
Setelah siap sholat shubuh dimesjid Tari dan Zaki tidak langsung pulang, pagi ini Zaki menyempatkan untuk menemani Tari untuk jalan pagi lagi.
"Sekarang kita mau kemana ni Mas, kita jalan pagi nya?"tanya Tari masih setia bergayut dilengan suaminya itu.
"Kita Keliling komplek saja hari ini ya."kata Zaki lembut.
"Kenapa begitu mas, biasanya kita cari sarapan dulu, tapi sekarang kok gak sihhh?" tanya Tari pada Zaki.
"Hari ini kita sarapan dirumah saja aku sudah pesan sarapan pagi kok, dari tempat ketoprak kemaren itu yang kita Makan, disana banya menuh, kerena Kita ramai dirumah hari ini, jadi kita pesan saja." kata Zaki menjelaskan pada Tari yang tampak bingung itu.
"Gitu Ya!! "kata Tari santai
"Setelah kita Masuk dua gang sebelah kiri digang Sebelah lagi, sekalian kita Lihat rumah kita Sayang, aku sudah memutuskan untuk cari rumah di komplek yang sama dengan Zhidan saja, agar kamu bisa tingal dekat dengan Ayah dan ibumu nantik jika mereka sudah mau tingal sama disini nantik." jelas Zaki pada istrinya.
"Kapan kamu beli Mas?kok gak bilang Sama aku sih!! " kata Tari bingung dan Melogoh saja melihat sumaianya itu.
"Hai kenapa Jelek kali bentuk wajah kamu itu sayang!! " kata Zaki ingin ketawa melihat wajah lucu istrinya itu.
"Emangnya kenapa dengan aku Mas, ada yang lucu ya?" kata Tari lagi.
"Ayok kita lewat sana."kata Zaki membawa Tari lewat gang kiri yang akan menuju rumahnya yang baru dibelinya.
Zaki Membawa Tari berjalan dengan santai menuju rumah besar dan mewah itu,Tari sampai didepan rumah itu dengan Melogoh saja, apa yang perkirannya saat ini pasti rumah yang Dibelinya itu sama besarnya dengan rumah Zhidan, tapi nyatanya saat ini rumah itu lebih besar dua kali dari rumah Zhidan.
"Mas kalau gak becandakan Mambeli rumah sebesar ini, hanya untuk kita berdua saja ?" kata Tari bingung.
"Iya sayang hanya untuk kita dan untuk keluarga kita,Anak-anak kita akan bermain nantik, meramaikan rumah ini." Jelas Zaki pada istrinya itu.
"Tapi kita belum bisa masuk sekarang, masih banyak alat-alat bangunan disana."kata Zaki lagi.
"Gak apa Mas, aku gerti kok,kapan rumah ini akan siap Mas? " tanya Tari lagi.
"Mungkin seminggu lagi sudah bisa kita gunakan, itu sudah siap semua sebenarnya tapi belum dirapikan saja,dan masih banyak barang-barang bangun masih berserak didalam." kata Zaki lagi pada istrinya itu.
"Aku sudah gak sabar pengen melihat didalamnya kayak mana." kata Tari sedikit senang.
"Kamu sabar dulu ya seminggu lagi Kita akan tingal disini." kata Saki tersenyum manis pada Istrinya itu.
"Tapi rumah kamu yang disana kayak mana tu Mas? Apa mau Mas huni juga rumah yang disaana?? " kata Tari polosnya
"Ya enggak sayang, rumah itu aku jual kita gak perlu megukit masa lalu kerena adanya rumah itu.
"Gitu ya!! " kata Tari paham.
__ADS_1
"Terimakasih kamu sudah mau memaafkan aku dan menerima akun lagi sebagai suami kamu Ta. " kata Zaki.
"Aku memaafkan kamu Mas, kerena aku butuh kamu, dan anak kita nantik ,dia tidak akan merasakan pahitnya jika kamu tidak bersamaku." jelas Tari pada suaminya saat ini
"Kamu jangan pernah takut lagi, aku akan selalu bersama-sama membesarkan anak kita."kata Zaki mencium kening istrinya itu.
"Aku sangat menyayangi kamu Mas!! " peluk Istrinya itu.
"Aku juga mencintaimu!!! " kata Zaki lagi membalas ucapan istrinya itu dengan lembut.
"Ayok kita pulang, aku sudah ngatuk kali,kami dari semalam belum tidur ." kata Zaki lagi
"Ayok Mas kita Pulang, mungkin saja serapan yang kamu pesan sudah samapai, tapi kamu pesan ketoprak lagi gak?"kata Tari pada suaminya itu.
"Ya tentu ada sayang Kamu sukanya itu." kata Zaki tersenyum.
"Ayok pulang aku sudah gak sabar ingin sarapan,aku sangat lapar Mas."kata Tari merusap perutnya sambil tersenyum pada Zaki.
"Kamu lapar juga Nak, kata Zaki juga ikit mengusap perut istrinya itu."pas Zaki megang perut besar istrinya itu,bayinya Tari didalam perut itu bergek, sehinga Zaki kaget dan senang,sambil tersenyum merasakan pergerakan beby nya di salam perut istrinya itu.
"Dia gerak Mas, karena kamu tanya gitu."kata Tari senang.
"Ayok kita pulang, berakti dia juga Lapar." kata Zaki merangakil Istrinya berjalan lagi kearah pulang kerumah Zhidan yang ada disebelah gang satunya lagi.
"Mas kayaknya Pas kali Ni, tahu benar ni si Mas aku lagi kelaparan ni."kata Tari santai.
"Berapa Mas muanya ?", kata Zaki mengeluarkan dompet yang ada dikantong celananya.
"Semuanya Rp.250.000 pak sudah masuk ongkirnya." kata Simasnya.
"Ini Mas, lebih di ambil aja Ya, terimakasih sudah mengantarkan ini."kata Zaki
"Issss ini pasti enak bangat Mas aku gak nyangka Mas pesan banyak ini,siapa yang makan?" kata Tari lagi.
"Kita lagi ramai dirumah Sayang!!! " kata Zaki lagi mengingatkan.
"Ohhh iya aku lupa ada Mereka saat ini." kata Tari santai masuk kedalam yang masih bergayut manja pada Zaki.
Zaki sangat senang Istrinya itu bayak perubahan dalam seminggu ini padanya, saki bahagia Melihat Tari tampak senang bersamanya, wajah murung itu tidak terlihat lagi, Tari sudah kembali ceria,seprti sebelum. bertemu dengannya dulu lagi.
Samapai didalam Tari mekihat Semua Orang masih duduk diruangan tengah sambil menikmati kopinya masing-masing.
"Zak, apa yang lo bawa itu?" kata Gio
__ADS_1
"Banyak benar!! " bingung Syarif
"Apaan tu?"tanya Zhidan ingin tahu.
"Pasti itu sarapan untuk kita,iyakan Zak?" kata Ajeng santai.
"Sini aku bantu tuan, bawakkan kemenaja makan!! "kata Reza bangkit dari duduknya dan mengambil ganteng makanan dari tangan Zaki.
"Kita serapan dulu yok, aku sudah sangat ngatuk Bro.!! " ajak Zaki pada semuanya.
"Ok, aku juga sudah gak tahan ini mata ingin tidur." kata Gio beranjak duluan dari tempat duduk antara mereka semua.
Dan yang lain juga mengikuti Gio dan Zaki kemeja makan itu yang sudah disiapkan oleh Reza.
"Oi enak bangat ni,ketoprak coy, gue suka bangat ni. " kata Syarif.
"Ada menu lain gak Zak?"kata Zhidan.
"Ada lo pilih aja itu didalam Kantong itu."tunjuk Zaki.
"Sayang kamu Mau Makan ketoprak lagi?" tanya Zaki lembut pada istrinya itu.
"Ya,!! "jawab Singkat Tari pada Zaki sedikit tersenyum.
"Ini!! makanlah setelah itu kita istrahat bentar, aku juga mau tidur sebentar nantik siang aku akan megajak kamu ke suatu tempat, untuk sesuatu hal untuk kita nantik."kata Zaki palan
"Kemana Mas?" tanya Tari lagi penasaran.
"Nantik kamu Pasti tahu, ayok makan. " senyum Zaki pada istrinya itu sengat perhatian.
"Gio dan Zhidan hanya tersenyum saja memperhatikan sepasang suami-istri itu,kerena Zaki betul-betul sudah berubah, lebih perhatian pada Adiknya itu.
"Syukurlah kamu sudah bisa menerima adikku dan Sudah perhatian sepeti ini, aku sudah tenang melepaskan dia, semoga saja kalian bahagia, tidak ada halangan lain lagi di rumah tangga kalian." kata Zhidan dalam hati senang melihat kedekatan Tari dan Zaki saat ini.
"Hai lo kok bengong aja, dimakan tu masih goreng nya." kata Gio menepuk punggung Zhidan.
"Ehhh lo bikin jantung gue copot saja."gerutuk Zhidan Pada Gio yang Cugigiran padanya.
"Makanya jangan begong, ke sambat baru rasa lo!!! " kata Gio santai sambil melahap sarapannya itu.
"ehhh lo harus nyuruh lagi tu anak buah lo lebih ketat megawasi mantan Zaki, gue gak mau terjadi pada apa-apa pada adiknya gue." bisik Zhidan di telinga Gio.
"Lo gak usah pikirkan itu, dia juga adik gue,keselamatannya itu pasti gue jamin." kata Gio sedikit otak jahatnya mulai berputar saat ini.
__ADS_1
*************