
Dalam perjalanan pulang Tari hanya diam saja, tidak ada yang berbicara antara mereka berdua, begitu juga dengan Zaki saat ini yang masi megigat lirik lagu yang dinyanyikan oleh istrinya tadi membuatnya baru sadar, jika Tari selama ini merasa sakit saat dia bersama Serly, hatinya sangat terluka apa lagi kelakuannya selama ini terhadap istrinya itu.
Zaki yang sibuk berpikir dia tidak sadar bahwa dia membawa Tari kembali kerumahnya, Tari hanya diam saja tidak juga dia mau protes terhadap suamianya.
"Ayok turun!!" kata Zaki pada Istrinya itu.
"Mas kamu kok bawak aku kembali ke sini?" kata Tari bertanya pada suamianya itu.
"Maafkan aku Tari, aku gak sadar bawak kamu kesini,jika kamu gak mau ayok kita kembali lagi kerumah Zhidan."Ajak Zaki pada Istrinya itu.
"Kita sudah sampai disini,aku istirahat disini saja malam ini Mas, gak apa kok, aku sudah sangat lelah!! " kata Tari pada Zaki.
"Kalau begitu kita masuk. "ajak Zaki pda istrinya itu.
Mereka berdua masuk kedalam rumah itu,ada sedikit Rasa dihati Tari masuk kedalam rumah itu,yang tidak membuatnya nyaman saat ini kerena kenagan menyakitkan itu masih teringat oleh Tari.
"Kenapa kamu diam disana masuklah. " kata Zaki kembali.
"Ohh ya Mas." kata Tari sedikit tersemyum. pada Zaki yang menatapnya.
"Kamu bisa naik keatas aku akan mengambil minum putih untuk kamu dulu ."kata Zaki paa Istrinya itu.
"Baiklah Mas aku kekamar dulu."kata Tari menaiki tangga rumah itu dan menuju kamar Zaki.
Sampai dikamar itu Tari hanya diam duduk di sofa yang selalu tempat dia tidur selama beberapa hari dikamar Zaki.
"Kamu lagi mikir apa ?" kata Zaki melihat Tari Melamun.
"Eeh kamu Mas, aku gak mikir apa-apa." kata Tari sedikit kaku pada Zaki yang tidak jauh darinya.
"Apa kamu kurang nyaman dirumah ini ?"tanya Zaki pada Tari.
"Jujur Mas, aku gak nyaman dirumah ini megigat sikap kamun padaku dulu." kata Tari sendu.
"Kamu tidak bisa melupakan sikapku dulu padamu Tari? "kata Zaki menatap istrinya itu.
"Aku belum bisa melupakan sepenuhnya Mas, maaf jika masih ada rasa kecewa dihatiku pada kamu." kata Tari jujur.
"Tidak apa Tari, mungkin sulit bagi kamu melupakan semua itu, aku akan sabar menunggu kamu bisa betul-betul memaafkan aku dan menerima aku suamiya kamu seperti dulu lagi." kata Zaki megerti keadaannya sekarang, tidak semudah itu Tari dapat memaafkan kesalahannya Selama ini.
"Tapi aku ingin kamu merubah semua yang pernah kamu lakukan padaku,dengan kita megulang kembali dari awal, dan selama ini aku bayak tidak tahu tentang kamu Mas,jadi mari kita untuk mengenal dari kekurangan dan kelebihan kita dalam kesempatan kedua ini yang aku kasih kamu Mas."kata Tari.
"Aku ingin tanya sesuatu pada kamu apa kamu tidak nyaman berada dirumah ini Tari ?" tanya Zaki sekali lagi.
"Tidak Mas." kata Tari singkat.
__ADS_1
"Baiklah mari kita pindah dari sini, kita akan cari tempat baru dan megulang ini dari awal lagi." kata Zaki megemgam tangan Tari lembut.
Tari hanya menjawab Zaki dengan senyuman dan angukan saja, mereka berdua akan mecobah menjalankan rumah tangga mereka dari awal kembali saling mengenal satu sama lain, selama ini Zaki juga tidak banyak tahu tentang Iatrinya itu.
"Kamu boleh bersihkan dulu tubuh kamu, setelah itu tidurlah, tapi jangan disoffa tidurlah diranjang itu malam ini." kata Zaki hendak meningalkan Tari.
"Emangnya kamu mau kemana Mas?"tanya Tari pada Zaki.
"Aku akan keruang kerjaku sebentar, ada sedikit kerjaan yang harus aku siapkan." kata Zaki lembut. " kamu istirahatlah dulu, aku hanya sebentar saja." kata Zaki keluar dari kamar itu.
Tari hanya melihat punggung suamainya itu keluar dari kamar itu,Tari ada sedikit senang saat ini Zaki agak lembut padanya dan tidak seperti dulu lagi.
Zaki sampai di ruangan Kerjanya saat ini lasung menghubungi Reza kerena Zaki ingin menyuruh Reza mencari rumah baru untuknya dan Tari yang akan mereka tempati nantik.
"Halo tuan,ada apa tuan menghubungiku malam begini, ada yang ingin tuan sampaikan ?" kata Reza agak bingung.
"Aku ingin kamu Mencari rumah baru untuk kami tempati dengan Tari,secepatnya, kerena Dia tidak akan nyaman tingal dirumah lamaku." kata Zaki
"Apa Nona Tari sudah kembali Tuan?"kata Reza.
"Sudah, tapi hanya sebentar saja dia disini karena dua hari lagi Tari Akan kembali Ke desa." jelas Zaki
"Baiklah Tuan malam ini aku kan mencoba tanya dulu sama teman aku yang berkerja dibidang pemasaran rumah.
"Aku tunggu secepatnya kerena sebelum Tari kembali ke desa aku ingin kamu sudah ada rumah itu." kata Zaki lagi.
Setelah itu zaki kembali lagi kedalam kamarnya, dilihatnya tari masih melum tidur, Tari baru saja siap mencuci wajahnya, dia duduk dulu ditepi Ranjang Empuk milik Zaki.
"Kamu belum tidur Tari?"
"Belum Mas, aku baru saja siap cuci mungkaku." kata Tari santai.
"Ya sudah, aku juga mau membersihkan tubuhku, kerena kerigatan daritadi belum mandi!! " kata Zaki masuk kedalam kamar mandi itu.
Tari hanya tersenyum saja pada Zaki saat hendak menigalkannya, tidak sampai 20 menit dia keluar kembali dari kamar mandi itu dengan rambut basa membuat Wajah tampan itu bertambah tampan.
Zaki dengan Santai saja keluar dari kamar mandi dengan lilitan Handuk dipingangnya, membuat Tari jantungnya berdetak tidak keruan melihat tubuh suaminya itu sugguh mempersona.
"Ampunnnn kenapa lagi dengan diriku ini l,melihat tumbuhnya itu aku ingin memeluknya saat ini." kata Tari bicara dalam hati,sambil menatap suaminya itu, namun Tari tidak menyampaikan keinginannya itu,dia hanya menahan rasa dan keinginan untuk memeluk tubuh suaminya itu.
"Hai kamu kenapa Menatapku seperti itu Tari, ada yang aneh Dengan ku.?"kata Zaki yang sudah siap memakai pakaian santai saja saat ini lagi berdiri di depan Tari.
"Gak.... ad.. a Mas." ucap Tari terbantah kerena malu ketahuan oleh Zaki dia sedang memperhatikan suaminya itu.
"Tari apa aku boleh memegang perut kamu itu?" kata Zaki sedikit Lembut pada Tari.
__ADS_1
"Apa memegang perutku?"kata Tari heran
"Iya, aku ingin merasakan dia bergerak. " kata Zaki pada Istrinya itu.
"Tapi kalau kamu gak Nyaman gak apa!! " kata Zaki kembali kerena dia tidak mau Tari merasa Tidak Nyaman padanya.
Tari bingung saat ini,namun tiba-tiba saja Zaki ingin meyetuh perut buncit nya itu, Tari tidak berkata apapun pada Zaki,saat ini Zaki lagi duduk disampingnya, tangan tari menarik tangan Zaki ke perutnya, Zakipun kaget kerena tiba-tiba Tari menarik tangannya dan ditarok diperut istrnya itu.
Lama tangan itu bergerak Diperut Tari Zaki hanya diam saja,Zaki merasakan sesuatu yang bergerak diperut istrinya itu.
"Dia betgerak!! " kata Zaki spotan dan merusap perut istrinya itu dengan lembut.
"Sayang Papa senang kamu sehat didalam sini,Papa tidak sabar ingin melihat kamu hadir dibersama kami." kata Zaki berbicara diperut nya Tari sedikit menunduk diperut istrinya itu.
Tari hanya Diam terpaku saat ini,malam ini baru dia merasakan tangan lembut itu megusap perutnya, tetesan Air matanya Tari jatuh di pipinya, tagisnya pecah saat itu juga, Zaki yang lagi menaruh kepalanya diperut buncit itu langsung melihat istrinya itu yang lagi menagis.
"Maafkan aku, selama ini kurang memperhatikan kamu,tapi masih ada waktu aku untuk mengurus kamu yang lagi hamil saat ini,beri aku wantuk sebulan ini untuk bersama Kamu dan aku akan mengabulkan semua yang kamu inginkan selama ini,tetaplah tingal bersamaku, sampai anak kita lahir,aku tidak ingin kamu kembali lagi kedesa."kata Zaki pada Tari.
"Selama ini aku ingin kamu bisa memperhatikan aku Mas,seperti ini yang aku inginkan, saat aku hamil ada suami disampingku, aku tidak mau jauh lagi dari kamu,, aku sangat membutuhkan kamu Mas."isak tagis Tari saat ini.
Zaki dengan cepat memeluk tubuh istrinya itu,dan mencium kening Tari dengan rasa sayang dan cinta pada istrinya itu saat ini.
"Apa Kamu benar-benar ingin bersamaku?" kata Zaki bertaya lagi pada Tari.
"Iya!! aku tidak Mau kembali lagi kedesa aku mau lahiran disini, didekat kamu."kata Tari singkat.
"Kamu bisa bilang sama Ayah sekarang juga." Kata Tari serius.
"Hai kenapa harus sekarang, ini sudah malam Tari, besok saja pagi aku kan ngomong sama Ayah."kata Zaki.
"Tapi kamu janji akan menelpon Ayah pagi!!"kata Tari
"Janji, aku akan lakukan apa saja untuk kamu, kerena Kamu dan bayi ini sangat berakti untukku."kata Zaki lagi dan mencium Kening istrinya itu.
"Aku ingin memelukmu, entah kenapa Aku ingin memelukmu semenjak Kandunganku dari 7bulan."Terang Tari pada Zaki yang tersenyum melihat tingkah manja Tari saat ini.
"Kamu ingin menelukku?" kata Zaki lagi
"Iya,mungkin keinginan anak kamu." kata Tari santai.
"Bukankah aku sudah memelukmu dari tadi Tari."kata Zaki gemas ulah istrinya itu.
"Tapi aku ingin lebih lama lagi." kata Tari tidak mau melepaskan pelukan Zaki.
"Aku nyaman dengan bauk tubuh kamu Mas, dari awal aku hamil." Kata Tari lagi merasa nyaman dengan harumnya tubuh suamianya itu yang selama ini sangat dirindukan Tari.
__ADS_1
*********