MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Makan malam bersama


__ADS_3

Malam ini keluarga besar Zaki berkumpul di rumahnya untuk makan malam bersama juga ada Tante dan om Zaki juga saudara sepupunya itu hadir malam ini bersama mereka.


"Mbak kok gak pernah cerita sama aku Zaki sudah nikah, tadi aku jumpa sama dia ditoko kue,aku melihat dia lagi megadeng Wanita hamil, aku juga sempat kaget."kata Tata adiknya Mama Zaki itu bertanya.


"Bukan mbak gak mau beri tahu,Mbak beberapa bulan ini sangat kecewa kerena ulah keponakan kamu itu,sudah menghamili anak orang,sikapnya juga tidak bertanggung jawab pada mentari sebelumnya, pokoknya sangat buruk dari aku duga sebelumnya."kata Mama Sodiah pada Adiknya itu.


"Emangnya ada kejadian antara mereka Mbak?"Tata ingin tahu.


"Dari awal, mbak gak pernah tahu kejadian itu,pas media sosial, Zaki dilabrak oleh teman Istrinya saat itu,ada yang memgirim Vidio itu,Mbak sangat kaget saat itu Reza menceritakan semua, dia sudah memperkosa Tari dalam tidak dalam sadar saat itu, setelah itu dia juga gak mau untuk tangung jawab, sampai orang tuanya Istrinya itu memintak untuk menikahi dia,Kenak ancam oleh Teman kakak baru dia mau menikahi Tari."jelas Mama Sodiah pada adiknya itu.


"Aku gak nyangka mbak ini semua,tapi aku lihat Zaki sama istrinya itu baik- baik saja, aku lihat Zaki sangat mencintai Istrinya." kata Tata santai.


"Saat ini sudah, dia baru sadar bahwa dia juga mencintai dan menerima istrinya, setelah ditingal Tari beberapa bulan ini, sebelumnya hubungan mereka tidak seperti itu Tata, sangat buruk, sampai aku sangat tress,merasa kasihan dengan cucuku yang akan lahir tampa zaki." kata Mama Sodiah lagi.


"Tapi saat ini mereka berdua sudah saling menerima satu sama lain, Mbak juga gak usah pikirkan lagi."kata Tata sambil menyiapkan piring dimeja makan itu.


"Syukurlah saat ini mereka bisa saliang menerima, aku juga senang!! " kata Mama Sodiah sambil menata gelas dimeja makan itu.


"Kalian berdua lagi ceritain aku Ya!!"kata Zaki baru saja datang dimeja makan itu.


"Kamu disini?istrinya kamu mana Zak?" kata Mama Sodiah.


"Tari baru saja siap mandi Ma,kayaknya dia sudah mulai merasakan Sakit Ma."kata Zaki.


"Mungkin lagi Belajar kontraksi palsu, jika rasa sakit itu gak hilang-gilang nantik kamu kangan biarkan istrinya kamu dirumah, kamu bawak cepat kedokter." kata Tante Zaki menyambung Kata Zaki.


"Nantik Aku akan tanya Gio saja, kerena dokternya Tari adalah Gio ma!! " kata Zaki santai.


"Kamu yang benar saja Zak,masa Gio itu dokter dia bukankah pegusaha sukses?" kaget Mamanya itu.


"Ma, Gio itu seorang dokter,deparuh hari dari jam kerjanya dirumah sakit, dia selama ini membagi waktunya, Zaki saja baru tahu bahwa dia itu Dikter." kata Zaki lagi pada Mamanya itu.


"Hebat juga tu anak ya,Mama gak nyaka saja Gio seorang dokter."


"Aku tahu baru pas priksa Tari." kata Zaki.


"Kamu lihat Istrinya kamu Zak, kita makan malam bersama malam ini!! " kata mamanya itu.


"Baiklah aku kekamar dulu Ma, nantik takutnya dia kenapa-kenapa." kata Zaki sedikit Kawatir juga pada istrinya itu.


"Sudah kamu lihat sana!! " kata Mama Sodiah juga merasa cemas.


Zaki naik ke lantai atas,untuk melihat istrinya itu kembali apa dia sudah siap dengan mandinya itu.

__ADS_1


Sampai dikamar Tari sudah siap memakai pakaian dan hijabnya kembali.


"Sayang kamu sudah siap?" tanya Zaki pada Tari.


"Sudah Mas, tapi Perutku masih agak mulas juga, tidak begitu kali."kata Tari lagi.


"Apa sakit kali ?" tanya Zaki lagi.


"Tidak begitu kali sih Sakitnya." kata Tari masih Bisa santai.


"Nantik jika masih bertambah Sakit mulas makin kuat, kita langsung kerumah sakit saja,aku akan menghubungi Gio dulu." kata Zaki Mengambil hpnya dan langsung menelpon Gio, tidak lama orang yang Ditelpon itu langsung meyahuti Pangilan Zaki.


"Ada apa lo menghubungi gue jam segini.


"Lo dimana Sekarang Gio?"tanya Saki pada temanya itu.


"Aku ada dirumah sakit, habis rapat untuk membahas yang akan mengantikan aku untuk dirumah sakit ini." kata Gio " emangnya kenapa lo nanya?" kata Gio kembali.


"Aku ingin tanya,sama lo, Tari dari sore tadi merasa perutnya mulas saja, dan sedikit sakit gitu katanya,tapi gak terlalu sakit.


"Ohhhh itu,biasa itu Zak, jika nantik sakitnya sudah gak bisa ditahan lo bawak cepat Tari kerimah sakit,jika sekarang bari belajar Kontraksi,gak apa itu Zak."jelas Gio santai.


"Ya sudah,jika begitu aku tutup dulu ya."kata Zaki Mengakhiri pangilan itu.


"Kenapa Mas?" kata Tari bingung kerah suamainya itu.


"Gitu ya.!!! "


"Iya!!"


" Ayok kita turun sekarang Kita makan Malam bersama, ada Tante Tata dibawah bersama putranya." kata Zaki lagi mengajak istrinya itu


"Ya sudah ayok Mas." kata Tari bergantung di legan suamainya itu.


"Kamu ini manja kali." kata Zaki tersenyum pada istrinya itu.


"Biarin Saja, sama suami sendiri kok, tidak ada Orang yang marah."kata Tari.


"Isss kamu sudah mulai berani sekarang Ya samaku!! " kata Zaki mencium pipi istrinya itu dengan gemas.


"Kamu juga Mas, jangan aku saja yang kamu bilang, kamu malah berlebihan padaku."manja istrinya itu.


"Sudah ayok kita turun!!" ajak Zaki pada istrinya itu dan keluar dari dalam kamarnya itu.

__ADS_1


Sampai dibawah Zaki melihat istrinya itu sedikit meringis, abis turun dari tangga, membuat Zaki sedikit kawatir pada istrinya itu.


"Hai apa kamu merasa sakit sekali sayang?" tanya Zaki lagi pada istrinya itu.


"Tidak begitu kami Mas, mungkin kerena menuruni tangga itu ini, membuat aku kayak gini." kata Tari masih santai.


"Ya sudah kita kemeja makan, mereka semua sudah menunggu kita." kata Zaki berjalan disebelah istrinya itu menuju meja makan.


Mama Sodiah melihat Menantunya sedikit Pucat, tidak seperti Baru datang, wajah menantunya itu sedikit pucat.


"Apa kamu baik-baik Tari, Mama lihat kamu tidak begitu sehat mama perhatikan." kata Mertuanya itu.


"Tari baikan kok Ma, cuma agak mulas saja sedikit." kata Tari seadanya.


"Ayok makan dulu abis ini kamu bawa istrinya kamu Priksa dulu ya Zak." kata Papanya itu meyambung perbincangan antara mereka.


"Ya Pa,!! " kata Zaki.


"Sayang ayok kita Makan, dudulah."kata Zaki menarik kursi meja makan itu untuk istrinya itu.


"Ya Mas, terimakasih banyak!!! " kata Tari senang.


Dengan kebiasaan Tari dirumahnya sembulan ini bersama Zaki, Tari sudah biasa melayani suamainya itu,mengambilkan nasih dan lauk untuk Zaki, rasa perhatiannya Tari saat ini pada Suamianya saat dimeja makan, menjadi pemandangan bagi keluarga Zaki, Mereka senang melihat Tari Sangat perhatian pada Zaki, Tari memang Istrinya yang tepat untuk Zaki.


Mama Sodiah juga sangat senang, Putranya memiliki istrinya baik seperti Tari,dan juga Mama Sodiah sangat bersyukur kerana putranya itu cepat menyadari parasaan sukanya pada istrinya itu.


Malam ini mereka semua makan dengan suasana Senang,mereka semua makan hanya diam Saja sampai Makan malam mereka siap.


Setelah siap makan Tari membantu Mentuanya itu untuk megemas Piring bekas makan malam mereka itu dulu dimeja makan itu,Tari membersihkan piring-piring Kotor itu.


"Sayang Gak usah kamu bersikan Biarkan sja bibik yang mengurus itu semua, kita harus priksa Kamu kerumah sakit." kata Saki pada istrinya itu.


"Tapi gak sakit lagi kok Mas, aku sudah gak apa-apa kok, kamu gak usah terlalu cemas padaku.


"Benaran gak sakit lagi?" tanya Zaki lagi.


"Benar Mas!! "


"Jika kamu merasa Sakit lagi nantik kamu bilang sama aku ya,Jagan ditahan entar kaku bisa lahiran dirumah." kata Zaki Senang merusak pipi istrinya itu.


"Apa sudah siap?" kata Zaiiekigat istrinya itu sudah selesai mencuci piring itu.


"Sudah Mas ayok kita gabung Sama Meteka sumua,gak enak kita Mas Mama, ada Tante Tata." kata Tari menarik tangannya Suamianya itu keruangan tengah untuk betbicang-bincang mereka semua.

__ADS_1


"Jangan tarik-tarik napa sayang." kata Zaki senang pada istrinya itu, yang juga terseyim padanya.


**********


__ADS_2