MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Berbicara Dengan Zaki


__ADS_3

"Kak Aku harus kembali Ke kantor cepat hari ini,gak enak Tari sudah terlalu lama mengambil jam kerja untuk priksa kandunganku."kata Tari diselah pembicaraan Zaki dan Gio saat ini.


"Ok,, aku akan menyuruh orang untuk Megantar kamu ke perusaan." kata Gio perhatian pada Tari kerena adik sahabatnya itu.


"Gak usah Kak,aku pakek taksi saja kesana Cuma dekat Dari dini kok, aku gak apa naik taksi."kata Tari menolak Niat baik Gio kali ini, kerena dia tidak mau merepotkan Gio lagi, cukup bantuan selama ini padanya.


"Kalau begitu, kamu bisa pergi denganku Tari, ada yang ingin aku bicaraka dengan kamu."ucap Zaki.


"Tidak,,aku tidak Mau repotkan kamu untuk megantarku."tolak Tari langsung.


"Biar aku saja yang Megantar kamunTari."sambung Ajeng.


"Kamu tetap Disini dengan aku Jeng,hari ini kamu jangan coba-coba keluar dari ruanganku."cegah Gio pada Ajang.


"Terus Tari Harus naik taksi gitu maksud lo."ucap Ajeng pada Gio.


"Biar Suaminya yang Megantar dia."ucap Gio pada Ajeng lagi.


"Aku juga ingin ke butik Gio,Ngpain aku disini sama Kamu."kata Ajeng mulai sewot pada Gio.


"Gak usah memanjang gitu mulut kamu itu,ikuti saja kataku." ucao Gio


"Belum akau nikah sama kamu, aku sudah kamu tindas seprti ini, bagai mana jika aku sudah nikah dengan kamu."ucap Ajeng sangat kesal pada Gio


"Ya sudah Aku pergi dulu kak, mbak Ajeng kamu harus selesaikan dulu masalah kalian gak ada ujungnya itu."ucap Tari pada kedua orang itu dan meningalkan ruangan Gio itu, tampa memperdulikan Zaki.


"Cepat kau kejar dia!! "kata Gio pada Zaki.


Zaki mengejar Tari yang lebih dulu pergi dari dia,sampai diluar Zaki melihat Tari lagi melihat hpnya.


"Kau ikut denganku!! "ucap Zaki pada Tari menarik Tari ke mobilnya dengan paksa.


"Aku tidak mau, lepas gak!! "ucap Tari selalu merontak dari Zaki saat ini.


"Jika Kamu tidak diam, aku akan lebih kejam dari ini pada kamu."ancam Zaki pada istrinya itu.


"Masuklah,jika kamu tidak ingin aku kasar pada kamu."kata Zaki lagi.


Akhirnya Tari mengikuti kata Zaki masuk kedalam mobil itu.

__ADS_1


Selama dalam perjalanan itu mereka tidak ada pembicaraan sedikit saja, mereka berdua saling diam.


Zaki membelokan Mobilnya itu kearah perusahaannya bukan kearah tempat Kerja Tari.


"Mas, kamu mau bawak aku kemana?" tanya Tari mulai panik kerena dia sudah lama mengambil jam kerjanya.


"Diamlah!! "kata Zaki pada Tari.


"Dasir pria aneh."umpat Tari sedikit tetdegar oleh Zaki.


Zaki yang mendegar kata Tari itu hanya tersenyum pada Istrinya itu.


"Apa!! "ucap Tari menatang Zaki. "aku tidak pernah takut pada kamu,matipun kamu siksa diriku sampai kapanpun aku tidak akan pernah takut."ucap Tari kesal.


"Diamlah Tari, bisa gak mulut kamu itu diam."kata Zaki lagi


"Sekarang kamu ingin membawa aku kemana, aku sudah sangat terlambat hari ini,tolong turunkan aku disini."kata Tari agar Suaminya itu menurunkan dia dijalan.


"Tidak semudah itu Tari, kamu bisa keluar dari sini."jawab Zaki acuh.


"Dasar manusia aneh kamu ini,kenapa nasibku serti ini,bisa menemukan aku sama dia."keluh Tari sedikit tidak semagat.


Tidak lama Mobil Zaki berenti di gedung tingi itu,Tari hanya bisa diam saja menatap keluar dangan kebingungannya saat ini.


Tari hanya bisa diam saja mengikuti arah kaki Zaki melangkah saat ini, tidak lama mereka sampai diruangan Zaki dilantai paling atas gedung itu.


Tari hanya bingung saja saat ini, ada rasa ingin tahu Tari saat ini, ingin bertanya malu, dia tidak mau bertanya lagi pada suaminya itu.


Zaki membukakan pintu ruangannya itu untuk Tari dan meyuruh Tari masuk lebih dahulu.


"Masuklah!! "kata Zaki lembut sedikit ada perhatian.


"Terimakasih."jawab Tari sambil masuk ke ruang kerja Zaki besar itu.


"Kamu bisa tunggu aku disana,aku ingin cek kerjaan ku sebentar saja."kata Zaki menunjuk ruang sebelah kanan meja kerja saki, ada sedikit tempat untuk bersantai saki didalam ruangannya itu.


"Baiklah, Tapi jangan lama, aku Harus kembali kerja."kata Tari kesal.


Tari Melangkahkan kakinya kesebelah untuk menunggu Zaki,Sambil Menunggu Zaki Tari melihat poto yang terpajang didinding itu dan diatas meja itu, Tari tersenyum melihat poto keluarga Zaki ada disana.

__ADS_1


Saat ingin melihat lagi poto yang tertata diatas meja kecil di sebelah tempat duduknya itu, Tari hanya bisa diam saja melihat Poto kekasih suaminya itu, ada sedikit rasa kecewa yang sangat dalam pada diri Tari melihat poto itu.


"Cinta kamu tidak mungkin akan kamu berikan untuk kami Mas,kami tidak ada untuk kamu,bagai manapun aku akan berjuang untuk mempertahankan pernikahan ini,yang selama ini aku harapkan, agar kamu bisa menerima kami suatu hari nantik tapi itu tidak mungkin, sudah ada wanita lain yang lebih dahulu masuk kedalam kehidupan kamu, walau aku akan memaksakan diriku untuk menerima kamu sebagai suamiku, tapi itu akan sia-sia saja aku rasa."ungkapan hati tari melihat Poto yang terpajang itu.


"Kenapa kamu menatap poto kekasihku, kamu cemburu atau merasa Sakit hati."kata Zaki santai.


"Apa yang ingin kamu bicarakan Mas, aku tidak banyak Waktu."ucap Tari dingin melihat kearah suaminya itu.


"Aku ingin Malam ini kamu pinda kedalam rumah utama dan sekamar denganku."ucap Zaki.


"Jangan gila kamu Ya,aku tidak mau."ucap Tari kaget.


"Tidak Ada bantahan Tari, aku suaminya kamu dan Ayah dari anak kamu, mulai malam ini kalau tidak akan tingal dikamar belakang lagi."kata Zaki Tegas.


"Aku tidak Mau,bukankah kamu sendiri yang Menyuruh aku tingal disana, kamu yang selama ini merasa Jijik dengan wanita seprtiku."ucap Tari sangat Marah pada Zaki dengan keputusannya itu.


"Aku sudah menyuruh Bik sari memindahkan barang kamu kekamar utama, kamu tidaknya bisa menolak, kerena Mama dan Papa akan berkunjung kerumah Malam ini dan akan meginap dirumah untuk beberapa hari ini, mereka baru kembali dari sigapure."jelas Zaki pada Tari.


"Jadi kamu meyuruhku untuk masuk kedalam rumah kamu kerena orang tua kamu."ucap Tari sangat Sakit dan sesak saat ini.


"Ya!! "


"Ok,,aku Akan ikutkan kata kamu kali ini."kata Tari langsung pergi dari hadapan Zaki.


"Hai Kamu mau kemana?"kata Zaki menarik tubuh kecil Tari, sehinga hampir saja Tari jatuh,Zaki menangkap tubuh itu dengan cepat.


Lama tatapan mereka Bertemu,saat ini jantung mereka berdua cenat cenut, merasakan lain saat Zaki memeluk tubuh istrinya itu, begitu juga dengan Tari Merasa berbeda saat dirinya didalam pelukan suaminya itu.


"Lepaskan aku!!",kata Tari tersadar dari apa yang terjadi padanya dan Zaki saat ini.


"Maafkan aku,aku tidak sengaja menarik kamu, Hampir saja aku mengcelakakan kamu dan anakku."kata Zaki tidak sadar dengan Ucapannya.


"Tidak Apa, jika tidak ada lagi yang ingin kamu katakan aku Akan kembali ke kantor untuk melanjutkan kerjaan ku."kata Tari berjalan keluar meningalkan ruangan Zaki dengan cepat.


Zaki hanya diam saja melihat istrinya itu pergi dari ruangannya itu tanpa berniat untuk megantar tari lagi ketempat kerjanya.


Tari juga megupat saja saat menunggu taksi yang baru dipesan ya itu, dengan kesal.


"Ngapain sih dia peluk-peluk segala,main tarik aku, Dasarnya pria aneh."kata Tari sambil bediri didepan kantor Zaki dengan kesal.

__ADS_1


Tidak lama Taksi yang dipesannya itu sudah samapai dan Tari langsung kembali ketempat kerjanya,kerena sudah terlalu lama dia meningalkan Pekerjaannya.


***********


__ADS_2