
Hari berlalu tampak sadar Lira dan Zhidan tidak pernah berkomunikasi lagi saat ini sampai tiga bulan Zhidan meningalkan Indonesia, dan saat ini dia akan kembali lagi kenah asalnya itu untuk menghadiri pernikahan Gio yang satu hari lagi digelar dihotel milik Gio.
Zhidan kembali tampak tahu Lira hari ini di sudah sampai dirumah,gadis itu menjalankan hari-harinya dengan kebisaannya saat ini, dia menghabiskan waktu dan berkerja di perusahaan Zaki,dan setelah itu dia kuliah hanya itu yang dilakukan gadis itu tampa memikirkan nama pria manapun baik Zhidan saat ini tidak pernah lagi disebutkan lagi dibibir Gadis kecil itu,Lira hanya merasa dirinya yang terobsesi pada Zhidan selama ini, sehinga dia tidak sadar dengan tingkahnya itu, membuat dia yang akan tersakati sendiri.
Semenjak kepergian Zhidan Lira tidak pernah menyebutkan nama Pria yang selalau menganggu pikirannya itu lagi, apa lagi Zhidan Juga tidak pernah menghubunginya, terahir dengan chatnya waktu itu.
Pagi ini Lira dengan sibuk Dengan berkas yang dimintak oleh Reza untuk miting Bosnya pagi ini dengan Pihak perusahaan dari luar negara, termasuk perusahan yang dipegang Oleh Zhidan sendiri ikut bergabung dengan kerja sama dengan perusahaan Zaki.
Lira sebagai pembantu Reza diruanganhya itu, selalu sibuk dengan hal-hal yang selalu membuat Lira Megerutuk oleh Asisten Bosnya itu.
"Pak Reza bisa gak beri aku tugas yang lebih ringan sedikit kenapa sih, ini masih pagi kamu sudah kasih aku kerjaan menupuk sebanyak ini." gerutuk Lira pada Reza.
"Kerjakan saja Apa yang sudah aku suruh,jika tidak kamu bisa aku pindahkan jadi klening servis saja, mau?? " ancam Reza pada gadis yang sudah megupatnya itu dari tadi.
"Jika begini kerjaannya lebih baik aku tetap saja kerja ditoko pak, biar aku bisa bebas ngerumpi, gak seprti disini kepalaku jadi puyeng kayak gini lihat Kerjaan bertumpuk tiap hari kayak gini." kata Lira yang masih Menyusun berkas Untuk miting pagi ini dengan rekan bisnis Zaki.
"Kenapa Lagi Kamu Lira?", Tanya Zaki Baru masuk kedalam ruangan Reza itu.
"Apa lagi pak Bos jika tidak soal kerjaan."Suhut Lira apa adanya.
"Nikmati saja kerjaan kamu itu dengan baik Lira" senyuman Zaki pada Gadis itu.
"Cepatan kerjakan itu bentar lagi kita akan miting. " cuek Reza pada Lira.
"Kamu lama-lama Aku tabok pak pakai Berkas ini, bikin kesal akau saja tiap hari." kata Lira tidak bisa diam.
"Sudah Jangan Ribut saja kalian ini, cepatan Dek kamu siapkan berkas itu tamu kita dari luar sudah sampai, tidak enak kita Lama datang." kata Zaki lagi pada Lira yang masih sewot itu.
"Sudah ini, ayok pergi. "kata Lira lagi mengajak dua pria tampan dihadapanya itu.
Mereka bertiga menuju ruangan Miting di perusahaan milik Zaki itu,Lira masuk yang selalu duduk di samping Reza,Lira tidak memperhatikan Banyaknya tamu diruangan miting itu pagi ini, dia hanya pokus dengan berkas yang disiapkan untuk keperluan Zaki pagi ini.
Selama Pembahasan saham dan kerja sama yang dilakukan oleh banyak perusahan yang bergabung di perusahan Zaki saat ini,Lira juga tidak bayak bicara saat ini hanya Reza saja yang ikut menjelaskan apa yang harus dibahas dalam miting.
Setelah siap Miting Semua tamu meningalkan ruangan itu kembali lagi dengan kegiatan mereka masing-masing, Lira juga ingin meningalkan dua orang itu saat ini kerena jika menunggu dua pria yang selalu bikin harinya sangat meyulitkannya itu akan kelamaan.
"Kak aku pamit duluan keruangan, lama jika aku menunggu kalian berdua.", Santai Lira dengan gayanya yang kecicilan itu."tampak memperhatikan orang yang duduk dari tadi memperhatinayan itu tidak jauh dari mereka sekarang.
"Ya sudah, jika itu mau kamu dek, tapi bikin kopi tiga ya, kamu antar keruanganku." kata Zaki santainya.
__ADS_1
"Baiklah kak, aku tingal ya."kata Lira Pargi dengan santai membawa dokumen yang sudah disepakati untuk ditarok diruangan Zaki.
Setelah kepergian Lira, Zhidan baru berdiri dari tempat duduknya saat ini, kerena Dia tidak dilihat Lira sedikit saja sejak dia sampai dan selesai dengan miting.
"Kenapa Lo Idan? dicuekin lo kan sama gadis kecil itu?"Kata Zaki pada Kakak iparnya itu.
"Kamu itu ngapain mala bahas itu gadis,biasa kali." santai Zhidan Saat ini tapi hatinya mala berkata lain, dari tadi dia tidak bisa pokus dengan miting berjalan selama tiga jam lamanya, kerena dia selalu memperhatikan Lira dari tempat duduknya.
"Jangan megelak,nyatanya lo Memperhatikan dia yang gue perhatikan dari tadi." kata Reza lagi.
"Diam lo Za, jika tidak melayang berkas ini kemulut lo itu." kata Zhidan keluar lebih dahulu dari mereka berdua.
"Jangan pernah lo abaykan perasaan lo Idan pada gadis itu, dia sudah mulai menjauh dari lo sekejak lo tingal dia, sekejak itu juga dia tidak lagi menyebutkan satu nama pria dimulut yang super cerewet nya itu. " kata Reza.
"Apa hubungannya sama gue?", kata Zhidan berenti berjalan.
"Itu benar Idan apa yang dikatakan Oleh Reza, selama tiga bulan ini Lira tidak sepeti dulu lagi,dia sudah banyak berubah, tidak kecicilan lagi.
"Gue juga tidak tahu salahnya dimana,entah ada masalah dikampus juga gue kurang tahu."ungkap Zaki.
Ayok kita Keruangan ku. " ajak Zaki
"Permisi Pak Bos,ini pesanan exclusive nya." kata Lira santai menarik Kopi itu didepan Ketiga Pria itu.
Saat menarok kopi didepan Zhidan, Lira sedikit terdiam kerena dia baru tahu bahwa tamu Bosnya itu adalah Zhidan pria yang menganggu pikirannya selama tiga bulan ini dia ingin melupakan semua perasaannya,namun pria itu hadir lagi didepannya saat ini.
" Ehhh maaf kak,ini kopi kamu." kata Lira dengan sopan dan santai dihadapan Zhidan.
"Terimakasih Dek!! " kata singkat dari Zhidan.
"Pak Bos, aku ingin berangkat kekampus agak cepat hari ini, kerena dosen memajukan jamnya." ungkap Lira pada Zaki.
"Ya sudah kamu boleh pergi,tapi kamu bisa diantar oleh supir kantor saja." kata Zaki
"Tidak usaha kak,Kenno sudah menjemputku" kata Lira cepat.
"Ya sudah kamu bisa pergi." kata Zaki lagi.. Lira cepat-cepat keluar dari ruangan itu,dengan jantungnya yang berdebar sangat cepat kerena orang selama ini ingin dilupakannya itu.
Lira masuk kedalam ruangannya itu lagi,Lira melihat Reza baru masuk kedalam rungan itu, dia sedikit bertanya.
__ADS_1
"Pak Reza, kapan dia sampaihya di sini?" kata Lira.
"Siapa?
"Itu siapa lagi bukan Zhidan.
"Ohh, baru pagi ini, baru sampai dia langsung ikut miting kerena besok hari acara Gio." kata Reza santai.
" Ohhh, kata Lira megambil tasnya dan dia meningalkan Ruangan itu dengan cepat kerena Kenno sudah menunggu dibawah.
Lira berjalan kearah Life dengan agak tergesa-gesa tidak memperhatikan yang didepan ya kerena dia mengambil ponselnya didalam tasnya saat ini sehiga dia tidak memperhatikan jalan.
"Pukkk,Lira jatuh kerena menabrak seseorang .
"Aduhhhh bokong gue sakit benar." rigis Lira sambil merigis menahan sakit.
"Jalan yang benar, jangan melihat kemana tu mata."kata pria yang tidak asing didengar suaranya itu oleh Lira.
Lira menoleh pada Zhidan yang menatapnya tajam padanya."kamu Kak, maaf kerena aku buru-buru tidak memperhatikan jalanku." kata Lira sedikit pelan.
"Sini aku bantu berdiri." kata Zhidan mengulurkan tanganya pada Lira.
Lira menyambut tangan Zhidan dengan lembut dan berdiri dari diduduknya dilantai depan lif itu..
"Terimakasih kak, sudah bantu aku, aku pergi dulu, kerena temanku sudah lama menunggu dibawah." kata Lira masih dengan tergesa-gesa kedalam life yang sudah terbuka itu.
Zhidan jiga ikut masuk kedalam Life itu,Lira hanya diam saja tidak bayak bicara lagi kerena merasa cangung suasana saat ini hanya dia berdua saja didalam Life itu.
Tidak lama Mereka sampai di lantai lobi perusahan Zaki itu, Lira dengan cepat Keluar dari Life itu dan mencari Kenno yang sudah menunggunya.
"Hai Sayang ku, kamu lama kali turunya, cepatan kita bisa terlambat!! " kata Kenno selalu bercanda dengan Lira.
"Ya suda cepatan kita berangkat sekarang jika tidak kita bisa dihukum sama Dosen lagi Ken."kata Lira cepat-cepat masuk kedalam Mobil Kenno.
Zhidan Yang mendegar kata Sayang dari pria yang pertama kali bertemu pria itu dengannya membuat hati Zhidan sangat sakit mendengar kata sayang itu.
"Kenapa dengan hati gue.?" kata Zhidan!!!!!!
**************
__ADS_1