MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Melepaskan Rasa Yang Ditahan


__ADS_3

Hari demi hari dilalui Tari sebulan lagi Tari melahirkan, kandungan sudah memasukkan bulan kesembilan saja.


Namun entah kenapa Tari ingin sekali menemui sahabat dan dia sangat merindukan teman dan Sahabatnya, hari ini Tari duduk melamun di kursi teras rumah orang tuanya itu.


"Melamun saja Kamu Dek!! " kata Syarif menyadarkan Tari dari lamaunannnya.


"Abang!! kapan datang?" Tanya Tari pada Syarif.


"Baru saja, Jagan melamun terus, tidak baik melamun siang-siang kayak gini." kata Syarif mengingatkan adiknya itu.


"Abang mau kemana sudah rapi kayak gini, ikut dong, suntuk Tari jika disini terus. " regek Tari Pada Syarif.


"Abang mau kejakarta, untuk bertemu Gio,tapi gak kenapa kamu jika ikut Abang?"


"Tari tidak kenapa-kenapa Bang,Tari rindu sama Teman-teman Tari."kata Tari sedikit manyun.


"Tapi dek kandungan kamu saat ini sudah Masuk bulan kesembilan sekarang, Abang gak berani bawak kamu." kata Syarif menolak, tapi melihat adiknya itu berwaja sedih seprti dia juga tidak tega.


"Sudah dehhh jika gak mau bawan Tari." kata Tari lemas.


"Ya sudah,, kalau mau ikut bersiap sana, abang akan ngomong dulu sama paman dan bibik." kata Syarif masuk.


Setelah satu jam Tari diperbolehkan oleh kedua orang tuanya untuk ikut dengan Syarif kejakarta melihat Tari juga sangat merindukan Sahabat dan Ajeng saat ini.


Dalam perjalanan kejakarta Tari tampak bahagia kerena dia akan bertemu dengan Teman-temannya disana.


"Dek nantik kamu mau nginap dimana, apa kamu akan kembali kerumah suami kamu atau kerumah Shidan?"


"Ya kerumah abang Shidanlah Bang,masa aku kerumah Mas Zaki sih." kata Tari Sedikit sedih.


"Seharusnya kamu sudah memaafkan dia Dek, dua sudah Meyadari apa yang sudah diperbuatnya pada kamu selama ini,kamu gak boleh gitu,dia masih suami sah kamu, dosa loh Dek kamu mengabaikan dia." kata Syarif mengingatkan Adiknya itu kerena dia sudah Memaafkan Zaki.


"Aku meridukannya kak tapi hatiku masih belum mau berdamai kerena kelakuan buruk nya padaku."kata Tari sedikit sendu.


"Itu terserah kamu Dek, Abang hanya ingin mengingatkan kamu saja, keputusan tergantung kamu." kata Syarif tidak banyak tanya lagi pada Tari.


Tiga jam Dari desa kek kota Jarkarta perjalanan mereka akhirnya Tari sampai juga dirumah Shidan,Tari masuk kedalam kamarnya Langsung untuk beristirahat sebentar,sedangakan Syarif langsung menuju rumah Gio.


Hanya Tari saja Sendiri dirumah Shidan Kaerena Tidak ada pembantu rumah besar itu pembantu yang membersihkan dirumah itu, karena pulang kerumahnya setelah siap melakukan kerjaannya, hanya skirity yang ada Menjaga rumah besar itu.

__ADS_1


Tari Tertidur sampai sore sendiri dikamarnya itu sendiri,dia baru terbangun sudah sore saja,tari beranjak Kekamar mandi saat ini untuk membersihkan dirinya.


Setelah selesai mandai dan memakai pakaiannya saat ini Tari keluar dari kamarnya itu menuju dapur, untuk mencari makanan yang bisa dia makan untuknya malam ini.


Tari membukak Lemari Es itu namun tidak ada apapun di dalam sana,Tari memutuskan untuk keluar untuk mencari Kedai terdekat saja bahan yang ingin di masaknya hari ini.


"Aku keluar saja didepan sana ada kedai sayur aku belanja saja sebentar keluar deh dari pada aku tidak tidak bisa makan malam ini, jika aku pesan Kayak, seleraku ini lagi gak mau Makan yang dibeli."kata Tari sambil berjalan masuk ke kamarnya kembali mengambil dompetnya, dan dia langsung keluar dari rumah Besar itu, namun baru saja dia baru mau melankahkan kakinya Zaki saat ini sudah ada di depannya.


"Mas, kamu disini?" kata Tari sedikit Agak kaku baru melihat itu.


"Aku ingin memastikan Kamu baik-baik saja kerena Gio memberitahu aku tadi kamu berada disini." kata Zaki menatap istrinya itu yang Berdiri dihadapannya dengan perut yang membucit itu.


"Aku baik saja Mas, kamu gak usah khawatirkan aku."jawab Tari


"Kamu mau kemana ?"tanya Zaki kembali pada istrinya itu lembut.


"Ohhh,, itu aku mau ke kedai Sayur yang ada di depan sana." kata Tari santai.


"Biar aku antar saja." kata Zaki


"Tidak Usah Mas, aku tidak mau merepotkan kamu. "tolak Tari


"Tunggu Tari, aku ingin bicara sama kamu, bagai mana jika kita makan diluar saja Hari ini.kata Zaki.


"Apa yang ingin kamu bicarakan Mas?"kata Tari bertanya lagi pada suaminya itu.


"Tentang hubungan kita ini Tari,aku mohon ikutlah denganku."ajak Zaki pada istrinya itu.


"Baiklah, tunggu sebentar aku, akan menganti pakaianku." kata Tari masuk kedalam untuk menanti pakaiannya.


15 menit Tari kembali dengan memakai pakaian Santai ibu hamil untuk keluar ,dengan Cantikk ditubuhnya memakai pakaian itu yang tidak rata lagi.


Zaki hanya memperhatikan istrinya kecilnya itu sedikit pucat hari ini, kerena munkin Tari kelelahan dalam perjalanan dari desanya kejakarta.


Dalam mobil Zaki hanya menyuri pandang pada istrinya itu, kerena Tari hanya dian saja menatap kejendelah mobil itu.


"Kamu Sakit Tari?"tanya Zaki ditengah diam mereka.


"Mmm, tidak Mas, aku baik-baik saja."jawab Tari Singkat.

__ADS_1


"Tapi aku lihat wajah kamu terlihat sedikit pucat Tari."kata Zaki


"Masa sih, perasan kamu saja kali." kata Tari seadanya.


"Mungkin kali ya." kata Zaki sedikit tersenyum pada istrinya itu.


"Apa selama tingal sama Ayah kamu tidak kesusahan dengan kehamilann kamu Tari,maafkan aku." kata Zaki


"Tidak mas, anakmu tidak menyusahkan kok,aku baik-baik saja."jawab Tari seadanya.


"Syukurlah!!! " kata Zaki singkat.


"Kamu Jahat Mas,kenapa kamu tidak pernah megujugiku,kamu meyesali semuanya namun kamu tidak berusaha untuk membuat aku kembali pada kamu,aku sangat menderita, aku merindukan kamu setiap malamku!! " ucap Tari tidak bisa menahan sesak dan rasa rindunya pada Zaki selama dua bulan ini,kerena selama menikah Tari menerima Zaki adalah suaminya dengan sepenuh hatinya.


"Apa kamu tidak memikirkan kami Mas,kamu sunguh keterlaluan pada Kami berdua,kamu bisa tidur nyeyak disini sedangankan aku tidak bisa tidur setiap malam memikirkan Tentang rumah tangga yang kita jalani ini, entah seprti apa kedepannya."kata Tari menagis didepan Zaki saat ini.


Akhirnya Zaki menghentikan mobilnya itu ditepi jalan yang agak sunyi.


"Maafkan aku,bukan maksudku begitu Tari, aku hanya tidak mau kamu Tress akan kehadiran aku dekat kamu, aku menahan diriku selama ini tidak menemui kamu agar kamu bisa melahirkan dengan tenang dan bayi kita Sehat." kata Zaki pada istrinya itu.


"Aku ingin kamu berada denganku saat aku melahirkan putara kita Mas,aku sangat kemerindukan kamu selama ini, aku tidak bisa menahan hati aku yang selalu berkecamuk kerena selalu berpikir untuk kebaikan anak kita." kata Tari jujur pada suaminya itu.


"Aku merindukan kamu Mas!! " isak tanggis Tari di hadapan suaminya itu.


"Aku ingin Berasama kamu Mas!!! " kata Tari lagi diselah Tagisnya yang pilu itu.


"Jagan maenagis lagi, jika kamu ingin kita hidup bersama, mari kita mulai ini dari awal kembali." kata Zaki memeluk istrinya itu.


"Maafkan aku sudah membuat kamu sakit selama ini,aku sangat bersalah pada kanu." kata Zaki lembut pada istrinya itu.


"Apa kamu mau melanjutkan Rumah tangga kita ini Kembali?" tanya Zaki serius menatap Istrinya itu.


"Mammm!!! " anguk Tari yang masih menagis itu melihat kearah suaminya.


"Jika seperti itu, maka mari kita mulai kembali dengan awal, demi anak kita dan rumah tangga kita ini."ucap Zaki.


Zaki memeluk istrinya kembali dan mencium kening istrinya itu dengan rasa sayang nya dan cinta selama ini yang dirasakan selama Tari tidak ada disampinganya.


"Aku mencintai kamu." kata Zaki lembut berbisik di telinga istrinya itu.

__ADS_1


**********


__ADS_2