
Malamnya acara perdata sudah selesai diaadakan di gedung itu, Zhidan kembali kekamar hotel yang sudah disiapkan untuk mereka malam ini untuk pengantin.
Zhidan sudah sangat lelah malam ini, semua para sahabatnya sudah pada pulang kerena sudah punya keluarga jadi mereka semua tidak betkupul untuk malam ini dengan Para pria tampan itu.
Zhidan juga melihat Lira sangat kelelahan sudah seharian penuh berdiri menyambut tamu, dan disambung lagi malamnya.
Mereka berdua kembali kekamar hotel itu,Zhidan membantu Lira dengan hati-hati kerena gaun yang dipakai Lira sangatlah susah untuknya bergerak.
Sampai didalam kamar itu Lira menghepaskan tubuhnya keatas ranjang yang dipenuhi bunga mawar yang ada di tas tempat tidur itu.
"Tahu gini capeknya ngapain kita pakai pesta segala kak. " cerewet Lira pada Zhidan yang tersenyum saja mendegar ocehan istrinya itu.
"Emang kamu gak mau seperti pasangan pengatin yang lain,menginginkan pesta yang mewah dan merasakan jadi ratu sehari?" kata Zhidan pada istrinya itu.
"Kata aku engak secapek ini kak, ini sungguh melelahkan."sungut Lira lemas.
"Sudah, jangan mengoceh lagi sudah siapun juga kok." kata Zhidan yang ikut membaringkan tubuhnya itu disamping istrinya itu dan menatap wajah cantik istrinya itu.
"Kamu kenapa lagi ni kak, menatapku seperti itu." kata Lira sedikit risih.
"Masa aku gak bisa melihat istri sendiri, tidak akan dosa aku menatap kamu seperti itu sayang" kata Zhidan sedikit mencium bibir Gadis yang selalu menganggu pikirannya itu.
"Aku sungguh lelah kak,aku mau istirahat. " elak Lira kerena baru saja kenak cium oleh suaminya itu untuk pertama kalinya oleh Zhidan.
"Kenapa wajahnya itu memerah kayak gitu?" kata Zhidan sedikit usil pada istri kecilnya itu, dia tahu istrnya saat ini sudah salah tingkah.
"Apaan sih kamu Kak!! Lira sedikit malu pada Suaminya itu.
"Kenapa malu?tidak ada yang harus kamu malakan lagi, kamu istrinya aku sekarang, kita sudah sah sebagai kekasih halal, jadi kapanpun aku menyentuh kamu tidak akan dosa lagi untuk kita berdekatan seprti ini Sayang.
"Sudah kak, jangan bucin kamu, sana mandi biar otak kamu itu agak ringan sedikit biar gak suka asal bicara." kata Lira santai.
__ADS_1
"Kamu dulu sana bersihkan tubuh kamu setelah itu kamu boleh istirahat." balas Zhidan
"Aku lagi malas kak, sangat lelah." kata Lira sedikit malas yang masih berada ditempat tidur itu dengan nyaman.
"jika malas, ganti tu gaunnya, itu tidak akan membuat kamu nyaman sayang,setelah itu bersihkan dulu wajah kamu dari maka'up yang tebal ini." kata Zhidan meyentuh pipih istrinya itu lembut.
"Ya sudah, kamu bantu dulu aku kak,bukakkan Resteting gaun ini." kata Lira pada Zhidan.
"Sini duduk biar aku bantu." kata Zhidan
Lira duduk dan membelakangi Zhidan saat ini yang lagi membantunya,Lira sedikit takut malam ini Zhidan akan melakukannya malam pertama mereka.
Zhidan menatap punggung mulus itrinya itu dengan sedikit menelan silvanya.Zhidan tidak dapat menahan diri melihat ada didepannya saat ini dengan lembut jemari itu meyetuh punggung istrinya itu.
"Kak!! " kata Lira menatap suami itu dengan tatapan yang tidak bisa diartikan itu.
"Aku tidak bisa menahan itu sayang, kamu sangat mengoda imanku malam ini,apa aku boleh memintanya dan melakukan malam ini?" kata Zhidan sedikit mencium lebut kening istrinya itu.
"Terimakasih kamu sudah mengerti sayang, aku sangat mencintaimu." kata Zhidan mencium lembut bibir ranum itu, dan melajutkan apa yang diinginkan nya malam ini.
Dengan nafas yang tesegal keduanya lemas terkulai setelah apa yang sudah mereka lakukan, kepuasan dan perlepasan Zhidan saat ini sudah terpenuhi oleh istrinya malam penuh kenangan mereka berdua, malam ini Lira sudah menjadi milik Zhidan seuntuhnya,Zhidan sudah mengambil semua yang yang berharga dari istrinya itu selama ini sudah menjaganya harta yang sangat tidak bisa ternilai oleh apapun.
Zhidan dan Lira sama-sama merasa bahagia saat ini mereka bisa menyatu dengan cinta yang kuat dihati mereka berdua.
"'Terimakasih sayang kamu sudah menjaganya untuk aku." kata Zhidan tersenyum bahagia pada istrinya itu yang melihat nya juga dengan tersenyum manis.
"Sekarang aku sudah memberiksn pada kamu Kak,jangan pernah tingal kan aku,tetaplah bersamaku seumur hidup." kata Lira.
"Hai siapa yang akan meningalkan kamu,kamu orang kedua dalam hidup ku, hanya kamu yang bisa mengantikan nama gadis lain hatiku, sampai kapanpun aku tidak akan pernah meningalkan kamu sayang.
"Aku mencintaimu Kak."
__ADS_1
"Aku juga sangat mencintai kamu dan menyanyangi kamu melebihi hidupku." kata Sidan memeluk erat istrinya itu.
"Tidurlah pasti kamu sangat lelah, maafkan aku malam ini tidak bisa menahan diriku." kata Zhidan lagi.
"Tidak apa Kak, aku senang akhirnya aku menjadi istri yang sesungguhnya untuk seorang Si om tampan."'Canda Lira pada Zhidan yang tersenyum mengingat pertemuan mereka saat itu, gadis yang disebelahnya itu selalu memanggilnya dengan Om tampan.
" Kamu masih memanggilku seprti itu, walau sekarang om tampan itu sudah kamu miliki?" tanya Zhidan lagi.
"Tentu dong, jangan pernah melupakan masa itu, itu kenangan yang selalu aku ingat sampai kapanpun Om tampan."ungkap Lira menarik hidung mancung suaminya itu.
"Sudah berani sekarang ya!! " dandan Zhidan diselah malam pertama di habiskan dengan canda dan gurauan sepasang manusia yang sedang bahagia itu.
Akhirnya Zhidan bisa mempersunting Lira, kerena lama baginya menyadari perasaannya pada hari itu,untuk Lira masuk kedalam hatinya saat itu yang masih ada tersimpan nama gadis lain dihatinya, namun Zhidan merenungkan kembali, tidak akan mungkin dia akan selalu memikirkan gadis itu yang tidak akan pernah bisa lagi kembali padanya,sudah saatnya bagi Zhidan melupakan gadis itu dan mengantikan Nama itu dengan Lira dihatinya.
"Apa kamu bahagia Kak, menikahiku?" kata Lira.
"Aku bahagia bisa menikahimu, aku sudah bisa melupakan nama Mekar di hatiku, Sekarang nama kamu ada disini. " kata Zhidan menarik tangan Lira didada nya saat ini.
"Terimakasih kamu sudah menempatkan aku disini." balas Lira tersenyum pada Zhidan.
"Apakah kamu mau ikut denganku kemana aku pergi?" kata Zhidan.
'Tentu kak, kemana suamiku membawa aku, aku akan selalu siap dengan apa yang diinginkannya." kata Lira tetsenyum pada suamianya itu, dia tahu Zhidan akan membawanya pergi dari Indonesia dan akan tingal di Inggris.
"Terimakasih" kata Zhidan memeluk istrinya itu dalam dekapanya saat ini.
Sepasang suami-istri itu sungguh bahagia, mereka akhirnya tertidur dengan nyaman dalam pelukan hangat kedua,Lira sangat beruntung mendapatkan Zhidan sebagai Imamnya saat ini.
Tidak ada lagi kebahagiaan yang bisa dia rasakan malam ini, Lira sungguh gadis yang beruntung, dengan perasaan suka pada Pria yang berhati dingin itu yang sulit untuk masuk kedalam kehidupan Zhidan selama setahun mereka mengenal, namun tidak disangka Lira, Zhidan juga memiliki rasa padanya.
************
__ADS_1