
Zaki menatap Istrinya itu, dengan rasa penasaran apa yang dibilang Arkan tadi terpotong karena istrinya itu sudah memberi kode pada Sahabatnya itu.
Setelah siap makan siang hari ini Zaki dan Tari langsung pulang, karena keempat dari rekannya mereka tadi kembali untuk bekerja lagi.
"Kata Pulang ya sekarang Mas,aku mau Bikin bolu pisanag sama buk Sari hari ini, aku ingin itu." kata Tari lagi.
"Kenapa kamu suka kali makan sayang, semenjak hamil?" kata Zaki lagi.
"Aku juga gak tahu Mas, bawaan aku lapar saja." kata Tari lagi.
"Gitu ya,ayok kita pulang!! " ajak Zaki.
"Ayok!! " senyumnya pada Suamianya itu.
Zaki mengandeng tangan istrinya itu keluar dari restoran itu,menuju mobilnya yang dipakir saat ini.
Sedangakan diarah jauh saat ini, seseorang sedang memperhatikan mereka berdua,seseorang itu berbicara pada orang suruhannya saat ini.
"Lakukan sekarang, jangan sampai gagal kalian melakukan. " ucap Wanita itu dari sambungan telpon nya saat ini.
"Biar kamu baru rasa Zaki, bagai mana kalian berdua berakhir di pemakaman!! " kata Wanita Itu dengan senyum liciknya.
Zaki berjalan santai kerah parkiran dimana mobilnya saat ini, namun saat Zaki hendak sampai di mobilnya itu ditiba-tiba saja mobil diarah depan mereka berdua Melaju sangat kencang, Zaki yang melihat itupun sangat kaget, dengan cepat mobil itu menabrak mereka berdua.
"Auuuuuuuuw !!" pekik Zaki dan Tari.
"Bukkkkk!!! hening dan diam saja sesaat,orang yang berada dilokasih itu kaget menyaksikan kejadian yang ada didepan mereka saat ini.
"Zaki saat ini masih sadar separuh dari kesadarannya, Zaki masih melihat istrinya tergeletak tidak jauh darinya sudah belumuran darah.
"Mentari!!! " kata Zaki pelan dan matanya sudah mulai kabur melihat istrinya itu dengan suara yang sangat berat diucapkan, Akhirnya Zakipun tidak sadarkan diri lagi.
Disaat itu Anak buah Gio datang dengan terlamabat,mengejar Zak dan Tari dan yang lain mengejar pelaku yang sudah menabrak Zaki dan istrinya itu.
Sedangkan Gio dan Ajeng yang masih dalam perjanan ke butik Ajeng saat ini,kaget saat Gio menerima tlp dari anak buahnya itu.
"Apa,Kalian bekerja Bagai mana, sampai bisa kalian selalai ini".kata Gio sangat marah pada Orang yang ditelpon ya itu.
"Ada apa Sih Yang?" kata Ajeng bertanya pada Gio.
"Sayang kita harus buru-buru kerumah sakit, Saat ini Zaki dan Tari lagi dilarikan kerumah sakit milikku, kerena ada yang segaja menabrak mereka disaat dipikiran Restoran tadi." kata Gio.
"Apa??" kaget Ajeng tidak percaya.
"Kamu hubungi Syarif dan Zhidan sekarang!! " kata Gio.
__ADS_1
"Baiklah." kata Ajeng langsung menelpon kedua sahabatnya itu.
Tidak lama Mereka Berdua Samapai dirumah sakit milik Gio itu saat ini, mereka berdua mencari Tari dan Zaki yang sudah sampai lebih dulu beberapa menit darinya.
"Dok Gio,kita harus melakukan operasi pada pasien Saat ini juga, kata Ahli bedah lain saat ini juga berada diruangan yang sama dengan Gio.
"Apa luka Adikku parah?." kata Gio
"Nona Tari cukup parah kerena kepalanya Kenak benturan kuat dan bayinya jika tidak melakukan operasi sekarang,,itu akan beakibat patal pada mereka berdua.
"Terus bagai mana dengan Suamianya.
"Suaminya tidak terlalu parah Dok, hanya kakinya yang patah saat ini, kita juga perlu mengooerasinya juga Dok,kerena patah ditulangnya sagat parah.
"Cepat lakukan operasi ini sebaik mungkin, aku tidak mau terjadi apa-apa dengan mereka berdua.
"Operasi ini harus bersamaan Dok jika tidak,kita tidak bisa menyelamatkan Nona Tari dan anaknya saat ini.
"Kalukan sekarang,tidak ada batahan, dokter Dika tolong pangil pangilkan ahli beda yang lain masuk saat ini juga kita tidak banyak waktu." ujar Gio
"Baik Dok!!kata Dokter hilman.
" Kita harus secepat nya megabil tindakan untuk Adikku dan anaknya, bawa Adikku keruangan operasi sekarang Dikter hilman." kata Gio tegas.
"Sus, tolong siapkan pakaian tungasku." kata Gio menyuruh suster yang lain mengambilkan pakaian seragam untuk operasi.
"Apa yang terjadi sebenarnya ini Za?" kata Ajeng masih menagis.
"Aku juga belum tahu pasti, motifnya apa sebenarnya, entah ini ulah mantan Kekasih tuan Zaki." kata Reza sedikit dapat bocoran dari orang suruahannya dan Zaki saat ini.
"Jadi wanita itu, membuat Tari dan Zaki sepeti ini!!! " kata Ajeng tidak percaya.
"Aku takut terjadi apa-apa dengan mereka berdua Zaki. " kata Ajeng lagi yang duduk terpaku dibangku tunggu rumah sakit itu.
"Kita berdoa saja Nona agar mereka berdua baik-baik saja. " ucap Reza menenangkan Ajeng saat ini.
"Aku takut kehilangannya Za, Tari sangat dekat denganku selama ini."kata Ajeng masih menagis.
"Tenangkan diri anda Nona,aku yakin mereka berdua selamat." kata Reza bicara cukup tenang.
Tidak lama Kedua orang tuanya Zaki datang sedikit cemas,menghampiri Reza Dan Ajeng yang berada didepan ruangan operasi saat ini.
"Reza Bagaimana Dengan mereka berdua saat ini ? " tanya tuan Marwin pada asisten Putranya itu.
"Kita belum tahu tuan besar saat ini dokter belum juga keluar dari ruangan opersi dari satu jam yang lalu." kata Reza.
__ADS_1
"Kenapa ini bisa terjadi?" katanya Mama Zaki
"Kasus ini belum bisa kita tebak, dari hasil CCTV yang di baru dilihat oleh orang suruhan kami, kecelakaan ini sepertinya disengaja seseorang tuan. "
"Maksudnya ,,Zaki dan Tari memeng disekagaja untuk menghabisi mereka berdua.
"Apa Kasus ini ada hubungannya dengan Mantanya Zaki, saat Zaki memperkosa Tari itu juga atas jebakan mantan Zaki juga." kata Papanya Zaki."
"Dari mana tuan tahu tentang itu semua?" kata Reza kaget kerena Bos besarnya itu tahu semua apa yang dilakukan oleh perempuan itu.
"Mungkin saja ini juga mengarah kesitu Tuan, karena dialah musuhnya Tuan Zaki saat ini.
"Aku juga tidak akan diam lagi,Wanita berensek, kerena kau yang mencari ribut dengan keluargaku."kata Tuan Marwin tidak diam lagi.
"Hari ini Kau sudah mengyelakakan putra dan menantuku, aku tidak pernah mengampunimu, lihat saja aku akan membuat kau lebih menderita." kata Tuan Marwin megepalkan tangannya menahan amarahnya saat ini.
" Pa, apa yang akan terjadi dengan putra kita dan menatu kita pa, apa mereka bertiga akan baik-baik saja." kata Mama Zaki Sedih Menagis dipelukan Suaminya itu.
"Tenang lah Mas, kita berdoa untuk keselamatan mereka bertiaga,ada Gio di dalam pasti dia bisa menolang menantu dan cucu kita." kata Papanya Zaki menenangkan Istnya itu.
" Aku takut akan terjadi sesuatu yang kita tidak inginkan pa." kata mama sodial lagi.
"Tenanglah Ma."' kata pak Marwin pada istrinya itu.
Mereka semua saat ini lagi menunggu Dokter keluar dari ruangan operasi itu,sudah 2 jam Berlalu namun belum ada juga tanda untuk dokter keluar dari ruangan operasi itu.
Saat ini Arkan Dan Rara juga baru datang,kerenanAjeng baru memberi tahu mereka berdua.
"Mbak Ajeng!! kata Rara memeluk Ajeang menagis, kerena baru saja mereka bertemu makan siang 3 Jam nyang lalu,sungguh kaget Rara saat ini mendegar kabar itu.
"Bagai mana dengannya Mbak!!!" tagis Rara masih pecah juga dipekukan Ajeng.
"Aku juga tidak tahu Ra,aku juga kaget mendegar Gio saat dapat kabar itu, kami langsung kerumah sakit ini." kata Ajeng juga lagi lemas saat ini.
Tidak lama Gio kekuar dari ruangan operasi dengan dokter dika alhi bedah yang terpercaya dirumah sakitnya itu.
"Bagai mana Dok dengan anak-anakku kata kedua orang tua Zaki.
"Maafkan kami buk....saat ini kita belum bisa maksimal dalam..."'kata Dokter dika terputus,saat Gio menatapnya.
"Begini Om, tante, kita bisa bicara diruangan ku sekarang, ada yang ingin aku bicarakan.
"Baiklah" kata Tuan Wira.
Mari Om- Tante ikut denagku sekarang." kata Gio mengajak kedua orang tua Zaki dalam ruangannya,dan juga dokter Dika.
__ADS_1
**************