MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Kemarahan Orang Tua Zaki


__ADS_3

Pagi sekali Tari sudah berangkat Bekerja Dia tidak ingin serapan Dengan orang tua Zaki saat ini, maka dari itu Tari harus lebih cepat berangkat sebelum mertuanya itu keluar dari kamar tamu.


Saat Tari mau berangkat Tari melihat Zaki masih tidur nyenyak Atas ranjang empuk itu, sedangkan Tari sedikit tidur tidak nyaman disofa kerena Sofa itu sangatlah sempit apa lagi posisi Tari saat ini lagi tengah namil.


Setelah sampai dilantai bawah Tari langsung menuju luar, nimun belum sampai diluar Mama Sodiah sudah memanggilnya.


"Tari !! Apa kamu sudah mau berangkat Nak?" tanya Mama Sodiah.


"Eeeh Mama,sudah Bangun?kata Tari membalikan Tubuhnya pada mertuanya itu.


"Apa kamu gak serapan dulu.? "


"Aku sudah siap dengan serapannya Ma, maafkan aku pagi ini gak bisa temani Mama serapan kerena Dikantor ada rapat pagi ini."kata Tari berbohong pada Mertuanya itu.


"Ya sudah sayang berangkatlah , Hati-hati ya." kata Mertuanya itu.


"Ya Ma, aku pergi dulu."kata Tari mencium tangan mertuanya itu.


Tari pergi dengan cepat dari hadapan mertuanya itu sebelum Zaki bangun, pastilah Pagi ini akan membuatnya Akan kesal kembali jika Sempat dia bertemu Zaki.


Denagn rasa bebas Tari didalam mobil yang dikendarai oleh pak Mamat pagi ini menempuh perjalanan kota jakarta dengan Macet yang setiap hari jadi Makanan Para sipegendara mobil.


"Nona Apa psgi ini akan membeli sarapan dulu?"tanya Pak Mamat


"Ya pak, dari semalam Tari belum ada yang masuk kedalam perutku pak,kita serapan saja pak, aku sudah tidak bisa menahan lagi, pasti anakku juga sangat kelaparan pak."kata Tari jujur pada Pak Mamat.


"Kenapa Tidak makan Nona Tari,kasihan anaknya juga nahan." kata Pak Mamat mengerti kerena Tari selalu menceritakan apa yang terjadi padanya salama dirumah itu.


"Semalam Ada mertuaku nginap dirumah Pak,jadi aku harus tingal sekamar dengan Beruang kutub itu sekarang, setelah mertuaku pergi, entah apa lagi yang akan dia buat padaku Pak, huuu hidup ini tidak seindah yang aku pikir Pak. " keluh tari


"Yang sabar Nona, mungkin ada kebahagian Lain yang akan menanti Nona nantik, itu juga kita tidak tahu,Berdoa saja Nona Agar kebahagian itu datang untuk Diri Nona." kata pak Mamat Santai.

__ADS_1


Tidak lama Mereka berdua Sampai di tempat serapan pagi lamganan Tari, pagi ini Tari tidak sempat untuk makan dikantin lagi, kerena perutnya sudah keroncongan semalaman tidak makan.


Setelah Siap dengan Sarapan ya Tari dan pak Mamat, mereka kembali Melanjutkan Perjalanannya mereka menuju tempat kerja Tari pagai ini.


"Nantik sore Biar bapak Yang belikan Makanan untuk Nona,Kasihan tu bayi tidak masuk asupan Jika Harus sering Nona Menahan Makan."kata Pak Mamat pada Tari.


"Terimakasih Pak,sudah bantu tari,tapi pas pulang nantik Tari harus makan diluar dulu Pak, biar gak ketahun sama Mertua Tari."


"Eeeh tunggu, natik Tari akan bertemu sama Kedua Sahabat Tari yang baru pulang dari Belanda Pak, gak usah aja deh bapak Beli makanan untuk Tari."jelas Tari pada Pak Mamat.


"Ya sudah, tidak masalah Nona, hari esokkan masih ada."kata Pak Mamat Lembut.


Akhirnya mobil mereka sampai juga dikantor Tari.


Lain dirumah Zaki saat ini, Zaki yang sedang serapan Pagi dengan kedua orang tuanya saat ini,Zaki hanya bisa diam saja jika Mamanya kalau sudah bicara.


"Apa seperti ini kelakuan kamu Sama istri kamu setiap hari selama Tiga bulan ini Tari bersama kamu."kata Mamanya sedikit marah pada putranya itu,kerena Mamanya sudah tahu apa yang sudah dilakukan Pada Tari, bik Sari yang memberi tahukan ini semua pada Mamanya Pagi ini.


"Jangankan Kamu Akan Memperhatikan dia, nafkah saja kamu tidak pernah kamu berikan pada Tari Nak, sehinga dia untuk makan saja Dirumah ini kamu masih menghitung dengan meyuruh dia untuk melakukan pekerjaan rumah."kesal Mama Sodiah pada Putranya itu.


"Maafkan Aku Ma,aku salah."kata Zaki pelan, dia tahu salah.


"Papa juga tidak tahu lagi harus berkata Apa lagi Zak, sekarang terserah kamu saja Nak,Rasanya Papa juga capek mengingatkan kamu, jangan sampai kamu akan meyesali perbutann kamu ini, disaat Istrinya kamu sudah tidak bersama kamu lagi, Papa mendidik kamu dengan baik,agar bisa menghormati wanita, tapi kenapa kamu tidak bisa sedikit saja bahwa istri kamu itu ada Nak."kata Pak Marwan sangat kecewa pada putranya itu.


"Kita pulang saja Ma, tidak ada gunanya kita juga disini."ucap Pak Marwan Pada Istri nya itu.


Kedua orang tua Zaki meningalkan meja makan itu tampa menyentuh Sarapannya pagi mereka, mereka berdua sangat merasa kecewa pada putranya, pagi ini Pak Marwin dan istrinya itu meningalkan rumah Zaki sangat Sedih.


Zaki hanya bisa diam saja Kerena ulahnya sendiri, tidak bisa menghargai istrinya selama mereka menikah.


Zaki Berangkat untuk bekerja dengan Hati yang gunda,melihat salahnya kepada orang tuanya sudah sangat kecewa atas sikapnya pada Istrinya.

__ADS_1


Dalam ruangan yang saat ini Zaki juga masih tidak melakukan aktivitas apapun dia hanya bisa merenungi kata-kata orang tuanya tadi, sungguh nyeri hati Zaki saat orang tuanya memitak memulangkan Tari pada keluarganya,entah kenapa Saat ini Zaki merasa tidak ingin Tari pergi dari kehidupannya.


"Tuan.....tuan.....!!! "pangil Reza berulang kali pada Zaki.


"Mmmmm, eeeh Za ada apa.? "kata Zaki pada Asistennya itu yang baru tersadar dari lamunannya.


"Miting Sebentar lagi akan dimulai Tuan."kata Reza


"Ohhh ya,kita bisa langsung ke ruang miting sekarang."ucap Zaki kurang semagat.


"Tuan Baik-baik saja?"tanya Reza


"Aku Baik Za,mari kita keruanga miting sekarang." ajak Zaki pada Asistennya itu.


Zaki mengikuti miting pagi ini dengan hati yang tidak dalam baik saja, dia tidak dapat pokus kerena masih saja teringat pada kata orang tua pagi ini padanya.


Sampai Miting siap Zaki hanya bisa mendengarkan saja pembahasan Kariawanyan pagi ini, tampa memberi satu komentar pada Kariawanyan, biasanya dia sangatlah menakutkan sebagai Bos dikantor itu, namun beda dengannya hari ini.


"Miting pagi ini sudah siap kalian bisa lanjutkan kembali Kerja. "kata Zaki acuh dan Keluar duluan pari Kariawannya itu.


"Kenapa tu Pak Zaki pagi ini sangat beda, tumben dia tidak marah miting pagi ini.!! kata Kariawan Berbisik.


"Kurang Mut ka kali."sambung Kariawan Satu lagi.


"Kalian jika ingin masih bekerja disini jangan bayak Bicara. "kata Reza Dingin.


"Maafkan Kami Pak Reza." kata Kariawan Itu sedikit takut pada Asisten bos mereka itu.


"Sekarang lanjutkan pekerjaan kalian kembali."ucap Reza Cuek meningalkan Ruangan itu.


"Isss Bos sama asistennya sama saja, menakutkan."kata Kariawan Satu lagi.

__ADS_1


Mereka semua bubar dalam ruangan Miting itu dan kembali pada aktivitasnya Masing-masing pagi ini.


**********


__ADS_2