
Sampai dirumah Zaki mencari istrinya langsung kekamarnya, namun saat Zaki masuk hanya banya kertas yang berserak diatas meja saat ini, saki melihat Kertas yang masih berantakan diatas meja itu.
Zaki melihat gambar yang baru dikerjakan istrinya itu,sungguh tidak pernah membayangkan oleh Zaki, banyak yang tidak tahu dari kelebihan istrinya selama ini.
"Kamu Wanita pintar sayang, aku tidak bayak tahu tentang kamu, lihatlah ini semua gambar disini tampak, cantik dan elegan." kata Zaki bicara sendiri mekihat hasil kerjaan istrinya itu.
"Kamu kok ada dirumah Mas, dan apa yang kamu lakukan dengan gabarku,awas saja kamu merusak itu, bisa-bisa aku mengulanganya lagi."kata Tari tidak berenti bicara.
"Stop!!! " kata Zaki dangan jari menepel dibibir istrinya itu.
"Ap... aan sih kamu mas!! " kata Tari terbanta-bantah.
"Aku mintak maaf sayang atas kesalahan aku pagi tadi, aku janji tidak akan megulangnya lagi. " kata Zaki lembut.
"Aku tidak marah, hanya saja kesal pada kamu kamu mas,aku tidak mau lagi lihat kamu tidur setelah sholat shubuh, lakukanlah kegiatan lain selaian tidur, kamu bisa berolah raga menjelang menunggu waktu kerja." kata Tari jujur pada suaminya itu.
"Aku akan mendegar semua kata kamu,mulai saat ini aku juga tidak akan megulangnya lagi, asal kamu Jagan diamkan aku, jangan marah lagi, membuat aku tidak pokus kerja hari ini." kata Zaki memeluk istrinya itu.
"Aku maafkan tapi kamu gak boleh ulang lagi."kata Tari yang masih sedikit jutek.
"Janagan begitu dong sayang,lihatlah aku belum sehari aku kerja pikiranku sudah pulang saja, kerena kamu mendiamkan aku hari ini." Kata Zaki pada Istrinya itu.
"Sapa suruh, kamu tidur lagi, dibangunkan gak mau, ya sudah lebih baik aku diam saja, dari aku emosi lihat kamu."kata Tari melihat suaminya itu.
"Aku lapar sayang apa kamu tidak akan memberimu makan siang untuk aku hari ini? " kata Zaki pada istrinya yang lagi diam itu.
"Ayok makan, nanti kamu sakit aku juga yang repot !! " kata Tari yang masih jutek pada Zaki.
"Udah dong sayang marahannya padaku, lihatlah aku yang lapar ini!! " regek Zaki pada istrinya.
"Ayok kita makan Mas!! " kata Tari lembut dan sudah tidak tahan melihat suaminya itu selalu meregek seperti itu padanya.
"Ayok!!! aku sudah sangat lapar kerena pagi aku sudah tidak sempat sarapan." kata Zaki mengandeng tangan istrinya itu kemeja makan.
"Kamu masak apa hari ini sayang?"tanya saki lagi pada istrinya itu.
__ADS_1
"Bukan aku yang masak Mas, bik ijah yang masak." kata Tari jujur.
"Kenapa bukan kamu yang masak, pada hal aku suka bangat dengan masakan kamu." kata Zaki lagi.
"Aku lagi malas, apa lagi otakku lagi kesal pada kamu, pagi-pagi sudah membuat mutku hilang." jelasnya
"Maafkan aku ya, jangan dibahas lagi." kata Zaki bersalah pada istrinya itu.
"Ya sudah dimakan tu nasinya. " kata Tari yang sudah siap menyajikan makanan itu dimeja makan.
"Makasih ya, kamu masih mau melayani aku seperti ini." kata Zaki senang.
"Terus siapa lagi yang harus melayani kamu, mantan kamu itu!! " ketus Tari pada Zaki.
"Kok sampai kerah sana, aku gak ada mikir kesana Sayang, lupakan tentang dia, aku tidak akan pernah lagi berdekatan sama dia." kata Zaki sedikit tidak suka jika istrinya itu masih membahas matanya itu.
"Baik lah, jika begitu sekarang makanlah jangan bicara lagi kamu makan. " kata Tari mengambilkan nasih kepiring suaminya itu.
Zaki hanya diam saja setelah pembicaraan barusan, dia hanya diam samapi siap makan saat ini, setelah itu Zaki kembali masuk kedalam kamar untuk menganti pakaiannya, Zaki tidak akan kembali ke kantor lagi saat ini.
"Tidak aku lagi malas!! " jawabnnya singkat saja.
"Gitu ya!!" kata Tari duduk kembali dilantai beralaskan karpet itu dan melanjutkan pekerjaannya.
"Kamu mau ngapain ?" kata Zaki heran
"Aku mau menyiapkan rancangan busana ini untuk butik mbak Ajeng,kerena aku bentar lagi mau lahiran, mungkin aku sudah tidak bisa membantunya menyelesaikan kerjaanya, setelah ini aku sudah sibuk untuk mengurus bayiku, jadi aku akan meningalkan hobiku dulu untuk sementara waktu." kata Tari jujur pada Suaminya itu.
"Apa selama ini kamu berkerja sama Ajeng?" "Semenjak aku mulai kuliah dulu aku sudah bekerja sama dia ,memilih kerja separu waktuku." jelas atari lagi.
"Terus jika kamu nyayi di caffe kayak mana?"
"Ohhh itu, sepulang kerja kami ngumpul dikaffe sampai jam sepuluh malam baru aku pulang dan beristirahat, paginya kuliah, pulang kuliah aku bantu mbak Ajeng dibutik sampai sore,malamnya jika Arkan dan Rara jemput aku baru ikut mereka." jelas Tari panjang lebar pada Zaki.
"Kenapa kalau tidak menjual hasil karya kamu ini, kenapa malah kamu sia-siakan seperti ini Sayang, kamu sangat berbakat dan menurut aku hasil rancangan busana kamu ini sangat bagus.!! " kata Zaki.
__ADS_1
"Aku tidak tertarik,cukup aku kasih sama mbak Ajeng saja, aku akan pokus untuk keluarga ku saja mas, aku tidak mau yang lain lagi." kata Tari apa adanya.
"Gitu ya,tapi sayang kamu gak memperkenalkan rancangan kamu ini." kata Zaki.
"Sudah ada Mbak Ajeng yang Memperkenalkan itu semua, aku tidak ingin semua itu." kata Tari.
"Aku ingin pokus pada rumah tangga kita, keluarga kita Mas, agar kedepanya Kamu dan putra kita mendapatkan kasih sayang yang penuh dari kedua orang tuanya." kata Tari yang membuat Zaki merasa terharu oleh ucapan istrinya itu.
"Terimakasih sayang, kamu lebih mementingkan keluarga dulu dari pada yang lain!! " ujar Zaki tersenyum pada istrinya itu.
"Maka mulai sekarang kamu berjanjilah jangan pernah menyakitiku lagi, dan aku akan menjaga rasa cintaku untuk kamu selamanya,jangan pernah menatap wanita lain selain aku mas." kata Tari lembut.
"Dengar baik-baik ya, sampai kapanpun aku tidak akan pernah meningalkan kamu lagi sayang, aku sudah sangat susuh untuk dapat maaf dan memenangkan hati kamu, mana mungkin aku akan meningalkan kamu." kata Zaki mencium tangan istrinya itu.
"Aku percaya pada kamu Mas,maka mari kita sama-sama menjaga ini semua, untuk keutuhan rumah tangga kita." kata Tari senang dan merasa bahagia akhirnya suaminya bisa menerima dia sebagai istrinya.
"Apa ada yang lain gambar yang sudah kamu bikin sebelumnya sayang?" kata Zaki ingin tahu lagi.
"Ada, ini !!" kata Tari memberikan Satu map pada Zaki yang berisi semua gambar yang sudah siap dibikin istrinya itu.
"Sebanyak ini!! " kaget Zaki melihat Map agak tebal itu.
"Iya mas, jadi apa dong. " kata Tari santai.
"Ini berapa hari kamu mengerjakan ini semua?. " tanya Zaki bingun dan penasaran.
"Tiga hari kata kamu sayang,pantas saja kamu lebih senang didalam kamar saja seharian." kata Zaki
"Terus aku mau ngapain jika tidak ini aku kerjakan, aku bingung juga sendri dirumah." katanya santai.
"Ya gak masalah kamu megerjakan ini, asalkan kamu Jagan sampai kelelahan saja, kasihan bayi kita!! " kata Zaki mengusab kembali perut istrinya.
"Terimakasih ya kamu perhatian banget padaku. "gemas Tari pada suaminya itu, sedikit mencubit pipi Zaki.
"Apaan kamu Sih sayang,kayak anak kecil saja." kata Zaki kembali tersenyum melihat tingkah lucu istri kecilnya itu.
__ADS_1
**********