
Setelah makan malam sambil megobrol enak dengan keluarga Zaki malam. ini Tari tampa bahagia bersama mereka semua, keluarga ini tampak hangat jika jarang mereka saling bertemu, namun keakrapan dalam keluarga itu selalu terjaga.
"Apa kamu sudah merasa lelah Nak Tari?" kata Mama Sosiah.
"Belum Ma!! " kata Tari menjawab ucapan mertuanya itu dengan sopan.
"Jika kamu Sudah merasa lelah, kamu bisa istirahat sana." suruh mama Sosiah.
"Bentar lagi Ma,Tari masih ingin disini." kata Tari terseyum pada mertuanya itu.
"Jika kamu rasa bosan duduk sini ayok aku antar kekamar Tamu saja kita tidurnya Ya." kata Zaki pada Istrinya itu.
"Bailklah,kata Tari pamit pada kedua kedua orang tuanya itu.
"Aku bawak antar Tari kedalam dulu ya."kata Zaki, kerena hanya tingal Mama dan papanya saja Yang tingal setelah pulangnya Tantenya Itu.
"Ya sudah Tidaurlah Mama juga sudah mengantuk sayang." jawab Mama dengan ramah.
"Tari Duluan ya Ma, udah gak tahan lagi duduk lebih lama, pingang Tari terasa sakit." ucapnya
"Iya, cepatan tu bantu istri kamu Zak." suruh Mama Sosiah pada putranya itu.
"Iya Ma!!,Ayo Sayang kita masuk kekamar." Ajak Zaki pada istrinya itu, sambil berjalan kekamar tamu.
Sampai dikamar tamu itu Tari hanya tersenyum pada suaminya itu.
"Kenapa melihatku Begitu sayang, apa ada yang aneh?? "
"Gak, hanya saja kamu itu terlalu tampan malam ini." kata Tari becanda.
"Apaan Kamu ini Sayang,tingkah kamu itu tambah aneh saja." kata Zaki terseyum pada istrinya itu.
"Aneh apanya Mas, apa yang aku bilang itu benar semuanya." kata Tari santai.
"Jadi sudah berani ya sama aku." kata Zaki menarik istrinya itu ke hadapannya.
"Mas janga kencang-Kencang menarikku, entar jatuh Mas."pekik Tari sedikit Kaget kerena ulah suaminya itu.
"Tidak akan terjadi itu sayang, kerena aku akan menjaga kamu." kata Zaki lembut.
"Kamu ini kenapa sih Mas, bikin aku kaget saja? " kata Tari lagi
"Aku gak kenapa-napa sayang, kamu itu yang kenapa? dari tadi selalu memancing aku,sampai aku tidak bisa menahan keinginan aku untuk meyetuh Bibir manis kamu ini." kata Zaki Meyentuh bibir tipis istrinya itu dengan jarinya.
__ADS_1
"Mas,jangan mulai lagi dehhh!!! " kata Tari sedikit malu pada suaminya itu.
"Gak usah malu sayang, setelah Dedek lahir kita akan sering seperti ini, kerena aku ingin lebih dari sekedar mencium kamu sayang." jelas Zaki pada istrinya.
"Mas!! cubit Tari
"Apaan kamu sayang jangan dicubit,apa yang aku bilang itu benar,Aku juga gak mau menunggu lebih lama lagi sayang." kata Zaki.
"Apa sulit untuk kamu nahannya?" senyum Tari pada Zaki.
"Tentu saja Sangat sulit untuk menahan astratku yang tidak tersalurkan pada kamu sayang, melihat kamu,aku tidak mau menyakiti kamu, dan juga aku belum kamu betul-betul halal ntuk aku, kita Akan nikah lagi setah kamu lahiran nantik." kata Zaki lembut menatap istrinya itu dengan cintanya.
"Apa kamu serius dengan apa yang kamu kata itu Mas? "
"Emang ada Terlihat Dimata ku seperti berbohong." kata Zaki Lagi.
"Tidak!! " kata singkat Tari.
"Terus ngapin kamu nanya gitu sayang!! " kata Zaki menarik Hidup mancung istrinya itu
"Ingin tahu saja!! " santai Tari.
"Kamu bersikan mungka dan gosok gigi sana, abis itu kita tidur aku juga merasa lelah hari ini." kata Zaki kerena dia didalam kamar Seharian ini bersama istrinya itu sambil bekerja.
"Baiklah Mas, aku akan kekamar mandi dulu ya, eeeeh tapi Semuanya diatas?" apa kita pindah kamar atas saja Mas sibuk juga harus bolak balik."
"Hati-hati aku takut masakan jatuh!! " kata Tari sedikit cemas.
"Asal kamu diam saja aku gedong Jagan bergerak!! " kata Zaki santai menaiki tangga itu.
Setelah Sampai dikamar itu Zaki menaruh istrinya itu di tas kamar tempat tidur itu.
"Sana langsung kekamar mandi sana, aku akan tunggu kanu disini." kata Zaki Santai
"Baik imamku yang Baik. " balas Tari dengan manja.
"Jangan memancing lagi sayang." kata Zaki menatap geram pada istrinya itu dan ada sedikit Senyum diwajah tampannya itu.
Tidak sampai 5 Menit Tari sudah siap dengan Semua itu, Tari langsung menyusul suaminya itu keatas tempat tidur kerena Zaki saat ini lagi membaca imel yang dikirim Reza yang belum sempat di bacanya dari sore tadi.
"Kamu ngapain Mas, asik betul?" kata Tari ingin tahu.
"Ini baca imel yang dikirim Reza yang sempat aku bukak dari sore tadi, apa kamu sudah siap?" kata Zaki bertanya pada istrinya itu.
__ADS_1
"Sudah!! "
"Sayang Apa perutmu masih sakit?" tanya Zaki kembali yang masih Pokus melihat layar pipi ditanganya itu.
"Gak lagi Mas, mungkin saja betul kata Tante Tata tadi konraksi palsu." kata Tari
Tari membaringkan tubuhnya disamping Suaminya itu yang lagi duduk bersandar di sandaran tempat tidur itu.
Zaki melihat istrinya itu berbaring Dusanpingnay itu,Zaki Meyentuh Perut Istrinya itu dan megusap perut itu dengan lembut,ada pergerakan diperut itu saat Zaki megusapnya.
"Mas lihat lah dia aktif kali didalam !!"kata Tari juga merasa pergerakan bayinya itu didalam perutnya itu.
"Dia lagi main bolah didalam Sayang!! " senyum Zaki pada istrinya itu.
"Cepat keluar ya sayang kami lagi menunggu kehadiran kamu"kata Zaki yang masih megelus perut buncit Tari.
"Apa kamu senang mas, akan kehadirannya nantik?" Tanya Tari pada suaminya itu.
"Aku sangat senang jika dia hadir bersama kita Dia dan kamu adalah hidupku sekarang Sayang." kata Zaki Sunggu bahagia memeluk istrinya itu.
"Aku juga babahagi menunggu buah hati kita Hadir ditegah-tegah kita Mas."jawab Taru sambil megusap pipi sumianya itu.
"Semoga ini dari awal kebahagiaan kita Sayang,kita akan hidup bahagia dengan keluarga kecil kita." kata Zaki mencium Kening istrinya itu.
"Terimakasih Mas, kamu telah menerima aku sebagai istrinya kamu, aku bahagia dan senang selalu ada disisi kamu Mas." kata Tari bahagia.
"Jangan bilang begitu,seharusnya aku yang mengucapkan itu, kerena aku banyak salah pada Kamu semenjak kita nikah." kata Zaki tulus.
"Lupakan itu semua mas jangan pernah mengingatnya lagi, Mari kita untuk mengulang dari awal kembali, seperti apa yang telah kita sepakiti sebulan yang lalu, memulai dari awal. " kata Tari.
"Iya sayang,aku tidak pernah melupakan itu semuanya.
"Aku senang Mas, kita sama-sama saling mengerti tentang diri kita masing-masing." Kanata Tari lagi memeluk suaminya itu.
"Besok pagi kita pulang ya, aku ada Minting pagi dikantor, besok kamu ikut ke perusahaan sebentar saja." kata Zaki.
"Aku akan menunggu kamu sampai kamu siap miting diruangan kamu saja." jawab Tari senang.
"Tidurlah Sayang pasti kamu lelah hari ini."kata Zaki kembali.
"Aku tidak terlalu lelah hari ini Mas, kamu yang sebetulnya kelelahan karena, seharian kamu masih megerkajan perkerjaan kamu, kamu yang seharusnya istirahat." kata Tari
"Jika begitu kita sama-sama istirahat sayang,"Zaki merebahakan tubuhnya itu disamping istrinya itu dan memeluk istrinya masuk kedalam Dekapannya.
__ADS_1
Akhirnya mereka tidur juga dalam mimpi Masing-masing didalam alam mimpinya.
**************