
Dalam perjalanan menuju tempat dimana tempat pesta itu Lira tidak banyak bicara, hanya seadanya saja saat ini Lira menjawab pembicaraan sahabatnya itu.
Tidak lama mereka akhirnya sampai juga di digedung tempat acara itu, Lira turun dari mobil Kenno itu diikuti oleh tiga Sahabatnya itu.
Mereka masuk kedalam gedung itu dengan sedikit tidak nyaman, kerena tidak biasa Lira dalam situasi seperti ini.
" Lo kenapa Ra, kok gue perhatikan lo gugup kayak gitu, kenapa?" kata Mila melihat temanya itu kurang nyaman.
"Aku sedikit gugup Mil, takut ada dia disini."kata Lira akhirnya.
"Jadi kerena itu lo merasa gugup dari tadi, lo bawak santai saja, gak usah pikirkan perasaan itu Ra, setelah lo jumpa sama pengantin kita pulang, kita gak usah lama-lama disini jika lo tidak merasa nyaman." kata Mila.
"Benar Lah apa yang diucapkan oleh Mila,setelah lo jumpa dengan Kak Gio lo bisa langsung tinggalkan gedung ini." kata Dudit lagi.
"Kami megerti apa yang lo cemaskan. " kata Kenno mengusap bahu Sahabatnya itu.
"Ya sudah kita Masuk, bawak rilex saja, aku yakin lo bisa." kata Mila Lagi.
"Ayok!! " ajak Lira setelah menarik nafas panjangnya itu.
Mereka berempat masuk kedalam gedung dimana satu ruangan itu sudah banyak para tamu yang sudah hadir dari kalangan pengusaha,semua yang datang adalah kolega dari pembisnis Gio.
Lira Mencari dan memperhatikan bayak tamu yang datang, disana dia sudah melihat Tari dan sahabatnya Rara sedang duduk di sebuah meja.
Lira menghampiri majikan dari ibunya itu disalah satu meja dan diikuti tiga temannya saat ini.
"Hai Lira, kamu sudah datang Sapa Tari yang sudah melihatnya.
"Hai mbak,aku baru saja datang hari ini membuat aku lelah, jadi tidak bisa siang tadi datang." kata Lira santai pada Tari.
" Gak masalah Ra, kamu sudah hadir malam ini disini pasti Mbak Ajeng dan kak Gio sudah senang."
"Mana pengantinnya kak, aku kok gak lihat ?" kata Lira.
"Bentar lagi mereka turun, kamu duduk dulu dan bawak teman kamu cari minuman." kata Tari lagi.
"Ya mbak!! ehhh kalian semua jika mau minum lo bisa ambil disana, kita hanya sebentar kok, kerena pengantinya belum turun kita harus nungguin dulu mereka.' kata Lira pada tiga sahabatnya itu.
"Ya sudah kita Tunggu dulu saja, kata Kenno santai.
__ADS_1
Tidak lama Gio sudah turun dengan Ajeng yang tampak tampan malam ini memakai stelan jas dan Ajeng berbalut gaun pengantinnya tampak cantik dan angun.
"Lihatlah Mbak Ajeng cantik banget." kata Lira tersenyum manis melihat kearah Ajeng dan Gio.
Tidak beberapa Jauh Posisi Ajeng berdiri dekat Lira, Ajeng dan Gio melambaikan tangan kearahnya.
Sudah 20 menit Lira menunggu acara inti selesai saat ini pembawa acara baru saja selesai bicara kerena ada acara dansa untuk para tamu.
"Mbak,aku pamit pulang ya, aku ketempat Kak Gio dudu bentar." kata Lira bangkit dari tempat duduknya saat ini.
Disaat dirinya hendak Berjalan ke tempat pengantin berdiri Lira tidak sengaja matanya melihat Zhidan Juga berjalan kearah Gio dengan seorang wanita cantik disampingnya.
"Lo kenapa Ra?"kata Mila melihat Lira menatap Zhidan.
"Ah tidak ada apa-apa kok Mil kita jalan saja ya, tidak usah pikirkan yang lain." santai Lira berjalan santai didepan Zhidan yang hendak berdansa dengan seorang wanita cantik yang membuat hati Lira saat ini sakit dan rasa cemburu.
Zhidan menyadarinya saat ini Lira tidak menatapnya lagi hanya lewat dang diam dan acuhnya saja didepan ya.
"Hai Lira, akhirnya kita lihat juga wajahnya jutek kamu ini." kata Ajeng memeluk Lira saat ini.
"Selamat ya Mbak, kak Gio akhirnya kalian berahir di sini, aku bahagia lihat Kalian menikah." kata Lira senang.
"Tidak apa Kak, aku lansung pulang ya, dari pagi Aku belum pulang, seharian ini bikin aku lelah kak, menghabiskan waktu dang buku dikampus." jawab Lira Seadanya saat ini.
"Lo kok cepat bangat kamu pulangnya Dek, tunggu acaranya selesai kenapa sih Ra."
"Gue gak cocok berada disni Kak,gue gak nyaman. " kata Lira tahu diri, bukan kalangan seperti dia berada disini.
"Jangan bicara begitu Ra, kamu santai saja." kata Ajeng.
"Ya sudah kita pamit ya Kak Gio,semoga pernikahan kalian ini langeng terus, cepat bikin Keponakan tu untukku." kata Lira bercanda.
Lira Meningalkan Kedua orang itu yang masih menatapnya saat ini,dan Lira sedikit memperhatikan Zhidan yang masih berdansa dengan Pasangannya saat ini tampak Mesrah.
Lira keluar dengan menahan hatinya dan sedikit mata berembun,sebelum sempat meningalkan ruangan itu Lira dipanggil seseorang.
"Ra!! " kata Reza yang berdiri dengan sahabatnya juga.
"Kak Reza disini, dan lo ngapain tu sama dia?" tanya Lira melihat Hanna bersama Reza.
__ADS_1
"Diam lo, jangan bayak tanya saat ini, makanya sekali- kalia lo datang ke toko. " sambung Hanna pada Lira saat ini.
"Ehhh tunggu jangan bilang lo sudah Jadian sama Si nyebelin ini ya." kata Lira menujuk Reza.
"Kamu yang selalu bilang calon nyonya Ra, jadi sekarang dia sudah jadi calonnya Bos itu." kata Reza Santai.
"Angrit lo berdua gak kasih tahu gue ya, tega lo sama gue Han!! " lemas Lira pada Sahabatnya itu.
"Besok gue cerita,sekarang lo mau kamana ni?" tanya Hanna.
"Gue mau pulang gak nyaman gue disini Han, bukan untuk gue pesata kayak gini,ya sudah gue pamit dulu ya, lo bersenang-senanglah, daaaaa gue cabut dulu." kata Lira pergi dari hadapan mereka dengan hati sedih.
"Lo gak apa-apa Ra, kata Kenno melihat sahabatnya itu sedih.
"Gue gak apa Ken!! " akhirnya jatuh juga air mata Lira saat sampai di life.
"Menangislah, jika itu membuat lo bisa merasa baikan kita gerti sekarang hati lo." kata Mereka bertiga.
Lira menagis sejadi-jadinya menupakan rasa sesak yang ditahannya dari dalam.
"Sudah, apa masih ingin menagis?" kata Kenno lagi.
"Tidak, aku sudah tidak mau lagi menagis, gue terhir mengeluarkan air mata untuk nya Ken,gue akan melupakan dia, kerena dia tidak akan pernah membalas perasaan gue." kata Lira menghapus air matanya, dan berjalan keluar dari life.
Lira berjalan disamping Kenno kerena, saat ini hati sahabatnya itu tidak baik-baik saja,Kenno mengerti perasaan Lira saat ini.
"Sudah kita langsung pulang saja,kita akan antar lo baru gue antar Mila." kata Kenno.
"Makasih Ya Ken lo selalu ada untuk gue." kata Lira Memeluk Kenno dan diikuti dua sahabatnya itu, mereka berempat Berpelukan dipakiran sebelum masuk ke mobil.
Tidak jauh dari situ Zhidan Melihat saat ini Lira baru saja menagis,Zhidan hanya bisa melihat gadis itu dari jauh, saat ini hatinya juga tidak menetu melihat Lira bersama sahabatnya.
Setelah kepergian Lira Zhidan hanya Berdiri mematung saja ditempat itu.
"Kenapa Lo? " tanya Zaki baru saja menepuk bahu Zhidan. "Sudah puas lo nyakitin hati dia Idan ? lihatlah gadis itu menahan kesedihan melihat lo bersama wanita tadi, sunggu tega lo, jika lo gak memiliki perasaan padanya sebaiknya lo bilang dengan jujur, cukup lo diam, biar gadis itu juga tidak berharap lagi pada lo." ingat Zaki pada Kakak iparnya itu.
Zhidan tidak menjawab perkataan Zaki saat ini,dia melihat Zaki masuk kembali kedalam gedung, sedangakan Zhidan masih memikirkan kata Zaki dan masih memikirkan kesedihan Lira padanya.
**************
__ADS_1