
Setelah Dua jam pertemuan ketiga sahabat itu, akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk pulang, Arkan megantar Mentari pulang terlebih dulu baru setelah itu dia langsung megantar Rara.
Tari keluar lebih dulu dari kedua Sahabatanya itu,disaat hendak keluar entah kenapa Tari melihat Kearah Kanannya, Tari sedikit diam dan berenti dari jalannya melihat Suaminya juga ada di caffe yang sama dengannya,Tari hanya melihat Zaki bersama kekasihnya,begitu juga Zaki melihat kepadanya.
"Ada Pa Tari?"kata Arkan
" Ahhh gak,tadi aku lihat orang yang aku Kenal tapi salah orang. " kata Tari santai dan melanjutkan jalannya kembali keluar dari caffe itu, dengan hati sedikit sakit, namun Tari hanya bisa apa.
"Kita Langsung pulang Ya, aku antar kamu dulu takutnya Suaminya kamu pulang duluan dari kamu Tari, kita takut kamu dimarahi sama orang gak punya hati itu." kata Rara asal bicara.
"Ayok!! " ajak Tari kerena mutnya saat ini sudah hilang Melihat Suaminya bersama kekasihnya.
Dalam perjalanan pulang Kerumah Zaki mereka bertiga tidak banyak Bicara, Tari juga seadanya bicara, setelah sampai rumah Tari langsung masuk kedalam rumah itu setelah Arkan dan Rara megantar nya.
"Kenapa Aku harus melihatnya kembali bersama Kekasihnya itu,kenapa Aku merasa Sakit seperti ini, ada apa Aku seprti ini, apa kerena aku selalu menerimanya sebagai suamiku?" tanya hati Tari berkecamuk sendiri.
Disaat Tari melamun di pintu masuk Disaat itu juga Zaki baru sampai juga dirumah,Zaki turun dari dalam mobilnya bersama Serly, Tari juga kaget pada Suaminya itu hari ini membawa Kekasih disaat Dia masih ada dirumah itu.
"Hai Tari apa kabar Kamu."sapa Serly dengan Sedikit terlihat licik itu.
"Kenapa Dia Ada Disini Mas?"tanya Tari spontan.
"Hai ,,Jangan bidoh kamu Ya, dia adalah kekasihku Tari,jadi gak salah Zaki membawaku kemana dia mau."jawab Serly pada Tari, Zaki yang masih diam melihat Tari menatapnya.
"Maafkan aku,aku tidak bermaksud mencampuri urusan pribadinya kamu Mas,kerena Aku bukan siapa-siapa bagi kamu, silakan Teruskan aku akan Kedalam dan Akan pindah kembali kekamarku."kata Tari tidak ingin sedih didepan Zaki yang tidak pernah menghagainya sebagai istrinya, Tari juga tahu bahwa kedua mertuanya sudah pergi dari rumah ini, kerena bik Sari sudah menceritakan pada Tari saat makan siangan tadi lewat Telpon.
Tari maul kedalam meningalkan Zaki yang diam menatapnya,kesedihan Tari tidak pernah terlihat diwajah Tari, dia benar-benar menahan itu semuanya.
Hatinya menagis saat ini,melihat Zaki membawa Kekasihnya,entah kenapa Tari sangat sedih hari ini, dia bisa menahan tagis dan rasa sesaknya saat ini saat dalam keadaannya seprti ini.
__ADS_1
"Kamu sungguh keterlaluan Mas,kamu benar-benar tidak pernah menghargaiku sama sekali,bisakah aku berharap sedikit rasa kasihan darimu,bisakah aku berharap sedikit menghargaiku."kata hati Tari berkecamuk saat ini sambil megemas Barang-barang saat ini.
"Berenti megemas Barangmu,kamu akan tetap tingal disini."kata Zaki dingin.
Namun Tari tidak mendegar kata-kata Suaminya itu, Tari masih saja meneruskan memasukan Pakaiannya kedalam kopernya lembali.
"Apa kamu tidak mendegarku.!!" kata Zaki kembali.
"Cukup Mas,Jangan pernah kamu melarangku, apa selama ini kamu bisa menghargai aku,sebagai istrinya kamu, jadi jangan pernah kamu Melarangku mulai saat ini apa yang aku Lakukan, kamu bisa melakukan sesuka hati kamu selama ini, lihatlah sekarang kamu Tega membawa Kekasihmu kesini, sedikit saja kamu tidak menghargai aku Ada,sekeras apapun aku untuk bisa masuk kedalam kehidupan kamu itu tidak akan pernah bisa mas,walau aku menerima kamu Sebagai suamiku selama ini, tapi tidak dengamu.Kata Tari menarik Kopernya keluar dari kamar Zaki dan turun kebawah Untuk kembali kekamar dimana dia pertama kali datanya kerumah ini.
Tari Turun dengan Meneteskan air mata sembil menarik kopernya itu kearah belakang rumah Zaki.
Namun disaat Tari hendak keluar dari rumah itu tepukan tangann dari Serly terdengar di ruangan itu.
"Pukkk..... pukkkk..!! "
"Baguslah jika kamu Sadar diri Dasar wanita murahan.kata Serly mendekat pada Tari
"Maksudku,kamu harus sadar Tari Zaki tidak akan pernah Bisa menerima kamu, dia sudah sangat mencintaiku, sampai kapanpun kamu berusaha untuk merebut dia Dariku, termasuk kamu telah Memberikan tubuh kamu itu padanya,namun tetap Saja dia tidak bisa kamu dapatkan bukan."taka Serly terseyum licik pada Tari.
"Jaga mulut kamu jika berbicara,aku tidak pernah memberikan tubuhku padanya."kata Tari sangat geram pada Serly saat ini.
"Terus kenapa Perut bisa membucit seprti itu jika kamu tidak Murahan, memberikan tubuh kamu padanya." kata Serly lagi.
"Jagan kau bilang aku murahan wanita sialan."ucap Tari Menampar Pipi cantik Serly.
"Kurang Ajar Kau, berani berbuat ini padaku."kata Serly lagi dan melayang akan Satu tamparan pada Yari, saat tampar kedua Serly hendak mendarat di pipi Tari saat itu Shidan dan Gio datang.
"Sudahku katakan pada kamu jangan pernah menyentuh adikku." kata Shidan sagat marah
__ADS_1
"Ada apa ini?"ucap Zaki yang baru turun dari lantai atas mekihat Shidan Dan Gio dirumahnya membuat Zaki terdiam.
"Apa seperti ini Kelakuan kamu pada Adikku, dengan membawa Wanita murahan kesini."kata Shidan tidak ada rasa sopannya lagi pada Zaki.
"Apa maksud kamu berkata seperti itu pada kekasihku? "
"Sudah aku katakan Zak,cari tahulah jika kamu ingin tahu kekasih yang sangat kamu agungkan ini, seperti apa tingkahnya dibelakang kamu." kata Shidan Santai.
"Tapi saat ini aku tidak mau bayak komentar, besok kamu Datang kepegadialan agama kamu bisa ceriakan adikku, atau kamu tingal tunggu surat gugatan cerai dari Tari."kata Shidan Pada Zaki yang terdiam terpaku.
"Hai wanita ****** jangan pernah sekali lagi kamu bilang adikku wanita murah yang kamu tuduhkan pada adikku,dia tidak seperti kamu yang mencari kehangatan dari bayak lelaki."kata Shidan Menatap Serly," Dan ingat satu lagi Adikku lebih baik dari kelakuanmu."kata Shidan lagi.
"Dan juga kamu Zaki seminggu yang lalu aku sudah mengatakan pada kamu, jangan sampai kamu meyesal, telah meyia-nyiakan istri dan anak kamu demi wanita yang tidak berguna itu,ini aku bantu kamu jika kamu tidak bisa mencari tahu kebisaan kekasih kamu cintai ini.."ucap Gio memberi kan beberapa Poto pada Zaki.
"Ayok Tari,kita pergi dari sini, sudah saatnya kamu bahagia tampa orang seperti dia." kata Shidan membawa Adiknya itu pergi dari rumah Zaki.
Zaki yang melihat itu semua, dia kaget melihat poto yang diberi Gio padanya, Kekasihnya itu sedang bergulat dengan lelaki, bukan satu lelaki saja,namun bermacam lelaki yang meniduri Serly.
"Apaan ini Serly, kau membohongi ku selama ini, aku percaya padakamu,sehingga aku mengabaikan perkataan semua orang padaku,sampai orang tua juga pernah bilang sama terhadap kamu, teryata itu memang benar."kata Zaki kecewa pada Kekasihnya itu.
"Maafkan aku Zak,tapi aku sangat mencintaimu,jangan seperti ini Zak." ucap Serly sedikit takut pada Zaki yang sudah melihatnya sangat marah padanya.
"Pergilah dari sini Kau wanita sialan kata Zaki sagat marah,kerena kamu aku mengabaikan istriku dan anakku yang dikandung Wanita yang kau hina itu,tapi diri kamu Lebih buruk dari dia."
"Sekarang jangan pernah Kau temui aku, semua yang aku berikan pada kamu, aku akan menarik semuanya, sekarang angkat kaki dari sini."kata Zaki sakit hati pada kekasihnya itu.
"Zak, aku gak mau, aku sangat mencintaimu." tagis Serly pada Zaki.
"Pergilah!!"ucap Zaki naik ke lantai atas dengan Rasa kecewanya pada Serly, Dan rasa malunya pada Taribdan Zhidan.
__ADS_1
************