MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Tidak Sengaja bertemu mantan


__ADS_3

"Isss lo Megabil ciuman dan perawan bibir gue Arkannnnnn!!! " pekik Rara saat megejar Arkan sudah belari lebih dulu kedalam rumah.


Arkan ketawa senang saat ini dia bisa mengerjain Rara dan mengungkapkan perasaannya pada gadis itu.


"Kalian berdua lagi apaan sih, main lari-lari sih!! " kata Tari lagi bingung melihat kedua sahabatnya itu.


"Sialan lo Arkan,lo enak saja main cium-cium gue, apaan sihh lo!! " kesal Rara pada Arkan.


"Kalian ini lucu bangat ya, jadian juga gak masalahkan jalankan hubungan kalian ini dengan lebih serius Ra, lagi Arkan nyukai kamu sudah dari lama."ucap Tari paa Temannya itu.


"Persahabatan itukan lebih Enak dijalankan jika kalian sudah sama saling suka!! " kata Zaki juga ikut megomentari mereka berdua.


"Ayoklah Ra, Terima Arkan gak usah dipikirkan yang lainnya." kata Tari lagi


"Bagai mana Ya ta!!! " bingung Rara saat ini.


"Gak usah jawab sekarang, jika lo masih ragu pada gue.!! " sahut Arkan .


"Kasih gue waktu Satu minggu untuk memikirkan ini Arkan, jika gue tidak Membalas perasaan lo, apa lo akan mau berteman dengan gue?", kata Rara menatap Arkan yang duduk di depanya itu.


"Kenapa tidak Ra,yang penting gue sudah jujur dengan perasaan gue sama lo." kata Arkan jujur.


"Ya sudah, satu minggu gue akan beri jawaban nya sama lo."kata Rara santai.


"Aku tunggu kata Arkan Sedikit senang, tapi masih ada sedikit tidak tenang,jika Rara tidak membalas perasaannya.


"Ta gue ingin balek ini sudah malam, besok gue ada kerjaan pagi di kantor papa." kata Rara izin pulang pada mereka semua.


"Aku antar ya!! "tawar Arkan


"Gak usah Ar, gue pakek Taksi saja, lo bisa disini lebih lama lagi." kata Rara pada Arkan


"Enak aja lo Ra nyuruh gue disini nunguin mereka berdua, ngapain gue disini."Kata Arkan ikut bangkit mengejar Rara yang sudah keluar dari rumah itu duluan.


"Gue pergi dulu ya Ta, Zak!! " sambil berlari keluar.


"Mereka itu memang Aneh, tidak. mau jujur dengan perasaannya masing-masing, sama Dengan Mbak Ajeng dan Kak Gio." celoteh Tari sendiri.


"Sudah Sayang Jagan merepet terus mereka sudah Pergipun!! "ucap Zaki juga Bingung melihat istrinya itu lebih cerewet dari biasanya.


"Kamu juga Mas, ngapain masih disini, sana pulang,apa kamu gak gerah pakai Pakaian kantor kamu itu seharian."kata Tari Jiga merepet suamainya itu.


"Kok jadi aku yang disalahkan sihh!! " kata Zaki sedikit senang mendegar Tari lebih bijak dari sebelumnya dia tahu sifat asli istrinya itu.

__ADS_1


"Aku Malam disini saja, aku lagi malas pulang udah sangat lelah tubuhku." jelas Zaki menarik istrinya itu kedalam pelukannya itu.


"Mas apaan sih!! "


"Ingin peluk kamu sayang, semalam kamu mintak dipeluk, sekarang aku yang menginginkan malah Malu."kata Zaki Usil.


"Dari pada Kamu peluk aku Sebaiknya temani aku belanja ke supermarket ini masih belum malam bangat." kata Tari megajak suamainya itu untuk belanja bahan Makanannya selama tingal dirumah Zhidan.


"Ayok kita bekanja, karena hari ini aku akan mengasih nafkah untuk kamu sayang!! " kata Zaki lembut pada Istrinya itu.


"Ya sudah ayok Mas, keburu malam." kata Tari sambil Bediri dari pelukan suamainya itu.


"Tunggu dulu sayang aku ingin megusapnya bentar." kata Zaki megelus perut buncit istinya itu.


"Nantik saja Lanjutin jika mau tidur saja, sekarang kita pergi dulu." kata Tari singkat.


"Ya sudah Ayok!! " kata saki berjalan sambil. merangkul tubuh istrinya itu.


Tidak sampai 15 menit perjalanan ke supermarket akhirnya mereka berdua sampai, Zi juga ikut menemani istrinya itu belanja didalam Kerena Zaki tidak mau membiarkan Tari terlalu lelah.


Tari memilih bahan dapur dan sayur yang akan dikonsumsinya selama tingal dirumah Zhidan,Setelah mua yang diperlukan Tari sudah lengkap, Tari berajak ketempat cemilan dan susu hamil untuknya, setelah itu Tari berkeliling lagi sebentar, mungkin masih ada yang dia buntukan.


"Ada lagi yang kamu Butuhkan Sayang? "kata Zaki.


"Jika kamu gak makan gak usah dimasak itu sayang, aku akan makan apa yang kamu makan." kata Zaki tidak mau istrinya itu terlalu repot untuk memasak lauk yang berbeda.


"Kok aku sih Mas, aku ingin selera kamu,aku tidak apa jika memaksakan itu untuk kamu, lagian aku juga gak ada kerjaan." kata Tari lembait.


"Itu terserah kamu saja dehh." kata Zaki mengikuti hati istrinya itu.


"Tari kembali ketempat Daging dan Ikan, setelah mendapatkan itu semua Tari juga baru ingat Mau membeli buah.


"Sudah?" kata Zaki pada istrinya itu.


"Kayak nya sudah Mas, kita bayar yok!! " ajak Tari pada suaminya itu.


Sebelum beranjak dari tempat buah itu Tari tidak sengaja melihat Serliy yang juga menatapnya dengan tidak suka kearahnya saat ini, Zaki melihat istrinya berdiri diam, Zaki akhirnya melihat juga kearah kemana istrinya itu melihat.


"Serliy!! " Kata Zaki kaget.


"Hai Sayang apa kabar, kamu kaget ya lihat aku disini, lama kita tidak bertemu sayang, aku sangat merindukanmu."kata Serliy Pura-pura pada Zaki dan memeluk Zaki.


"Apaan sih kamu, lepassas!! " kata Zaki menolak Serliy sedikit kuat.

__ADS_1


"Aku ingatkan pada kamu, jangan pernah meyentuhku dengan tangan kotor kamu itu." kata Zaki tampak sangat marah pada Serliy.


"Ayok sayang kita bayar belanjaan ini." Zaki menarik istrinya dan mendorong troliynya.


"Hai wanita Murahan,kamu banga mendapatkan dia, lihat saja nanti aku akan membalas kalian berdua, dasar wanita murahan.


"Puukk!! " tamparan Tari melayang di pipi mulus Serliy saat ini.


"Anjirr sialan Kau!! " pekik Serliy pada Tari emosi."


"Jagan pernah kau meyebutku wanita murahan dengan mulut kotor kamu itu,cobalah kau berkaca pada dirimu sendiri, jika sudah benar dirimu itu baru kau bisa bilang aku seperti itu, sekarang Mana murahan aku dari kau!! "tunjuk Tari sangat emosi.


"Apa kau bilang sialan kau murahan!! "Teriak Serliy ingin mendaratkan tamparanya pada Tari, namun belum sempat tangannya itu sampai dipipi Tari, Zaki lebih dahulu menangkap tangan Serliy.


"Jangan pernah kau menyetuh isriku, sekarang kau yang seharusnya sadar akan posisi kamu itu, bukankah kau yang memilih jalan ini,tidur dengan bayak pria,bukan aku dan Tari disini yang salah, aku meningalkanmu ketena kau lebih murahan dari istrinku, jangan pernah kau samakan diri istriku danganmu."ucapa Zaki sangat geram pada Mantan kekasih nya itu.


"Pergilah menjauh dari kedupanku,jika kau tidak mau aku berbuat lebih kasar dan mempermalukanmu,jangan pernah kau menampakan dirimu didepanku lagi." Kata Zaki sangat membenci Mantanya itu.


"Ayok Sayang Kita Pergi!! ajak Zaki pada istrinya itu.


Lain dengan Serliy menatap jahat pada kedua orang itu.


"Awas saja kau Zaki, aku tidak akan membiarkan hidup kamu tenang atas kesengsaraanku, aku akan membuat kau akan menyesali atas ucapanmu itu. "kata Serliy geram dan rasa dendam pada Mantan kekasihnya itu.


Setelah siap membayar belanjaan Tari semua Zaki mengajak Tari pulang,namun Zaki meyempatkan singgah dulu ke butik langananya untuk membeli pakaiannya dan untuk kerjanya besok, kerena Zaki malas untuk pulang kerumahnya.


Arah pulang Zaki melihat istrinya itu agak diam.


" Kamu gak apa-apa sayang?"


"Emang aku kenapa Mas!! aku tidak masalah dengan ancaman mantan kamu itu, aku tidak pernah takut padanya sekalipun aku harus mati. "kata Tari asal menjawab.


"Ciitttttt !! " bunyi rem mobil Zaki menepi dengan tiba-tiba.


"Kamu apaan sih Mas mau bunuh istri dan anakmu!! " Tari kaget kerena suaminya itu.


"Jangan pernah berkata seprti itu sayang, kamu tidak akan pernah meninggalkan aku, jangan bilang lagi."kata Zaki.


"Aku cuma reklek aja Mas bilang itu. kata Tari agak tenang.


"Ayok jalan lagi biar kita samapai rumah ini sudah sangat malam kali."kata Tari pada suamainya itu, walau saat ini ada sedikit rasa takut mendegar kata mantan Kekasih suamainya itu, jika dia melakukan sesuatu pada Zaki atau dirinya.


Dalam perjalan pulang Tari sedikit memikirkan ucapan mantan suamianya itu,sepertinya Serliy tidak mudah menyerah begitu saja mekihat Zaki dan Tari saat ini baru ingin memulai kehidupan baru untuk keluarga nya.

__ADS_1


***************


__ADS_2