MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Tinggal Serumah


__ADS_3

Akhirnya Tari harus pergi juga dengan suaminya saat ini sudah menunggunya di bawah,Ajeng melihat Adik dari sahabatnya itu sangat berat untuk pergi dengan Zaki suaminya itu.


"Tari,, mbak tahu ini sangat sulit untuk kamu saat ini menerima keputusan orang tuamu,yakinlah pasti untuk kebaikan kamu juga mereka melakukan ini."ucap Ajeng memeluk Tari saat ini.


"Aku harus menjalakannya Mbak, kerena Tari tidak mau Ayah dan ibu sedih."ucap Ajeng dengan sedikit senyum.


"Mari kita keluar untuk menyusul suaminya kamu,kasihan dia sudah lama menunggu kamu."kata Ajeng.


"Ayok kak, ini sudah malam belum aku lagi mengambil pakaian aku dikos lagi. "kata Tari.


"Ya, ayok turun, jika kamu ngomong disini mana akan sampai dikos kamu itu Sih. "ucap Ajeng sedikit geram pada Tari.


"Jagan mudah Naik pitam Mbak, entar Dokter ganteng itu tidak akan menyukai kamu lagi."ucap Tari apa adanya.


"Siapa yang bilang sigila kerja itu meyukaiku Tariiiiii."


"Aku sendiri!! "ucap Tari santai.


"Kak Gio itu benar suka sama kamu Mbak!! "


"Mana ada itu, gak benar itu Tari. "ucap Ajeng santai.


"Kalian ini aneh ya,tidak menyadari perasaan masing-masing,pada hal kamu Mban juga suka sama Kak Gio tapi tidak mau jujur dengan hati."ucap Tari santai melanjukan jalannya kedepan untuk bergabung dengan ke 4 pria tampan itu.


"Tunggu aku dulu Tari."ucap Ajeng mengejar Tari kedepan.


"Apaan sih Mbak, ribut saja kamu. "ucap Tari didepan pria tampan itu.


"Kalian lagi ributkan apa Sih?"tanya Gio spotan.


"Kamu Kak."ucap Tari polos.


"Ributkan Aku!!! "kata Gio bingung pada Tari.


Zidane Dan Syarif pun juga bingung mekihat kedua gadis didepan ya itu.


"Hai kalian gak usah dengar dia,Tari kamu bisa diam gak mulut itu."bisik Ajeng pada Tari.


"Ya Mbak ngaku saja.......... sam...... a....!!! "kata Tari terputus oleh Ajeng sudah menutup mulut Tari yang lagi ngomong.


"Diam gak!! "ucap Ajeng pada Tari.


"Mmm,, awasin dulu tangan kamu Mbak dari mulutku. "ucap Tari susah ngomong akibat mulutnya masih tertutup.


"Jagan teruskan lagi Omongan kamu itu, aku akan lepaskan."ucap Ajeng pada Tari.


"Iya!! "kata Tari.


"Dasar kalian ini,tingkah bodo kalian ini aneh-aneh saja."ucap Gio


"Itu kerena kamu kak."kata Tari lagi.


"Tariiiiiiii." teriak Ajeng kesal


"Apaan sih Mbak teriak melulu."


"Janagan Dibilang."ucap Ajeng lemas.


"Gak akan aku bilang kok."


"Sebaiknya kamu berangkat sekarang Dek Zaki sudah kelamaan nungguin kamu."ucap Zhidan pada Adiknya itu.


"Ya sudah aku pergi dulu Ya, titip salam sama Ayah dan Ibu Bang, besok aku akan kesini lagi sepulang kerja."ucap Tari


"Ok,kamu jaga baik-baik keponakan kami ya Dek."ucap Syarif.


"Ya Bang."


"Ayok Mas berangkat sekarang."ajak Tari biasa saja pada Zaki.


"Aku bawak adik kelian ya."ucap Zaki pada Ketiga Pria itu.


"Asal kamu jaga dia Zaki, jangan kamu sakiti Adikku selama tingal bersama kamu."ucap Zhidan penuh tekanan.


"Baiklah." ucap Zaki santai.


Zaki dan Tari saat ini sudah meningalkan rumah kakaknya itu,Tari hanya diam saja duduk disamping Zaki saat ini, dia tidak megucapkan apapun pada Zaki,Tari hanya dingin pada Zaki begitu juga dengan Zaki saat ini.


"Kak Reza aku ingin mengambil pakaianku dikos, bisakah kita kesana dulu."kata Tari lembut pada Reza.

__ADS_1


"Baiklah Nona, saya akan megatar Nona Tari."ucap Reza singkat.


Mereka bertiga sampai dikosnya Tari saat ini, Tari masuk kedalam kos itu sendiri saja dan megemas Pakaiannya kedalam koper sendiri saja sedangakan Zaki hanya sibuk dengan menelpon kekasihnya saat ini lagi marah padanya.


"Tuan apa tidak mau membatu Nona untuk megemas barang-barangnya?" ucap Reza pada Bosnya itu.


"Jika kamu ingin membantunya pergilah, aku tidak ada waktu untuk itu."ucap Zaki Acuh.


Reza tidak melanjutkan lagi perkataannya saat ini, dia membantu Tari untuk megemas apa saja yang dibawa kerumah Zaki.


"Nona Biar saya bantu. "ucap Reza pada Tari.


"Ini sudah siap kak,bantu aku bawak ke mobil aja. "ucap Tari lembut.


"Baiklah!! "


"Terimakasih banyak ya Kak sudah membantuku." kata Tari senang.


"Mari Nona,kita lansung pulang sekarang."ucap Reza pada Istri Bosnya itu.


Akhirnya Tari samapai juga di rumah Zaki, saat ini kerena Tari kaget melihat rumah ini, dimana tempat buk sari bekerja, dia sering datang kerumah ini sebelumnya, bercerita pada buk sari tentang apa yang terjadi pada dirinya,pemabtu rumah Zaki yang sangat dekat dengan Tari.


"Hai kenapa kamu diam saja disitu, masuklah aku butuh bicara dengan kamu."ucap Zaki kasar.


"Aku turun sekarang. " jawab Tari sabar.


"Ayok masuk."ucap Zaki.


"Reza kamu bisa pulang sekarang biar aku saja yang membawa koper Tari."ucap Zaki mengambil koper yang ada ditangan Reza saat ini.


"Baiklah Tuan saya undur diri dulu. "kata Reza meningalkan rumah bosnya itu.


"Kamu ikut denganku."kata Zaki saat ini menarik tangan Tari dengan kencang membawa nya kebelakang kearah kamar pembantu yang tidak pernah Zaki megijakan kakinya disana selama rumah itu dia tingal.


"Sekarang kamu tingal disini, jangan pernah kamu bilang ini pada keluarga kamu dan pada kedua orang tuaku."ucop Zaki pada Tari.


"Aku tidak mau kamu megijakan kaki kamu kedalam, ingat itu." ucap Zaki meningalkan Tari disebalah kamar Buk Sari.


"Baiklah Mas, aku tidak akan pernah melakahkan kakiku dalam rumah mewah kamu itu, aku sadar diri jika diriku tidak kamu inginkan."ucap Tari merasa sakit kerena perlakuan Zaki saat ini.


"Ini semua gara-gara kamu membuat hidup akun berantakan,kekasihku meningalkan aku kerena kamu."ucap Zaki menutujuk Tari dengan emosinya.


"Selama ini aku diam saja kerena aku sudah menerima nasib dan suratanku hidup seperti ini,aku punya suami tidak menginginkan aku, aku sadar itu mas,aku tidak secantik wanita kamu itu,tapi bisakah kamu mengembalikan kebahagianku lagi seprti dulu sebelum kamu meregut semua itu darikku!!!" kata Tari dengan air mata yang berukuran membasahi pipinya.


Zaki tidak bisa bicara lagi dia pergi meningalkan kamar yang ada dibelakang rumahnya itu.


Tari Hanya bisa menagis tersedu-sedu saat ini kerena Zaki memperlakukannya secara tidak adil baginya.


"Tari,, kamu yang kuat Nak, ibu juga tidak meyangkah orang yang membuat kamu seprti ini adalah Majikan Ibuk sendiri."ucap buk sari megusap pinging Tari yang masih menagis.


"Kenapa nasibku seperti ini buk,orang tuaku membiarkan aku ikut dengan dia kesini Agar aku bisa hidup bajagia, tapi dia memperlakukan aku seperti ini."kata Tari lagi pada Buk Sari selama ini tempat dia curhat.


"Kamu yang sabar ya Nak, semoga saja ada hikmahnya setelah ini."ucap Buk sari lagi menenangkan Tari.


"Kamu istirahatlah jaga anak kamu dengan baik,ibuk disini menemani kamu."ucap Buk sari Sambil megusap pundak Tari saat ini yang sudah berbaring diranjang kecil itu hanya beralas kasur bisa tipis saja.


Tidak lama Tari akhirnya tidur juga, Buk Sari sangat sedih melihat nasib Tari semenjak pertama mereka bertemu.


Keesokan paginya Tari siap sholat Shubuh langsung membantu Buka sari didapur karena dia juga akan menunaikan kewajibannya sebagai istrinya Zaki,pagi ini Tari lembutkan Zaki Sarapan setelah itu Tari Siap-siap untuk berangkat Bekerja di perusahaan Gio, saat ini hari pertama Tari bekerja disana.


Tari berangkat dengan menaiki angkot ke perusaan itu,dengan membawa apa yang sudah dibilang Gio kemaren padanya persyaratan untuk bekerja.


Saat ini Gio sudah menunggu Tari di lobi bersama Zhidan namun belum juga nampak batang hidung adiknya itu.


"Kenama Tari Gio?"


"Ya mana aku tahu."ucap Gio acuh.


"Apa Zaki memperlakukan Adik dengan baik gak ya Gio. "ucap Zhidan sagat kawatir pada Tari.


"Coba aku tanya dulu sama Orang yang aku tugaskan untuk meawasi Mereka." kata Gio sambil memencet nomor seseorang.


"Bagai mana perkembangan saat ini.


"(.........................)


"Baiklah, aku paham terimakasih banyak atas bantuak kalian."ucap Gio menutup Pagilan nya itu.


"Adik kamu lagi dalam perjalanan kesini dia naik ankot."ucap Gio santai.

__ADS_1


"Gila tu anak,bisa-bisanya dia menyuruh adiku naik angkot yang lagi hamil gitu." ucap Zhidan Emosi.


"Besok aku suruh supir perusahaan jemput dia tiap hari,dari pada dia naik angkot gitu itu sangat berbahaya untuk nya."ucap Gio.


"Apa kamu pagi ini kerumah sakit Gio?"


"Gak, jam aku kosong sekarang, emangnya kenapa sih?" tanya Gio balik.


"Aku jadi nyesal menyuruh adikku untuk tingal sama Dia,aku kurang percaya pada Zaki saat ini,entah kenapa hatiku tidak enak saja."ucap Zhidan gelisah.


" Kita lihat saja perkembangan hubungan mereka ini sampai Tari melahirkan,atau beberapa bulan inilah."ucap Gio santai


"Aku juga tidak tenang Meningalkan dia disini Gio, sedangkan besok aku sudah kembali ke Inggris."


"Kamu tidak usaha cemas, aku ada disini yang akan menjaga adik kamu, karena Tari sudah seperti adik juga bagiku."ucap Gio pada sahabatnya itu.


Tidak lama Tari sampai perusahaan itu dia lansung menuju lobi perusahan Gio itu, Tari melihat kedua orang yang sangat kenaknaya itu.


"Pagi Bang, kak." sapa Tari senang.


"Pagi Dek."ucap Zhidan.


"Ayok kita masuk, aku harus mengenalkan kamu pada karyawan revisi bagian kerja kamu Tari."ucap Gio.


"Baik kak. " kata Tari senang.


Diladam Live mereka hanya diam sejenak, setelah sampi diatas ruangan Gio saat ini, asistennya sudah meyambut kedatangan Bosnya itu.


"Selamat pagi Tuan. "sapa Rinto pada Bosnya itu dan habatnya bosnya itu.


"Pagi."ucap Gio berubah dingin dan sifat aslinya baru terlihat jika di perusahaan saat ini.


"Apa kamu sudah menyiapkan tempat untuk Tari ?"kata Gio acuh.


"Sudah Tuan."


"Kalau begitu kita lasung saja megantar Tari ketempat Dia."ucap Gio saat ini berjalan duluan dari mereka semua.


Semua karyawan yang melihat bos besarnya yang jarang masuk kedalam ruangan kerja mereka saaat ini, mereka kaget dan merasa sedikit takut pada Gio.


"Semuaya Perhatian hari ini Ada karyawan baru yang sedang bergabung dengan kalian semua, tolong bantu dia dalam pekerjaannya, jangan pernah mempersulitnya,saat ini dia sedang hamil muda,apa kalian mengerti apa yang sedang saya katakan."ucap Gio tegas.


"Nio tolong kamu bantu Tari untuk pekerjaan pertamanya hari ini, Saya tidak mau jika terjadi sesuatu dengan Dia, tolong diingit janga pernah menjahili dia, jika ingin bekerja disini."


"Baik Tuan."ucap Semua kariawan disana.


Silakan lanjutkan perkerjaan kalian kembali." kata Gio santai.


"Tari kamu boleh bergabung sama mereka saat ini,tenanglah tidak akan terjadi pada kamu selama kamu bekerja denganku."ucap Gio Pelan.


"Terimakasih Kak."balas Tari pelan.


"Selamat bekerja Dek."ucap Zhidan pada Adiknya itu .


Gio dan Shidann keluar dari ruangan Tari bekerja, Tari juga melanjukan pekerjaannya dengan bantuan kariawan yang sudah pengalaman disana.


Pagi ini Zaki baru saja turun dari kamarnya untuk berangkat kerja, sebelum itu dia juga akan sarapan dulu.


Sampai meja makan Sudah ada beberapa menuh yang sudah terhidang disana,Zaki tidak mempermasalahkan itu semua, Zaki langsung Malahap makanan itu dengan kahap kerena beda yang rasanya dari biasanya dia makan pagi ini, namun dia juga tidak mau menanyakan itu pada Bik Sari.


"Bik!! "pangil Zaki


"Ya Den, ada apaemangil bibik?"ucap Bik Sari tergopo-gopo belari dari belakang keruang makan itu.


"Apa dia sudah bangun Bik?" tanya Zaki pada Bik Sari


"Non Tari ya Den."ucap Bik Sari


"Iya Bik.


"Non Tari sudah pergi kerja dari pagi Den."


"Kerja? "ucap Zaki bingung.


"Katanya ini hari pertamanya dia kerja di perusahaan besar."terang bik Sari pada Zaki.


"Ya sudah Bik silakan lanjutkan kerjanya." ucap Zaki sedikit tidak enak mendegar kata itu.


Entah mengapa Zaki sedikit tidak suka mendegar Tari bekerja,tapi Zaki hanya bisa diam saja apa yang diinginkan oleh istrinya itu,Zaki tidak begitu ikut campur dengan Urusan pribadi Tari.

__ADS_1


****************


__ADS_2