
Seharian di rumah Tari cukuplah membosankan, tapi dia tidak habis pikir untuk megisi waktunya yang kosong hari ini, Tari kembali megabil buku yang biasa untuk mencoretnya itu,untuk membantu memudahkan Pekerjaan teman yang sudah di anggap kakak itu.
Tari mengunakan waktunya menjalani sore untuk melakukan pekerjaan nya itu saat ini, sebelum Zaki kembali pulang dari bekerja.
Tari sudah memakan setengah hari waktu untuk menyelesaikan gambar yg dibuatnya hari ini, sehinga sore pun datang tidak terasa, disaat Tari lagi asik dengan gambar itu, bunyi bell rumah itu tak berenti berbunyi.
"Ting tong... tong tong..!! "
"Issa siapa sih yang jam segini datang,aku rasa belum jam kerja Mas Zaki pulang ya." kata Tari beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke pintu untuk melihat siapa buang datang, Tari membuka pintu melihat Reza membawa sebuah koper Tari juga merasa heran.
"Kak Reza juga mau tingal disini?"Kata Asal Tari pada Reza.
"Maaf nona menganggu anda, saya kesini hanya megantar pakaian Tuan Zaki, bukan Saya yang akan tingal disini."kata Reza Santai.
"Gitu ya,Terimakasih banyak Ya kak, sudah siap mengantarkan Keperluan Suamiku." kata Tari Mengambil koper dari Reza.
"Kalau begitu saya langsung kembali,tadi tuan Zaki berpesan dia agak pulang terlambat hari ini ,ada pertemuan dengan rekan bisnis dari luar kota ." kata Reza menjelaskan pada Tari.
"ohhhh ya Kak,aku sangat berterimakasih banya kak Reza sudah mau megantarkan ini semua,bilang sama Bos dingin kakak itu bawakan Tari Mi yang pernah aku beli sama dia kemaren sore, jangan sampai lupa." kata Tari terlihat lucu berkata begitu pada Reza.
"Baiklah Nona, saya akan menyampaikan pada tuan Zaki, kalau begitu saya pamit." kata Reza sambil berjalan masuk kedalam mobil nya dia mengelengkan kepalanya dan sedikit tersenyum oleh tingkah Istri Bosnya itu, Tari tampak lucu bertingkah seperti itu.
"Beruntung kamu cepat merasakan Perasaan kamu Bos,istri secantik dan baik gitu kamu sia-siakan selama ini." kata Reza dalam megemudi untk kembali ke perusaan.
Tidak Lama Reza sampai diperusahaan dan Reza naik dimana ruangannya sebelum masuk keluarganya dia menyempatkan Untuk menyampaikan apa pesan Dari istri bosnya itu terlebih dahulu.
"Kamu Za,ada apa ?apa ada yang ingin kamu sampaikan ?" tanya Zaki pada asistennya itu melihat Reza baru saja masuk ke ruangannya.
"Tidak tuan,saya ingin menyampaikan pesan dari nona Tari, hari ini setelah tuan pulang nanti nona memintak anda membelikan Mi yang kemaren yang nona beli." kata Zaki seadanya pada Zaki.
"Mi?" tanda tanya pada dirinya saat ini.
"Itu yang diinginkan Nona Tuan." kata Reza lagi.
"Mi apa ya Za?aku lupa semalam itu, enta mi apa yang dibilangnya istri ku." Kata Zaki sambil berpikir apa nama Mi itu.
"Ya Mana Saya tahu tuan,nona mintaknya mi semalam dia beli itu. " kata Reza santai.
"Ya sudah kamu boleh pergi, nantik aku tanya lagi pada Tari." kata Singkat Zaki pada Asistennya itu.
Tidak Lama Masuk chat dari istrinya itu bertuliskan.
"(cari nama mi nya sendiri, mi apa yang aku makan semalam itu mas,aku gak mau kamu bertanya pada siapapun,kerena tidak enak jika Mi itu dimakan jika sudah bertanya pada seseorang, mengerti !!"kata Tari chat yang ditulisnya pada Suaminya itu.) "
"Gila, bagai mana aku bisa tahu Nama mi itu,aku juga gak begitu tahu apa nama mi itu, aduuuuh pusing aku mikir permintaan Istrinya yang lagi Hamil ini,jika aku gak membelikan pasti dia merasa sedih jika tidak dapat apa yang diinginkan itu." kata Zaki sambil berpikir.
"Aku suruh saja Reza cari nama mi yang ada, aduhhhh kenapa aku jadi tidak bisa berpikir gini sih,aku lihat saja Di mbah gugel saja macam-macam nama Mi." kata Zaki akhirnya membukak mbah gugel itu juga.
Zaki lagi asik melihat Layar hpnya Reza masuk lagi kedalam ringan itu.
__ADS_1
"Apa lagi Za?" kata Zaki agak bingung.
"Kita akan berangkat Sekarang tuan, rekan bisnis kita sudah menunggu kita ditempat kita janjikan."kata Reza memperhatikan Bosnya itu.
"Baiklah kita berangkat sekarang. " kata Zaki beranjak dari kursi kerjanya itu dan memakai jasnya itu kembali.
"Ayok Za kita berangkat sekarang!! " kata Zaki lagi dan berjalan duluan dari Reza menuju Life, diat mau turun Zaki masih sibuk dengan benda pipi itu.
"Tuan cari apaan, sibuk kali aku lihat?" kata Reza bingung.
"Aku masih nyari nama mi yang disuruh istri ku za, aku jadi pusing." kata Zaki apa adanya.
"Ngapain Kamu bingung tuan, kemaren itu beli dimana sih,beli lagi disana, jika tidak tahu nama mi itu, tuan bisa pesan satu porsi setiap mi yang ada di penjual itu."kata Reza Santai saja.
"Kok aku gak kepikir ya deri tadi."kata Zaki tersenyum apa yang dikatakan oleh Reza barusan ada nenarnya juga.
"Jika ada sepuluh menuh Minya Apa aku harus membelinya satu porsi setiap mi itu ya Za?" kata Zaki lagi.
"Iya...iyalah tuan, dari pada nyonya Zaki ngambek gimana, berabe nantiknya." kata Reza Geram oleh bosnya itu.
"Baikalah aku akan membelinya nantik."
Akhirnya Zaki tersenyum saja,baru kali ini dia mencoba untuk belanja pinggir jalan oleh permintaan istrinya itu, tapi demi istrinya dan bayi yang ada di rahim istrinya itu dia akan bela-belain untuk memenuhi keinginan istrinya itu.
Setelah siap menemui Rekan kerja bersama Reza, Zaki langsung menyuruh Asistennya itu untuk Mampir ke pedagang Mi semalam itu dimana istrinya membeli Minya itu.
"Pak Aku pesan Satu porsi mi yang bapak jual.
"Menu mi disini ada 6 nama den apa mau dibikin semua.?"tanya Pak Penjual itu.
"Bikin saja pak, aku juga gak tahu nama mi yang dipesan istri ku pak, jadi bikin semuanya pak, dari aku gak boleh masuk nantik. "kata Zaki pada pak Penjual dengan lucu.
"Aden ada-ada saja, mana ada istri kejam kayak begitu."kata pak Penjual mi itu ketawa pada Zaki.
"iya Pak Aku pusing dengan selera orang hamil, jika tidak dapat nanti dia pasti merajuk, akan marah." kata Zaki lagi.
"Itu sudah umumnya kayak gitu Den orang hamil itu, Rata-rata sifatnya itu sama, jadi adaen yang sabar saja." kata Pak penjual itu masih asik mengaduk Mi itu dengan dekat.
"Bapak sudah lama jualan disini pak?" kata Zaki santai.
"Sudah 15 tahun den."jawab pak penjual. mi itu seadanya.
"Lama juga pak." kata Zaki
"Ini Den sudah siap semua,semoga saja istrinya adaen bisa makan enak,langsung pulang saja den nantik Mi nya keburu dingin pasti sudah tidak nikmat lagi disantap." kata Pak Penjual itu .
"Oh iya Pak, berapa pak?" tanya Zaki
"Rp.60 ribu den."
__ADS_1
"Masa murah kali pak, apa bapak gak rugi ya." kata Zaki kaget mendegar Kata bapak penjual itu.
"Udah segitu harganya den." kata Bapak itu lagi dengan senyuman.
"Ini Pak uangnya!! " Zaki memberikan tiga lembar Uang warna merah itu pada bapak itu, ini untuk bapak, angap saja ini tanda Terimakasih ku karena bapak sudah membatuku." kata Zaki sopan pada bapak penjual itu.
"Ini kebayakan den." kata pajak itu.
"Tidak pa pak." kata Zaki meninggalkan gerobak bapak penjual Mi itu.
"Ayok Za, kamu antar aku kembali pulang." kata
"Baiklah Tuan. " kata Reza menjalankan mobil nya kembali.
Tidak cukup waktu 20 Menit akhirnya mereka sampai juga dirumah Zhidan saat ini Tari ada dirumah temannya itu.
Zaki masuk kedalam rumah dan diikuti Reza dibelakangnya membawa Mi yang dimintak oleh istrinya itu.
"Mas kamu sudah kembali ?" tanya Tari yang lagi nonton tv diruangan tengah itu.
"Sudah,kamu lagi apa Sayang ?" kata Zaki duduk disamping istrinya itu.
"Apa lagi lagi nonton dan itu lagi coret-coret buku." kata Tari santai menjawab Kata suaminya itu.
"Mi yang kamu pesan itu sudah ditarok Reza di meja makan." kata Zaki .
"Terimakasih ya sudah mau membelikan untuku."Tari manja pada Zaki saat ini.
"Jagan mendekat aku baru saja pulang,aku mau mandi dulu ya." kata Zaki masuk. kekamar istrinya itu.
"Aku sudah siapka pakaian kamu mas, setelah itu kamu kandung kemeja makan saja kita akan makan Sama-sama!! " kata Tari juga berjalan kemeja makan saat ini Reza Baru saja maenaruh mi yang sudah dibeli oleh Zaki.
"Kak terimakasih ya sudah bilang sama Mas Zaki pesanku tadi.
"Gak apa Nona, kalau begitu saya pamit pulang." kata Reza ingin meningalkan Tari.
"Eeeeh tunggu mau kemana Si kak, makan malam dulu disini,aku akan siapkan makan malamnya dulu,jangan bergerak dari meja makan ini."kata Tari pada Reza.
"Tapi nona saya gak enak." kata Reza lagi.
"Ini bukan dikantor kak, ini dirumahku,jadi gak ada yang bisa membantah ucapanku. " kata Tari apa adanya.
"Baiklah jika begitu." kata Reza tidak bisa menikmati keinginan Wanita hamil didepanya saat ini.
"Kak, kok bisa sebanyak ini sih beli Mi nya siapa yang makan ini?" kata Tari bingung ada 6 bungkus mi diatas meja itu.
"Tanya saja pada tuan Nona!! " kata Reza Berbisik pada Tari.
**************
__ADS_1