
Malam ini mereka menghabiskan Malam dengan canda tawa mereka karena besok juga hari libur,mereka semua malam ini berjaga disepanjang malam.
"Tari sudah tertidur dipangkuan Ziki saat ini, sedangakan Ajeng sudah juga mulai tertidur disofa tepat dipaha Gio saat ini Ajeng merebahkan kepalanya itu.
Mereka berlima Masih lanjut berbicara sudah larut malam, Zaki dan Gio tidak tega melihat kedua wanita itu tidur di seperti ini,maka Zhidan juga menyuruh mereka berdua untuk memindahkan kedua wanita itu kamar.
" Zak, lo bawak masuk istri lo kekamar sana kasihan dia kayak gitu." kata Zhidan melihat adiknya sudah tidur di paha suwmainya itu.
"Baiklah,, aku bangunkan dulu dia,,kata Zaki pada Zhidan," Sayang bangun pindah kekamar dulu yok, biar aku anatar." kata Zaki membangunkan Istrinya itu dengan lembut.
"Mmm, iya tunggu sebentar mas, aku malas kali berdiri." kata Tari sudah susah dibangunkan.
"Sudah Angkat sana, kamu juga Gio pindakan Ajeng dikamar tamu Sana." suruh shidan lagi pada Kedua pria itu.
"Aku pindakan dulu Tari ya." kata Zaki mengakat istrinya itu.
"Aku juga angkat Ajeng dulu kekamar, kasihan jika kayak gini dia tidur." ucap Gio sambil megedong Ajeng Kekamar tamu.
Zaki meletakan Istrinya itu diatas kasur itu dengan Hati-hati agar Tari tidak terbangun, Zaki hanya tersenyum pada istrinya itu sangat cantik saat tidur seperti saat ini, wajah cantik itu tampak bahagia dalam tidurnya.
"Semoga kita bisa hidup bahagia Sayang, aku harap kamu bisa menjadi istrinya aku selamanya sampai maut memisahkan kita."kata Zaki mencium kening istrinya itu sambil menutup tubuh istrinya itu dengan selimut.
Zaki kembali keluar bergabung lagi dengan Zhidan dan Yang lainnya.
"Mana Gio kok gak keluar tu anak dari kamarnya Ajeng, bisa-bisa dia yang tiduran." gerutuk Syarif.
"Apaan sih ini gue, gue gak bakalan tidur kita bergadang Sampai shubuh saja." kata Gio kelur dari kamar Tamu itu.
"Kirain kamu tadi ikut ngelonin Ajang!!! " santai Syarif.
"Emang gue pria apaan, dengar ya Sya sebelum gue nikah sama Ajeng gak bakal gue sentuh dia." kata Gio serius pada semua temanya itu.
"Baguslah itu, Jagan sampai saja lo kebablasan saja." jawab Zhidan Lagi dengan santainya pada kedua sahabatnya itu.
"Gue serius sama Dia Idan, dari dulu lo tahu gue sangat mencintainya." sahut Gio sedikit lemas.
"Lo aja yang salah selama ini gak bisa bagi waktu lo untuk hal pribadi ko sendiri, sekarang udah tua baru merasa sendiri. " kata Zhidan Suka asal.
"Ya lo kan tahu alasan gue selama ini, seperti apa gue." kata Gio dengan santainya itu.
"Yalah lo Bos, ya suka-suka lo aja, gue juga gak ada untungnya." kata Zhidan menjawab Seadanya.
"Kita Mau ngapa ni, sudah jam tiga pagi ni,mata sudah mulai ngatuk." kata Syarif lagi.
"Nangung jika mau tidur sudah jam tiga pagi ini, sekalian tunggu shubuh masuk dulu setelah itu kita baru tidur."usul Zaki pada keempat orang yang ada di hadapan mereka itu.
__ADS_1
"Boleh juga, jika kita tidur sekarang bakal tidak akan bisa bangun lagi,lo cari Film yang bagus dong Zak, biar kita nonton sambil nungguin shubuh.
"Mana ada disini Gio,bukan rumahku."kata Zaki jujur.
"Ohh iya ya,gue baru ingat ini rumahnya Zhidan.
"Elo bukak tu aplikasi Apa kek, biar kita bisa nonton film tinju, entah perang gitu." kata Syarif pada Gio.
"Benar juga ya kata lo Sya." kata Gio membuka aplikasi yang biasa dia nonton.
"Kita sambung aja ke tv ya."kata Gio dan Film yang dicarinya itu sudah diputar saat ini.
Mereka Semua diam meliaht Film barat itu dengan serius.
"Eeeh Ya Zak aku lupa nanya pada lo, apa lo akan bawak tingal Tari lagi dirumah lo."kata Zhidan bertanya pada suami adiknya itu.
"Mungkin saja Isya Kayaknya Idan, tapi gak dirumah itu, gue sudah membeli rumah baru, Sepertinya Tari sulit untuk melupakan Kelakuan gue sama dia beberapa bulan lalu padanya."
"Baguslah Jika gitu, aku juga senang jika kamu tidak membawa Tari kesana lagi, karena kasihan dia selalu megigat tingkah kamu yang menyakitkan dia itu." kata Zhidan paham apa yang dimaksud oleh Suaminya adiknya itu.
"Kamu Cari rumah dimana? " kata Zhidan Bertanya lagi.
"Masih komplek sini Tari gak jauh dari keluarganya,Biar dia gak jauh dari ibuk dan ayah nantik jika sudah tingal disini." kata Zaki
"Menjelang rumah itu siap direhap, gue akan tingal dulu untuk sementara disini."kata Zaki menjelaskan dengan baik pada Zhidan.
"Gue gak masalah elo mau tingal dimana bawak adik gue Zak, asal Jagan lo bikin dia sansara saja, maka itu aku tidak pernah mengampuni lo."kata Zhidan pada Zaki.
"Ya engaklah, sekarang dia sudah tangung jawab gue Idan, lo gak usah cemas Adik lo, gue akan jaga dia baik-baik, sebentar lagi Anak kami akan lahir."Kata Zaki.
"Jadi sekarang lo udah ngakui dia Istrinya lo? tanya Gio pada Zaki.
"Iya, iyalah Gio jadi untuk apa gue megemis cinta padanya, gue sangat menyayanginya." jawab Zaki seadanya.
"Baguslah, jangan pernah lo buat kita kecewa kedua kalinya atas sikap lo itu."kata Zhidan Kembali.
"Terimakasih bayak lo sudah mau memaafkan gue setelah apa gue lakukan sama adik lo Idan, gue juga gak tahu bakal kaya gini,tapi gue belum tahu siapa yang sudah masukin obat Itu pada minum gue ya."kata Zaki berfikir dari awal kejadian itu mencari tahu orang yang memberikan obat peransang itu.
"Gue sudah tahu siapa orangnya setelah kami mengetahui bahwah tari hamil."kata Zhidan Dan Gio.
"Jadi kalian berdua tahu kok gak memberi tahu gue, siapa orang yang tega melakukan itu pada gue." kata Zaki .
"Kamu juga harus hati sama rekan kerja kamu Zak, dia ingin menjebak kamu dengan Seseorang pas hari itu,kamu baru tahu, jika rekan kerja kamu bisa menghancurkan nama baik dan perusahaan kamu Zak."kata Zhidan.
"Untung saja lo minjam Kamar Dani pas hari itu, kalau gak lo akan hancur sekarang." jelas Gio.
__ADS_1
"Lo bisa bilang, siapa orang itu?" tanya Zaki lagi.
"Lo tahu Pak lukmankan, dialah orangnya, kalau gak salah itu kekasih Serly." kata Gio menjelas kan dengan santai.
"Jadi lo sekarang gak usah kawatir lagi kami sudah membereskan mereka semua,jika menyangkut nama Tari." kata Zhidan
"Kalau gak salah Perusahaan Pak lukman gulung tikar,beberapa bulan lalu."kata Reza menyambung.
"Ya itu dia!!! " santai Gio dan Zhidan.
"Berarti itu ulah kelian berdua ya." kaget Zaki tidak percaya.
"Gue sudah geram sama Si tua bangka itu,ulah dia Adik gue jadi sasarannya." kata Zhidan sangat jahat.
"Gila lo berdua sampai segitunya,aku juga gak nyanka lo sesadis itu." Zaki tidak habis pikir ada temannya itu.
"Masa kita berdua diam saja Zak,kami tahu semua itu." ucap Gio santai.
"Sekarang lo gak usah pikirkan tentang itu Zak, pokus lah pada Tari yang akan lahiran." kata Zhidan lagi.
"Terimakasih banyak kalian berdua sudah mau bantu gue, dan sudah memaafkan gue, dengan tidak sengaja gue lakukan itu pada adik kalian." kata Zaki sangat Senang saat ini bisa baikan lagi dengan Gio dan Zhidan.
"Lo arus awasi tu Mantan Kekasih lo itu,gue guja gak mau dia meyelakai Adek gue."kata Zhidan Memperingati Zaki.
"Maksud lo apaan Sih?? bingung Zaki saat ini mengatakan itu padanya bahwa haru megawasi Serly.
Zaki sangat bingung Zaat ini Dan ingin tahu Apa Yang Sedang direncanakan oleh Serly pada Tari atau dirinya.
"Gak usah bingung,ayok kita siap-siap sholat shubuh bentar lagi sudah mau masuk waktunya, kita kemesjid saja sholatnya." ajak Gio pada Semua temannya itu.
"Ok,aku bersiap dulu kata Zaki beranjak Masuk kedalam Kamarnya dan Membangunkan Tari dari tidurnya saat ini, dengan pelan dan lembut pada Zaki menepuk pipi istrinya itu.
"Sayang Bangun,ini sudah shubuh, kami akan kemesjid untuk sholat apa kamu mau ikut? " tanya Zaki pada Tari yang lagi bingung itu.
"Aku ikut berjamaah saja dimesjid.kata Tari mulai duduk dari kasur itu yang dibantu suaminya.
"Jika gak kuat kamu gak usah kemesjid sayang." kata Zaki sedikit kasihan lihat istrinya itu bergerak susah.
"Sambil jalan pagi mas." kata Tari lagi.
"Ya sudah kita siap-siap sekarang." kata Zaki masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya den begitu juga dengan Tari saat ini setelah Zaki siap.
Mereka semua sama-sama menuju mesjid itu dengan pakaian coco dan sarung, membuat mereka semua bertambah gagah.
*********
__ADS_1