
Tidak terasa hari demi hari sudah terlewati, bulan ke bulan berjalan dengan cepat, sudah tidak terasa umur putra Zaki dan Tari sudah memasuki Satu tahun, hari ini adalah ulang tahun Abian suhanda Zaki.
Hari ini semua keluarga Tari dan teman-temannya juga orang terdekat dengan mereka saat ini akan menghadiri acara ulang tahun putranya itu.
Hari ini Zhidan Baru saja kembali dari Inggris ingin merayakan ulta pertama keponakannya itu, hari ini dia tidak lupa untuk membelikan Hadiah sebelum kembali kerumahnya.
Zhidan berjalan masuk kedalam Toko mainan untuk mencari mainan yang akan dijadikan hadiah untuk Keponakannya nantik sore.
"Sepertinya ini bagus buat Abian,dia sangat suka pesawat terbang dan mobilan ini." kata Zhidan mengambil pesawat terbang yang berada dalam kotak itu dengan senyuman yang terpancar di bibir manisnya itu.
Disisi lain saat ini Seorang Spg sedang memperhatikan Zhidan dengan senyuman manisnya itu.
Tampa segaja Zhidan mala melihat Gadis itu lagi menatapnya tidak berkedip hanya diam terpaku padanya, Zhidan menghampiri gadis itu, karyawan toko itu.
"Mbak,jangan melamun nantik kesambet." tegur Zhidan Pada Gadis itu.
"Ehhh,maaf Tuan!!! jawab Gadis itu salah tingkah kerena ketahun oleh orang yang dia pikirkan itu.
"Aku mau mainan ini Mbak buat keponakanku, jadi saya ingin dibungkus pakai kertas kado ya." kata Zhidan memberikan dia mainan itu pada Gadis yang di hadapannya itu.
"Ohh ya, tuan bisa tunggu disana dulu,tuan bisa duduk disana, kami akan membukus pesanan tuan." kata Gadis itu dengan ramah." "oh ya, terimakasih banyak." balas Zhidan Juga tersenyum manis pada gadis itu.
"Aduhhh manisnya senyumanmu Kakang, membuat gue jadi klepek-klepek oleh senyumanmu yang mematikan itu." kata Lira berjalan sambil tersenyum sediri kerah kasir.
"Hai lo kenapa Lira." kayak ayam di sawan aja lo?" tanya rekan kerja Lira.
"Diam lo, lihatlah si om tampan itu, membuat gue jadi gini, senyuman nya Coy, gue gak bisa melupakan betapa manisnya senyumannya."kata Lira sedikit senang.
"Pukkk!! satu pukulan sampai di kening Lira.
"Apaan si lo main tabok aja!! " kesal Lira pada Temanya itu.
"Jangan banyak ngayal lo, kerjakan kerjaan lo dulu baru nyambung hayalan nya." kata Temanya itu lagi.
"Ini kertas kado, bungkus to hadiah tuan ganteng kamu itu." ingat temanya lagi.
"Uhhh dasar lo, gak bisa lihat gue senang sedikit aja." kata Lira merepet.
Tidak sampai I5 menit akhirnya Lira siap juga membukus kado untuk Zhidan.
__ADS_1
"Maaf mbak, apa pesanannyaku tadi sudah selesai ya?" tanya Zhidan pada Lira.
"Ehh , sudah tuan." kata Lira ramah.
"Ya sudah saya lansung bayar ya, kerena saya tidak bisa menunggu lebih lama lagi." kata Zhidan santai.
"Ohh ya tuan, silakan bayar dikasir sebelah kanan tuan saja,terimakasih banyak sudah belanja di toko kami,semoga nyaman, terimakasih." sopan Lira dan Rama pada pengunjung.
"Terimakasih banyak ya mbak sudah membantu." balas Zhidan pada Lira dengan senyumannya itu.
"Aduhhh tuan senyumman kamu tidak bisa bikin aku tidur nantik malam." kata Lira asal ceplos.
"Apa mbak?" kata Zhidan mendegar kata spg itu.
"Ahhh tidak apa-apa tuan."kata Lira sangat malu.
Zhidan tersenyum mendengar kata-kata gadis barusan,sambil membayar mainan anak itu dikasir sebelahnya.setelah itu Zhidan keluar dari toko mainan itu, dan langsung pulang menuju rumahnya, beristirahat sebentar baru dia kerumah Zaki.
"Ada Saja gadis itu,apa semanis itu senyumanku dimatanya, kenapa tu ya cewek?" kata Zhidan sambil membawa mobilnya.
"Elah kenapa gue malah mikir tu cewek?" kata Zhidan lagi. "jangan gila lo ya, buang pikiran lo idan." kata Zhidan bicara sendiri didalam mobilnya saat ini.
"Asalamualaikum...!! salam Zhidan sebelum masuk kedalam rumah itu.
"Waalaikumsalam salam... sahut dari dalam rumah itu.
"Bu!!!" ,sapa Zhidan pada ibuk nya itu.
"Kamu sudah samapai Nak,katanya kamu tidak jadi pulang, jadi mengapa kamu bisa sampai dirumah saat ini, ada apa kamu rindu dengan kita?" kata Buk Mai hangat pada anaknya itu.
"Sudah setahun ini aku tidak kembali buk, aku merindukan sikecil itu dan ibuk. " jawab Zhidan santai pada Ibunya itu.
"Keisnilah ibuk sangat merindukanmu nak, setahun ini kamu tidak bisa kembali kesini kerena pekerjaan kamu." senyum buk Mai memeluk putranya itu.
"Mana ayah buk?" tanya Zhidan tidak melihat Ayahnya bersama ibunya.
"Ayah kamu kerumah adik kamu kerena keponakan kamu itu gak mau pisa jika sudah bersama ayahmu." jelas buk May pada Zhidan tentang anak Adiknya itu.
"Pasti dia sangat pintar, aku sudah tidak sabar bertemu dengannya." kata Zhidan
__ADS_1
"Istirahat lebih dahulu, nantik kita sama-sama kesana." kata Ibu Mai lagi.
"Baiklah buk aku masuk dulu mau mandi,sudah gerah!! " jawab Zhidan.
"Pergilah Ibu juga mau masak makan siang untuk kita hari ini." kata Buk Mai berlalu kedapur.
Zhidan hanya tersenyum melihat ibunya itu, saat ini jauh perubahan hidupnya, Zhidan sudah bisa tersenyum semenjak dia memutuskan untuk berlahan melupakan Mekar pada dirinya walau tidak sepenuhnya bisa lupa,tapi dia sudah mengikhlaskan itu semua, agar dia bisa melanjutkan hidup masa depan kedepanyan.
,,,,,,,,
Lain saat ini ditoko mainan, Lira lagi berbicang dengan sahabatnya saat ini,kerena baru saja putus dengan kekasihnya itu.
"Lira Lo tampaknya baik-baik saja putus sama si berandalan itu, Lo gak merasa sedih gue lihat??" Nana bertanya pada teman sepekerjanya itu.
"Ngapain gue mikir cowok brandal kayak dia, gue gak tahu aja dia itu orang suka mainkan perasaan cewek, bagus gue acuh, gue gak takut kehilangan dia, kerena dari awal gue juga gak suka sama tu dia, dia yang selalu maksa gue untuk mau jadi kekasih nya." jelas Lira
"Gila lo ya, gue gak nyangka lo juga jauh gila dari tu cowok.!! "
"Sudah jangan mikirkan dia Na, gue gak mau bahas tu orang, sekarang gue lagi klepek-klepek sama si om yang tadi itu, senyumnya itu buat gue mau setegah mati, jika megigatnya..!!! " kata Lira tersenyum sendiri sambil memainkan jemarinya di pipinya.
"Pukk!!! gila ni anak, gak kenal orang sudah main kecantol aja lo." kata Nana heran melihat Temannya itu.
"Apaan si lo Na gak bisa lihat gue senang bentar aja,mana besok gak akan jumpa lagi tu sama si om gganteng itu.
"Om lagi, orang semudah itu dipanggil om, buat kesal orang aja lo." kata Nana Kesal pada Lira.
"Om ganteng maksud gue Na!! " senyuman Lira membayangkan wajah tampan Zhidan.
"Apaan sih lo, Jagan gila lagi lo dengan tingkah lo suka asal itu." kata Nana tidak abis pikir dengan temanya itu.
"Ehhh nantik gue akan pulang cepat membantu Ibu gue ada acara dirumah, gue harus bantu Ibu gue sore ini."kata Lira baru ingat Ibunya bilang tadi pagi pas mau berangkat kerja, agar dia cepat pulang kerena rumah tempat dia tingal ada acara.
"Ya sudah pulang saja, yang penting lo izin dulu sama Bos." kata Nana pada Temanya itu.
"Iya nantik gue mintak izin dehh!! " kata Lira senang.
"Aneh ni anak, tingkahnya gak berubah-ubah dari gue kenal sama dia, suka ke cicilan saja." kata Nana tidak habis pikir dengan sifat temannya itu.
**************
__ADS_1