
Setelah sampai ditempat bakso yng diinginkan Tari,Zaki memesan langsung dia posisi bakso,Zaki tidak mau istrinya itu yang memesan takutnya dia akan memesan bakso yang dibilang sebelum sampai ditempat penjual baksok itu.
"Kamu tunggu bentar ya aku sudah pesan." kata Zaki pada istrinya itu.
"Ya!! " kata Tari senyum pada Zaki
"Setelah ini kita langsung ke tempat mama ya, kita pulang bentar, ngambil pakaian ganti kamu, kita nginap disana saja malam ini, kerena kita sudah lama gak jumpa mama." kata Zaki pada istrinya itu.
"Boleh juga tu, aku tidak keberatan Mas,lagian aku belum pernah kesana semenjak kita nikah." kata Tari apa adanya pada Zaki.
"Maaf ya aku tidak pernah bawak kamu sebelumnya kerumah Mama." kata Zaki sedikit bersalah.
"Gak apa aku gerti saat itu hubungan kita tidak baik." kata Tari santai saja.
Tidak lama baksok yang dipesan mereka sudah datang dan Tari langsung mencoba mencicipi kuah bakso itu dengan pelan kerena panas.
"Ditiup dulu sayang,panas!! " ingat Zaki pada istrinya itu.
"Iya." kata Tari lembut.
Zaki membiarkan Istrinya itu menikmati apa yang dia mau hari ini, tapi Zaki masih membatasi apa yang berlebihan untuk istrinya itu.
"Jangan terlalu banyak masuk sambalnya sayang, nantik perutmu gak tahan." kata Zaki memperingati istrinya itu kembali saat Tari ingin menambah cabe lagi.
'" Sedikit saja Mas, gak banyak kok? " kata Tari.
"Sedikit saja." kata Zaki tidak membolehkan istrinya itu megabil sambal yang ada dihadapanya itu.
"Iya ,,aku gak akan nambah sambal lagi, kamu gak usah kayak gitu kali Mas." tersenyum melihat suaminya itu terlalu merisaukan dia.
"Makanlah setelah ini kita kerumah mama, aku sangat merindukan mama Sayang." kata Zaki jujur pada istrinya itu.
"Mas kenapa mama gak menetap disini saja sih, kenapa harus tingal diluar negara kita?" kata Tari ingin tahu.
"Mama, masih ada usahanya disana Sayang,apa lgi adik aku lagi kuliah diasana, jadi mama gak bisa meningalkan anak gadis manjanya itu sendiri saja disini tu." kata Zaki jujur.
"Kamu memiliki adik?" kata Tari tidak tahu selama ini.
"Iya,!! " kata Zaki.
"Kamu gak adil sama aku ya Mas, kamu punya saudara perempuan tapi tidak pernah memperlakukan aku dengan baik saat pertama kamu menikahi aku,seperti adik perempuan kamu, apa kamu gak ingat punya saudara perempuan ya, sehingga kamu itu sekasar itu padaku."repet dan kesal Tari pada Suamianya itu.
"Aku juga ingat kearah sana Sayang saat itu, kerena aku sudah terbiasa hidup sendirian selama ini.
"Kenapa begitu?"
"Kerena aku dari SMA, sering ditingal sendiri sama kedua orang tua ku jadi merasakan hidup sendiri." jawab Zaki apa adanya.
"Gitu ya!! "
"Iya, setelah itu aku kuliah di Inggris,melakukan pendidikan aku selama 4 tahun,juga hidup sendiri,kamu jarang ketemu Sama mereka berdua" kata Zaki menjelaskan itu semua pada istrinya itu.
"Terus kapan kamu dekat sama Bang Zhidan ?" tanya istrinya itu kemabali.
"Sama dia, aku dekat sering bertemu dalam kerjaaan, dan kami berteman, aku merasa Zhidan orangnya asik, jadi akupun suka, kami sering ngumpul jika Zhidan kembali dari Inggris." kata Zaki.
"Berakti kamu mudah dekat sama siapa saja." kata Tari
__ADS_1
"Tidak juga sayang, aku lihat-lihat juga sama orang bisa aku ajak berteman." jawab Zaki seadanya.
"Asik jadi kalian ya,tapi aku salut lihat Bang Zhidan cepat maafkan kamu Mas,biasanya jika dia marah sulut untuk memintak maaf padanya itu." kata Tari dengan raut mungka sedikit sedih.
" kenapa Sedih gitu?" kata Zaki
"Aku kasihan saja melihat dia semenjak kekasih meningal waktu sma kerena kecelakan waktu itu Bang Zhidan bergocengan dengan kekasihnya itu saat mau pulang sekolah hendak megatar mbak Mekar pulang, saat itu ada mobil rem blong yang menadrak motor mereka berdua, saat itu Bang Zhidan koma selama satu bulan lamanya tidak sadar diri, tapi Mbak Mekar gak selamat dia menigal ditempat kejadian saat itu.
"Kami sangat sedih melihat dia waktu itu sangat meyedikan, dia seperti orang gila saat tahu Mbak Mekar meninggalkan dia untuk selamanya." kata Tari menceritakan itu pada Zaki.
"Aku baru tahu tentang dia sekarang jika kamu tidak menceritakan itu padaku sayang." kata Zaki kaget baru tahu tentang temannya itu,merasakan betapa susahnya dia saat itu untuk bangkit dari peristiwa itu.
"Kami semua tidak mau megukit itu lagi tentang Mbak Mekar di hadapan dia, sangat sulit dia untuk melupakan kekasihnya itu, sampai saat ini dia belum sepenuhnya melupakan Mbak Mekar dari hidupnya.
"Pantas saja dian jika sama wanita terlalu dingin."kata Zaki bari tahu alasananya temanya itu selalu mejauh selama ini sama nama wanita.
"Mungkin dia masih troma dengan kejadian itu." kata Tari lagi.
"Kamu sudah siap, kita pulang sekarang sayang." ajak Zaki lagi pada istrinya itu
"Sudah,, ayok pulang katanya mau ke rumah Mama." kata Tari juga semagat ingin bertemu mertuanya itu.
"Ayok,, kamu tunggu dimobil saja aku bayar dulu ya." kata Zaki kekasir untuk membayar baksonya.
Setelah itu merekan lansung menuju rumah, dan Tari lasung berkemas pakaian Zaki dan Keperluannya selama ditempat mertuanya itu.
"Apa sudah sipa sayang, kita berangkat sekarang." kata Zaki sudah berdiri di pintu masuk kamar nya itu.
"Kita mampir kerumah Mbak Ajeng dulu ya Mas, aku harus berikan ini semua sama Mbak Ajeng." kata Tari.
" Ya sudah, kalau begitu juga gak apa yang penting ini sampai ketangan Mbak Ajeng." kata Tari juga menurut saja pada kata suaminya itu.
"Ayok kita pergi sekarang, sini kopernya, aku bawak!! Zaki mengambil koper ditangan istrinya itu.
"Makasih Mas.!!
"Mmm!! " sahut Zaki sambil merankul istrinya itu turun dari dari lantai atas kebawah."
"Pulang dari tempat mama aku gak mau tidur diatas dulu Mas, ini terlalu bahaya buat aku Mas, aku takut jatu saat menuruni tangah ini." jujur Tari pada Zaki.
"Iya besok kita tidur dikamar bawah saja sampai di kamu lahiran." kata Zaki lagi.
Mereka berdua langsung berangkat setelah Tari menitipkan apa yang sudah disuruh oleh Zaki tadi pada bik Sari.
Dalam perjalanan mereka tidak bicara, kerena Zaki juga pokus untuk meyetir mobilnya.
"Mas kita cari toko kue dulu aku gak enak gak bawak apa-apa datang kerumah mama, dengan tangan kosong!! " kata Tari.
"Kita Cari ditoko kue langanan mama saja,biar kamu tidak susah cari apa yang disuka mama." kata Zaki.
"Baiklah." senyum Tari.
Zaki singah dulu ditoko kue langanan Zaki dan membawa istrinya itu untuk membeli kue untuk mamanya itu.
Zaki masuk kedalam tiko itu dengan mencari sesuatu yang biasa dibeli mamanya.
"Mas tahu apa yang di sukai mama?"
__ADS_1
"Ini !! mama pasti suka jika kamu belih Bronis kukus sama kue kering ini." jelas Zaki pada istrinya .
"Sudah kita ambil tiga kotak saja dan ini lima Toples saja sayang." kata Zaki membawa istrinya itu untuk membayar apa yang sudah dipilihnya itu.
Saat dikasir Zaki membayar Kue yang sudah dipilihnya tadi Saki tidak sejaga Bertemu dengan tantenya, adik dari Mamanya itu.
"Zaki kamu lagi apa disini!! " sapa seorang wanita yang sudah agak berumur sedikit.
"Tante,kok ada disini?" kata Zaki lagi.
"Tanten lagi cari Kue untuk kerumah Mama kamu." kata Tante Tata pada kopenakanya itu.
"Kapan tante kembali ?"
"Sudah satu minggu Zak, karna tante belum bisa kemana-mana lagi sibuk megurus Dirgah saat ini, nakalnya Mintak ampun, kuliah selama disini membuat tante sibuk Bolak balek dari Amerika megurus apa yang sudah dibuta oleh sepupu kamu itu.
"Ehhh kamu sama siapa kesini?" tanya wanita itu pada Zaki.
" Sama Istrinya Zaki tante, Sayang kenalkan ini tante Tata adik mama." kata Zaki lembut.
"Jadi kamu gak jadi nikah sama perempuan muraha itu." kata Tata senang.
"Apa sih Tan, gak usah bahas itu lagi."kata Zaki sedikit Masam.
"Hai cantik senang bertemu kamu,apa dia menyakiti kamu ya?? " kanta tante Zaki meyapa Tari.
"Senang Juga bertemu sama Tante,saya Mentari tante." kata lembut dan ramanya tari
"Nama kamu cantik seprti mentari yang sedang Bersinar." puji tante Zaki.
"Apa tente ingin bareng dengan kita?" kata Zaki basa-basi.
"Gak,, tante bawak mobil sendiri, dan juga tante harus jemput Om dulu yang lagi minting di perusahan GG Grop kata Tante Tata pada Zaki.
"Kalau begitu kami duluan ya." kata Zaki pamit duluan.
"Ohhh ya, sampai bertemu tempat mama kamu nantik."
"Ya,, Daaa tante !!"kata Tari.
Mereka berdua langsung menuju rumah Mamanya, tidak butuh lama mereka sapi juga akhirnya.
"Mari kita turun!! " ajak Zaki.
"Iya, sabar sedikit napa sih mas." kata Tari turun agak kesusahan.
"Aku bantu ya?" kata Zaki bercanda.
"Apaan sih kamu mas,nantik mama lihat lho." kata Tari sedikit Bingung dengan sifat suaminya itu.
"Santai sayang gak usah malu begitu napa, aku cuma bercanda." kata Zaki berbisik dan tersenyum. pada istrinya itu.
"Kamu ini tingkah kamu hari ini bikin aku kesal saja." kata Tari sedikit ngambek sambil turun dari mobil.
"Aku selalu senang lihat kamu kesal seprti itu sayang, kerena terlalu manis bagiku." kata hati Saki bicara sendiri dalam hatinya.
************
__ADS_1