh iya, gue lupa lo ceo di perusahaan cabang gue yang Inggris, gue lupa." cegigir Gio.
"Tu apa yang lo bawak?" kata Zhidan lagi melihat Berkas ditangan Gio.
"Ohhh ini,berkas yang gue pernah mintak lo menyelidiki siapa saja yang sudah bermain di perusahaan gue saat ini, kerena gue rugi banyak di perusahaan cabang yang ada dibeberapa Daerah."
"Lo sudah tahu siapa yang bermain disini bukan? jadi apa lanjutananya ?" kata Zhidan sedikit menatap Sahabatnya itu.
"Gue harus tegaslah Pada mereka semua, gue akan tutut mereka semua yang sudah membuat kerugian banyak diperusahaan gue."Ujar Gio santai.
"Makanya lo itu lebih tegas lagi jadi pimpinan perusahan,jangan salalu sibuk megurus hal-hal yang tidak berguna untuk lo." kata zhidan.
"Mana ada seprti itu, gue selama ini kerena ingin mencari luang saja, tapi gue sudah memberikan semua apa yang membuat gue senang selama ini." kata Gio santai.
"Semoga saja Rumah sakit lo bisa di jalankan oleh Syarif dengan baik, dan lo jangan pernah untuk mengurus rumah sakit itu lagi, biar Syarif yang magambil Ahli itu semua, lo pokus lah pada Perusahaan lo,saat ini keluarga dari ayah lo masih megicarnya." kata Zhidan masih menyuruh orang untuk mengawasi keluarga jauh dari Ayah Gio.
"Gue juga gak habis pikir sama mereka, apa ada sangkut pautnya dengan mereka,kerena kerugian perusahaan gue yang di cabang bandung sangat banyak?."kata Gio pada Sahabatnya itu.
"Untuk ini gue belum bisa menyimpulkan nya Gio, saat ini orang suruahan kita masih mencari bukti." kata Zhidan.
"Jika memang itu benar Idan, gue betul-betul gak bisa memaafkan mereka, selama ini gue selalau membatu mereka, tidak perna gue melupakan mereka, gue memenuhi pasilitas untuk mereka selama ini, kerena gue masih ingat Papa gue masih punya saudara walau saudara jauh." kata Gio sangat sedih.
"Sekarang hati gue masih ragu pada mereka, apa kecelakaan pada kedua orang tua gue ada hubungan dengan mereka?" kata Gio juga penasaran selama bertahun-tahun dia masih mencari tahu penyebab kecelakaan itu.
"Lo sabarlah, jika itu benar semua, lo juga gak bisa membiarkan mereka hidup dengan tenang, yang selama ini mereka menikmati harta lo." kata Zhidan.
"Gue gak bakal memaafkan mereka, jika itu terbukti semua." kata Gio
"Sudah,, gue kembali dulu kerungan gue ya,ada sedikit kerjaan yang harus gue selesaikan sebelum kita miting siang nantik di perusahaan king Grup.
Gio meningalkan ruang Zhidan Saat ini,Zhidan hanya menghenbuskan nafas panjangnya saat ini mengingat nasib Sahabatnya itu, selama ini diincar oleh keluarga dari ayahnya sendiri,Zhidan masih mencari bukti yang akurant untuk membantu temanya itu, agar bisa dia tenang.
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Sisi lain saat ini Zaki dan tari saat ini berada dirumah mertuanya kerena Mama sosial baru saja kembali dari Singapur,kerena Mama zaki sangat merindukan cucu satu-satunya itu,Mama Zaki memintak untuk membawa Abian kerumah utama milik keluarga Zaki.
"Asalamulaikau oma...!! " Kata Tari mengendong Abian masuk kedalam rumah itu.
"Walaikumsalam sayang Oma, sudah datang rupanya kamu Sayang!sini oma sangat merindukan kamu,sehinga harus kembali kesini." kata Mama Sosial mengedong Abian.
"Kamu gak kerja Zak?" kata papa Zaki.
"Aku libur hari ini Pa, ingin ngumpul dengan kalian disini,lagi pula gak terlalu banyak kerjaan di kantor Reza masih bisa megurusnya." jawab Zaki santai.
__ADS_1
"Hari ini suruh Mama kamu bikin Bakar ikan bersama kita di Taman belakang kerena kita ada dirumah semua jadi kita habiskan waktu kita hari ini dengan bersenang-senang." kata Pak Marwin.
"Ide yang bagus juga itu Ma,apa yang Dikatakan papa barusan." kata Zaki setuju.
"Nantik Mama suruh bik Kasih kepasar dulu cari Ikannya, untuk kita bakar hari ini,Kamu undang juga tu Mertua kamu kesini,biar kita tambah rameh."kata Mama Sodiah.
"Kalau itu Mama gak usah kawatir biar tari saja yang bilang sama Ibuk dan ayah."kata Zaki lagi.
"Kamu bilang juga Sama Lira juga kesini untuk bantu kita disini,nantik Mas suruh Biar zhidan saja yang jemput Lira sekalian kekampuas, ibuk biar supir saja yang megantarkan Ayah dan ibu kesini." kata Zaki pada istrinya itu.
"Baiklah Mas,nantik aku chat Lira Deh, biar dia dijemput sama Bang Zhidan saja kekampusnya.
"kamu juga kasih tahu tu Bang shidan." kata Tari lagi.
"Mmmmm, nantik Mas akan kabarin dia." jawabnya singkat.
Setelah Tari membicarakan itu semua dengan Zaki dia langsung chat Lira apa yang sudah dibicarakan dengan Suaminya tadi.
Dan begitu juga dengan Zhidan dan saat ini mendapat chat dari Adik iparnya itu mungkahnya Sudah Sangat kusut mendegar nama Lira, Zhidan megerutu saja Saat ini.
" Dasar Adik ipar gak ada aklak,masak dia suruh gue jemput tu anak,bisa-bisa gue mala dibilang Om lagi,kesal gue sama lo Zak, apa gak bisa supir yang jemput dia kerumah orang tua lo." kata Zhidan megerutuk adik iparnya itu.
"Lo kenapa Mungka lo kusut gitu?" kata Gio juga berda didalam rungannya.
"Dasar Zaki, masak gue disuruh jempaut Gadis Cabe-cabean itu,yang suka asal itu,hilang mut gue hari ini." kata Zhidan Kesal.
"Apa salahnya lo jemput sabil pulang kok, bukan jauh dari disni tu kampus Lira." kata Gio santai.
"Lo juga,sama saja lo sama Zaki tu, nyuruh gue pergi sama Tu anak ke cicilan itu."
"Kesal gue.
Sedangakan di kampus saat ini Lira sedanag Cingrak-cingrak senang, nantik sore dia akan dijemput sama Zhidan.
"Asik!! Akhirnya gue bisa melihat om tampan itu Mila,gue senang banget hari ini, semoga saja hari ini keberuntungan gue,gue Bisa pulang bersama om ganteng itu, aduhhh senangnya." kata Lira Senang.
"Ahhh lo kayak gak pernah lihat Orang ganteng saja."kata Mila yang lagi duduk disampingnya saat ini.
"Lo gak pernah ketemu saja sama si om ganteng itu,memikat hati gue dia Mila." kata Lira sedikit Membayangkan wajah tampan Zhidan.
"Pukkk!! ahh dasar gila ni anak, sedeng lo ya." kata Mila tidak abis pikir dengan tingkah Sahabatnya itu.
"Kenapa tu lagi anak?" kata Keno yang baru datang melihat Lira senyum-senyum sendiri.
"Lagi Datang bulan kambuhnya!! " jawab Mila asal.
"Kambuh apaan?" kata Lira cepat meyahut kata Mila.
"Gila cinta lo lah, apa lagi." jawab Mila cuek.
"Enak aja lo ngatain gue gila cinta."kata Lira kesal pada Mila.
"Hahaha.. lucu juga lo ya Ra seperti tadi." kata Keno ketawa melihat wajah Temanya itu sangat lucu pas di bilang Gila cinta sama Mila.
__ADS_1
"Kelian berdua sama Bikin gue kesal saja." gerutuk Lira pada Kedua teman sekampus nya itu.
"Kita ke kantin yok selagi Dosen belum Datang!! " ajak Keno pada Lira dan Mila.
"Gue lagi malas, kelian aja berdua ke kantin sana." kata Lira Lagi malas.
"Ayoklah Ra, gue yang terakhir. "kata keno lagi.
"Malas gue. " kata Lira Lagi.
"Ahhh gak asik lo." kata Mila.
"Gue pesan Bakwan aja, pas lo udah selesai." kata Lira Santai.
"Gak bakal ada tu bakwan." kata Keno becanda.
" jangan gitu Ken, lo pasti tahu apa yang gue suka."kata Lira Pada Keno.
"Makanya buang tu selera kampung lo itu,jangan bakwan terus tu yang elo makan." kata Keno suka kali menjahili Lira.
"Diam mulut lo itu Ken." kata Lira tidak bicara lagi kerena sudah malas melajutkan omonganya itu.
Lira Tingal sendiri setelah Keno dan Mila pergi kekantin,setelah kedua temannya itu pergi Dudit datang dengan membawak sebungkus kerupuk Udang.
"Lo pengen makan ini gak Ra, gue lihat lo bete amat, kenapa Lo?" kata Dudit
"Makasih Dit lo tahu aja gue lagi bete sama dua manusia itu."
"Keno ngerjain lo lagi?" kata Dudit
" Itu sudah kebiasaan dia Dit, yang gue gerti saja."kata Lira santai memakan kerupuk yang ada didepan ya itu.
"Lo ingin bakwan lagi, biar abang Dudit belikan untuk Lira Sayang." canda Dudit.
"Sudah,,gue gak mau lagi sudah ada kerupuk ini." kata Lira sanatai.
"Gue mau pinjam buku tugas lo kemaren Ra,gue belum selesai, sebelum dosen masuk hari ini." kata Dudit pada Lira.
"Itu ada didalam,jangan lo samakan dengan tugas gue, entar curiga lagi dosenya." kata Lira mengingatkan temanaya itu.
"Lo gak usah kawatir gue akan Megaturnya dengan baik." kata Dudit.
Setelah satu jam Lira bersama Dudit,Kedua manusia itu masuk kedalam ruangan belajar itu dan kembali bergabung sama Lira Dan Dudit.
"Ni pesanan lo Ra,maaf agak lama, kita Makan dulu." kata Keno
"Makasih ya Ken gue juga sudah lapar bangat ni, kok dosen gak masuk ya, sudah satu jam ini?" kata Lira
"Mungkin lagi kenak macet tu dosen." kata Dudit santai mengerjakan tugasnya.
"Ngatuk gue jika kayak gini lama Pak Dosen." kata Lira meyandarkan Kepalanya diatas mejanya.
"Ni anak lasung tidur, baru saja ngomong." kata Mila heran melihat tingkah Sahabatnya itu.
__ADS_1
"Dasar Lira." kata Keno menggeleng kepala melihat Lira.
*****************