
Sorenya Mentari tidak langsung pulang Kerumah, kerena sudah berjanji dengan Sahabatnya Sore ini Akan bertemu di caffe yang biasa mereka berkumpul sebelum kedua sahabatnya itu pindah keluar negeri untuk melanjutkan pendidikan S.2 mereka.
Tari sore ini diantar Oleh Pak Mamat Ke caffe yang sudah mereka janjikan,Tari sangat bahagia dan gembira akan bertemu dengan kedua sahabatnya yang sudah dua tahun ini mereka sudah tidak bertemu lagi.
"Pak Mamat boleh langsung pulang, Nanti Tari biar diantar teman saja." kata Tari pada Supir yang ditugaskan untuk menjeput dan megantar Tari pulang.
"Gak apa Nona pulang diantar temannya?"ucap pak Mamat Pada Tari Yang sudah turun dari mobil itu, kerena sudah sampai di caffe dimana kedua temannya itu sudah menunggu Tari.
"Gak apa Pak,biar Tari sama teman saja pulangnya, takutnya nantik Pak Mamat kemalaman kalau nunguin Tari."lembut Tari
"Ya,, sudah kalau begitu bapak langsung pulang saja, Nona Tari harus hati-hati Entar kebapa-kenapa Dengan Nona bisa-bisa bapak yang akan disalahkan Tuan Gio dan Abang Nona."kata Pak Mamat pada Tari sudah sangat dekat dengannya, kerena sudah tiga bulan ini Pak Mamat ditugaskan untuk menjemput Tari.
"Kalau begitu Tari bamasuk dulu ya Pak."kata Tari Meningalkan Pak Mamat yang masih melihat Tari masuk kedalam Caffe itu.
Tari berjalan Dengan perut membucit masuk Kedalam Caffe itu, sepasang mata Memperhatikan dari tempat duduknya,Tari mencari dimana kedua sahabatnya itu,pas Tari lagi memperhatikan seluruh ruangan didalam Caffe itu, Tari dipanggil oleh seorang gadis cantik.
"Tari!! "teriak Rara pada Tari.
"Ra!!"kamu cantik kali ya,lihatlah sekarang aku tidak berbentuk lagi."ucap Tari tidak ada rasa malu jika dia sedang hamil saat ini pada sahabatnya itu, sifatnya sama seperti dulu saat masih bersama Sahabatnya itu, tidak ada yang ditutupi.
"Kamu Hamil Tari?"ucap Rara kaget.
"Seperti inilah keadaanku sekarang Ra, makanya jika kamu kalau melihatku jangan kamu kaget, banyak yang tidak Kamu Tahu dariku."ucap Tari tampak sedihnya dihadapan sahabatnya itu.
"Apa yanga akan kamu bilang pada Arkan Nantik Tari,Dia pasti sangat Kaget melihat kamu dalam keadaan begini."ucap Rara pada Tari.
"Entahlah Aku gak tahu, pasti dia sangat Kecewa padaku, tapi apa boleh buat dengan keadaan aku sudah jerlajur seperti ini."kata Tari sedikit ada rasa sedih.
"Mana tu anak aku gak Lihat Ra?"
"Dia lagi ke toilet sebentar." jawab Rara pada Tari.
"Kamu sudah menikah?aku ingin tahu tentang kamu Selama kami gak Ada disini.? " kata Rara.
Disaat Tari ingin menjawab Kata Rara tiba-tiba saja Seorang memeluk Tari dari belangan posisi Tari saat ini lagi duduk itu.
__ADS_1
"Aku sangat merindukanmu bawel. "kata Arkan berbisik di telinganya Sahabatnya itu.
"Arkan lepas dulu, jangan main-main peluk saja Aku ini sudah Menikah Saat ini, Kamu ini kebiasaan ya."umpat Tari pada Arkan.
"Apa? aku gak salah dengar Tari. "ulang Arkan lagi.
"Duduklah, aku akan jujur pada kalian berdua, aku tidak mau Menutup ini semua dari kalian,banyak yang terjadi padaku saat kalian tidak disini."ucap Tari.
Arkan Duduk disamping Tari sambil memperhatikan perut buncit Tari tampak sadar Arkan megusap perut itu,sedangakan sepasang mata yang sedang melihat Tari disentuh oleh laki-laki lain sudah megepalkan tangannya.
"Kamu Hamil Tari?"ucap Arkan pelan sambil menyentuh perut yang sudah besar itu.
"Seperti inilah keadaan ku sekarang Ar."ucap Tari meneteskan air matanya.
"Aku sangat Sakit saat pertama kejadian yang menipaku,diriku hancur."kata Tari masih maenagis di hadapan kedua sahabatnya itu.
"Bisa kami tahu, apa yang sudah terjadi Pada kamu, selama kami tidak bersama kamu."ucap Arkan, megapus air mata gadis yang selama ini selalu dekat dengannya itu.
Tari menceritakan semua kejadian dihari itu pada kedua sahabatnya itu tidak ada yang tertinggal sedikit saja, sampai perlakuan suaminya padanya.
"Tapi aku tidak pernah menyesal atas pernikahanku ini,walau suamiku belum bisa menerima kami saat ini, kerena masih ada wanita lain bersamanya saat ini,aku akan mencoba menjalankan ini sekuat aku, tapi jika aku sudah lelah disitulah aku akan menyerah."ucap Tari kuat.
"Kamu sungguh kuat Tari,jika aku berada diposisi kamu saat ini Mungkin aku tidak sangup menjalankan ini semua."ucap Ririn pada sahabatnya itu
"Kamu tidak usah takut, jika nantik kamu sudah menyerah aku masih ada untuk kamu Tari, aku sudah disini dengan kamu."ucap Arkan menahan rasa sesak didadanya melihat Sahabatnya saat ini sangat menderita.
"Terimakasih kasih Ar, aku senang kalian sudah kembali aku tidak merasa sendiri lagi,sudah ada kalian tempatku Berkeluh kesah, walau selama ini banyak yang memperhatikan aku,dan menyayangiku, namun aku masih lebih nyaman bersama kalian berdua."Kata Tari sedikit mulai tersenyum pada kedua temanya itu.
"Apa kamu sudah merasa baik Tari?"ucap Arkan mulai bisa seperti biasa lagi.
"Mmmm!! anguk Tari sudah agak tenang.
"Sekarang Makanlah,sebelum kamu kembali, aku tidak mau melihat kalian berdua sakit dan menahan lapar saat dirumah itu"ucap Arkan."santai ada sedikit perhatian pada sahabatnya itu.
Arkan merasa Kasihan mendegar penjelasan Tari Padanya dan Rara barusan,sungguh malang nasib Sahabatnya.
__ADS_1
"Ar!!! apa kamu akan menetap disini? kata Tari pada Arkan.
"Jika Aku sudah kembali kesini, berakti aku akan tetap tingal disini Tari, Pertanyaan bodoh seperti apa itu, kamu sudah tahu dari dulu aku tidak akan kembali kesini jika belum siap menyelesaikan Pendidikan ku.
"Syukurlah!! "kata Tari senang.
"Kenapa Kamu merindukan aku,kata Arkan lagi.
"Bangat!!! " jawab Tari cepat dan Lansung memeluk Sahabatnya itu,kerena mereka sangat dekat sebelumnya.
"Sudah, ada aku disini Ar,, Tari."umpat Rara kesal.
"Maafkan Beby!! "kata Arkan selalu memangil Rara seperti itu.
"Kalian jika sudah bertemu selalu megacukan aku, gak seru kalian."rajuk Rara pada kedua Sahabatnya itu.
"Sini kamu mau dipeluk juga?"kata Arkan pada Rara.
"Pasti dong masa kalian berpelukan gak ngajak-ngaja aku.
Sedangkan dimeja lain saat ini Zaki mekihat Istrinya bisa tersenyum diluar, tapi jika dirumah, sedikit saja dia tidak melihat wajah bahagia dan senang seperti saat ini dia lihat.
"Apa Kamu sangat menderita bersamaku Tari,tapi melihat Kamu seperti ini kenapa aku merasa tidak suka kamu dekat dengan lelaki lain, ada apa dengan hatiku,apa aku sudah rasa suka padamu, Ahhh tidak mungkin ini."kata Zaki menepis rasa yang ada di hatinya saat.
"Hai Sayang Kamu sedang memperjatikan siapa sih?" ucap Serly pada Kekasihnya itu.
"Ahhh Tidak, aku tidak memperhatikan siapapun."kata Zaki bohong pada Kekasihnya itu.
"Ayok lanjutkan makan Sayang." ajak Zaki kembali pada Kekasihnya itu.
Sambil melihat kemeja yang tidak jauh dari mejanya saat ini, saki melihat Tari sangat senang bersama sahabatnya itu.
"Siapa pria yang memeluk Tari."kata Hati Zaki saat ini mekihat istrinya itu duduk berdekatan dengan Arkan.
Ada Rasa tidak suka saat ini dihati Zaki melihat istrinya itu dekat dengan Lelaki lain.
__ADS_1
**********