MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Berbicara sama kedua Abang


__ADS_3

Setelah Mereka siap sarapan semua,pagi ini Gio lansung pulang bersama Ajeng


begitu juga dengan Reza sedangkan Zhidan dan Syarif mencari tempat teryaman untuk tidurnya pagi ini, kerena kantuknya sudah tidak bisa ditahan lagi.


Tari Hanya duduk saja sambil memperhatikan suaminya itu tidur diranjang Sendiri saja, sedangkan dia sibuk dengan coret menciretnya dikertas buku itu, megisin waktu kosongnya saja sambil menunggu Zaki bagun.


"Kayak ini Bagus, pasti mbak Ajeng suka, dan pasti ini sangat bagus untuk kalanagan anak muda model kini, tampaknya keren." kata Tari sambil tersenyum mengambar itu semuanya,kamu ini apa si Mentari, kuliah dibagian arsitex, sedangakan kamu suka mengambar Pakaian." senyuman Tari terlihat lagi bahagia dan senang hari ini.


"Kok aku bosan ya, jam berapa ya? kata Tari ngomong sendiri saat ini.


Saat ini sudah jam 11 siang Tari sudahnmeyiapakan gambar rancangan pakaian terbaru Ajeng saat ini dibuat oleh Tari yang berserakan dimeja kamarnya itu.


"Sebaiknya aku cari cemilan kepur dulu dehh dari aku bosan nungguin dia tidur."kata Tari sambil beranjak keluar dari kamarnya itu.


Tari Kedapaur membuka Lemari penyimpanan cemilan, "isss aku gak suka ini, apa yang ingin dimakan ya aku lapar lagi." kata Tari bingung ingin makan apa.


"Neng Tari Cari apa?" kata Bik ijah yang baru siap membersihkan rumah saat ini.


"Bibi sudah lama Datang?tanya Tari pada Bik ijah.


"Sudah dua jam yang lalu neng, orang rumah ini pada Tidur semua."kata bik ijah


"Aku ingin makan cemilan bik, tapi gak tahu maunya apa!! " lesu Tari saat ini.


"Kalau itu ya gak tahu bibik harus kasih selusi apa Non,jika Nona tahu apa yang diinginkan bibik bisa bantu bikinkan.


"Bik kita Prisa dikulkas apa saja yang bisa kita manfaatkan untuk bikin cemilan."kata Tari pada bik ijah.


Tari dan bik ijah Melihat isi kulkas,ada buah pisang yang yang dibelinya kemaren,dan ada kacang ijo.


"Bik itu ada pisang, kita bisa bikin goreng saja bik,agar bisa Tari makan." kata Tari


"Baiklah,,biarkan saja bibik yang bikin, Nona bisa tungguin dimeja makan saja, kasihan bibik lihat Nona sudah Susah bergerak." kata Bik ijah.


"Makasih ya bik." kata Tari pada bik Ijah.


Tidak butuh lama Pisanga goreng yang dibuat oleh bik ijah Siap juga, Tari sangat senang melihat Pisang goreng itu sudah terletak di depan yang itu.


"Bik ini pasti enak, aku gak Sabar ingin mencobanya, tapi masih panas." kata Tari sedikit meniup pisang goreng itu.

__ADS_1


"Apaan tu dek,kayaknya enak bangat." kata Zhidan tiba-tiba sudah ada di sampingnya.


"Abang sudah Bangun, abang mau?ini aku ingin makan cemilan, tapi yang aku beli kemaren tidak Suka, makanya Tari mintak bik Ijah untuk bikin pisang goreng saja." jelas Tari pada Abangnya itu.


"Mau dong dek, Abang juga lapar!! bibik masak apa hari ini?"tanya Zhidan pada Bik ijah.


"Itu Den, bibi masak ikan goreng balado saja,sama tumis kangkung." jelas Bik Ijah


"Aku mau makan Bik, bisa gak Bibik tarok sambalnya disini." kata Zhidan lagi.


"Baiklah den Bibik akan Siapkan dulu bentar. " kata bik Ijah sambil mengambil piring dan Air minum, selelah itu bik ijah menaruh sambal dan masih diatas meja makan itu.


"Sudah siap den silakan dimakan ya!!! " kata bik Ijah.


"Terimakasih ya bik!!"kata Zhidan langsung megisi piringnya dengan nasih yang sudah disiapkan oleh bik Ijah barusan.


"Kalian lagi apa sih kok ribut saja dimeja makn ini." kata Syarif juga bari bangun.


"Makanlah,lo mau makan juga gak?" kata Zhidan.


"Ya makan dong, masak lo aja yang makan sendiri." Syarif santai.


"Kalian berdua makan dulu gak usah ribut terus,makan aja diributkan juga."'kata Tari cerewet.


"Bang,, lepas sakit pipiku dicubit kayak gitu." kata Tari sedikit sewot pada abang sepupunya itu.


"Kamu adek kecilku masih!! " kata Zhidan dan Syarif bersamaan.


"Kalian berdua ini gak bikin aku kesal gak senang,aku sudah besar Bang masak masih bilang kecil Bang, udah mau lahiran anak lagi."ngambek Tari pada kedua Abangnya itu.


"Walau kamu sudah nikah, kamu masih adik kecil kami. " Kata Zhidan lagi.


"Bang jangan gitu dong, nanti Mas Zaki segar bikin aku malu saja Bang!!! "regek Tari tidak mau dibilang anak kecil lagi.


"Gak bisa ditukar itu adik kesayangan kami, hanya kamu yang kami punya."kata Syarif tersenyum dan senang melihat Tari merasa kesal begitu.


"Abang Jangan pangil gitu ya pas aku sama Mas Zaki." kata Tari


"Eeh Zaki belum juga bagun Dek?" tanya Syarif lagi meyuap nasi yang ada dipiringnya.

__ADS_1


"Belum kayaknya Bang,mungkin ngatuk kali dia, semalaman gak tidur." jelas Tari pada kedua Abangnya itu.


"Betul-betul tu anak istri nunguin lama kayak gini sendiri." kata Zhidan


"Biarin saja Bang mungkin saja dia betul ngatuk kali." jawab singkat Tari.


"Udah pintar dia sekarang Idan,, udah bisa belah suaminya dia!! " ejek Syarif pada Adiknya itu.


"Ya tentu Bang aku bela suaminya Tari dong, dia adalah ayah dari anak Tari.


"Semoga saja kalian berdua bahagia menjalankan rumah tangga kelian ini kedepannya, abang bisa tenang melepaskan kamu sama Zaki,Abang yakin dia bisa menjaga kamu dan membimbing kamu kearah yang lebih baik." kata Zhidan tersenyum pada Adiknya itu.


"Aku juga berharap begitu Bang,semoga pernikahanku ini bisa kami pertahankan samapai kami tua nanti, tampak ada halangan untuk kedepannya." kata Tari pada Abangnya itu.


"Semoga saja kamu bahagia dengan pernikahan kamu ini, abang ingin yang tarbaik untuk kamu,Abang harap Zaki bisa menjaga kamu dan anak yang kamu kandung saat ini dengan Baik."kata Syarif memotong pembicaraan mereka berdua.


"Terimakasih banyak Bang, kalian berdua sangat meyayangiku dari kecil."kata Tari meneteskan air matanya.


"Hai Jangan menagis,sudah saatnya kamu bahagia."kata Zhidan mengusap air mata adiknya itu.


"Aku senang memiliki abang Seperti kalian berdua." Kata Tari sambil menangis.


"Hai kalian lagi apaan sih, kok istri gue nagis lo pada apakan ?" tanya Zaki tiba-tiba datang dan duduk di samping kanan Istrinya itu.


"Lo gak tahu aja Adik kakak itu kayak mana, terkadang ada senangnya,dan ada saatnya untuk berbagi cerita sama Kita." kata Syarif pada Zaki.


"Gak usah menangis itu lihatlah kumu sungguh jelak menangis seperti itu." kata Zaki pada istrinya itu.


"Mana ada begitu Mas, itu kata kamu saja." kata Tari lagi sambil kehapus air matanya.


"Kamu mau makan Mas, sekalian makan sama Mereka berdua, biar aku ambilkan piringnya dulu." kata Tari ingin berdua di dari duduknya.


"Gak usah, biar aku saja yang mengambil piringnya sendiri sayang, kamu duduk cantik saja disini, ok!! " kata Zaki bangkit untuk mengambil piring yang ada dilemari piring.


"Ya Mas, terimakasih banyak ya, kamu gerti kedaan ku saat ini."kata Tari pada Zaki.


"Jagan bilang gitu!! " senyum Zaki pada istrinya itu.


"Setelah makan siang ini kamu bisa siap-siap kita akan pergi ke luar sebentar." kata Zaki

__ADS_1


"Baiklah, kamu makan cepat, biar bisa kita berangkat Agak awal." semangat Tari


************


__ADS_2