MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Membicarakan masalah Lira


__ADS_3

Zaki hanya tersenyum mendegar lontaran kata dari istrinya barusan, ada benarnya juga agar Zhidan bisa melupakan Mekar di hatinya setelah adanya Lira yang selalu menganggu nya.


"Ini sepertinya akan menjadi pertunjukan yang seru Sayang, kita akan lihat abang kamu itu akan jatuh cinta pada gadis kecil itu.


"Kamu ini jika bicara asal saja, Lira sudah dewasa Mas, masak di bilang masih gadis kecil." kata Tari tersenyum pada Zaki.


"Lihatlah kakak kamu itu menatap Lira dari jauh ada ketertarikannya pada gadis itu, apa mereka akan jatuh cinta nantinya ?" kata Zaki kembali pada istrinya itu.


"Kita lihat saja mas samapai dimana perjalan mereka berdua, dan aku ingin melihat sampai dimana pula Lira akan sangup mengganggu Bang Zhidan." kata Tari lagi.


"Ya kita lihat saja sepak jerjang Lira, Aku rasa Lira itu bukan gadis mudah meyerah." kata Zaki merangkul istrinya itu mendekat padanya.


"Apaan kamu mas, malu dilihat Mama dan ibuk." kata Tari melepaskan rangkulan suaminya itu.


"Sebentar saja, kerena aku sudah merindukan kamu,aku sudah tidak sabar ingin memeluk kamu. " bisik mesra Zaki ditelinga istrinya itu.


"Apaan sihh mas, ini rumah mama." kata Tari menghindari suaminya itu.


"Sampai rumah nantik kamu gak boleh menghindari aku lagi." kata Zaki mencibubit hidung istrinya itu.


Tari sudah mengerti apa yang dimaksud oleh suaminya itu,untuk hal itu Tari tidak pernah megacuhkan suaminya, dia selalu memuaskan suaminya, agar suaminya tidak mencari jajan diluar.


"Hai kok kamu melamun, kenapa?kata Zaki melihat istrinya saat ini.


"Tidak ada mas, aku hanya ingat Lira saja, semalam dia cerita padaku, bahwa di kampusnya,mantan kekasihnya ingin berbuat jahat padanya,semalam itu dia hapir saja dilecehkan oleh pria itu." kata Tari menjelaskan pada suaminya.


"Kenapa tidak cerita sama Aku sayang, kamu diamkan saja, kampus itu adalah milik Gio,nantik Aku akan mintak Gio untuk mengurus ini semua, itu sangat berbahaya untuk Lira." ucap Zaki kaget mendegar penjelasan Dari istrinya itu.


"Kita Gabung kesana ayok kita makan sama-sama, seprti nya mereka sudah siap membakar ikanya, dan Ajeng sama Lira sudah siap bikin acaranya, dan mama juga ibu seprti nya sudah siap dengan membuat sambalnya."kata Zaki menarik istrinya kepada Mereka yang lagi duduk di tikar yang sudah disediakan oleh Papanya Zaki.


"Zak,ayok Makan!!Tari kamu ambil akan suami kamu itu nasinya. " kata Buk mai pada putrinya itu.


"Iya buk, ini Tari akan megbilkan masih buat mas Zaki." kata Tari sambil menuangkan beberapa sendok nasi kepiring Zaki.


"Sayang sudah, itu kebanyakan." kata Zaki pada istrinya itu.


"Gak apa, biar kamu berbadan sikit." bisik Tari pada suaminya itu.


Zaki hanya tersenyum oleh tingkah istri kecilnya itu.

__ADS_1


"Idan Lo gak makan, gue perhatikan dari tadi sibuk melihat Lira saja lo, suka?bisik Zaki pada Kakak iparnya itu.


"Apaan sih lo, asal bicara saja." bals Zhidan sedikit pelan.


"Jika lo suka, lansung gas kenapa sih?" kata Zaki lagi.


"Diam mulut lo,entar mereka dengar Zaki!! " geram Zhidan pada Adik iparnya itu.


"Sudah makan dulu, abis makan ada yang ingin gue bahas sama lo dan juga Gio." kata Zaki setelah bicara pada Zhidan mereka makan dengan keheningan.


Setelah siap dengan makan malam bersama ditaman belakang, para pria membantu mengakat piring kedapur agar pembantu rumah tangga dirumah besar itu langsung membersihkan bekas makan mereka semua, abis itu Zaki dan kedua temanya itu Duduk diteras rumah depan milik orang tua Zaki itu.


Mereka bertiga duduk santai sebentar sebelum pulang kerumah Masing-masing.


"Lo tadi ingin membicarakan sesuatu pada kita, apaan ?" tanya Zhidan.


"Tentang Apa Zak?" tanya Gio ikut bertanya.


"Ini aku baru dapat cerita Dari Tari barusan,kerena semalam dia gak cerita." kata Zaki.


"Apaan?" kata Gio heran.


"Emang kenapa dengan Gadis itu?" tanya Gio juga ingin tahu.


"Semalam mantannya hampir saja melecehkan dia, berakti Lira tidak bisa aman dikampusnya." kata Zaki menjelaskan pada Kedua orang itu.


"Tadi aku juga sudah menumbuk Pria bajingan itu, kerena dia juga ingin berbuat yang sama pada Lira, untung gue cepat sampai." kata Zhidan pada Keduanya.


"Apa? kata Zaki dan Gio kaget bersamaan.


"Gila tu orang,berakti gue gak bisa diamin ini Idan, lo urus besok kekampus,tanya Rektor universitas itu, gue gak mau ada dikampus milik gue pria sepeti itu." kata Gio tidak senang akan orang yang dekat dengannya digaganngu.


"Rencana gue juga besok kesana, tidak mungkin kita membiarkan hal buruk terjadi pada gadis itu." kata Zhidan sedikit peduli pada Lira.


"Nantik aku akan membicarakan Pada Staf yang bertanggung jawab dikampus, siapa pria itu yang berani berbuat begitu." kata Gio sedikit panas telinganya mendegar semua dari temannya itu.


"Pasti Lira juga sudah tidak aman posisinya saat ini dikampus." kata Zaki.


"Benar,tadi itu masih sempat pria itu mengancam ku."'kata Zhidan.

__ADS_1


"Ini tidak bisa dibiarkan lebih lama Gio, jika kita tidak ingin melihat Lira celaka. " kata Zaki.


"Besok gue akan kesana,gue akan mengurus masala ini lebih dulu, lo pokus persiapkan diri untuk besok malam karena lo akan melamar Ajeng pada keluarganya." kata Zhidan akan mengerti saat ini permintaan sahabatnya itu.


"Ok,terimakasih kasih lo sudah megerti." kata Gio tersenyum pada Zhidan.


Tidak lama Tari sampai diluar, ingin mengajak pulang suamianya itu.


"Mas, kita pulang Yok kasihan itu Abian gak nyaman tidurnya, kalau gak dirumah." kata Tari.


"Iya, kamu siap-siap duluan sanyang." kata Zaki pada Istrinya itu.


"Kalian berdua tidak akan pulang?" kata Tari pada pria yanga da didepan ya itu.


"Pulang dong Dek, masak nginap disni, kalian aja yang anak dirumah ini gak nginap Masak kita nginap." kata Gio santai.


"Ya sudah kita juga pulang Gio. " kata Zhidan.


"Dek sekalian Lo pangil Ajeng ya." kata Gio,


"Baiklah Kak, aku sekalaian pangil ibu dan ayah duluan Bang,kalian tungguin bentar ya kita juga belu pamit sama Mama dan papa Mas."kata Tari pada suamianya.


"Ya sudah kita kedalam dulu, pamit sama papa dan Mama." kata Zaki meningalkan dua orang itu.


"Lo kenapa Idan?" kata Gio melihat Sahabatnya itu diam saja.


"Gue masih memikirkan pria yang Mencoba memaksa Lira tadi sore untuk masuk kedalam mobilnya, sepertinya anak itu tidak takutnya dengan ancam gue Gio, apa dia anak salah satu orang penting dikampus itu.?"kata Zhidan heran.


"Jika dia anak orang yang penting jika gue sudah bicara tidak ada yang bisa berkutik satupun." kata Gio.


"Benar juga lo Gio,pemilik kampus." kata Zhidan sedikit Tersenyum baru ingat temanya itu siapa.


"Sudah jangan lo pikirkan itu lagi, besok kita urus itu berdua kesana jika lo gak yakin dengan diri lo sendiri kesana."kata Gio.


"Ok


Akhirnya pembicaraan Tentang masala Lira selesai malam ini kerena mereka semua pulang kerumah Masing-masing, Zaki dan keluarganya sudah meningalkan rumah utama milik keluarga Zaki, dan diikuti oleh Kedua orang tua Tari bersama kakaknya saat ini begitu juga Dengan Gio dan Ajeng sudah lebih dahulu pulang dari mereka berdua.


***********

__ADS_1


__ADS_2