
Zaki dan Tari malam ini ingin bertemu dengan sahabatnta di caffe dimana sebelum Arkan Dan Rara ke Belanda untuk melajutkan studinya, mereka sering Kecaffe itu setiap malam dengan kedua sahabatnya itu dan megisi Jam luang mereka bertiga.
Malam ini sesudah makan malam dengan Zaki, Tari memintak Pada Suaminya itu untuk megantarkannya ke caffe untuk berteman kedua Sahabatnya itu.
"Mas aku ingin menemui sahabatku, apa aku boleh mintak tolong padamu untuk megantarku ketempat Arkan dan Rara?"kata Tari pada suaminya itu sedikit agak Segan.
"Baiklah ,,aku akan mengantarkan kamun kesana ini sudah malam tidak baik kamu sendiri kesana."'jawab Zaki
"Terimakasih Banyak Mas, kamu mau mengantarkan aku." ucap Tari sedikit senang Kerena Zaki tidak keberatan atas permintaannya.
Setelah itu mereka berdua menuju ke caffe yang sudah dijanjikan oleh Arakan dan Rara pada Tari.
Setelah samapai di caffe itu Tari mengajak Zaki juga masuk bersamanya saat ini.
Tari mencari keberadaan dia sahabatnya itu sambil memperhatikan pengunjung Yang datang ke caffe itu,Tari tersenyum melihat Arkan Sedang beryayi di panggung dengan dentingan gitarnya saat ini megisi acara di caffe itu, kerena hobi Arkan dari dulu, walau dia adalah Anak pegusaha kaya, tapi cara dia sama seperti Tari tidak bayak cerita, dia jadi anak yang tidak sombong dan angkuh seperti Anak Pegusaha kaya lainnya.
"Tari Sini!! " teriak Rara yang ada dimeja yang tidak jauh dari pangung Arkan Sedang Beryayi.
"Hai Ra, apa kabar?", sapa Tari dengan Senyuman dan memeluk Sahabatnya yang dua bulan ini tidak dilihatnya itu.
"Aku merindukan kamu Ta!! ", balas Rara pada Saatnya itu.
"Kamu Sama Siapa kesini?" tanya Rara pada Sahabatnya itu, kerena tidak melihat Zaki bersama Tari.
"Sama Mas Zaki, dian masih diluar!! " balas Tari santai.
"Kamu udah baikkan sama ya dia Ta?" kata Rara agak bingung
"Apa yang aku tungguin lagi Ra,sedangkan aku sangat membutuhkan dia, aku juga ingin membukak lembaran baru bersamanya, jika dia betul-betul berubah, tidak salah aku mencobanya kembali Ra." jelas Tari Masih memperhatiakan Arkan Di atas panggung itu.
"Kamu ingin duel lagi bersama dia Tari.?"Tanya Rara tahu juga hobinyan selama kuliah mereka sering beryayi bersama dengan Arkan Di caffe yang sama dengan Sahabatnya itu.
"Aku kurang nyaman sekarang untuk naik keatas Pangung itu, kerena perutku saat ini sudah tidak lagi rata."kata Tari sedikit tidak nyaman.
"Aku tahu Pasti Arkan akan menangil kamu Ta, karena sudah lama sekali kalian tidak beryayi besama, aku juga sangat lama tidak mendengarkan Suara merdu kamu itu. " ucap Rara apa adanya.
"Aku gak enak sama Mas Zaki Ra, dia akan tahu nanti aku hobi nyayi." kata Tari lagi.
"Biarin saja suaminya kamu tahu agar dia tahu, wanita yang selama ini dia abaikan banyak kelebihannya." kata Rara santai menatap Arkan .
"Suaranya masih sama seperti dulu Ra, aku sangat merindukan Suara itu."ucap Tari Tersenyum pada Arkan juga sedang menatap kerah mereka berdua.
Arkan siap dengan satu lagunya diatas panggung itu,Arkan tersenyum pada Kedua sahabatnya itu.
"Selamat malam pada semua pegujung Caffe yang sudah setia disini, malam ini saya Sangat berterima kasih pada kedua sahabatku yang selalu setia bersama sampai saat ini."
"Buat bahabatku Tari terimakasih kamu sempat hadir Malam ini,bersamaku di sini karena kita sudah lama tidak beryanyi, Malam ini aku ingin mendengarkan Suara merdu kamu malam ini."
"Untuk Sahabatku Mentari aku memintak kamu untuk kepangung Bersamaku!!! "kata Arkan Memangil Tari dengan Senang, dan para pengunjung Caffe itu sebagian sudah mengenal Mentari,semua Memangil nama mentari bersama, sambil bersorak.
"Mentari....Mentari."
"Ayok Tari, kata sebagian yang sudah mengenalnya.
"Mentari....Mentari." kata Yang lain sambil bersorak namanya itu.
"Iss Arkan kamu selalu bikin aku Kesal !!"kata Tari Sambil naik Keatas Pangung itu.
"Mari kita Sambut Teman kita yang sudah lama tidak kita lihat dan kita Dengar suaranya dengan tepuk tangan."kata Arkan juga bertepuk tangan melihat Tari menaikai Pangung itu.
Sampai dibatas pangung Tari sangat kesal pada Arkan.
"Kamu ini Ar,aku malu naik keatas pangung dengan keadaanku seperti ini." kata Tari sedikit berbisik bicara pada Arkan.
"Gak apa Ta,aku yakin mereka tidak akan mempertayakan keadaan kamu, kamu punya suami kok!! " kata Arkan santai pada Tari.
"Kita malam ini nyayi melo saja ar yang jarang kita nyayikan selama ini."kata Tari pada Arkan.
"Ok,tapi ngak boleh nangis ya." kata Arkan.
"Tidak Aku tidak cengeng yang kamu Pikirkan itu." jawab Tari santai.
Arkan mulai dengan memaikan gitarnya kembali,semua pegujung hanya bisa diam mendegar Jarang Mendegar lagu satu ini dibawakan Arkan dan Tari waktu masih sering Nyayi di Caffe ini sebelum mereka pergi Belanda untuk melanjutkan studinya.
"Baiklah Malam ini kita berdua akan membawakan Satu lagu untuk menghibur hati yang sedang sudah."ucap Arkan dalam mememainnkan gitar itu.
__ADS_1
Tari duduk disamping Arkan dengan santai, dan tersenyum melihat Kearah meja yang tiadak jauh dari pangung itu,Tari melihat Zaki yang menatapnya dan kedua Kakaknya yaitu,Gio dan Syarif juga ada disana malam ini
"Gila ni anak, aku gak pernah lihat dia nyayi dirumah, kok dia bisa sekarang ya." kata Syarif tidak sangka adiknya itu bisa bernyanyi.
Zaki juga menatap tidak percaya pada istri yang selama ini bayak kelebihannya yang tidak dia tahu.
"Selamat malam semuanya, terimakasih nanyak sudah memberiku kesempatan kembali membawakan semua lagu Melow malam ini untuk kalian semua, malam ini saya membawakan sebuah tembang yang sangat Menusuk hati." ucap Tarik memegang Mic yang ada didepannya.
"Ini sebuah lagu untuk kalian yang lagi gunda malam ini,aku akan membawakan tebang yang berjudul JADI KENANGAN.
Detingan demi denginga dawai gitar yang dimainkan Arkan menemani lagu yang dibawakan oleh Tari.
Hatiku remuk dan hancu
Saat ku lihat engkau dengannya
Mengapa kau menjadi tega
Sehingga membuatku terluka
Semalaman aku menagis
Hanya meginggat ingat dirimu
Yang tega meyakiti aku
Bagai duri dalam sembilu
Dan sikapmu sungguh terlalu
Mebuat cinta terbelenggu
Kini cinta telah berlalu
Kau yang meyakitiku
Selamat tinggal kekasihku sayang
Kini dirimu menjadi kenangan
Yang menyakitkan
Selamat tingal kenangan lamaku
Kini dirimu menjdi cerita lalu
Sakitnya hatiku jika megenangmu
Di dalam pikiran ku
Semalaman aku menangis
Hanya meginggat ingat dirimu
Yang tega meyakiti aku
Bagai duri dalam sembilu
Dan sikapmu sungguh terlalu
Mebuat cinta terbelenggu
Kini cinta telah berlalu
Kau yang meyakitiku.....
"Tepuk tangan semuanya untuk suara merdu wanita cantik yang lagi memhubur kita dengan Suara merdunya yang sudah lama tidak kita dengar."kata Arkan pada semua Pengujung Caffe itu.
Tepuk tangan mengiringi nyayian yang dibawakan Tari dengan hati yang dalam ada yang menghayati dengan tangis.
Saat ini Zaki tidak meyangka Tari juga menusuk jantung Zaki oleh nyayian yang dibawakan Oleh istrinya itu.
"Sungguh meyakitkan!! " kata Gio dengan sendu megigat hubungannya dengan Ajeng yang tidak ada pastinya.
"Aku sangat sakit mendegar nyian Tari malam ini,lagu ini dia juga untuknya, yang dibawakan untuk dirinya sendiri."kata Syarif sedikit menitik air mata.
__ADS_1
Zaki hanya menudukan kepalanya saat lagu itu sungguh menusuk hatinya.
"Maafkan aku selama ini kamu merasakan seprti nyayian yang kamu Bawakan malam ini, kisah kamu sendiri."kata Zaki sedikit menagis.
Zaki menghapus air matanya dan menatap kembali pada istrinya itu yang lagi masih melanjutkan lirik itu sampai siap
"Tari semagat!!! "teriak Rara dari mejanya dan pegunung lain juga menepuk tangan dia akhir lagu itu.
"Terimakasih untuk semuanya yang sudah mendegarkan suara merdu sahabatku ini Kata Arkan memeluk Tari.
"Kamu harus kuat,malam ini kamu Bisa juga membawakan lagu ini dengan hati."kata Arkan
"Ayok kita turun!! " ajak Tari pada Arkan.
"Apa suaraku sangat jelek Ar, kerena aku sudah lama tidak beryanyi, semenjak kalian berdua gak disini aku tidak pernah lagi datang ke caffe ini." kataTari Sahabatnya itu.
"Bangat Ta!!! suaranya kamu gak ada Berubahnya sama seperti dulu."jawab Arkan
"Hebat Tari aku sampai nagis mendegar kamu Nyayi Tari, kamu memang hebat." kata Rara memeluk sahabatnya itu.
"Sudah ahh, kita gabung saja yok sama mereka, ada kak Gio disana dan suamiku disana." kata Tari menujuk meja Zaki dan Gio.
"Ya sudah Kita kesana!! " Kata Arkan berjalan kemeja Zaki.
"Hai Bro!! sapa Gio pada Arkan"gue gak sangkan lo bisa nyayi." kata Gio pada Arkan.
"Itu sudah jadi hobi kami dari dulu Kak!! " kata Arkan pada Gio.
"Ayok duduk sini Dek!! " kata Syarif samping Zaki dan dia.
"Makasihh Bang.!! "
"Abang Gak nyangkah kamu bisa nyayi di pangung sebagus itu."kata Syarif pada Tari.
"Gak usah lebay Bang." kata Tari santai.
"Apa kalian sering nyayi disini sebelumnya?" kata Gio.
"Dulu sering kak, sepulang ngapuss kita disini." jawab Arkan.
"Tari juga Ikut setiap malam mangung bersama kamu Ar.?"
"Kami itu dulu selalu duet nyayi disini, kadang Orang pun salah menilai kami terlalu dekat, seperti pasangan." kata Arkan tersenyum pada Tari.
"Hebat kalain ya."kata Syarif.
"Dulunya Tari yang sering nyayi aku cuma mengiringi nayian itu dengan gitar, sekali aku duet sama dia."kata Arkan jujur.
"wowwww!! mantap kalian Pro." kata Gio senang.
Zaki hanya diam saja mendegar penjelasan Sahabat dari istri nya itu,Tari memiliki bayak dari keunikan dari dirinya itu.
"Kita Pulang Mas, aku sudah capek!! " Ajak Tari pada Zaki saat ini hanya bisa diam saja.
"Ya sudah,, ayok. " kata Zaki tidak banyak cerita.
"Tunggu kalian ini pulang kemana malam ini ?" tanya Syarif pada Kedua orang itu.
"Aku terserah Tari saja, jika dia mau kembali kerumahku juga gak masalah."kata Zaki singkat
"Ya sudah, kamu pulang sana gak baik Lama-lama kumu diluar. "kata Gio pda Tari.
"Besok aku mau bawak Tari periksa Gio, apa kamu ada jam stembay besok? " kata Zaki pada Gio.
"Besok aku dirumah sakit Kok, kalian bisa datang pagi, jika siang aku tidak ada disana lagi." kata Gio santai.
"Ya sudah kita pamit dulu ya."kata Zaki mulai beranjak pulang membawa istrinya itu.
"Ra, Ar kami duluan ya,Ar kamu jangan sampai dikewatkan kembali, kamu harus bisa!!"kata Tari pada Arkan yang lagi meganggukan kepalanya pada Tari dan tersenyum.
"Semagat!!! " ucap Tari menepik pundak Arkan
Tari meninggalkan Caffe itu dan sahabatnya yang masiih berada disana,Tari hanya bisa diam mengikuti langkah suaminya itu yang lebih dulu berjalan darinya.
**************
__ADS_1