
Sambil tersenyum Zaki masuk kedalam rumah orang tuanya itu, sambil mengadeng tangan Istrinya itu dan membawa buah tangan yang dibeli untuk mertuanya, yang saat ini Tari bawak masuk kedalam.
"Asalamualaikum!! " ucap saki dan ikuti oleh Tari juga.
"Waalaikumsalam!! " Sahut dari dalam rumah itu.
"Den Zaki!! " kata pembantu rumah Mama Zaki.
"Bik mama mana?" tanya Zaki pada pembantu rumah itu.
"Nyoya lagi Dikamar Den."
"Bibik pagiln Mama deh, aku lagi malas kekamar Mama." kata Zaki lagi
"Sayang duduk dulu sini, kita tunggu saja Mama disini saja, aku lagi malas nyusul Mama ke kamar nya."
"Iya!! " jawab Tari singat
Tidak Mama dan Papa Zaki keluar dari kamar itu dan ikut duduk di ruang santai rumah besar milik keluaga Zaki itu.
"Sayang kamu sudah datang!! " kata Mama sodiah,senang melihat putranya itu bersama menantunya datang.
"Apa kabar Ma,pa!! " sapa Zaki dan Tari meyalami Kedua orang tua Zaki .
"Papa dan mama baik nak, bagai mana dengan kalian berdua?" kata mertuanya laki-laki Tari.
"Alhamdulillah Pah kami sahat, aku sudah kembali dan Zaki juga ingin pokus untuk keluarga Zaki kedepannya." kata Zaki santai.
"Baguslah jika kamu sudah sadar dengan perlakuan memalukan kamu itu." kata Papanya.
"Kamu bagai mana dengan kadungan kamu Tari ?"tanya Pak marwin pada menatunya itu.
"Bentar lagi Tari akan lahiran Pa, sudah nunggu hari persalinan . " jawab sopan Tari.
"Tidak terasa ya Nak sudah sembilan bulan saja hamil kamu, semoga saja kamu lahiran lancar ya." kata Mama sodiah pada Menatunya itu.
"Tari juga berharap begitu Ma." jawab Tari dengan tenang.
"Semoga kedepanya kalian berdua bisa selalu bersama, ini yang Mama inginkan selama ini dengan hubungan kalian berdua." kata Mama Sodiah.
"Semoga saja selalu seperti ini Ma,aku juga tidak mau dia pergi menigalkan aku lagi." kata Zaki pada orang tuanya itu.
"Sekarang kamu baru tahukan,kayak mana ditingal istri itu rasanya?" kata Papanya itu.
"Iya, pa, aku sangat nyesal sebelum yang terlalu jahat pada Tari." kata Zaki menyadari perbuatannya pada itarinya itu.
__ADS_1
"Sudah jangan dibahas itu lagi Pa, Tari gak mau dengar dia seperti ini lagi." kata Tari
"Ma, ini Tari berita buah tangan buat Mama.!! " kata Tari membagikan bungkuasa itu pada mertuanya itu.
"Apa ini Nak?merepotkan kamu saja."
"Tidak juga merepotkan Tari kok."kata Tari senyum melihat mertuanya itu.
"Ini bolu kukus kesukaan Mama sayang." kata Mama Sodiah senang.
"Tadi Mas, Zaki yang pilih semua yang Mama suka, kerenaTari gak tahu apa yang Mama suka.
"Terimakasih banyak ya Sayang kelian berdua memang tahu selerah Mama. " kata Mama Sodiah senang.
"Masak Mama saja yang dibelikan,cemilan kering kesukaan papa gak kalian belikan!! " kata Papa Marwin juga ingin.
"Papa sama saja kayak anak kecil?" kata Zaki bingung dengan papanya itu."Ini ada didalam pa, toples ini apa jadi dong!! " kata mama Sodiah pada suaminya itu.
"Mama kembali kesini kok gak kasih kabar,pulang mendadak terus nantik kembali juga mendadak ke Singapura." kata Zaki pada kedua orang tuanya itu.
"Mama kembali kerena tante kamu yang mintak, kerena mengurus sepupunya kamu itu dikampus terus bikin ulah." kata Mama Sodiah.
"Emang apa lagi yang dibikin Dirga Ma? anak itu, gak bosan-bosan bikin tante Tata tresss ulah dia itu.
"Apa lagi kalau gak bikin ribut Zak, kelahi gara rebutan cewek ujung-ujungnya kelahi."jelas mamanya itu.
"Biarkan saja Nak, Jagan kamu saja, kamu bikin istrinya kamu hamil Mama sudah tress mintak ampun, apalagi kelakuan kamu pada istrinya lamu, itu bikin Mama sagat kecewa pada kamu." kata Zaki.
"Aku mintak maaf mas atas kesalahanku pada kelian berdua, tapi sekarang gak lagi, aku sudah bisa menerima Mentari istriku yang sebenarnya." jelas Zaki apa adanya.
"Bagus jika begitu, Mama dan Papa semag,kamu itu harus berpikir lebih dewasa lagi Zak, sebentar lagi kamu itu akan menjadi seorang Ayah untuk anak kamu."kata Mamanya itu.
"Iya Ma, terimakasih atas nasehatnya.!! " kata Zaki memeluk mamanya itu.
"Sudah pelukannya lihat tu,apa kamu gak Malu pada istri kamu Zak." kata Papanya itu.
"Gak!! "kata Zaki tersenyum pada istrinya itu
"Mas, kamu manja juga sama Mama ya!! " ejek Tari pada suaminya itu.
"Ya pasti sayang,emang kamu terus ingin dimanja tiap hari." kata Zaki asal.
"Apaan sih mas, malu sama Mama dan Papa dong."kata Tari sedikit malu pada kedua mertuanya itu.
"Gak usah malu gitu sayang, biar mereka tahu kita itu,tidak seperti yang mereka pikirkan sebelumnya." kata Zaki sedikit cuek.
__ADS_1
"Kamu ingi bisa ngomong saja. "Geram Tari pada Suaminya itu.
"😂😂😂😂😂😂😂😂 ketawa kedua orang tua Zaki melihat sepasang suami-istri itu.
"Kalian ini memang lucu ya, tapi mama suka selalu bahagia seperti ini Nak, mama senang lihat kamau akur kayak gini." ucap Mama Sodiah pada kedua orang di hadapannya itu.
"Itu gara-gara kamu Mas, lihat jadi diketawain Mama sama Papa tu." kata Tari sedikit merepet pada suamianya yang sedang tersenyum padanya itu.
"Lihatlah ma dia lagi marah, bikin aku agak geram saja, ingin melahapnya saja." kata Zaki keceplosan.
"Mas!!! mulutnya itu gak bisa dijaga sih!! " kata Tari tambah Marah dan kesalnya pada suamianya itu.
"Iya aku diam deh, jangan marah gitu dong, maafkan aku ya."kata Zaki merangkul istrinya itu yang duduk didekatnya itu.
"Sudah sana kamu bawah Tari istirahat dulu kekamar kamu sama Zak. "suruh Mama Sodiah.
"Ayok sayang, dari tadi siang kamu belum. istirahat." kata Zaki tersenyum pada istrinya itu.
"Ya sudah kami masuk dulu ya Ma!!" pamit Tari sopan pada kedua orang tua suaminya itu.
"Ya sudah sana istirahatlah Nak, kasiahan istrinya kamu lagi hamil besar gitu susah untuk begerak."Kata Mamanya Zaki mengerti keadaan Menatunya itu lagi hamil tua.
Zaki membawa istrinya kekamarnya yang ada di lantai atas,Zaki tahu istrinya itu susah untuk naik keatas.
"Aku bantu kamu naik ya!! " kata zaki memegang tangan istrinya itu menaiki tangga ke lantai dua itu sebagai Hati-hati.
"Mas kenapa kita gak tidur kamar tamu saja sih, aku sudah tidak sangup lagi harus naik ke lantai atas gini." kata Tari megeluh pada Suamianya itu.
"Nantik kita tidur dikamar tamu saja ya." kata Zaki merasa kasihan juga pada istrinya itu.
"Suruh bik sari untuk memidahkan barang kita dilantai bawah dulu, besok pas kembali kita gak diatas lagi."kata Tari memintak pada Zaki.
"Udah Aku bilang sama bik sari Pas mau pergi tadi kok." kata Zaki santai.
Sampai didalam kamarnya Zaki waktu lajangnyai, yang jarang dihuni nya itu.
"Mas kamu waktu belum belih rumah tidur dikamar ini Ya? " kata Zaki lagi.
"Gak, disini jarang aku huni, pas Mama dirumah saja aku tidur dirumah ini.kata Zaki.
"Terus kamu sebelumnya tingal dimana." kata Tari lagi bertanya ingin tahu pada suaminya itu.
"Diapertemaen sebelum aku membeli rumah." jelasnya.
"Gitu ya!!! " kata Tari tidak bertanya lagi pada suamianya.
__ADS_1
***************