
Esok paginya Lita hendak pergi berangkat kerja, sebelum dia berangkat tidak lupa selalu sarapan dan membawa bekal, kerena seperu waktu dia kerja di toko milik Reza separu waktunya lagi dia abiskan untuk kuliah, belajar di perguruan tinggi yang ada dijakarta.
"Kamu mau berangkat nak?sapa buk sari pada anaknya itu.
"Iya buk, ini Lira lagi siapin bekal untuk nantik siang. " kata Lira lembut pada ibunya itu.
"Lira Kamu bareng sama kak Zaki, sana tu kak Zaki lagi nungguin depan, buruan!! " kata Tari baru saja masuk kemeja makan, setelah Megantar suaminya itu kedepan berangkat kerja.
"Baiklah Mbak, bentar ini hampir siap." kata Lira buru-buru memasukan tempat Bontot nya itu kedalam tas kerjanya.
"Buruan Lira,gak enak Sama tuab Zaki harus nungguin kamu lama-lama." ucapa bik sari pada Putri bungsunya itu.
"Iya buk, ini sudah cepat kok!! Lira berangkat ya Buk. " kata Lira terbesar mencium tangan ibunya itu sambil berlari kedepan.
Sampai didepan Lira melihat Tari masih berdiri disamping suaminya itu, melihat Lira berlari dari pintu sampaing rumahnya itu membuat Zaki megenlengkan kepalanya.
"Kalau jangan lari-lari gitu ngapa Sih Lira, entar jatuh kamu baru rasa." kata Tari negigatkan gadis itu.
"Maaf deh mbak jadi lama kak Zaki nunguin Lira." kata Lira sedikit tersenyum pada Kedua orang itu.
"Sudah kamu masuk kita berangkat sekarang, kakak ada miting pagi ini." kata Zaki berkata santai pada Gadis itu sudah seperti adik bagi mereka berdua.
"Ya, sudah Mbak !!Lira berangkat ya." kata Lira mencium tangan Tari dan dia langsung maduk kedalam mobil Zaki yang setiap pagi dia selalu nebeng sama Zaki.
"Nantik jangan terlalu malam pulangnya Lira!!"
" Lihat nantik deh Mbak, tegok jam jadwal mata kuliah nantik Mbak." kata Lira juga belum bisa menetukan.
Setelah Lira masuk kedalam mobil itu,Zaki berpamitan juga pada istri yang sengat disayanaginya.
"Sayang aku berangkat Ya, kamu juga jaga Abian baik-baik, aku hari ini akan usahakan pulang cepat." kata Zaki pada istrinya itu kerena Seminggu ini dia selalu pulang terlambat kerena Banyak kerjaan yang harus diselesaikan oleh Zaki.
"Baiklah, aku akan menungguin kamu, walaupun kamu pulang malam." kata Tari manja pada suaminya itu."
" Aku berangkat ya!! "'kata Zaki megulurkan tanganya pada istrinya itu, dan Tari pun lansung mencium tangan suaminya itu, dan diakhiri oleh Zaki mencium kening istrinya itu.
__ADS_1
"Kamu hati-hati ya Mas,sampai jumpa nantik." ucap Tari pada suaminya.
Setelah itu Zaki masuk kedalam mobilnya sudah ada Lira yang juga tersenyum. pada Tari yang melambaikan tangan pada mereka berdua.
Setelah Mobil Zaki keluar dari pekarangan rumahnya itu, Tari masuk kembali kedalam rumahnya mencari putranya yang sudah bangun dari tadi subuh.
Sampai dikamar putranya itu, tari melihat Pegasuhnya Abian baru saja meletakan Abian kembali keatas ranjanganya kerena sudah tertidur lagi.
"Mbak, Abian Tidur lagi ya?" kata Tari pada pengasuh Abian.
"Sudah buk, tidur sendiri dia Sambil main." ucap Pegasuhnya Abian.
"Kamu ini Abian, kebiasaan jika sudah main pasti tidur sendiri kerena merasa lelah." senyum Tari melihat Putranya itu yang tertidur nyenyak ditempat tidurnya.
"Ya sudah Mbak, aku keluar dulu tolong jaga ya mbak Abian aku ingin menyelesaikan pekerjaan aku dulu." kata Tari beranjak pergi dari kamar Putranya itu dan masuk kedalam rungan kerja suaminya itu, dan duduk di meja tempat Tari mengerjakan rancangan busananya,saat ini sudah banyak yang tahu hasil karyanya saat itu ,Ajeng sudah memenangkan lomba terbaik tahun ini untuk perancang Tari miliki, jadi banyak perusahaan yang megigikan Rancangan Tari saat ini,bagi perusahaan yang bergerak dibidang teknik dan busana.
Tari kembali mencoret kertas itu pagi ini menjelang Abian bangun, jika Putranya Bangun Tari sudah tidak bisa bekerja lagi kerena Putranya itu sudah sangat pintar untuk bermain besamanya.
"Drak.... Drarkk...!! " bunyi hp Tari.
"Kenapa dia menelpan ku, apa ada yang tingal ya?"'tanya Hati Tari saat ini sambil menerima Pangilan itu.
"Hallo Mas,, kenapa kamu menghubungiku?ada apa?apa ada yang ketingalan ya? atau kamu kenapa-kenapa dijalan ?" bertanya pada suaminya itu.
"Sayang kalau nanya itu satu-satu kenapa, biar bisa aku jawab, ini gak pertanyaan kamu itu terlalu panjang. "ujar Zaki sedikit paham peragai istrinya itu.
"Terus aku harus tanya apa Mas jika tidak bertanya tentang itu!! " kata Tari sedikit malas.
"Sayang aku boleh mintak Tolong,? apa kamu sibuk pagi ini?"tanya Zaki kembali pada istrinya itu.
"Ada apa Mas? " tanya Tari lagi bingung pada suaminya itu.
"Berkas ppentingku tingal diruang kerja diatas meja yang warna hitam itu pas di sebelah meja kamu sayang." kata Zaki
"Sudah, ini sudah aku ambil, terus mau diapakan ini Mas?" bingung Tari.
__ADS_1
"Bentar lagi Zhidan Akan mengambil kerumah kerena dia juga mau ke perusahaan Aku, jadi sekalian saja kamu kasih sama dia, satu jam lagi kami ada miting bersama dengannya.
"Ok, baiklah, apa masih ada yang ketingalan, biar sekalian aku titipkan sama Abang Zhidan. " sambung Tari pada suamianya itu.
"Sudah,, gak ada lagi yang tingal, kamu bisa melanjutkan kembali Kerjaan kamu sayang, terimakasih ya,aku sayang kamu, muahhhh." kata Zaki menutup tlponya.
"Isss dasar bapak-bapak satu ini main matikan.kesal Tari pada suamianya itu.
Tidak lama Tari abis telponan sama suaamibya itu Zhidanpun datang, dan sudah berada saja didepan pintu ruang kerja Zaki saat ini.
" Dek mana Berkass itu, abang sudah angat Terlambat ini." kata Zhidan buru-buru.
"Sabar sedikit kenapa Sih Bang,ini berkasnya." kata Tari memberikan berkas milik suamianya itu yang tingal dirumah.
"Ya sudah Abang berangkat dulu ya, sampai jumpa nantik, kata Zhidan berlari keluar kembali.
"Abang sama suami tingkahnya sama saja,sama cuek." kata Tari menghela nafasnya melihat Zhidan pergi.
"Nak Tari kenapa berdiri disitu dari tadi bibik lihat?kata Bik sari pada Tari.
"Itu Buk, Mas Zaki kelupaan bawak berkas pentingnya pagi ini, tapi sudah dititipkan pada Bang Zhidan kok." kata Tari kembalai masuk kedalam ruang kerja itu kembali dan melanjutkan Kerjanya yang tertunda tadi.
"Nak,Sebelum Kalian menikah Dulu Tuan Zaki itu sering begitu juga,terkadang Nak Reza yang kesini mengambil berkas itu, kadang Bibik sering yang megantar langsung jika kedua orang itu sama-sama sibuk.
"Nak Zaki itu orangnya kurang Telaten, saat malam selesai kerja dia tidak meyiapkan kembali dan tidak megemad kembali kalau sudah selesai mengerjakan pekerjaan nya itu dan tidak memasukan ketas kerjanya kembali.
"Mulia sekarang Nak Tari harus perhatikan juga tu baranga tuan." kata Bik sari pada Tari.
"Makasih ya buk sudah mengingatkan Aku,selama ini aku kurang memperhati itu semua Bik jadi aku gak pernah tahu kebiasaan dia itu." kata Tari tersenyum pada bik sari.
"Ya sudah bibik balik kedapur lagi ya,mau melanjutkan kerjaan bibi, itu masih Nak, jangan berdiri disana, licin." kata bik sari baru saja siap mempel lantai di ruangan kerja Zaki itu, kerena tidak boleh sembarang orang yang masuk kedalam ruangan itu.
"Ya Bik." kata Tari tersenyum.
***************
__ADS_1
***selamat menunaikan ibadah puasa***