MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Kesal pada Reza


__ADS_3

Keesokan paginya Lira sudah sampai ditokonya dengan mungka masam saja, dan kesalnya pada Bosnya saat ini.


Nana dan Hanna hanya bingung melihat Lira bernungka masam, mereka Haran dengan tingkah teman sepekerjanya ini masuk ke toko tampa menyapa dan langsung meyelonong saja keruangan Kerja Reza.


Reza yang baru sampai 30 menit lalu kaget sagat oleh Lira yang masuk tampak Megetuk pintu.


"Liraaaa!! kesal Reza" kamu ini benar-benar bikin Aku jekel saja,, pagi ini baru dek jangan bikin ulah,kamu ini masuk main nyelonong saja, kanapa?" kata Reza melihat wajah Lira masam.


"Kak Reza mala nanyak lagi, dia sendiri yang bikin ulah,sok gak tahu lagi." kesal Lira duduk di sofa yang ada didalam ruangan Reza itu dengan rasa kesal nya pagi ini.


"Kamu ini kenapa, pagi-pagi sudah kayak Kesetanan saja?" kata Reza tahu dengan sifat Lira.


"Kak Reza ngapain mintak aku kerja di perusahaan kak Zaki sih, aku jadi gak bisa bebas lagi." kata Lira sedikit tidak semangat.


"Ohhh itu rupanya kamu seperti ini.


"Ya.


"Kalau soal itu, memang sengaja kakak bilang sama Tuan Zaki, kerena kamu pantas bekerja disana Ra, kerena kamu itu cukup mampu bekerja dikantor itu, kakak yakin kamu bisa." jawab Reza santai saja.


"Tapi kak, Lira gak ada pengalaman kerja,lagian Lira masih kualiah." kata Lira lagi.


"Kamu bisa bekerja seperti disini Lira, tidak akan menganggu waktu kuliah kamu kok, kamu tetap separuh waktu kerja kok, kakak sudah atur itu semuanya." kata Reza lagi.


"Terus siapa yang akan bantu kakak disini lagi?" tanya Lira kembali


"Hanna dan Nana ada, nantik mereka berdua akan kakak bagi sip, biar Nana Pagi Siangnya Hanna." jawab Reza pada Lira.


"Jadi mereka tidak satu sip gitu?"kata Lira lagi.


"Ya tentu tidak Ra, jika satu sip lagi mereka juga akan sama dengan kamu, bekerja gak pernah serius, kalian hanyak banyak bermain-main saja alias cerita."ungkap Reza.


"Mana ada begitu kak, itu cuma hiburan saja, jika tidak begitu ni mata pasti ngatuk, jika gak ceruta." kata Lira asal bicara.


"Ya sudah kamu kerja sana,abis bulan ini kamu harus risen dari toko ini, aku tunggu kamu bulan depan diperusahaan Tuan Zaki."kata Reza.

__ADS_1


"Kalian berdua teman, tapi jika ngomong masih saja pormal." kata Lira


"Itu harus Ra, kerena dia pemilik Perusahaan besar itu, kerena kita menghargai dia atasan kita, kamu juga sepeti itu nantik juga sudah bekerja disana, dan juga jangan pagil aku ini dengan sebutan Kak lagi, tapi pak Reza, mengerti!! " kata Reza dengan senyuman nya.


"Pantasan saja Hanna sangat menyukai kamu kak, lihatlah tingkah gila kamu ini." kata Lira yang asal bicara membuat Reza melototkan matanya kerena omongan Lira barusan.


"Kenapa Melihat aku gitu kakak, kenapa Gak suka?itu benar kak, Hanna itu suka sama bosnya,yang nantinya berjudul I love you Boss.!! " kata Lira santai keluar dari ruangan itu setelah megejek Reza.


"Lira jangan lari kamu,awas kamu ya." kata Reza kesal pada Gadis yang selalu bikin dia pusing setiap hari.


"Dasar ni gadis membuat gue jadi tress jerena ulahnya,bagai mana dia nantik satu tempat kerja sama gue bisa-bisa gue ambaian dibikin kerena harus bertegang urat sama dia tiap hari." kata Reza bicara sendiri.


Sampai di ruangan lokernya saat ini Lira langsung menganti pakaian kerjanya dan setelah itu dia menyusul dua temanya itu.


Lira melihat Hanna baru saja siap megepell lantai dan Nana baru siap dengan merapikan rak mainan.


"Na lo sudah sehat?" kata Lira


"Sudah, jika belum ngapain gue disini Ra."


"Lo kenapa tadi main nyelonong masuk keruangan bos sih ada masalah lagi tu sama bos idaman Hanna?" tanya Nana pada Lira.


"Lah itu bagus Ra, kenapa lo sewot gitu, itu kesempatan bagus, terus sampai lo akan bekerja disini, lo punya skil dibidang kantor,gak seperti kami yang tamatan sma saja, kalau gue jadi lo pasti gue Terima Ra." kata Nana pada temanya itu.


"Tapi gue, gak enak ningalkan kalian, gue gak ada teman." kata Lira lagi.


"Entar ada teman baru disana Ra, jika lo baik sama orang pasti ada yang mau berteman sama lo." jelas Nana lagi.


"Apa yang kalian berdua bicarakan sih? kata Hanna yang baru gabung sama mereka berdua.


"Apa lagi gak bicarakan Boss pujaan hati lo itu Han!! " kata Lira lagi.


"Emang kenapa dengan Bos tampan gue itu?" tanya Hanna bingung.


"Gue dipindah kerja di perusahan kak Zaki oleh Bos pujaan lo itu, kesal gue sama dia." gerutuk Lira.

__ADS_1


"Yah sudah itu mala bagus Ra, kenapa lo kesal gitu." kata Hanna lagi.


"Bagus apanya, gue gak bisa bebas kerja gak kayak disini." kata Lira Asal.


"Di mana-mana itu kerja gak bisa bebas Ra, kerena lo dekat saja sama Bos Tampan gue itu,dia gak bisa bicara banyak pada lo, coba jika tidak dia bos kita, sudah lama kita sudah ditendang dari sini." kata Hanna.


" Banar tu apanya yang di bilang Hanna itu Ra,kerena bos dekat sama lo saja dia bisa gitu, sekarang Terima saja kerja itu,itu bagus buat lo." kata Nana.


"Terserah lo berdua saja, gue sudah capek otak ni, kerena memikirkan si Om Tampan gak ngasih kabar dia sampai di Inggris dari semalam sama gue, kesal banget gue."


"Hoiii jangan gila lagi lo ya, itu lo namanya punguk merindukan bulan, sampai kapanpun lo akan menunggu si Om tampan lo tidak akan Ada." sahut Nana yang tahu sebatas saja.


"Lo sabar ya Ra, mana tahu dia lagi capek barus sampai sana, jadi gak sempat ngabarin lo." kata Hanna kembali.


"Malang benar nasib gue Han, gue cinta sama dia, dia mala ninggalin gue sendiri disini." lemas Lira.


"Sudah drama kalian itu, sekarang saatnya kelian bukak toko, ini sudah jam berapa?" kata Reza baru keluar dari ruangannya, hendak berangkat ke perusahaan bekerja.


"Siap Boss tampan!! " sahut Hanna terseyum manis pada Reza.


"Hanna,nantik kamu yang ambil alih pekerjaan Lira, kamu belajar pembukuan mulai saat ini, sebelum Lira keluar dari toko ini." kata Reza


"Mana bisa begitu Bos, saya gak bisa. " kata Hanna menyahuti kata Reza.


"Pasti bisa, belajar sama Lira,sampai akhir bulan ini, mengerti kamu." kata Reza santai, seperti bisanya sikap dingin dan cueknya itu pada semua karyawannya.


"Oh ya Nana nantik ada karyawan tambahan dua orang jadi tugas kamu untuk mengajari mereka." kata Reza hendak pergi.


"Baik Bos." kata Nana santai.


"Dan kamu Gadis nakal jangan lupa tu ajarii.....!!! kata Reza terputus oleh Lira.


"Ajarin Calon Buk bos ya Kak? itu tenang saja kak, untuk calon buk boss apa yang tidak." canda Lira pada Reza.


"Lira kamu ini. " kesal Reza langsung pergi meninggalkan Tiga gadis itu.

__ADS_1


Lira hanya tersenyum saja melihat Reza pergi dengan rasa kesal padanya saat ini, kerena rasa kesalnya juga sudah terbalas kerena dengan mengejek Bosnya itu.


***************


__ADS_2