MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
kesedihan


__ADS_3

Mampai diruangan itu,Gio hanya diam sebentar melihat kedua orang tua Zaki duduk dengan tenang.


"Begini Om- tante, bukan aku tidak Mau benbari tahu tante tentang kejadian ini terlalu shok bagi aku..untuk kasus Zaki saat ini Dokter Dika yang menanganinya, sebaiknya Biar Dokter Dika saja yang menjelaskan lebih bagusnya, silakan Dok anda duluan Yang menjelaskan pada kedua orang tua Zaki.


"Ada pada Dok dengan putraku,apa dia baik-baik saja?" kata Mama Sodiah Bingung.


"Begini Buk, saat ini Putra ibuk,akan lumpuh Sementara waktu, karena ada bagian pada tulang pingulnya tidak bisa berpungsi, saat kecelakan tadi membuat Putra ibu tidak bisa mengerakkan tubuh untuk semantara waktu, itu tergantung kemauan Putra ibuk mau menjalani terapi agar cepat untuk pemulihannya, Saat ini Putra ibu lagi Belum sadarkan diri, untuk kaki yang patah kami sudah memasang pen untuk setahu ini."kata Dokter Dika.


"Pa,,Putra kita akan lumpuh,apa yang akan kita lakukan, Mama sedih melihatnya." kata Mama Sosiah Menagis sedih mendegar keadaan putranya saat ini.


"Terus bagai mana dengan Menantuku dan cucuku Dokter Gio?" tanya Tua Marwin pada Gio.


"Disini aku yang bertanggung jawab Untuk Tari,dan Anaknya,saat ini mereka berdua tidak dalam baik-baik saja Om, maaf jika kami menyampaikan Hal yang membuat Om Dan tante shok, saat ini Tari akan koma dalam waktu lama, dan anaknya juga tidak bisa menagis sampai saat ini Cuci ibu lemas,kerena benturan kuat diperut dan kepala Tari membuat Cucu Om harus kami rawat Di luar negri kerena alat yang ada disini tidak memadai,kami akan melakukan terbaik untuk kebaikan mereka berdua ,aku juga sangat sedih terjadi pada Tari,dia sudah aku angap adikku selama ini, saya mohon maaf Harus membawa Tari jauh dari Zaki saat ini Tante- Om, untuk menyelamatkan hidup mereka berdua."kata Gio berat mengatakan itu pada mertua Tari.


"Aku harap Om dan tante bisa paham,tolong negerti kedaan Tari saat ini, agar mereka bisa bersatu kembali, dan jika Zaki sadar tolong tenangkan dia dulu,aku akan membawa istrinya dan anaknya ke Inggris saat ini juga." jelas Gio pada kedua orang tua Zaki.


"Jika itu yang terbaik Dok kami bisa apa,lakukan yang terbaik bagimu Dok, aku akan menurus Zaki disini, aku serahkan Istrinya dan cucuku padamu Dokter Gio." kata Tuan Marwin tidak bisa menolak kenyataan yang pahit saat ini menghatam keluarganya dengan kejadian yang tidak diduganya hari ini.


"Hari ini Tari diberangkatkan ke Inggris dengan pesawat jek pribadi milik gio, disini Ajeng selalu ikut dengan Tari, dia tidak mau melihat Adiknya dari sahabatnya itu sendiri saja, juga Arkan dan Rara ikut mengatarkan Sahabatnya itu ke Inggris.


Sampai di Inggris Zhidan sudah menunggu kedatangan Gio dan tim medisnya saat ini dibandarah Inggris itu.


"Ambulan yang kan membawa Tari dan bayinya saat ini sudah menunggunya,dengan cepat dan cekat dokter dinegara itu mengambil ahli untuk penyelamatan Tari dan bayi kecilnya itu.


Gio selalu mendampingi Tari saat dirawat dirumah sakit itu,saat ini Tari Masih koma, Zhidan melihat adiknya bebaring lemas, hanya bisa menagais,dia tidak bisa berkata apapun saat ini.


"Elo yang sabar Idan,gue mintak maaf anak buahnya kita lalai dalam melakukan kerjaan kemarin,gue juga tidak tahu ini akan terjadi, kemarin kami baru saja makan siang bersama dengan mereka, tapi dengan sekejap saja ini terjadi." sesal Gio pada sahabatnya itu.


"Elo gak salah Gio,kita sudah menjaga Tari dengan baik, tapi tetap juga terjadi hal yang kita tidak inginkan,mungkin saja ini sudah garis dari Tuhan, tidak membiarkan adik gue bahagia bersama keluarganya." tagis Zhidan pada adiknya itu.

__ADS_1


"Dek bangunlah jika kamu masih ingin bersama kami,lihatlah Putra kamu sudah bisa bernafas dengan Lancar sekarang, tubuhnya mulai aktif." kata Zhidan mengajak adiknya itu bicara,dengan tangisnya.


"Terus bagai mana kabar Zaki saat ini.?" kata Zhidan. "


"Masih belum juga sadar sampai saat ini,mungkin dia akan lumpuh untuk sementara waktu, jika dia tidak mau untuk melakukan terapi Idan." kata Gio sangat sedih menipa teman dan rekan kerjanya itu.


"Bagaimana dengan ibu dan ayah gue saat ini Gio, apa mereka sudah tahu? " tanya Zhidan lagi.


"Sudah Syarif sudah menceritakan kejadian ini semua pada mereka berdua,gue akan membawa orang tua lo kesini, tapi tunggu sebulan lagi, saat ini Tari belum bisa untuk dibesuk,selain dari kata berdua,rumah sakit sini beda cara peraturannya dengan negara kita.


"Tidak apa, gue akan menjaga Adik gue Gio."kata Zhidan sedikit tidak semangat.


"Mari kita keluar Dokter yang Akan menerikasa Tari sebentar lagi datang ." kata Gio mengajak Zhidan meningalkan ruangan ICU itu.


Dampai diluar Ajeng dan Arkan juga Rara sudah menunggu mereka berdua, Ajeng langsung memeluk Zhidan yang wajahnya saat ini tidak dapat dikatakan, kesedihan terlihat diwajah tampan itu, kerena adik yang disayanginya sedang berjuang untuk hidup.


"Idan Lo harus kuat,aku juga sedih melihatnya terbaring lemah saat ini,gue juga tidak sanggup melihatnya idan. "isak tangis Ajeng Pada sahabatnya itu.


"Sudah kita harus istirahat sekarang, dari semalam sampai sekarang kita belum ada yang tidur satupun. " kata Gio.


"Mari kita kembali kerumah Lo Idan, kita istirahat dulu sebentar setelah itu kita bisa kembali ke sini." kata Gio lagi.


"Baiklah,kita butuh tenaga juga, jika kita sakit siapa yang meguruskan Tari."kata Arkan.


Akhirnya mereka berlima memutuskan untuk kembali kerumah Zhidan hari ini.


Sedangakan Di tanak air Zaki sedang berteriak tidak menerima apa yang sudah terjadi padanya, saat ini tubuhnya tidak bisa digerakan, setelah dua hari terbaring tidak sadarkan diri, pas dia sadar Zaki tidak bisa mengakat tumbuhnya.


"Ma, ada apa dengan diriku, kenapa ini, aku tidak bisa mengerjakan tubuhku?" kata Zaki merasa cemas.

__ADS_1


"Kamu yang kuat nak,apa yang menipa kamu." kata Mamanya itu.


"Ada apa ma?" tanya nya lagi


"Kamu lumpuh nak!! " tangis Mama Sodiah keluar juga melihat putranya itu.


"ini tidak mungkin ma, Zaki tidak bisa berbuat apa-apa lagi ma,Zaki tidak mau lumpuh mah!!Kata Zaki beteriak diruangan itu dengan kuat"Zaki tidak mau lumpuh!! " tagis Zaki terdegar menyedihkan meyayat hatinya orang ada diruangan itu.


Dokter masuk kedalam Ruangan Dimana Zaki saat ini dengan singap Dokter Dika, meyutikan bius agar Zaki bisa tenang kembali.


"Ibu silakan kekuar dulu, biarkan pasien beristirahat buk." kata Dokter Dika.


"Baik Dok." kata mama Sodiah lemas meningalkan ruangan putranya itu.


Reza saat ini juga merasa sedih menipa Bosnya itu,dua hari ini hatinya tidak tenang menigalkan Zaki,Reza juga tidak tenang saat ini sebelum Pelaku penabrakan bosnya itu belum tertangkap.


"Lihat saja nantik jika aku menemukan kamu Serly, aku tidak akan membiarkan kamu hidup dengan tenang,kerena kamu sudah berani melakukan ini pada Tuan Zaki dan Istrinya.


"Ulah kamu,Bosku tidak bisa melihat anak dan Istrinya saat ini, mereka salin berjahuan kerena ulah kamu Serly." kata hati Reza sangat Marah pada Mantan Bosnya itu.


"Za, apa sudah ditemukan orang sudah menabrak Zaki dan Tari?" kata Mama Sodiah.


"Beluan Nyoya, saat ini polisi lagi melacak mereka bersenuyi dimana saat ini." jawab Reza seadanya pada Mama nya Zaki.


Sedangkan saat ini Tuan Marwin lagi tersenyum licik menerima telepon dari anak buahnya itu.


"Kerjaan yang bagus, kalian Bisa kerjakan dengan baik,aku tidak mau melihat Wanita itu didunia ini lagi,terserah kalian mau apakan dia, yang penting dia tidak menganggu Putraku lagi." kata Tuan Marwin senang, menutup tlpnya itu kembali.


"Sekarang kamu akan merasakan hidup sulit kamu itu, kamu sudah berani menganggu kehidupan keluagaku, nikmatlah sisa hidup kamu itu."senyum licik pak Marwin sediri diruangan Zaki saat ini.

__ADS_1


***********


"


__ADS_2