MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Curhat


__ADS_3

Setelah Siap prisak kandungannya Tari dan Ajeng saat ini berada di butik milik ajeng,Mereka berdua saat ini curhat masalah hati mereka berdua.


"Aku tidak tahu lagi pada Gio saat ini, bukan selama ini aku tidak mencintainya tapi dengan waktu yang kurang untuku Tari."kata Ajeng sendu.


"Bicaralah Baik-baik ssamakak Gio Mbak, cobalah saling mengerti satu sama lain, aku yakin pasti ada jalan buat kalian, agar mbak tidak Menahan Rasa hati yang selama ini mbak pendam lama, aku tahu Mbak sangat mencintai Kak Gio dari dulu, cuma masalah waktu saja yang kalian dabatkan." kata Tari memberi selusi yang baik untuk Ajeng Agar mereka berdua bisa melanjutkan hubungan mereka berdua yang lebih seriusan lagi bukan berteman seperti saat ini.


"Aku sudah berulang Mengatakan padanya Tari tapi kayaknya tidak bakal ada respon dari Gio."ucap Ajeng lesu.


"Apa aku menyerah saja, aku sudah lelah juga untuk bertahan dengan perasaan ini Ta,aku juga gak mau lagi seperti ini memperjuangkan untuk medapatakan apa yang aku ingin selama ini." kata Ajeng lagi dengan Tidak semagat bercerita pada Tema dan seperti adiknya.


"Jangan seperti ini Mbak,ini bukan cara pintas, itu tidak akan menyelesaikan semua."kata Tari lagi.


"Aku harus apa Ta!! untuk apa aku berusah lagi sedangkan Gio tidak mau Mengabulkan keinginanku, jadi gak ada harapan aku berharap padanya lagi." kata Ajeng sendu.


"Jangan sedih Mbak, aku ingin kamu ngomong sekali lagi pada kak Gio, jika tidak juga Mbak bisa nyerah."kata Tari pada Ajeng.


"Aku sudah lelah, capek Tari, sebaiknya aku menjauh saja darinya, agar aku bisa melupakan dia, kerena Aku tidak mau hati ini merasa sakit jika melihat dia."kata Ajeng yang Sedikit sendu itu.


"Apa Mbak Menagis ?" kata Tari melihat Ajeng meneteskan Air mata, ada rasa kasihan pada Ajeng Memcintai Gio dari kuliah tapi tidak mau Berharap bayak Pada Gio,kerena Gio selama ini Terlalu sibuk sebagai pegusaha sukses dan dokter dirumah sakit milik Gio sendiri, sehingga tidak ada waktu untuk hal lain bagi Gio.


"Aku tidak apa Ta!! kamu bagai mana Dengan suami kamu, apa masih seprti biasanya,tidak ada kemajuan Hubungan rumah tangga kamu Tari?"


"Aku ingin mencoba menjalan ini lagi sekali lagi, aku beri dia satu kesempatan pada Mas Zaki apa dia benar-benar berubah Atau tidak." kata Tari apa adanya.


"Berakti kamu sudah memaafkan kesalahan nya Ta?"


"Suda Mbak, saat ini aku membutuhkan dia ada disampingku,kerena aku tidak mau jauh darinya disaat aku melahirkan putara ku nantik dia juga menemani aku Mbak, aku akan memulai hubungan ini dari awal lagi." kata Tari Tersenyum pada Ajeng.

__ADS_1


"Baguslah Itu Tari, Mbak juga senang kamu Bisa memaafkan Zaki saat ini, berjuanglah demi anak kelian."ucap Ajeng memeluk. Tari senang.


"Semalam aku sudah Bilang sama Zaki agar memberi tahu Ayah, bahwa aku tidak mau kembali kedesa Mbak, aku ingin lahiran disini."jelasnya pada Ajeng.


"Baguslah!!! "senyum Ajeng pada Tari.


"Itu apaan Mbak, kok gambar kamu itu gak selesai-selesai." kata Tari berjalan kerah meja Ajeng.


"Aku gak bisa pokus Tari, kamu tahu sendiri aku ini terlalu malas mengerjakan ini semua, semenjak kamu gak disini aku susa bikin gambar pakaian baru." kata Ajeng Santai


"Sini aku coba selesaikan , entar sebelum aku lahiran aku bantu Mbak bikin disain Pakaian yang baru dan ikut model dan tren sekarang."kata Tari memang bisa diandalkan dibidang itu.


"Ok, Mbak akan menunggunya dari kamu, terimakasih banyak Tari kamu bantu aku."kata Ajeng tersenyum dan senang.


"Gak usah berterimakasih Mbak, aku bantu kanu kereana kamu adalah kakak bagiku." kata Tari singakat.


"Sudah biarkan aku selesaikan dulu semua ini." kata Tari sambil melakukan Kerjaanya.


Lain Diluar saat ini Gio hanya diam Tepaku mendegar kata Ajeng dan Tari didalam, Gio segaja datang ke butik Ajeng ingin mengajak Gadis itu untuk makan siang bersamanya setelah apa yang dikatakan Tari pagi tadi padanya, namun saat dia berada didepan pintu ringan Ajeng Gio mendegar Curhat Ajeng pada Tari.


Gio Berjaalan keluar dari keluar dari butik Ajeng dangan hati dan rasa salah sama gadis yang selama ini dia sukai itu.


Gio menjalankan mobilnya kembali keprusaahannya,dengan hati yang tidak Baik-baik saja.


Sampai diruangqnnya Gio masih saja terdiam dan mendegar kata Ajeng pada Tari tadi.


"Apa benar yang ucapkan Ajeng tadi, apa selama ini aku tidak bisa membagi waktu untuk hal lain selain bekerja, seburuk itukah sikap aku selama ini, yang tidak sadar meyakiti hatinya."kata Gio mulai berpikir.

__ADS_1


"Ngapa Lo, gue masuk dari tadi lo gak lihat,melamun saja." kata Syarif pada Gio yang lagi bigung itu.


"Lo dari kapan disini? " kaget Gio pada Syarif.


"Lo aja yang melamun dari gue datang!!! emang lo lagi pikir apa sih ?" tanya Syarif bingun mekihat Sahabatnya itu.


"Gue Selama ini sebuk kerja dengan tidak sengaja gue sudah melukai hati Ajeng, dia mencintai gue Sya,tapi gue tidak pernah mengerti hal yang diinginkan dia selama ini,apa gue Harus menigalkan Salah satu kerjaanku?" kata Gio mulai Menyadari kesalahannya pada Ajeng.


"Itu lebih baik lo lakukan itu, pokus lah Satu pekerjaan lo saat ini,jadi elo bisa memikirkan tentang waktu lo dengan Ajeng, kasiahan selama ini dia sudah menunggu lo sangat lama, batas perasaan wanita itu ada batasnya, sebelum lo kehilangan dia selamanya,pikirkan baik-baik Gio."kata Syarif ikut megomentari apa yang dikatakan Sahabatnya itu.


"Sebagai dokter !!lo itu hal yang lo sukai selama ini,jika boleh memilih sebaiknya lo pokus saja pada perusahaan dan tingalkan profesi lo sebagai dokter, dan mulailah serius pada hubungan lo sama Ajeng jika lo benar-benar mencintainya."saran Syarif pada Gio.


"Nantik ague pikir lagi,jika lo mau Mengirus rumah sakitku disini Sya,gue bisa melepaskan profesi sebagai dokter."kata Gio Santai.


"Mana mungkin gue bisa Megirus rumah sakit Sebesar itu." kata Syarif becanda.


"Gue tidak bencada Sya,Gue benar-benar serius apa yang gue katakan. "kata Gio serius menatap Syarif.


"Jagan becanda Gio." kata Syarif sedikit kaget.


"Gue serius!! " kata Gio lagi.


"Gue ingin elo yang Mengurus rumah sakit milik gue, karna gue gak bisa percaya pada orang lain."kata Gio.


"Nantik lah gue pikir dulu."kata Syarif santai.


"Elo suruh gue berenti tapi gue tawarkan lo untuk mengurus rumah sakit, kamu malah berpikir, dasar lo ya." kata Gio kesal.

__ADS_1


************


__ADS_2