MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Lebih baik diam saja


__ADS_3

"Nah ini kopinya kaliann berdua, dan ini martabanya dimakan juga ya. " kata Tari datang dari dalam membawa dua gelas kopi dan sepiring martabak yang dibeli Zhidan.


"Terimakasih dek, ini baru enak ni, gobrol sambil ngopi." kata Zhidan apa adanya


"Bagaimana dengan perkembangan Hari-hari kamu Dek,pa kandungan kamu sudah ada merasakan yang anah, saat ini kandungan kamu sudah berjalan 9 bulan?? " kata Gio.


"Kalau itu Tari belum ada yang Tari rasakan kak,cuma bergerak saja Tari agak susah.


"Itu hal yang biasa Dek, semua wanita hamil akan sama merasakan itu semua, jika kamu ada merasakan keluhan lain cepat beri tahu aku. " kata Gio.


"Itu pasti kak, jika tidak aku bisa melahirkan sendiri." canda Tari.


"Apasih kamu Dek semua dibawa becanda." kata Zhidan


"Bang apa yang Tari bilang itukan benar, jika aku gak megabari Kak Gio yang pasti aku lahiran sendiri."kata Tari acuh.


"Sayang sudah ahh, jangan bicara begitu gak enak dideagar." kata Zaki


"Baiklah, Tari sangat capek hari ini,Tari tidur duluan ya, kalian semua jika ingin melajutkan perbincangan silakan dehhh, mata Tari sudah gak tahan." kata Tari beranjak masuk kedalam.


"Apa mau aku antar ?" kata Zaki melihat istrinya itu agak susah berjalan kerena perutnya besar itu.


"Aku bisa sendiri!!" kata Tari meningalkan Mereka bertiga.


"Lo apa gak Capek jika mendegar dia cerewet Zak?, aku kadang jika ingat mulut cerewetnya itu, aduhhh pusing pokoknya." kata Zhidan tersenyum arah adiknya itu.


"Mungkin aku baru saja bersamanya, jadi aku belum tahu bagai mana sifat aslinya itu." kata Zaki apa adanya.


"Entar Lo bakal tahu adik gue itu paling usil Zak,semenjak dia nikah aku tidak melihat sifat isilnya itu lagi padaku." kata Zhidan merindukan candaan adiknya itu.


"Mungkin kerena dia lagi hamil itu kali." kata Gio


"Mungkin juga!! " kata Zhidan singkat.


Malam sudah semakin malam saja,Gio akhirnya pulang setelah kopi mereka habis,Zhidan dan Zaki juga sudah masuk kedalam rumah, Zaki masuk kedalam Kamar melihat istrinya sudah tertidur nyaman diranjang, membuat Zaki tersenyum pada Tari, Zaki menyusul istrinya itu keatas ranjang itu dan membaringkan tubuhnya disamping istrinya itu.

__ADS_1


"Kamu cantik jika sedang tidur seperti ini sayang!! " Zaki mencium kening istrinya itu.


dan mengusap perut istrinya itu dengan lembut.


"Sehat-sehat didalam ya nak, papa sangat meyayangi kalian berdua, cepatlah kamu hadir, kami menunggu kamu." kata Zaki berbicara pada perut istrinya itu.


"Mas kamu belum tidur?"kata Tari terbangun dari tidurnya itu.


"Maafkan aku ya sayang membuat kamu bangun."kata Zaki yang masih menaru tanganya diatas perut istrinya itu.


"Tidurlah Mas besok kamu kerja,sebaiknya kamu juga tidur." kata Tari mendekatkan tubuhnya pada suaminya itu.


"Baiklah,sini aku akan peluk kamu." kata Zaki memeluk istrinya itu masuk kedalam pelukan yang itu dengan nyaman, tidak butuh lama kedua manusia itu sudah terbang kedalam mimpinya masing-masing.


Paginya Tari sudah sibuk dengan kegiatanya membuatkan sarapan untuk Zaki dan Kedua abangnya, setelah itu Tari masuk kekamar lagi untuk membangunkan Zaki yang masih tertidur nyaman itu setelah abis sholat subuh dia malas untuk bergerak jadi Zaki mengulang tidurnya.


"Mas ayok bangun, kok malah tidur lagi sihh!!" repet istrinya itu.


"Apa sihhh sayang pagi-pagi sudah ribut saja, sebentar lagi aku akan bangun." kata Zaki malas membuka matanya.


"Isss kamu ini mas, makanya jika bangun shubuh itu gak boleh tidur lagi, ya seperti ini,jadi malaskan." repet Tari lagi


"Isss biarkan saja jika magun shukur jika tidak aku gak bakal bangunkan lagi." kata Tari membuka lemarinya dan menyiapkan pakaian yang sudah dipilihkan untuk Zaki pas dimoll kemarin, untuk dipakai hari ini bekerja oleh suaminya itu.


Setelah siap menyiapkan pakaian untuk suaminya itu,Tari keluar lagi untuk sarapan dan akan meminim susu hamilnya yang sudah di bikinnya tadi.


"Pagi Bang!! " sapa Tari santai


"Lohh mana Zaki Dek kata Syarif bingung melihat adiknya itu sendiri keluar dari kamarnya.


"Dia masih bobok enak, aku sudah bangunin tapi gak mau bagun, ya biarin saja."ucap Tari cuek saja.


"Ya sudah kita makan!! " kata syarif tahu tipe adiknya itu jika lagi ngabek.


"Dek kamu gak boleh gitu sama suami kamu,dosa lo!! " kata Zhodan lembut.

__ADS_1


"Biarkan saja Bang, aku kesal sekarang jadi jangan ada yang ngomong lagi."kata Tari diam, dan memakan sarapan juga meminum susu hamilnya.


"Pelan Dek kamu bisa keselak nantik."kata Zhidan memperhatikan adiknya itu lagi marah.


Setelah semua siap sarapan Zahidan Dan Syarif langsung berangakat ke perusahaan Gio kerena ada miting penting hari ini, juga Syarif hari ini ada pertemuan Dengan dokter lain.


Tari tingal sendiri hari ini dirumah itu duduk sendiri sambail nonton tv dengan santai, tampa peduli dengan sekitarnya,kerena dia masih kesal saja pada suaminya itu, sampai saat ini Zaki juga belum bangun tidur,sudah 3 jam berlalu setelah perginya shidan dan Syarif.


"Apa sudah jam sepuluh."gila aku sudah sangat terlambat ada minting lagi dai jam sebelas." kata Zaki cepat-cepat Masuk kekamar mandi setelah itu dia berpakaian dengan rapi.


Zaki keluar dari kamar mencari istrinya tidak terlihat didalam rumah itu, Zaki mencari istrinya didapur juga tidak ada.


"Kemana dia ya!! " kata Zaki berjalan keluar untuk berangkat kerja.


Sampai diluar Istrinya itu lagi meyiaram bungga dan ditaman lain depan dengan santai, tampak melihat kearahnya, Tari acuh saja pada Zaki walau dia tahu suaminya lagi menatapnya juga.


"Apa dia marah saat ini? "ada tanda tanya pada diri Zaki saat ini, namun Zaki tetap mendekat pada istrinya itu untuk pamit akan pergi kerja.


"Sayang aku berangakat dulu ya, aku sudah sangat terlambat." kata Zaki mencium kening istrinya itu,Saat ini Zaki lagi tidak mau istrinya itu bertambah tidak mut,kerena dia memang salah.


Tari tidak menjawab apa kata Zaki dia tetap diam melihat mobil Zaki pergi meningalkan halaman rumah besar Zhidan itu.


"Biar rasa tu, aku kerjain dan aku diamin." umpat Tari kesal pada Zaki saat ini.


Dalam perjalanan Ke perusaan Zaki tidak bisa pokus kerena istrinya hari ini tidak mau bicara padanya,hatinya tidak tenang melihat istrinya mendiamkan dia, sampai tidak membagunkannya lagi pagi ini.


"Kenapa kamu bodoh Zaki, mut wanita Hamil itu susah untuk ditebak."ucap Zaki juga kesal pada dirinya juga.


sampai di perusahan Zaki dan Reza langsung menuju ruanga miting saat ini, setelah dua jam lamanya minting itu berlansung Zaki akhirnya siap juga.


"Reza Kamu urus urusanku hari ini, aku akan kembali pulang!! " kata Zaki langsung pulang, dia baru keluar dari ruangan miting.


"Tapi tuan.... kata Reza tidak sampai Zaki tidak terlihat lagi.


"Kenapa dia? dasar bos gak ada aklak main tingali saja kerjaanya, pada hal masih ada miting penting hari ini di perusahan tuan Gio." kata Reza lemas melihat tingkah Bosnya itu.

__ADS_1


"Seperti ini jika sudah memiliki pasangan,tidak biasanya dia selama ini bersikap seperti tadi,apa istrinya lagi ngabek ya." pikir Reza sendiri.


***********


__ADS_2