
Semingu setelah kedatangan Gio dari rumah sakit Saat itu, hari ini Zaki betekat ke Inggris untuk melihat Istrinya dan putranya yang nasih berusia satu bulan, saaat ini bayinya itu sudah bisa dibawa pulang oleh zhidan,Ajengan yang menjaga bayinya kecil Tari baru satu minggu dibawah pulang oleh Zhidan dan Ajeng.
Ajeng saat ini belum Mau meningalakan Tari dan bayinya dirumah sakit itu,dia masih setia menemani Tari belum mau pulang ketnak air dalam satu bulan ini, walau Gio bolak balik pulang Ke tanah air, namun tidak dengan Ajeng.
"Idan Lihatlah Keponakan lo ini, dia pipisin gue!! " kata Ajeng kaget kerena putra Tari memipiskan Ajeng dicalananya.
"Auuuu kamu lucu kali ya, kok bunda di pipisin sih Sayang?" kata Ajeng senang bersama putra Tari.
"Mungkin dia ingin selalu ikut sama lo Jeng, lihatlah tingkahnya itu lucu banget!! " kata Zhidan juga Mengelus pipi gembul putra Tari dan Zaki.
"Kamu Doakan Mama kamu bisa siuman sayanh,bunda sudah merindukan dia,kita semua sudah sangat merindukan dia disini." ujar Ajeng sangat sedih Melihat teman yang sudah seperti adik baginya.
"Sudah jangan sedih lagi, kita banyak berdoa saja Ajeng agar Tari kembali pada kita semua,tapi jika Tuhan ingin mengambilnya aku juga iklas, gue sudah tidak tengah melihatnya Seperti sekarang, tubuhnya tanpak tambah kurus dan wajah pucat itu membuat Gue bertambah tidak tahan." kata Zhidan sedikit Menagis.
"Sudah Idan Gue merasakan apa yang lo rasakan sekarang,kita sama sangat kehilangan sekarang." kata Ajeng Memeluk putra Tari yang lagi melihatnya itu.
"Oekkkk... oekkkk bayi kecil dipeluk Ajeng itu Juga ikut menagis, setelah Mereka Menagis berdua dikamar Putranya Tari.
"Cup... cup..jangan Menagis sayang Bunda ada disini, kamu pasti merasa apa yang kita rasakan saat ini." kata Ajeng Mendiamkan Tagis bayi kecil itu.
" Ting tong...!! " bell rumah Zhidan berbunyi.
"Idan Lo bukak pintu sana, mungkin Kedua orang tua lo sudah Sampai!! " Kata Ajeng pada sahabatnya itu.
"Baiklah Gue buka dulu pintunya." kata Zhidan Bangkit dari duduknya.
Zhidan Berjalan keluar dari kamar putra Tari saat ini, dan membukakan pintu siapa yang sudah datang Siang begini.
Zhidan membukakan pintu rumah itu, dia melihat ada Zaki yang duduk dikursi rodah saat ini, membuat Zhidan memeluk teman dan Suami dari adiknya itu.
"Zak,lo datang kedini?keadaan lo masih belum pulih." kata Zhidan Binggung.
"Ayok masuk dulu nantik kita bicara didalam rumah !!" kata Gio.
Sampai didalam Zhidan Memeluk kedua orang tuanya itu, tangisnya timpah disaat ibunya bertanya tentang adiknya itu.
"Bagai mana dengan keadaan adikmu Nak?" kata Ibunya itu.
"Tari belum ada perkembangan sama sekali buk masih tetap seperti pertama dibawa kesini." jelas Zhidan.
"Ibuk sedih selama sebulan ini tidak bisa melihat adik kamu nak,ibu selalu memikirkan dia setiap saat, ibuk merindukan dia Nak!! " tangais ibunya Zhidan pecah saat memeluk putranya itu.
__ADS_1
"Ibu harus kuat menerima kenyataan ini,jika ada keajaiban untuknya dia akan kembali pada kita semua, tapi jika tidak ada kita harus mengikhlaskan dia Buk, Ayah dan juga kamu Zaki, walau kita tidak relah,kerena dokter sudah mengatakan tidak ada harapan dia akan bisa bertahan lagi bersama kita." ungkap Zhidan dengan isak tangisnya yang selalu ditahanya."
"Gue tidak akan pernah membiarkan itu terjadi pada istriku,aku beluam bisa menerima ini, terlalu cepat untuk gue dia meningalkan kita." ucap Zaki sangat hancur atas apa yang baru didengarnya barusan dari mulut kakak iparnya itu.
Ajeng keluar dengan Mengedong seorang bayi laki-laki ditangannya.
"Zak lihatlah putramu ini, dia bisa selamat dari kejadian itu,lihat sehat sekarang!! " kata Ajeng memberikan Putranya pada Zaki.
"Sayang Ini papa,kita harus bisa bawak mama kamu kembali pada kita lagi,kita tidak boleh meyerah seperti ini."kata Zaki mencium bayi laki-laki itu.
"Elo tenanglah Zak, jangan seperti ini, lo harus kuat." kata Zhidan lagi.
"Gue belum bisa Terima kenyataan pahit ini Idan, gue belum sangup harus berpisah dan mengikhlaskan dia." kata Zaki lagi menagis memeluk putranya itu.
"Tapi kita tidak bisa melihat Tari seperti ini Zak,mempertahankannya mebuat dia akan menderita, dokter sudah bilang tidak ada harapan hidup untuk adik gue lagi!! " sedih Zhidan.
"Nantik kita bahas, ini kembali Zak,kita harus kerumah sakit, saat ini kondisinya Tari sedang tidak baik, Dokter yang menangani Tari baru mengabarkan gue." kata Gio baru masuk dari luar.
"Apa Gio, istrinya gue!! kata Zaki kaget.
"Ayok kita semua kerumah sakit. " kata Gio.
"Ayok Nak !!!"kata Ayah mertua Zaki mendorong kembali Kursi roda Zaki.
Hanya Gio yang bisa masuk kerena dia juga Dokter,Gio sangat sedih melihat Tari sudah tidak berdaya itu terbaring di tempat tidur dengan alat medis yang lengket ditubuhnya saat ini.
"Bagai mana Dok dengannya?" tanya Gio pada dokter itu.
"Tari sudah tidak bisa metespon apapun lagi Detak jantungnya sudah tidak ada, jadi maaf Dokter Gio,kami tidak bisa menyelamatkan dia lagi." kata Dokter itu dengan berat.
"Ini tidak mungkin Dek,bangunlah, lihatlah orang tua kamu baru kakak Bawak dan suaminya kamu saat ini ada disini, bangunlah Dek!! " kata Gio sangat sedih melihat Wajah pucat itu.
Dengan Tetesan Air mata Gio keluar dari rungan itu untuk memberi kabar pada Keluarga Tari.
"Zak, buk,Ayah,masuklah, tolong bantu Tari untuk kembali kepada kita untuk terahir kali kita memangilnya, jika tidak ada respon, kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi, maafkan aku!!" kata Gio meneteskan air matanya di hadapan semuanya.
"Tidak mungkin Gio istri gue menigakan kami, anak ku membutuhkan dia." kata Zaki masuk. kedalam dengan kaki sakitnya Zaki turun dari kursi rodanya itu, tampa satupun orang disana menyadari Zaki bisa berdiri.
Sampai didalam ruangan itu Zaki meneluk istrinya itu,dengan deraian air mata.
"Sayang Bangunlah, aku disini bersama kamu bukalah matamu sayang!!! " pangil Zaki pada istrinya itu sambil mengoyang-goyang tubuh istrinya itu.
__ADS_1
"Aku membutuhkan kamu, putra kita sangat membutuhkan kamu, aku tidak bisa mengurusnya sendiri tampa kamu Sayang, bangunlah!! " Tagis Zaki terdegar pilu diruangan penuh alat medis itu.
**
Sedangkan didalam tidurnya panjang Tari saat ini dia bertemu dengan Mekar kekasihnya shidan yang sudah meninggal.
Tari duduk di hamparan padang luas sendiri tidak ada siapapun disana, hanya dia yang duduk bingung saat ini.
"Dimana aku,tempat apa ini?" kata Tari ada tanda tanya di dirinya saat ini, "Apa aku sudah tidak di duniaku lagi, apa aku sudah meningalkan orang-orang yang aku sayangi? Ayah, ibu,Bang,Mas Zaki dimana kalian aku disini sendirian, tangis Tari dalam kesendirian.
"Tempat kamu bukan disini Tari!! " kata Wanita yang tiba-tiba berdiri dibelakangnya.
"Mbak Mekar, kenapa mbak ada disini?" kata Tari bingung.
"Ini sudah tempatku Mentari,bukan tempat kamu, belum waktunya kamu disini,mereka semua masih membutuhkan kamu disana, kembalilah pada keluarga kamu, saat ini suami dan putra kamu sangat membutuhkan kamu,Mereka menunggu kamu Tari." kata Mekar Tersenyum dengan memakai pakaian serbah putih itu.
"Mbak,apa kamu tidak ingin kembali bersamaku,Bang Zhidan sangat Merindukan Kamu mbak!! " kata Tari
"Tidak Tari karena aku tidak bisa lagi kembali ke dunia kamu,aku dan shidan sudah berbeda dunia,suruh shidan untuk melupakan aku Tari, agar dia bisa hidup dengan bahagia tampa bayang-bayang diriku,aku juga bisah tenang disini." kata Mekar pada Tari.
"Pulanglah saatnya kamu kembali Tari... berjalanlah kearah cahya itu, jangan pernah kamu melihat kebekang lagi, berjalanlah lurus ingat keluarga kamu saat ini menunggu kamu." kata Mekar berjalan meningalkan Tari dan hilang dikebut putih tebal itu.
"Mbak!!!! pangil Tari pada Mekar yang Hilang itu.
Tari berjalan kearah cahaya itu,apa yang diucapkan Mekar itu, jangan pernah melihat kebelakang lagi, Tari berjalan meyusuri cahaya terang itu.
**
Zaki melihat Istrinya bernafas sesak saat dia masih memeluk tubuh istrinya itu, yang sudah dinyatakan sudah meninggal itu.
"Tari, sayang kamu Bangun!! " kaget Zaki melihat istrinya bernafas sesek.
"Gio!!!" pangail Zaki kencang saat itu Gio di pintu Ruangan itu berdiri .
"Pasang kembali oksigen yang Tari bangun Kata Zaki yang Masih menagis.
"Apa tidak mungkin!! " kaget Gio melihat Memang betul Tari saat ini kembali dengan nafas sesak."
"Pangil dokter Zak cepatan, gue pasang Oksigen ini. " kata Gio dengan cepatemasangakan alat itu lagi pada Tari.
Semua menunggu diluar Saat ini,ada rasa senang dihati kelurga Tari apa lagi Zaki saat ini tidak berentinya maenagis bahagia istinya sudah merespon apa yang diucapkan padanya barusan.
__ADS_1
***************