
Sorenya Zahidan bergegas keluar dari perusahaan Gio saat ini kerena sudah sangat terlambat menjemput Lira, apa yang sudah disuruh Adik iparnya tadi untuk megantar Lira kerumah orang tua Zaki,Kerena mereka semua ada disana sore ini.
"Merepotkan saja!!" ungkap Zhidan Masih megerutu didalam mobilnya sambil mengarahkan mobilnya Kekampus Lira.
"Sudah Tahu gue gak mau berurusan dengan gadais itu, Zaki mala memintak Gue jemput itu anak, apa gak Kesal gue sama lo Zak,dasar gak ada Aklak lo. "kata Zaki kembali merepet ulah Adik iparnya itu.
Lain dengan Lira saat ini Sudah menunggu Zhidan Sudah setega jam lebih duduk dekat pakiran Kampus menunggu orang yang akan menjemputnya saat ini,Lira tidak menyadari dari tadi Dimo sudah memperhatikannya, penghuni kampus saat ini sudah pulang,kampus mulai sunyi.
"Hai Sayang,apa kabar Kita ketemu lagi disini!" kata Dimo santai duduk di samping Lira.
"Mau apa lo, kok masih disini?" tanya Lira mulai kurang awas pada Dimo yang mengingat kejadian sore kemarin juga.
"Gue sengaja menunggu semua siswa pulang untuk bisa mendekati lo!! " senyuman Licik Dimo terlihat diwajah jahatnya itu.
"Apa maksud lo Dim, berhentilah untuk mengagguku!! apa lo mau gue tendang lagi seperti kemaren itu."ancam Lira kembali pada Dimo, sebenarnya dia juga sedikit takut dengan Dimo kerena kejadian sore kemarin itu.
"Sampai Kapanpun gue gak bakal berenti untuk mendapatkan lo, gue sangat menginginkan tubuh lo yang belum gue sentuh ini Lira." kata Dimo sambil jahil tangannya pada Lira yang mulai meyentuhnya.
"Jangan pernah lo menyentuh tubuh gue, walau sedikit saja, gue tidak pernah sudi lelaki seprti lo menyentuh kulit gue." kata Lira dengan cepat memegang tangan Dimo yang hendak meyentuhnya.
"Hahaha!! Lira lo jangan munafik, kita sama-sama sudah dewasa, pasti kita sudah saling kenal dengan ***, jadi tidak masala kita untuk mencobanya." kata Dimo tidak tahu malu sedikit saja.
"Pakk!! " satu tamparan langsung kenak dipipi Dimo, yang bermulut kurang ajar itu.
"Jangan pernah lo Samakan gue dengan Kekasih lo yang biasanya lo bisa bawak tidur,kata lo gue perempuan apaan,sampai kapanpun gue tidak akan pernah sudi lo sentuh." kata Lira sangat marah kerena Sikap Bimo kurang ajar padanya.
"Dasar perempuan tidak berguna lo,apa kurangnya gue dimata lo,selama ini selalu baik sama lo, walau gue banyak gadis disisi gue,hanya lo yang tidak pernah gue dapatin."
"Pergilah Dari sini, gue bukan gadis murahan seprti gadis-gadis lo itu." lawan Lira kembali saat ini Lira sudah dipegang oleh Domo.
"Sekarang gue tidak akan melepaskan lo, ayok ikut dengan gue. " kata Dimo menarik tangan Lira untuk masuk kedalam mobilnya.
"Lepas gue sialan."ucap Lira memberontak dari Domo saat ini yang lebih kuat tenaganya dari dirinya.
"Pakk..... pakkk!!! lepaskan Lira sialan,pakkk..punkkk,, tinju Zhidan Bertubi tubi datang menghajar Dimo, kerena sudah 15 menit lalu Zhidan sampai di parkiran itu, mereka berdua tidak menyadari Mobil Zhidan, dan Zhidan membiarkan Lira bereaksi.
__ADS_1
"Auuuuh,,ringis Domo,"siapa lo ingin ikut campur urusan gue sama dia.?" tunjuk Dimo pada Lira.
"Itu tidak penting Bro, jangan perna kamu meyetuh dia mulai saat ini, dan ingat menjauhlah dari dia, jika kamu tidak mau berurusan denganku." ancam Zhidan lebih gila lagi pada Domo.
"Kata lo siapa diri lo,gue tidak pernah takut pada siapapun dikampus ini." jawab Dimo lagi.
"Jika Kamu tidak mau menjauh dari gadis itu, lihat saja nantik apa nasib lo sebaik Hari ini." kata Zhidan pada Dimo dan menarik Lira pergi dari pria brensek seperti Bimo.
"Dan ingat aku gak main-main dengan kata-kataku tadi, walau kau anak orang yang penting di kampus ini." ancam Zhidan lagi.
"Ayook Lira kita pulang, tidak usah takut dengannya." ajala Zhidan berjalan sambil memegang tangan Lira tampak Zhidan sadari sedikit saja kerena sudah sangat emosi melihat Dimo yang kurang ajar sama Lira.
Sampai didalam mobil Zhidan Langsung meningalkan parkiran kampus itu.
"Auu sial gue gagal lagi mendapatkan Gadis itu,sialan pria itu, siapa dirinya yang berani melawan gue sampai kapanpun gue tidak akan berenti untuk mendapatkan gadis itu,karena gue belum puas sebelum mencicipi tubuh indahnya itu. " senyuman Jahat Dimo terlihat diwajah liciknya itu.
Didalam Mobil Lira tidak banyak bicara, hanya ungkapan Terima kasih saja saat ini yang bisa ucapkan pada Zhidan pria yang dikaguminya itu.
"Kak terimakasih banyak sudah membantuku." kata Singkat dari Lira lembut terdegar ditelinga Zhidan.
"Aku selalu menyadari dia kak, tapi entah mengapa dia selalu mengangguku, sepertinya dia memang sengaja melakukan ini, seperti kemaren sore dia juga ingin melecehkan Aku."kata Lira pada Zhidan.
"Ciiiiiiiiiiiiiiiiiit!! " bunyi rem mobil Zhidan berenti tiba-tiba mendegar penjelasan dari Lira.
"Apa, kamu bilang, jadi pria itu sudah berulang kali bersikap kurang ajar sama Kamu? tanya Zhidan kembali pada Lira.
"Iya kak, kemaren sore dia juga ingin melecehkan aku, namun aku bisa lepas diari dia, kerna masih ada temanku yang membantuku." jelasnya pada Zhidan.
"Kurang ajar, lihat saja kamu nantik, apa yang sudah kamu lakukan pada gadis ini, aku tidak bisa diam saja." kata Zhidan dalam hatinya.
Zhidan kembali melajutkan perjalanannya kerumah orang tua Zaki saat ini yang sudah menunggu mereka saat ini.
"Kamu tidak usah pikirkan itu, besok aku akan megurus dia, kamu pokus lah belajar." kata Zhidan Santai.
"Terimakasih banyak Atas bantuanya Kak." kata Lira tambah suka melihat sifat Zhidan yang dingin tapi dia perhatian dengan Keadaan terdekanya.
__ADS_1
Lira sungguh senang hari ini bisa bertemu dan bicara dengan pria impiannya itu,"Apa dia pria Yang dikirim Tuhan buat aku,betapa bahagianya aku jika kakak jodohku."hayal Lira saat ini menatap Zhidan yang lagi pokus megemudiakan mobil itu.
"Hai.. Lira kamu tidak apa-apa.?" sapa Zhidan menjentikan jarinya di depan mata Lira yang melihatnya saat ini tampa bekelip sedikit saja.
"Ya kak!! " kata Lira sedikit salah tingkah oleh Zhidan.
"Kamu menghayal, apa aku menganggu Pikiran kamu?" tanya Zhidan saat ini pada Lira..
"Bangat Om gantang!! " kata Lira datang Sakit ayannya,yang sudah mulai gilanya lagi..
"Apa kami bilang,,Om? " tanya Zhidan Mulai kesal lagi pada gadis yang duduk disampingnya itu.
"Iya Om, emang kenapa,walau Om tapi aku suka Om ganteng." kata Lira ceplos saja berkata begitu pada Zhidan tampa dia sadari mulutnya itu berkata.
"up!! keceplosan Om, maaf. " tingkah Lira lucu saat ini dimata Zhidan.
"Hai jangan perna kamu pangil aku dengan Sebutan itu lagi, jika kamu mau aman didalam mobil ini."kata Zhidan sedikit megancam Lira agar gadis itu takut padanya, namun diluar dugaan Zhidan.
"Apa yang ingin Om buat padaku, dengan senang hati aku melayani Om Tampan." kata Lira asal.
"Isss dasar kamu ini, tidak pernah takut dengan apapun." kata Zhidan kesal dalam hatinya, tapi Zhidan suka dengan Cara Lira.
"Kenapa Om diam,ayok lakukan padaku, aku siap. " kata Lira tidak malu sedikit saja pada Zhidan.
"Punk!! satu sentilan dikening Lira.
"Auuuw,, kenapa disentil Om? sakit tahu!! " sungut Lira pada Zhidan.
"Jika ngayal itu, yang benar-benar saja Dek,jika sepeti itu kamu seperti Wanita penghibur." kata Zhidan singkat.
"Kamu gak asik Kak." kata Lira tidak meneruskan kata-katanya lagi.
Zhidan hanya tersenyum ulah Lira saat ini, Zhidan tidak abis pikir kenapa dia bisa ketemu dengan gadis seperti Lira, yang suka asal.
**************
__ADS_1