
Pagi Mereka semuanya sudah bubar setelah habis sholat shubuh,mereka semua sudah kembali Kerumah masing-masing,hanya Zaki dan Tari yang tinggal dirumah itu,Zaki masuk kedalam kamar Melihat Istrinya baru saja merapikan tempat tidurnya pagi ini.
"Sudah kembali kamu Mas?tanya Tari pada suaminya itu.
"Mamm!!! " anguk Zaki memperhatikan istrinya itu.
"Tidarlah Mas,semalaman kamu gak tidur, bisa tumbang kamu nantik !!!" kata Tari melihat pada sumianya itu.
"Ini mau Tidur sayang, jangan ganggu aku tidur ya, sebentar saja aku tidur." kata Zaki mengatakan itu pada istrinya itu.
"Tidurlah tidak ada yang akan menganggu kamu hari ini." jawab istrinya itu santai.
"Aku sangat mengantuk sayang. " kata Zaki lagi.
"Tidurlah, aku tinggal kamu sendiri ya,aku mau keluar lihat Abian." kata Tari Lembut pada suaminya itu.
"Ke sinilah!!! ajak Zaki memangil istrinya itu agar duduk disampaingnya itu.
"Mas katanya mau tidur malah Megajakku lagi!! " kata Tari bingung.
"Ayoklah sayang,temanin aku tidur disini, aku kagen kamu!! " kata Zaki pada Tari lagi.
"Apa sihh kamu mas, jangan manja kenapa sih, tidur aja sendiri lagian aku baru saja bangun tidur Mas." tolak Tari
"Kemarilah, sebelum aku sendiri yang megendong kamu kesini." ancam Zaki pada istrinya itu.
"Kamu selalu begitu, main ancam saja!!! " repet istrinya itu sambil berjalan kearahnya.
Tari Akhirnya Merapat juga pada suaminya itu, dan ikut merebahkan tubuhnya disamping suaminya itu.
"Gitu dong,jangan sampai aku ancam dulu kamu baru mau."
"Sudah Jagan cerewet kamu mas, aku sudah disamping kamu, sekarang tidurlah aku mau kebawa lihat Abian, lagi ngapain dia sekarang, apa dia sudah bangun apa belum." kata Tari pada istrinya itu.
__ADS_1
"Ada bebysisternya yang jaga dia dan mengurusnya sayang." kata Zaki apa adanya.
"Walau ada pegasuh mas, aku juga harus lihat dia, kamu ini!! " cubit Tari diperut Zaki.
"Jangan dicubit sayang, sakit!!! " kata Zaki memegang tangan istrinya itu.
"Makanya kamu diam, tidur!! " kata Tari tersenyum pada suaminya itu.
"Apa aku boleh memintak morning kiss dari kamu Sayang."
"Kamu mulai lagi Mas, bagai mana kamu bisa tidur jika bicara arahnya kemana-mana." kata Tari sedikit gerogi pada suaminya itu.
"Hanya satu ciuman di pagi hari saja sayang, jangan pelit ." kata Zaki sambil menarik tubuh istrinya itu lebih dekat padanya.
Zaki mencium bibir manas itu, yang selalu dirindukan itu,hari ini Zaki sangat senang melihat istrinya itu sudah tersenyum seperti biasanya.
"Terimakasih bayak sayang aku senang kita akhirnya bisa melewatkan masa-masa sulit bersama,hari ini aku tidak mau melihat kamu bersedih lagi, teruslah tersenyum seprti ini." kata Zaki senang sambil memeluk istrinya itu.
"Apa aku boleh memintak Hakku sayang?"kata Zaki lembut di telinga istrinya itu, kerena selama Tari hamil Zaki tidak pernah menyentuh istrinya, hanya di kejadian itu saja Zaki meyetuh Tari dalam keadaan dirinya tidak sadar.
"Apa harus sekarang Mas?" tanya Istrinya lagi.
"Jika kamu masih belum siap tidak apa aku masih bisa menahannya." kata Zaki paham istrinya itu masih trauma dengan kejadian saat itu.
"Apa kamu masih takut dengan apa yang pernah aku lakukan pada kamu?" tanya Zaki kembali.
"Aku sih engak Mas, tapi jika kita tidak mencobanya mana bisa aku melupakan kejadian itu Mas." senyum Tari pada sumainya itu sedikit mengasih harapan pada suaminya.
"Apa kamu mengizinkan aku melakukannya,kamu sungguh-sungguh dengan apa yang kamu katakan.?"
"Mmmm!!! " jawab istrinya itu dengan anggukan saja.
"Terimakasih kamu mengerti juga, aku tidak akan kasar melakukan kali ini, tidak akan membuat kamu takut lagi." kata Zaki lembut ditelinga istrinya itu.
__ADS_1
Keduanya larut dalam api asmara sepasang suami-istri itu,saat ini mereka berdua sama larut dalam cubuan, dan permainan panas diranjang itu di pagi hari, setelah satu tahun lamanya Akhirnya Zaki bisa merasakan surga dunia itu dari orang yang sangat dicintainya itu,pagi ini Zaki telah berhasil melakukan Hubungan suami-istri itu apa yang sudah diinginkannya itu.
Tari juga bisa menerimah Semua, kerena Zaki dengan lembut melakukan pada istrinya tidak seperti pertama dulu mereka melakuakannya.
Keringat membasahi tubuh kedua manusia yang baru siap dengan api asamara yang mengebu-gebuh itu, kedua jatuh terkulai lemas, setelah Zaki dan Tari sudah mencapai surgawi bersama-sama pagi ini.
Zaki jatuh disamping istrinya itu dengan nafas yang tidak teratur itu,Zaki tersenyum pada istrinya itu, dan memcium kening istrinya itu dengan lembut.
"Terimakasih kasih sayang, kamu masih seperti perawan."kata Zaki lembut, saat ini Zaki bisa merasakan kembali milik istrinya itu seprti pertama baginya, kerena Tari masih memiliki aset yang sempit, kerena istrinya itu baru pernah sekali dia melakukan itu sama Sumainya sebelum menikah kerena kejadian tidak pernah diduga oleh mereka berdua, saat ini untuk kedua kali bagi mereka.
"Apa sih Mas, jangan bikin aku malu deh, awas sana aku mau mandi,sudah jam berapa ini!! "kata Tari turun dari Ranjang itu, namun ada sedikit rasa sakit di diselangkangnya saat ini,Tari dengan berlahan berjalan kearah kamar mandi itu, agar Suaminya tidak melihatnya sedikit kesakitan.
"Kamu pasti butuh bantuan bukan?" kata Zaki tiba-tiba mengendong dirinya kekamar mandi.
"Mas jangan bercanda kamu, turunin aku enter jatuh Mas!! " kata Tari betul-betul kaget ulah suaminya itu.
"Hari ini biar aku yang bantu kamu mandi,kerena kamu sudah menjalankan tangung jawab kamu sebagai istrinya aku." kata Zaki menurunkan istrinya itu,dan memutar kran air itu.
"Jangan Lebay deh Mas!!
"Biarin aja sama istri sendiri, aku tidak akan pernah bisa melakukan sama wanita Lain selain kamu." kata Zaki mencibut hidup mancung istrinya itu.
"Sudah kamu keluar sana aku mau mandi. " usir Tari pada suaminya itu.
"up, jangan berani megusirku jika sudah berada didalam berdua sama kamu." kata Zaki naruh satu jarinya di bibir manis istrinya itu.
"Aku tidak akan melepaskan kamu jika sudah bersamaku,kita akan mencobanya lagi disini kata saki mendekati tubuh istrinya itu lagi yang menatapnya dengan tatapannya yang bingung itu.
"Mas jangan gila kamu,kayak gak ada tempat lain aja, ini kamar mandi mas." kata Tari sungguh tidak mengerti isi pikiran suamainya itu.
"Jangan menolak ku sayang, dosa!! " ungkap Zaki mencium bibir mungil istrinya itu dengan cinta dan Asrat yang mulai memuncak lagi, dia ingin menghabiskan waktu lagi dengan Istrinya itu,pagi ini mereka berdua betul-betul menghabiskan waktu berdua,Zaki tidak. memberi jedah pada istrinya itu sedikit saja, kerena sudah candu baginya.
**************
__ADS_1