MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Kebersamaan Mereka


__ADS_3

Tidak lama setelah mereka membicarakan Lira, mereka semua menyaksikan pemotongan kue ultah Abian untuk pertama kalinya bagi putra Zaki dan Tari genap hari ini satu tahun umur nya.


"Selamat ulang tahun ya Nak, Mama melihat kamu senang kayak gini rasanya bahagia baget. " kata Tari melihat putranya itu sedang ketawa bersama Zaki dipelukanya.


"Hallo Sayang paman Idan!!,semoga Abian Sehat, dan jadi anak pintar Ya." kata Zhidan Pada keponakannya itu.


"Ayah juga ucapkan selamat ulta ya,sehat selalu untuk Abian sayang Ayah Gio." kata Gio benar-benar meyayangi Abian yang terbiasa dari berumur Satu hari bersamanya dan Ajeng.


"Bunda juga ucap sehat juga deh,jadi anak pintar ya sayang bunda Ajeng!! " gemas Ajeng pada Abian."


"Paman Syarif juga dehh,sehat selalu deh buat Abian." kata Syarif singkat.


"Terimakasih Banyak ya semua sudah datang di ulta Abian hari ini, dan terimakasih banyak atas hadiahnya dari kakian semua untuk Abiang ." kata Tari pada semua yang ada di ulta Abian.


" Sekarang silakan makan hidangannya udah disiapkan bik sari untuk kita semua!! kata Zaki.


"Ayok semua pada makan, kita enak makan bareng diatas tikar yang sudah berada di taman belakang." kata Tari mengajak orang-orang yang terdekatnya itu.


Sebelum mereka beranjak kebelakang Arkan sama Rara baru saja datang.


"Asalamualaikum...!! kata Arkan Masuk kedalam rumah besar itu.


"Baru datang lo Ar?" kata Gio yang masih memakai pakaian pormal kantornya.


"Iya, baru sampai gue dari amerika,dan dari bandara gue jemput tuan putri gue dirumah dulu baru langsung kesini, eeeh maafkan gue zak baru sampai!! " kata Arkan pada Zaki.


"Tak apa,,lo santai saj ague gerti kok apa yang membuat lo terlambat datang." kata Zaki paham.


"Tari Maaf ya kita datang terlambat!! " kata Rara pada Tari.


"Iya santai kali ahh gak usah merasa begitu kali!! " kata Tari memeluk Sahabatnya itu.


"Selamat ulta sayang !! Tangan Rara memegang Hadia untuk Abian, ini buat keponakan tante yang ganteng dan imut ini, ini langsung dibeli tu sama Om Arkan dari Amerika tu." kata Rara memberikan kado itu pada Abian yang dipeluk Zaki saat ini.


"Sudah kita Makan yok ditaman belakang enak jika kayak gini rame-rame ngumpul sekali- sekali makan bersama kayak hari ini kita bersama." kata Tari pada semuanya dan mereka semua berjalan kerah belakang taman rumah besar itu didekat kolom berenang tidak jauh dari tempat itu.


"Oma Abian gak balek ya Ta?" tanya Rara pada sahabatnya itu.


"Gak,Mama dan papa lagi sibuk disana ada urusan kerjaan yang tidak bisa ditingal mereka." kata Tari santai.


"Kurang dong keluarga besar dihari pertama ultahnya Abian dong."kata Rara kurang semangat gitu.


"Gak aa yang kurang Nak Rara, kita di udah disini!!! " kata Mama Sodiah yang sudah berada didalam rumah itu.


"Mama!! katanya gak bisa pulang ? kata Zaki kaget juga sudah ada Mamanya di hadapan mereka saat ini.


"Sudah nantik saja,mama juga sangat lapar ini,kita lagndung kesini dari Bandar takut gak bisa bersama kalian." kata Mama Sodiah yang diikuti Papanya saki dan Adeknya dibelakan papanya itu.

__ADS_1


"Hai Kak, apa kabarnya.?? " sapa gadis manja itu.


"Kamu ikut kembali juga ya dek?biasanya kamu lebih milih di sana dari pulang kesini.? " tanya Zaki pada Adek perempuannya itu.


"Tentu dong, siapa juga yang mau lama-lama dinegara orang." kata Zalsa santai pada kakaknya itu.


"Hai kak ipar?" sapa Zalsa menyapa Tari yang tersenyum kerahanya.


"Hai Zalsa, salam kenal kita ya, baru pertama kita ketemu hari ini." kata Tari ramah.


"Senang bertemu kamu kak ipar." balas Zalsa lagi.


"Semoga saja pertemuan kita bertama ini, bisa membuat kamu nyaman berada dirumah kami ya." kata Tari lembut.


"Hai ganteng aunty ." sapa Zalsa pada Abian .


"Hai Tente cantik!! " kata Zaki menyambung kata Adeknya itu.


"Jangan pangil Tante!! " larang Zalsa pada Pada Zaki.


"Emangnya kenap? gak salah bukan jika Abian Pangil kamu gitu."santai Zaki bebicara pada Adeknya itu.


"Sudah jangan ribut dulu, kita kebelakang sekarang yang lain sudah pada nungguin tu disana." Kata Pak Marwin pada Semua anak-anaknyq itu.


"Ayok Ma, kita kesana sekarang." ajak Tari pada mertuanya itu.


Hari ini mereka semua bisa makan dengan rasa kekeluargaan yang erat saat seperti ini,rasa kebersamaan terjalin baik saat ini.


Rasa bahagia saat ini Zaki dan tari rasakan bisa menjalin silaturahim yang baik dengan teman-teman dan saudaranya dan keluarganya masih tejaga sampai saat ini.


Canda dan tawa saat kebersamaan mereka saat ini terlihat disaat makan Bersama Sore ini bersama Mereka semua.


Saat magrid mereka semua bubar karena para laki-laki yang ada dirumah itu saat ini melaksanakan sholat Magrib dimesjid yang ada dikomlek rumah mewah itu.


Perempuan sholat dirumah saja saat ini, hanya Orang tua Zaki dan Tari saja pergi kemesjid untuk berjamaah.


Hanya Rara dan Ajeng juga Tari saja saat ini yang tingal dirumah itu,sedangkan Lira juga sudah sibuk didapur membantu ibunya membersihkan piring kotor yang bekas makan mereka tadi.


"Ta, kamu mau kenana?" tanya Ajeng pada Tari.


"Kedapur mbak bantu Lira dan Bik Sari lagi rapikan dapur sebenatar." kata Tari yang berjalan kedapur itu dan kedua temannya itu


"Gue juga bantu lo dehh,kita tadi yang makan sama-sama." kata Rara santai.


"Lo duduk saja Ra nantik lo kecapean, kasihan beby kamu, entar gue yang disalahin Arkan." kata Tari pada sahabatnya itu yang lagi hamil 6 bulan saat ini, kerena Arkan memutuskan menikahi Rara setelah Tari sudah sehat dari rumah sakit dan kembali.


"Gak apa Ta, gue baik-baik saja." kata Rara.

__ADS_1


"Jangan bandel kamu Ra,duduk saja disitu, biar kita saja yang bantu Bik sari." kata Ajeng.


"Kenapa Sih kalian semua manjain gue sih?" dirumahpun gue gak bisa kerja." kata Rara kesal.


"Kerena lo gak boleh banyak gerak, kandungan lo itu gak kuat jadi lo harus menahan diri." kataTari sanatai.


"Sudah duduk sana saja awas jika kamu bediri dari sana." ancam Ajeng pada Rara.


"Iya dehh, gue lihat lo berdua disini saja." kata Rara Tidak semangat dan bermungka masam.


"Gitu nurutkan bagus!! ucap Ajeng lagi tersenyum."


Dasar nyonya Gio." gerutuk Rara.


"Mbak belum jadi nyonya Gio Ra, masih ayang beb saja." kata Ajeng santai.


"Makanya Mbak itu nikah, biar cepat jadi nyonya Gio." kata Tari menyambung Kata Ajeng barusan.


"Dia belum lamar gue Ta, mana mungkin gue yang ajak tuan tidak punya waktu itu untuk nikahin Mbak!! " repet Ajeng pada Tari.


"Berakti sudah Siap tu Mbak Ajeng jika dilamar sama kak Gio kayaknya ni Ta? " kata Rara sambil duduk memakan cemilan yang masih ada diatas Meja makan itu.


"Kayak ni sudah Ra!! " ejenk Tari tersenyum. pada Ajeng.


"Sudah waktunya Ta, gak mungkin Lama-lama Mbak biarkan dia sendiri terus." kata Ajeng Santai.


"Benar Ni kamu mau gue lamar cepat?" sambung Gio tiba-tiba saja sudah berada di ruangan makan itu berdiri santai di samping meja dekat Rara, dan diikuti Arkan dibelakang Gio.


"Berakti sudah lampu hijau Bro!! sikat habis langsung Bro jangan biarkan kendor!! " kata Arkan megasih Semagat pada Gio.


"Aku hanya nungguin kata dari kamu saja,ayang!! " kata Ajeng Sedikit malu pada Gio.


"Jangan manja gitu, bantik aku akan ngomong pada Keluarga gue untuk melamar kamu secepatnya." kata Gio senang akhir keinginan Menjadikan Ajeng akan terkabul sebentar lagi.


"Aku terserah kamu Saja, aku tunggu kata baik dari kamu, baru setelah itu aku bilang sama kedua orang tuaku." kata Ajeng santai.


"Baiklah jika betu, gue gak masalah.


"Aku tunggu!! balas Ajeng senang dan tersenyum pada Gio.


"Ciahhh.... ciaah senang sepertinya ni!! enjek Rara Pada Ajeng saat ini sedikit malau pada mereka berdua.


"Apaan sih Kamu Ra, gak pernah merasa aja." kata Ajeng.


" Ada apa ini? tanya Zaki yang baru datang.


****************

__ADS_1


__ADS_2