
Sore ini Tari bersiap akan pulang, kerena jam kerja sudah usai,Tari beranjak untuk keluarga dari gedung itu tinggi itu,Saat Tari akan masuk Life dia tidak sengaja bareng sama Nio seprofesinya seruangan dengan dia dalam kerja.
"Hai Tari kita berjumpa lagi? "sapa Nio pada Tari.
"Iya Kak kita bertemu lagi, kakak mau langsung pulang ?"ucap Tari ramah.
"Iya, kita bisa turun sama!! "kata Nio santai dan masuk kedalam. Life yang sudah terbukak.
Tidak lama Mereka sampai di lantai besmen perusahaan Itu,Tari keluar dari life bersama Nio dangan bercerita sambil tersenyum. pada Nio menceritakan tentang kerjaan mereka hari ini.
Ada sepasang mata tidak Suka saat ini melihat Tari dekat dengan lelaki,Tari sampai Ditempat dimana biasa pak Mamat selalu Menunggunya saat pulang kerja, namun tidak sang supir itu tidak terlihat.
"Pak Mamat Mana Ya, biasanya dia ada disni jika jam segini."kata Tari sambil melihat HPnya.
"Tik... Tik...!! " bunyi klasok mobil Zaki saat ini berenti di dekat Tari.
"Issss ngapain lagi ni orang." kesal Tari pada Zaki yang turun dari mobilnya.
"Masuklah Kita pulang bersaama hari ini. " kata Zaki membukak pintu mobil untuk istrinya itu.
"Apaan sih, kamu tidak usah repot untuk menjemputku,itu akan membuat kamu sangat repot, aku akan pulang sama Pak Mamat."kata Tari menolak ajakkan Zaki.
"Jangan membantah Tari!! Aku tidak mau kasar padamu,megikutlah kataku."kata Zaki agak mulai emosi.
"Kenapa kamu selalu memaksa kehendakmu padaku."ucap Tari sangat kesal pada Zaki sambil masuk kedalam mobil Zaki saat ini.
"Gitu dari tadi aku tidak akan kasar pada kamu."ucap Zaki menjalankan Mobilnya menigalkan perusahaan milik Gio itu.
Didalam perjalanan Tari hanya megupat Zaki kerena rasa kesalnya pada Zaki, Tari hanya bisa bicara dalam hatinya saja.Zaki memperhatikan Istrinya itu berwajah masam saat ini menghadap kejendelah dia hanya bisa tersenyum saja.
"Ngapain kamu sersenyum, apa ada yang ada yang aneh pada diriku?"tanya Tari pada suaminya itu.
"Tidak."jawab singkat Zaki pada istrinya itu.
"Awas kamu megetawakanku."kata Tari lagi dengan mungka kesalnya.
"Apa ada yang kamu inginkan?"kata Zaki lembut pada Tari.
"Gak,!!kita bisa langsung pulang saja akau sangat lelah." jawab singkat Tari
"Baiklah,, kita pulang sekarang mama dan Papa sudah sampai dirumah saat ini!! " kata Zaki lagi pada istrinya itu.
__ADS_1
"Kenapa Kamu menjemputku?aku bisa pulang diantar pak Mamat pulang. "kata Tari lagi pada Suaminya itu.
"Kerena Aku tidak Mau Orang tuaku tahu kelakuanku pada kamu, ingat jangan pernah kamu bilang ini sama Mama!! "kata Zaki pada Tari.
"Ok.
Setelah itu mereka sudah Tidak berbicara lagi sepanjang menuju rumah Zaki, Tari hanya hanyut dalam pemikirannya saat ini,dia merasakan sedih kerena ucapan Zaki, kerena orang tuanya saja dia melakukan ini semua ini padanya, ada sedikit rasa senang dihati Tari sedikit perhatian Zaki padanya walau hanya tidak bayak untuknya.
Setelah sampai Mereka keluar dari mobil itu, manun Tari melupakan lagi jika dia sudah harus tingal dalam rumah besar itu saat ini, Tari berjalan kearah samping rumah Zaki ingin ke kamarnya.
"Hai tunggu Tari,kamu mau kemana."ucap Zaki mengejar dan memegang Tangan istrinya itu cepat.
" Apa lagi sih. "kata Tari kesal.
"Kamu tidak tingal dibelakang lagi, sekarang kamu harus tingal didalam sama aku."kata Zaki masih Menegang tangan istrinya itu.
"Astaghfirullah akau lupa, maaf aku lupa Mas, "Sekarang ada Mama dan Papa didalam."ucap Tari pada Zaki.
"Ayok ikut dengan aku kedalam."ajak Zaki pada istrinya itu, sambil menarik Istrinya itu dengan lembut.
Sampai dipintu Tari sudah merasa tidak nyaman tangan Zaki memegang tangannya saat ini.
"Mas lepas dulu tangannya,tanganku sangat sakit."ucap Tari alasan saja kerena dia sudah tidak nyaman dalam situasi seperti ini.
"Ayok kita Masuk!!" ajak Tari lebih dulu masuk dengan megucapkan salam yang tidak pernah dia lupakan.
"Assalamu'alaikum.!! " kata Tari
"Waalaikumsalam...!! " sahut dari dalam.
"Kalian sudah kembali Nak,Tari mari sini Mama sagat senang melihat kamu saat ini, kerena sudah hampir Tiga bulan kita tidak bertemu Nak."
"Tari Juga senang Mama sudah kembali lagi." kata Tari sambil meyalimi Mertuanya itu.
"Apa kabar Pa?"ucap Tari sopan sambil mencium tangan Papa mertuanya itu.
"Alhamdulillah Nak Papa sehat seperti kalian lihat saat ini."ucap Pak Marwan pada Menantunya itu.
"Kamu apa kabar Nak, bagai Mana dengan cucu kami ini, apa dia sehat didalam sana?"ucap Mertuanya itu.
"Alhamdulillah Pa, gak ada gangguan pada bayi dan Tari saat ini, kami sehat-sehat saja."kata Tari berbicara hangat Pada kedua mertuanya itu.
__ADS_1
"Kamu Senang Nak tingal disini, Zaki tidak memperlakukan kamu dengan tidak baikkan?" Kata Mama Sodiah.
"Alhamdulillah Mah aku senang tingal dirumah ini, dan juga aku diperlakukan dengan baik oleh Mas Zaki kok, dia sangat memoerhatikanku selama tingal disini."ucap Tari saat ini pada Kedua orang Tua Zaki, kerena Tari juga tidak mau Mama Suaminya itu tahu atas perlakuan Zaki padanya selama ini padanya.
"Syukurlah jika kamu diperlakukan baik dengan baik Nak, Mama sangat senang mendegarnya."kerena Mama Sodiah sangka sudah ada perubahan pada hubungan mereka berdua saat ini.
"Kalian Istirahat dulu,Mama Akan disini untuk beberapa hari ini, baru setelah ini Mama kembali kerumah utama." jelas Mama Sodiah sangat perhatian Pada Menantunya itu.
"Zak, bawa istrinya kamu istirahat dulu, karena dia pasti sangat lelah."ucap Papa Zaki padanya.
"Baiklah Pa aku dan Tari kekamar dulu." kata Zaki Pada Papanya itu.
"Kami Kekamar dulu ya Ma.ucap Tari Meningalkan Kedua orang tua Zaki.
"Ya,sayang,,pergilah.senyum Mama mertuanya itu.
"Ayok Mas!! Ajak Tari Cepat-cepat menarik Tangan suaminya itu dari kedua mertuanya itu.
"Cepat tunjukan kamar kamu dimana, aku gak tahu dimana letak kamar kamu. "kata Tari pada suamianya itu sedikit berbisik pada Zaki.
"Jangan Main tarik dong, entar kamu jatuh Tari."kata Saki mengingatkan Tari.
"Maaf Mas aku gak ingat ada anak aku juga disini!! "senyum Tari sedikit pada suamianya itu.
"Ayok sini, kamarku ada diatas, tapi kamu harus Hati-hati berjalan naik tangannya."ucap Zaki lembut.
"Ini sunguh meyulitkan aku Mas,aku sunguh susah untuk naik keatas sini dengan keadaan ku lagi perut membesar seperti ini."kata Tari
sambil berjalan pada keatas lantai dua rumah Zaki saat ini sedikit kesulitan.
"Sini aku bantu naik !!"ucap Zaki membantu Tari memegang tangan istrinya untuk naik atas.
Samapai dikamar Zaki, Tari hanya bisa diam Saat ini kerena kamar Itu sangat besar dan cantik tidak terbayangkan oleh Tari selama ini.
"Kamu Pergilah Mandi bersihkan dulu tumbuh kamu itu."Ucapa Zaki pada istrinya itu sedikit perhatiannya.
"Dimana Pakaianku ditarok Buk Sari Mas?"Tanya Tari pada Suaminya itu.
"Kamu bisa lihat Ruangannya sebelah, disana ada pakaiannya kamu."ucap Zaki santai.
"Terimakasih Mas, aku kan Mandi dulu."kata Tari beranak masuk kedalam kamar mandi milik Zaki.
__ADS_1
Zaki melihat Tari ada sedikit perasaan lain dihatinya sat ini, ada sedikit rasa kasihan pada Tari namun Zaki selalu menepis perasaannya itu.
***********