MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Perbincangan yang seru


__ADS_3

Ajeng dan Tari ikut bergabung dengan kelima Pria tampan itu malam ini,Ajeng duduk disrbelahnya Gio saat ini, sambil meletakan Kopi yang sudah dibuatkan oleh Tari.


"Ini kopi kalaian ya, selakan nikmati." kata Ajeng senang.


"Kamu kenapa sih? aku perhatilan kamu senang bangat Jeng?" tanya Gio pada Ajeng.


"Aku biasa saja Dokter ganteng."kata Ajeng selalu begitu jika sama Gio.


"Aku setip hari dibilang ganteng tapi aku lamar jadi istriku kamu gak mau. " kata Gio santai.


"Ya sapa yang mau jika kakak melamar anak gadis orang seprti itu,gak ada romantisnya,harta kakak itu banyak masak lamar cewek kaya gitu, dasar pelit Kamu kak!!" kata Tari meyanbung perkataan Gio dan Ajeng.


"Itu Tari saja tahu, masa kamu gak gerti sama aku sih Dokter ganteng ." kata Ajeng santai.


"Gio itu seumur hidupnya itu akan melajang saja, dia tidak akan memikirkan kebahagia dia kok, untuk apa kamu capek nyuru dia melamar kamu dengan romatis jeng, pacaran saja kalian gak." kata Zhidan


"Sebaiknya kamu nikah sama aku aja ya Jeng, sebaiknya kamu Terima aku saja dehhh." kata Zhidan Membuat Gio melotot kan matanya itu pada sahabatnya itu.


"Apa lihat-lihat,biar sama Aku saja Ajengnya, dari pada lo angurin dia, bagus gue yang ambil." pancing Zhidan Pada Gio.


"Awass saja lo jika Berani Ihdan gue bacok kepala lo." balas Gio juga geram pada sahabatnya itu.


"Maka jangan lo gantung Anak orang lo harus pastikan hubungan elo itu kearah mana, kalian itu sudah mudah lagi,ingat umur kalian sudah kepala tiga, bentar lagi tu tubuh akan bongkok." kata Zhidan Lagi.


"Dasar lo, ngatain gue kayak gitu tapi lo sampai sekarang belum juga nikah, apa lo gak laku ya."kata Gio tidak mau kalah mereka saling menjelekan satu sama lainnya.


"Lebih baik Zhidan Tidak ada wanita sama sekali dari lo, sudah ada wanita tapi milih diangurin." potong Syarif santai.


"Lo juga Sama kaya dia, faktanya gak usah ikut-ikit Lo dehhh sya, gue kesal bangat sama kalian berdua."kata Gio duduk santai sambil memperhatikan Ajeng dengan santai aja melihat perdebatan merema bertiga.


"Gue milih Asistennya Zaki ajah dehhh pada kalian gak jelas,Reza lo mau gak Jadi pacar gue gak ?jika iya lo jawab sekarang." kata Ajeng Pada Reza yang ikut diam saja mendegar perdebatan mereka bertiga, Reza juga sangat kaget.


"Kok aku dibawah-bawak sih Nona, aku gak tahu menahu soal itu." kaget Reza.


"Jika lo berani Za awas lo, gue gak bakal ampun ini lo."ancam Gio melihat ke Reza.


"Belum apa-apa lagi, aku sudah kenak amacam, lebih baik tidak sama sekali Nona, dari hidupku sengsara lebih baik aku tolak saja sekarang ya." kata Reza acuh tetap dingin dan cuek saja.


"Ahhh elo gak asik Za, belum apa-apa lo udah nyerah."kesal Ajeng pada Asisten Zaki itu.

__ADS_1


Ajeng memperhatikan Gio juga sudah bisa diam lagi dia sudah bingung saat ini, Ajeng yang duduk didekatnya juga sudah tidak nyaman.


"Elo kenapa Si Dokter ganteng,gak bisa diam lo." kata Ajeng.


"Gue lagi mikir apa kata lo tadi, mau gak jadi pacar gue ?"tanya Gio pada Ajeng datang gilanya.


"Oiiii nyadar jadi orang, baru dibilang Masak nembak cewek kayak gitu, memang betul gak bisa romantis nya sedikit sama Dia,masa lo nembak Jadi pacar lo disini dekat kita, yang serius napa sih Gio."kata Zhidan kesal juga pada Sahabatnya itu dan Zhidan melemparkan bantal soffa di tangannya pada Gio.


"Gak peka lo jadi cowok."kata Zaki menyambung Kata Zhidan.


"Lo itu bicara yang serius bukan kayak barusan,makanya jangan kerja terus lo,jadi tidak ada waktu untuk mengenal wanita yang lo suka."kata Syarif lagi.


"Kok pada ribut kalian sihh, pusing kepalaku mendegar perdebatan Kalian itu." kata Tari sudah bingung dari tadi melihat kelima lelaki itu dengan sifatnya masing-masing.


"Sayang biarin mereka seperti itu,itu urusan mereka ." kata Zaki pada istri nya itu


"Bikin palaku pusing Mas."cerewet Tari pada suaminya itu.


"Kayak ini lebih baik tu kelian dari dulu, pasti adek ku gak sedih." kata Zhidan pada Zaki.


"Aku sudah mintak maaf sama kamu Idan,aku baru bisa nyadari perasaan aku sama adikmu kamu."jawab Zaki apa adanya.


"Ehhh Bang apa Ayah sama ibuk tahu Abang pulang ke Indonesia?"kata Tari bertanya pada Zhidan.


"Belum,nantik abang siap dengan kerjaan akan pulang jeguk mereka berdua Ta,apa kamu ingin ikut dengan ku?" kata Zhidan menawarkan.


"Jangann!!! " Kata Gio dan Zaki serentak menatap Zhidan.


"Jangan gila lo ya Idan, Tari suah dekat waktu lahiran aku harap jangan berpergian jauh lagi, takut kenapa-kenapa dijalan." jelas Gio pada Zhidan.


"Gue juga gak bakal biarin istri gue pergi lagi, kerana waktu lahiran Tari sudah dekat." kata Zaki juga.


"Lo bawak saja Ayah dan ibu, kesini kerena Tari juga Beberapa minggu lagi sudah masuk nungguin hari lahiran."kata Zaki lagi pada temannya itu.


"Nantik gue omongi pada Kedua orang tua gue dehhh." jawab Zhidan Santai.


"Lo Syah bagai mana dengan tawaran gue kemaren itu,jika tidak Mau aku akan cari orang lain untuk mengurus rumah sakit, soalnya aku akan pokus ke perusahaan sekarang dan akan pokus pada wanita disebelahku ini." kata Gio santai tersenyum. pada Ajeng.


"Kok aku sih Dok!! " sewot Ajeng pada Gio.

__ADS_1


"Terus mau kayak mana, katanya kamu mau aku lebih serius lagi, makannya aku harus tingakkan salah satu pekerjaan aku." jelas Gio pada Ajeng.


"Itu terserah kamu saja dehh, aku gak bisa bilang apa-apa pada kamu, jika kamu serius sama aku, yaaaa kita jalankan, tapi jika kamu untuk main-main saja Aku juga gak mau, patah hati ulah kamu nantik." kata Ajeng serius menatap Gio.


"Tentu aku serius Jeng,demi kamu aku tingalkan salah satu profesi ku sebagai dokter kandungan."kata Gio benar-benar serius pada Ajeng.


"Gitu baru seru!! " kata Tari senang melihat dua orang di hadapannya itu.


"Kalian ini suka, tapi gak mau usaha untuk jujur, aneh!!! " kata Syarif lagi.


"Lo Jagan megalikan pembicaraan Sya, lo jawab dulu kata gue tadi." kata Gio lagi pada Syarif.


"Jika lo mau, gue yang Menurut rumah sakit lo, bisa gak lo belikan gue satu apartemen yang dekat dengan rumah sakit itu.


"Itu aja!! yang lo mau. " kata Gio tersenyum pada Syarif.


"Asal lo mau gue akan kabulkan Permintaan lo itu." kata Gio santai menatap Sahabatnya itu.


"Ok, jika lo mau Megabulkan itu semua, aku akan mengambil alih apa yang lo pegang sekarang." kata Syarif menerima tawaran itu.


" Baiklah berakti dil, lo jangan pernah berbohong padaku." kata Gio senang akhirnya dia akan meninggalkan profesi dari gelar Dokternya itu.


"Aku akan Megundurkan diri setelah Tari lahiran,setelah itu lo yang lanjutkan menurut rumah sakit Milik gue."kata Gio.


"Baiklah, berati belum bulan ini gue harus pindakan, berakti gue masih bisa menyelesaikan Kerjaan gue sedikit lagi pada rumah sakit desaku,dan aku harus mencari ganti dokter baru untuk disana."kata Syarif.


"Lo bisa selesaikan dulu kerjaan lo disana,setelah Tari lahiran baru lo yang mengantikan gue." kata Gio.


"Selamat Ya Bang, sebentar lagi akan menjadi kepala rumah sakit Besar ." kata Tari senang melihat Abang sepupunya itu mau Pindah kerumah sakit besar.


"Demi teman, gue lakukan ini, biar dia bisa hidup bahagia sama Wanita pujaannya itu." canda Syarif.


"Ahh lo jangan gitu Syah, masa gak mau lihat gue bahagia sama Gio." kata Ajeng santai.


"Iya gue senang jika lo nikah sama bujang lapuk itu." ejek Syarif pada Gio.


"Enak aja lo bilang Bujang lapuk." kata Gio melemparkan Bantal ke kepala Syarif.


"Hahahaha😂😂😂😂!!! " mereka semua ketawa melihat tingkah konyol Gio dan Syarif selalu ribut dari zaman kuliah.

__ADS_1


*************


__ADS_2