
Tidak Terasa Sudah 6 bulan saja Usia kandungan Tari saat ini, namun hubungannya dengan Zaki tidak juga Ada perubahan sama sekali, Zaki masih saja berhubungan dengan kekasihnya, sedangkan sama Tari dia tetap acuh saja, tidak pernah megagapnya Mentari ada.
Saat ini Tari akan Memerikasa Kandungannya kerumah sakit Pagi ini, saat kemaren sore Gio sudah menyuruh dirinya untuk datang ke rumah sakit dia praktek.
Pagi ini Tari berangkat Ke rumah sakit yang akan dijemput oleh ajeng sendiri ke rumah Zaki, kerena tidak mau Ajeng Tahu bagai mana kehidupan selama tiga bulan ini hidup dirumah Zaki, dia lebih memilih menunggu Ajeng didepan saja, dari nantik Ajeng melihatnya keluar dari arah belakang rumah Zaki.
Tari duduk di teras rumah samabil menunggu Ajeng datang sambil memainkan Hempone nya, Zaki keluar dari rumah ingin berangkat kerja, dia Melihat Tari lagi duduk sedikit santai teras dirumahnya itu.
"Apa yang sedang kau lakukan Diani?"kata Zaki megagaetkan Tari.
"Kamu!!kata Tari sedikit kaget pada suaminya itu" Maaf jika Aku memakai teras rumah kamu sebentar, soalnya Mbak Ajeng akan menemaniku untuk pria kandungan kerumah sakit."ucap Afiyah santai pada Zaki.
"Kenapa kamu tidak pernah memintaku untuk megatar kamu Untuk priksa?"
"Hai Tuan, apa peduli kamu samaku dan Kandunganku selama ini!! "ucap Tari sedikit menusuk hati Zaki.
"Bukankah Aku juga berhak atas anak itu,kerena bayi itu juga anakku, jadi tidak sala aku Megantar kamu."kata Zaki sedikit mengalah pada Tari.
"Tidak usah terlalu sibuk tuan,dengan anak ini,aku bisa megurusnya dengan baik, kamu cukup Mengasih namah dan mengakui anak ini anak kamu."ucap Tari membalas rasa sakitnya selama ini pada Zaki.
"Apa kamu pernah Peduli dengan Aku selama ini,,tidak!! terus jalankann saja hidup kamu itu dengan kekasih kamu, aku dan anak ini tidaklah penting bagi kamu bukan?"
"Jika kamu peduli pada Anak kamu yang sedang aku kandung ini,kamu tidak akan melakukan aku seperti istri pajangan saja dirumah ini."ucap Tari merasa sesak saat ini.
Zaki hanya diam Saja Kerena ucapan tajam Tari barusaan, sehingga dia hanya bisa melihat Tari pergi kedepan gerbang rumah itu.
"Aku memang Tidak peduli sama dia selama ini,Apa aku salah jika aku juga ingin melihat perkembangan anakku. " kata Zaki dalam hati.
"Apa seperti itu jika wanita sudah marah,aku sungguh keterlaluan padanya."pikir Zaki lagi
Lama Zaki terdiam Didalam Mobilnya sambil melihat Tari berdiri lama di gerbang rumahnya itu dengan perut yang sudah membesar itu.
Zaki sebenarnya perhatian pada Istrinya itu namun dia hanya menepis perasaan itu,hanya kebencian yang dilihatkan pada Istrinya itu,selama ini Zaki selalu memperhatikan Istrinya itu dari jauh.
Ada Rasa ingin Zaki menyentuh perut Tari, namun Zaki sudah terlanjur selama ini Memperlakukan istrinya itu tidak baik.
Tidak lama Ajeng datang menjemput Tari, Zaki juga mengikuti Mobil Ajeng kemana Tari akan melakukan pemeriksaan.
Setelah Sampai Tari dan Ajeng masuk menemui Gio yang sudah menunggunya dirumah sakit itu, Gio sudah menunggunya diruangan prateknya pagi ini sebelum dia Pegi ke kantor.
"Hallo Dokter Ganteng!! "sapa Ajeng pada Gio.
"Apaan sih kamu Jeng,kamu selalu bilang aku ganteng tapi Aku ajak menikah tidak mau, apa lagi kekurangan aku Jeng. "Gio pada Ajeng sedikit kurang semagat.
"Aku tidak mau, jika kamu selalu Tidak serius padaku Dokter.
"Mbak Selalu begitu, akui saja Kenapa sih isi hati kamu itu pada Dokter ganteng itu."kata Tari juga mulai Menjahili Ajeng saat ini.
__ADS_1
"Kamu bisa diam gak Tari,kalau gak Aku sumpal mulut kamu pakek tisu ni. "ucap Ajeng sedikit panik jika Tari membocorkan pada Gio.
"Ayolah Jeng,menikahlah denganku. "kata Gio lagi.
"Mana Ada Melamar gadis seprti itu kak, kamu ini Aneh, mana romantisnya kayak gitu,kamu ini gak tahu aja keinginan Wanita itu seperti apa."kata Tari asal.
"Tahu tu Tari,,kamu aja gak pernah romantisnya,tapi kayak mana mau romantis ya, seharian kamu hanya sibuk bekerja."ucap Ajeng Sedikit Malas kalau sudah memikirkan Tentang Gio.
"Jika aku memikirkan menikah dengan kamu,waktuku hanya habis untuk menunggu kamu, malas aku sudah meyangkut dia."ucap Ajeng sedikit tidak semagat.
"Apa kata kamu Jeng,aku tidak seperti itu Jeng kamu Tahu bukan aku ini kayak mana, aku anak tungal jadi tidak ada waktu aku untuk bersantai."ucap Gio pada Ajeng.
"Jika itu yang kamu pikir,cari saja gadis selain aku, gak usah megajak aku jika kamu tidak punya waktu untuk aku."ucap Ajeng kesal.
"Kok jadi marah Si Jeng,kamu suka sama aku bukan?"ucap Gio menatap Ajeng dengan Dekat.
"Hai ingat ada aku disni Dokter Gio, jika kalian Mau bercinta tunggu aku Pulang Dulu."ucap Tari menganggu mereka yang mau memciuman.
"Apaaan sih kamu Gio, kamu mau mencuri ciuman pertamaku Ya!!!" kata Ajeng Polos.
"Masa iya, kamu belum pernah dicium Seseorang."kata Gio tersenyum pada Ajeng.
"Jagan mikir gila kamu Gio, sekarang kapan kamu akan periksa Tari!! " kata Ajeng.
"Bentar lagi. "
"Maaf Dok, ada yang igin bertemu dokter.
"Siapa sus?"Gio santai.
"Tian Zaki, suaminya Nona Tari saat ini dia juga ingin menyaksikan pemeriksaan Kandungan Istrinya."terang Suster itu.
"Ya sudah suruh dia masuk, dan Satu lagi Sus siapkan Alat pemeriksaan Sekarang, sebentar lagi aku Akan kesebelah.
"Baik Dok."
Tidak lama Setelah Suster Yang membantu Gio diruang prakteknya itu kekuar, tidak lama Zaki Masuk kedalam Melihat Gio ada Disana dengan Memakai Paju Serba putih itu, Zaki bingung melihat Gio saat ini, kerena banyak yang tidak tahu tentang Gio.
"Kenapa Zak?Kamu bigung melihat kau ada disini?"
"Apa Kamu Dokter kandungan yang dimaksud oleh Suster tadi?"kata Zaki bigung.
"Seperti itulah, apa yang kamu lihat sekarang."ucap Gio santai pada pada Zaki.
"Dek silakan kamu Bersiap dulu sana,kerena kamu pakai pakaian agak ribet hari ini,pinjam dulu pakaian yang bisa memudahkan kamu untuk USG kandaungan kamu, kerena juga bisa melihat jenis kelamin bayi kamu saat ini."
"Baiklah Kak, aku kesebelah dulu." Ucap Tari Acu saja oada Zaki, kerena dia juga tidak pernah berharap Untuk saki datang Menemani dia.
__ADS_1
Setelah Tari kesebelah Gio menatap Zaki dengan Tatapan menatikan.
"Untuk apa kamu datang kesini, apa sekarang kamu sudah mulai peduli padanya?"ucap Gio pada Zaki sedikit ada rasa marah pada Zaki.
"Aku juga berhak untuk tahu Gio perkembangan Anakku."ucap Zaki santai.
"Apa sekarang kau sudah mengakuinya dia ada?"ucap Gio lagi.
"Maafkan aku Gio, aku juga ingin melihat Anakku sedang berkembang di rahim Tari.
"Aku ingatkan kembali pada kamu Zak, tolong Jangan kau sakiti lagi dia,saat ini sudah cukup dia menderita beberapa bulan ini kerena kamu,jika kamu tidak Ingin dia tingal dirumah kamu, kamu bisa kembalikan dia Baik-baik padaku atau Ajeng,aku tahu semua apa yang kamu buat semenjak dia tingal dirimahmu, setiap hari dia hanya sarapan ditempet kerja,tampa kau kasih apa-apa Dia,jika kamu tidak mengiginkan dia cukup Zak,aku Dan zhidan Bisa megurusnya."ucap Gio panjang lebar pada Zaki.
"Besok Zhidan Akan kembali, aku harap kau bisa kembalikan Lagi Tari pada kami,jika kau hanya menjadikan istrinya kamu selama enam bulan ini tak kau angap."Kata Gio penuh tekanan.
"Sepertinya tidak ada perubahan dalam rumah tanggamu dan Hidup kamu Zak, kamu selalu berhubungan dengan Kekasih kamu yang murahan itu.
"Apa maksud kamu mengatakan Serly seprti itu?"kata Zaki Tidak Terima.
" Makanya jadi lelaki jangan mudah dibodohi Zak, kamu Cobalah Untuk memperhatikan wanita yang kau puja itu."kata Gio tersenyum pada Zaki.
"Bisa kau katakan apa yang dilakukan Serly jika tidak bersamaku?"
"Kalau Kau ingin tahu, kamu bisa cari tahu sendiri biar kau tahu, mana yang lebih baik dari adikku Atau kekasihmu itu."ucap Gio Santai.
"Ini waktunya kita Untuk periksa kandungan istrinya kamu,jika kamu ingin melihat perkembangan bayi kamu, ikutlah denganku. Gio berdiri dan berjalan keruangan sebelahnya, disana Tari sudah berbaring sudah ada Ajeng disamping Tari yang menemani Tari setiap dia priksa.
"Apa kita Bisa Lakukan USG Sekarang Tari?"
"Silakan kak,Tari sudah tidak sabar ingin Melihat Jenis kelaminnya."ucap Tari senang.
Gio mulai melakukan pekerjaanya itu dengan santai,Gio memutar alat USG itu diperut Tari,saat itu Gio hanya tersenyum melihat layar di depannya itu.
"Dek kamu, lihat itu yang ada belalainya,dan kamu tuan Zaki lihat itu, anak kamu berjenis laki-laki."ucap Gio menerangkan pada Mereka berdua.
Zaki melihat layar itu saat ini Sangat senang,dia hanya dapat diam saja entah apa yang dirasakan saat ini,saat ini lain yang dirasakan, berbeda perasaanya saat ini melihat Bayi yang ada di kandungan Tari yang terlihat dilayar barusan.
Mari kita Lanjutkan pembicaraan kita kembali diruanganku Zak."ucap Gio lagi.
"Apa Yang kamu rasa saat ini Zak, saat lihat Bayi itu?ucap Gio oada Zaki.
"Entahlah Aku tidak bisa berkata Apa Gio,entah apa yang aku rasa saat ini, tapi sangat berbeda dari sebelumnya."Ucap Zaki Singkat.
"Pikirkanlah Putra kamu akan lahir dalam beberapa bulan lagi Zak,bisakah kamu membuat Dia bahagia, jangan kau angap dia hanya Sebagai pembantu kamu dirumah kamu selama ini tingal bersama kamu."
"Aku mengetahui itu semuanya Zak,walau Tari selalu mryemuyikan itu semua dariku,kamu tidak pernah tahu jika setiap hari dia hanya makan diluar jika setiap pulang kerja,dan pagi Dia selalu serapan dikantin perusahaanku."
"Kamu tidak pernah memperhatikan dirinya sedikit saja, tidak memodulikan keberadaanya, dia hanya kau angap Pajangan saja."kata Gio pada Zaki, sehingga Zaki tidak bisa lagi berkata kerena Gio sudah tahu semua Atas ke lakunya selama Dua bulan ini pada Tari.
__ADS_1
**************