
Sepulang kerja Tari lansung kerumah Zhidan kerena masih ada kedua orang tuanya disana.Tari diantar oleh mobil kantor yang sudah dibilang oleh Gio pada Zhidan pagi tadi.
Sampai dirumah besar Shidan yang dibelikan untuk kedua orang tuanya, namun saat ini orang tua Zhidan belum mau untuk tingal dijakarta bersama mereka, kedua orang tuanya saat ini lebih memilih tingal didesa.
"Assalam'alaikum.....!! " kata Tari masuk saat ini Zhidan Dan Kedua orang tuanya lagi bersantai dirungan TV.
"Waalaikumsalam...!! kamu Kesini Nak?ayok sini duduklah. "Kata pak Hasan tersenyum pada Putrinya itu.
"Bagai mana dengan pekerjaan kamu dihari pertama kerja Dek?"tanya Zhidan
"Alhamdulilah Bang ,aku bisa mengerjakan dengan baik."jawannya santai
"Syukurlah, jika kamu bisa, semoga kamu betah disana kerja."kata Zhidan kembali.
"Bagai mana Dengan suaminya kamu Nak, apa dia memperbolehkan Kamu kerja?"kata pak Hasan pada putrinya itu.
"Yah,, Tari belum mintak izin padanya kerena kami belum ada komunikasi yang baik saat ini. "jawab Tari sendu.
"Ayah tau kalian belum bisa untuk saling menerima,ayah berharap nantik kalian bisa untuk saling menerima."kata Pak Hasan menasehati putrinya itu.
"Iya,, Tari akan mencoba untuk bersabar menjalankan ini semuanya,demi anakku."ucap Tari sayu.
"Kamu Yang kuat Ya sayang, ibu yakin kamu bisa menjalankan ini, jika kamu tidak kuat lagi kamu boleh Mengambil pilihan kamu kami tidak akan memaksakan kehendak kami lagi pada kamu."ucap Ibunya Tari sambil megusap kedua tangan putrinya itu.
"Tari akan kuat buk, ibu tidak usah megewatirkan aku, aku akan baik-baik saja."senyum Tari pada ibu, kerena Tari tidak mau melihat orang tuanya sedih jika dia berceritakan sikap Zaki pada keluarganya.
"Apakah besok Abang jadi kembali?"Tanya Tari pada Kakaknya itu.
"Kayaknya jadi Dek.!! kata Zhodan masih sibuk menatap leptop nya.
"Kok cepat kali Sih Bang kamu perginya, aku masih kagen."ucap Tari pada Zhidan
"Tiga bulan lagi Abang akan kembali lagi kesini saat kandungan kamu sudah enam bulan Dek, saat itu Abang akan membawa kamu pulang ke kampung kita." ucap Zhidan Pada Adek yang sangat disanyanginya itu.
__ADS_1
"Tapi aku sangat sedih berpisah lagi dengan kalian semua."ucap Tari sedih.
"Hai Nak Ibuk akan sering kesini jegukan kamu setiap bulan walau hanya sebentar, kerena ayah tidak bisa meningalkan kebun kita saat ini."
"Sangat menyedikan hidupku ini, punya abang tapi tidak ada Waktu untukku."ucap Tari sedikit tidak semagat.
"Dek kamu sudah ada suami kamu yang akan menjaga kamu disini, kakak yakin kamu baik-baik saja berada dekatnya,Jagan takut ada Gio dan Ajeng bersama kamu saat ini."ucap Zhidan Menghibur adiknya yang lagi galau itu.
"Aku pulang dulu kak, besok aku tidak bisa mengantarkan Abang berangkat,selamat jalan Bang semoga perjalanan kamu lancar selamat sampai tujuan."ucap Tari pada kakanya itu.
"Kamu pulang pakai apa ?"ucap Zhidan
"Itu supir kantor masih nungguin diluar Bang." kata Tari santai.
"Ya sudah, kamu berangkat sekarang kasihan bapak itu nungguin kamu,ini sudah sangat sore."ucap Zhidan Senang melihat Adinya itu sedikit tersenyum padanya.
Tari pamit kepada kedua orang tuanya dan dia sungsung kembali pulang kerumah Zaki,kesedihan mulai terpancar diwajah Tari saat ini, setelah sampai apa lagi yang akan terjadi pada pada dirinya, apa ada lagi kata-kata Zaki yang akan meyakiti hatinya lagi.
Tari sampai dirumah itu,Tari turun dari dalam mobil yang dari kantornya itu, disaat Tari turun dari mobil itu mobil Zaki juga Masuk kedalam perkarangan rumah besar itu.
"Sudah tugas saya Nona untuk mengantarkan Nona."ucap Pak mamat ramah.
Setelah Mobil yang megantar Tari pergi, Tari masuk tidak melihat pada Zaki sedikit saja lewat pintu belakang, dia tahu Zaki tidak akan mengizinkan dia masuk kedalam rumah itu, Tari sadar dirinya itu siapa bagi Zaki.
Zaki melihat kepergian Tari hanya diam saja di mobilnya itu saat ini, ada rasa tidak enak dihatinya saat ini melihat wajah sendi istrinya itu, entah megapa.
"Isss kenapa aku jadi memikir dia, sialan!!"ucap Zaki kesal keluar dari mobilnya itu dan masuk kedalam rumahnya itu.
Sedangkan Tari saat ini lansung Mandi sampai dirumah, kerena ada yang kewajibannya yang lain yang harus dijalankan yaitu memasak untuk suaminya, walau makanan yang dimasak tidak akan dimakan oleh Zaki,Tari tetap menjalankan tugasnya sebagai istrinya Zaki.
Setelah Siap mandi Dan memakai Pakaian santai diruanah Tari langsung menuju Dapur, kerena sudah ada Buk Sari disana.
"Buk,masak apa ?"
__ADS_1
"Nak kamu sudah pulang,istirahatlah dulu biarkan ibuk saja yang megejakan ini semua."ucap Bik Sari pada Tari.
"Gak apa Buk,hari ini Biar Tari bantu masak, lagian Tari tidak ada kerjaan Buk." kata tari Tidak mau diam saja dirumah itu saat ini dia sama derajatnya dengan Buk Sari,dia adanya istri saja Zaki saja namun perlakuan Zaki padanya sagat meyakiti bagi Tari.
"Disaat Tari lagi asik mamasak didapati itu sendiri,kerena bik Sari sedang membuang Sampah Zaki masuk kedalam Dapur itu.
"Bagus kamu sadar diri, karena kamu tingal disini tidak akan gratis saja."ucap Zaki santai.
"Apa maksudnya kamu Mas? "kata Tari sedikit sakit mendengar Kata-kata Zaki.
"Kamu tingal disini tidak gratis Tari,aku mengajak kamu tingal dirumahku kerena paksaan orang tua kita, jika tidak sampai kapanpun aku tidak akan mau tingal dengan kamu."ucap Zaki tajam.
"Siapa yang ingin hidup dengan pria berensek seprtimu, aku aku juga sadar hidup disini hanya sebagai istri piguran kamu saja, kerena kau takut pada orang tua kamu."ucap Tari tidak mau kalah.
Tari siap dengan masaknya dia menarok makanan itu semua tampa menatap Zaki lagi dimeja makan, setelah itu Tari meningalkan Zaki yang sedang terdiam mendegar kata-kata Tari barusan.
"Apa aku terlalu kasar padanya?"kata Zaki sedikit berpikir ucapannya yang baru diucapkan pada Istrinya itu.
"Hai begok kau Zaki ngapain memikir dia lagi Sih, sialan."umpat Zaki seorang diri dimeja makan itu.
Sampai didalam kamarnya Tari hanya menagis apa yang sudah diucapkan oleh Zaki tadi padanya itu, rasa sesak di hati Tari saat ini dilepaskan dengan tangis atas nasibnya saat ini, sunguh sangat menyakitkan bagi Tari menjalankan ini semua,sangat berat untuknya saat ini.
"Kamu Kuat ya Nak,Bunda akan menjaga kamu dengan baik, walau Saat ini ayah kamu tidak menginginkan kita,kita jalankan ini untuk sementara ini, jika bunda meyerah, kita kan pergi darinya."Tari berbicara sendiri saat ini diisak tagisnya saat ini didalam kamar sempit itu.
Tampa Tari sadari Ada sepasang mata sedang mendegar dan melihat dia yang berbicara dengan sendiri sambil merusak Perutnya yang mulai nampak itu.
Tari Tertidur sampai pagi tampa makan,kerena sudah tidak bersekera lagi kerena ucapan Suaminya tadi.
Paginya Tari terbangun agak cepat dia tidak pernah lupa akan kewajiban dan tugasnya sebagai seorang istri, setelah siap mejerjakan semua itu Tari lasung bersiap untuk berangkat kantor tampa serapan dirumah itu lagi, Tari tidak mau merepotkan siapapun dirumah itu.
Setelah Supir kantor Tari menjemputnya, saat ini Tari memintak pada Pak Mamat untuk mampir ditempat sarapan pagi sebentar agar dia bisa untuk membeli makanan untuk megisi perutnya.
Setelah itu Tari melanjutkan Kembali perjalanannya ke kantor, denag diam saja, sampai dikantor Tari lupa memakan sarapannya dulu dikantin, setelah itu Tari melanjutkan pekerjaannya kembali hari ini dengan semangat dan tekat kuatnya utuk anaknya, demi bayi yang sedang tumbuh dirahimnya saat ini,Tari melakukan ini semua,kerena dia tidak mau bergantung hidupnya pada Zaki yang tidak pernah megagapnya ada.
__ADS_1
***********