MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Tawaran kerja baru untuk Lira


__ADS_3

Malamnya Lira baru saja siap mandi kerena baru saja pulang dari kampus kerena jam kampusnya suka tidak menentu, malam ini Lira sedikit kelelahan karena lelah bekerja dan lelah dengan pikirannya pada Zhidan yang sudah tidak berada di Indonesia lagi saat ini.


"Sungguh malang nasib lo Lira, lo suka sama pria tapi dia tidak meyukaimu, kenapa begini kali tentang percintaan lo sungguh menyulitkan selama ini, tidak seindah yang lo impikan." keluhan Lira pada dirinya sendiri.


"Ahhhh gila gue mikir si om tampan terus, sudah satu harian dia berlalu dari hidup gue, namun wajah tampannya tidak hilang dari pikiran gue, lo kenapa Ra, sadarlah Ra, dia bukan untuk lo,dia hanya diangan dan mimpi lo saja, jauh jarak yang akan menyatukan lo sama dia,siapa diri lo hanya putri dari pembantu."kata Lira lagi sangat lelah berpikir sendiri.


"Sebaiknya gue cari makan, dari gue mikir tu si om tampan terus bisa-bisa gue mati kelaparan. " kata Lira Bangkit dari tempat duduknya saat ini kerena perutnya sudah keroncongan.


Lira berjalan kedapur dan melihat Ibunya lagi membersihkan piring makan malam tuanya Yang baru selesai makan malam.


"Buk, masih sibuk?Sapa Lira yang baru saja sampai didapur itu.


"Ehhh kamu Nak,, kamu sudah siap mandi, sana makan,setelah makan kamu di pangil oleh Tari dirungannya, katanya Dia ada ingin dibicarakan pada kamu." kata Buk sari pada putrinya itu.


"Ohhh,, baiklah buk Lira makan saja dulu, nantik cacing diperut ku pada demo mintak jatah makan malam nya." sahutnya suka asal.


" Kamu ini selalu ngomong suka asal nak, tidak pernah berubah."kata Bik dari heran melihat tingkah putrinya itu.


Lira lasung megambil nasih dan lauk dilamari simpan setelah itu dia makan dengan santai dimeja dapur tidak jauh dari buk sari, setelah beberapa menit akhirnya lira siap juga dengan makan malamnya saat ini.


" Alhamdulillah,, akhirnya bisa bernafas tenang juga ni cacing dapat jatanya." kata Tari asal.


"Ya sudah sana cepatan kamu keruangan kerja Tari nantik kamu kelamaan ditungguin sama dia." kata Bik Sari tidak enak pada Istri majikanya itu.


"Sabar bentar ngapa sih buk, baru saja Lira siap makan,nasinya aja belum pada tepat masuk usus tu." Sahutnya yang suka ngelantur kemana-mana.


"Kamu ini kalau ngomong suka asal nak, kamu itu sudah anak gadis, Jagan bertingkah seperti anak kecil terus Nak." kata buk Sari pada putrinya itu.


"Putri ibuk ini sudah dari sononya seprti ini buk, jadi jangan pernah herann pada sifatnya, selamanya Lira seperti ini buk." kata Lira lagi.


"Sudah bersihkan tangan dan piringa kamu itu, cepatan sana." kata Bik Sari sedikit Kesal pada putrinya itu.

__ADS_1


"Iya mamy ku!!! " kata Tari santai.


Bik Sari hanya megelengkan kepala saja melihat tingkah putrinya itu.


Setelah itu Lira lasung keruangan kerja Tari dan Zaki saat ini, sebelum masuk keruangan itu Lira selalu sopan, dia tidak lupa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Tok.... tok..


"Masuk Saja Ra,pintu gak dikunci!! " sahut Tari dari dalam.


"Malam Mbak!! " sapa Lira Sopan.


"Sini Ra, ada yang ingin Mbak omongin sama kamu." kata Tari tersenyum pada Lira.


"Ya Mbak,ada apa Mbak ?" tanya Lira kembali.


"Kamu duduk lulu ngapa sih Dek!! " kata Zaki yang juga lagi melajutkan pekerjaannya dikantor tadi.


"Mbak dengar lo nilai bagus dikampus Ra,apa sebaiknya kamu bekerja di perusahaan Kak Zaki saja dari pada ditoko kak Reza, kerena kemapuan kamu Mbak rasa bisa melakukan pekerjaan itu." kata Tari


"Bekerja di di perusahaan kak Zaki? apa tidak terlalu baik buat aku Mbak?tapi aku belum ada pengalaman kerja mbak, bagai mana bisa aku kerja disana?" kata Lira ragu.


"Kamu bisa belajar sama yang lain disana nantik,apa sala kamu mencoba Ra." kata Tari lagi.


"Tapi siapa yang akan bantu Kak Reza ditoko nya Mbak? selama setahun ini Kak Reza mempercayai ku untuk mengurus tokonya, jika aku kerja ditempat Kak Zaki apa kak Reza gak apa-apa?" kata Lira lagi.


"Kamu salah Ra, mala Reza yang mengajukan ide ini pada Kak Zaki, kerena kamu sudah tidak bisa lagi bekrja ditokonya." kata Zaki Becanda.


" Kenapa Begitu kak,tadi kak Reza tak bilang apa-apa sama Lira."bingungnya saat ini setelah Mendegar kata Zaki.


"Mana kakak tahu dek,kamu tanya saja sama bos kamu itu nantik." kata Zaki lagi.

__ADS_1


"Ahhhh dasar bos tidak ada aklak tu,tidak ada terimakasih sama Lira." repet Lira Kesal Mendegar kata Zaki barusan.


"Ahhh kamu ini Mas, suka kali menganggu Lira." kata Tari pada suaminya itu.


"Tapi ini benar Lira, Reza yang megusulkan kamu untuk pindah kerja ke perusahaan Kak Zaki, kerena kamu memiliki nilai bagus besik kerja kamu pasti bagus juga."kata Tari tersenyum.


"Baiklah Mbak, Lira akan coba dulu, tapi habis bulan ini saja Lira mulai kerjanya Kak, kerena Lira harus bantu Kak Reza,kerena bayak barang masuk dan merapikan dulu yang lagi bertumpuk masuk seminggu ini." jelas Lira Santai.


"Itu terserah kamu Dek, yang penting Kerjaan untuk kamu itu sudah nunguin kamu." kata Zaki Santai.


"Baiklah Lira Pamit Dulu Mbak, mau tidur Lira sangat lelah hari ini." kata Lira sopan dan keluar dari ruangan kerja Zaki itu.


Zaki dan Tari hanya tersenyum saja melihat Tingkah Gadis itu,Zaki Bangkit dari meja kerjanya dan Mendekat pada istrinya saat ini.


"Sekarang Kerjaan kamu Sayang yang harus diselesaikan!! " kata Zaki mengendong strinya itu keluar dari ruangan itu dan naik ke lantai atas mengedoang Tari yang masih tersenyum pada Zaki.


"Mas turunkan aku, kerjaanku belumm selesai. " kata Tari pada suaminya itu.


"Itu bisa besok kamu selesaikan, kamu harus selesaikan dulu karjaan rutin kamu setiap malam." kata Zaki penuh arti itu.


Sampai di kamar Zaki Menurunkan istrinya itu diatas ranjang yang yang selalu tempat bergulat mereka berdua.


"Kamu ini kenapa sih, selalau ingin seperti itu setiap malam, apa gak pernah bosan kamu Mas, atau kamu lelah." kata Tari lagi.


"Itu tidak ada akan membuat aku bisa bosan dan lelah Sayang, kerena itu yang membuat aku bertambah semagat." kata Zaki tersenyum pada istrinya itu, saat ini tubuhnya sudah diatas tubuh istrinya itu.


Tari sudah tidak bisa lagi menolak keinginan suaminya itu lagi, kerena itu juga kewajibannya untuk memuaskan suaminya itu, setiap dia memintak haknya.


Setiap malam kemesraan itu yang terjadi oleh sepasang suami-istri itu, kerena hubungan mereka bertambah harmonis saja semenjak kejadian nyang menipa Tari dan Zaki, cinta Zaki pada Istrinya saat ini sangatlah besar, dirinya sudah tidak bisa lagi berpaling pada yang lain, hanya istrinya satu-satunya yang tertanam di hatinya saat ini.


***************

__ADS_1


__ADS_2