MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Tingkah dua boca


__ADS_3

Dalam perjalanan Gio lagi asik menertawakan Sahabatnya itu saat ini, kerena tampak lucu Zhidan setelah ketahuan sudah mencuri perhatian pada Lira baru saja.


"Diam lo, jangan meledek gue terus." kesal Zhidan pada Gio.


"Kamu lucu Idan, kamu itu suka tu sama tu anak, tapi lo gak jujur sama hati lo." kata Gio santai.


"Mana ada seperti itu Gio,tidak secepat itu gue bisa jatuh cinta sama seorang gadis dihidup gue, butuh peyesuian!! " singkat dan acuh Zhidan menjawab Kata Sahabatanya itu.


"Lo bukan Anak remaja lagi Idan,lo harus bisa membuka hati lo untuk seorang gadis,cobalah untuk menjalin hubungan dengan seseorang agar lo bisa terlepas dari Nama Mekar, percayalah pada gue lo pasti bisa, tidak akan selamanya lo seperti ini lo juga butuh pendamping hidup, kerena umur lo bukan mudah lagi, sudah kepala tiga." ungkap Gio mengingatkan sahabatnya itu.


"Gue tahu Gio, cuma hatiku selalu berkata lain." kata Zhidan sedih.


"Bukankah lo sudah setahun ini mencoba untuk tidak mengingat kejadian itu lagi, dan sudah coba melupakan, kenapa tidak dengan mencoba untuk megisi hari lo dengan seorang yang akan bisa mengartikan dirinya dari hati lo."kata Gio menatap sahabatnya itu dengan serius.


"Ahhh jangan bahas itu lagi, malas gue." kata Zhudan diam.


"Itu terserah lo saja, jika lo tidak terlambat untuk mendapatkan Lira, kerena Lira gadis yang bayak pegagumnya." kata Gio.


"Diam lo, bukan urusan lo jika gue suka atau tidak sama tu anak." kata Zhidan Agak kesal


"Elah lo bersikap kayak gini tapi hati lo berkata lain,sudah hilang tu lo gak bisa untuk memiliki gadis cantik dan imut itu."canda Gio pada Sahabatnya itu yang sudah sangat kesal Padanya.


"Apaan si lo Gio dari tadi gak bisa bahas yang lain, gadis itu terus yang lo bahas." kata Zhidan santai.


"Kerena gue perduli sama lo." kata Gio agak meyugingkan senyuman pada sahabatnya itu.


"Emang licik lo ya." kata Zhudan lagi.


"Licik dari mana Idan, gue betul-betul perduli sama lo, biar kita bisa sama-sama nikah dan memiliki keluarga masing-masing kelak, ketikan ngumpul kita sudah memiliki keluaga kecil yang bahagia,dan sudah mempuyai anak dan istri itu sangat menyenangkan Idan, coba lo bayangkan,itu yang sangat bahagia untuk gue." kata Gio tersenyum membayangkan jika satu hari nantik mereka berkumpul sudah memiliki keluarga masing-masing.


"Keluarga peyang lo, lo aja engak sama gue!! " singkat Zhudan menjawab.


"Ahhhh dasar lo,gak seru lo jadi teman gue." canda mereka berdua menuju sebuah Moll di jakarta.

__ADS_1


Gio dan Zhidan akan mencari sesuatu untuk acara lamaran untuk nantik malam, mereka berdua hari ini akan menghabiskan waktu mereka untuk mencari barang dan keperluan mereka berdua hari ini.


,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


"Bos gak ada aklak ni, masa iya barang sebanyak ini cuma kita yang disuruh rapikan ini,gak iklas gue kerjakan ini." repet Hanna yang masih merapikan barang yang baru masuk itu.


"Sudah jangan merepet mulu tu mulut, kerjakan dengan iklas." kata Lira pada teman sepekarjanya itu.


"Lo ya enak,masak aku terus yang disuruh kayak gini sama bos sialan itu." kata Hanna masih saja kesal pada Bosnya itu.


"Kerena si boss sayang sama lo, suruh lo terus digudang, hahaha." ketawa Lira pada Hanna yang kesal.


"Bisa diam lo gak Ra, gue lagi kesal bangat tu sama bos gila kayak dia itu."kata Hanna selalu merepet.


"Ya elah sudah gue bilang dari tadi jadi, jadi nyonya bos saja lo Han, baru lo bisa senang. " kata Lira.


"Yonya bos jidat lo, bisa-bisa gue mati disiksa rapikan barang seumur hidup gue di gudang ini." kata Hanna.


"Jika sudah jadi putri cantik si bos lo bakal gak akan disuruh digudang lagi, pasti lo bakal duduk cantik di rungan boss." kata Lira sudah mulai ngelantur."


"Aduhhhh Han kenapa nipuk gue tu sama mainan, lo ini gak bisa lihat gue lagi senang." kata Lira Merepet ulah Hanna.


"Makanya tu Ngayal nya jangan ketinggian Ra,buang pikiran gila kamu itu, selalu bayangin Bosku kekasih itu lagi, emang dasar lo ya." kata Hanna santai.


"Ahh elo Han, sebentar aja kenapa biarkan gue menikmati hayalan gue lihat lo sama bos ganteng itu pacaran napa sih." kata Lira lesuh.


"Sudah kerjakan ini cepat, sebelum si bosa sampai sini,ini sudah mau siang Lira, entar kita dikasih hukuman lagi, mau lo." kata Hanna.


"ya Engak lah, siapa juga mau lama-lama digudang ini, gak bisa cuci mata." jawab Asal Lira.


Tampa mereka sadari Reza suda mendegar pembicaraan mereka berdua dari tadi dipintu, kerena Reza baru saja kembali dari miting bersama Zaki, dia seganja kembali ke toko ingin melihat barang yang sudah dipesan ya kemaren.


"Sudah selesai perbincangan kalian itu." kata Reza membuat dia gadis itu kaget.

__ADS_1


"Kak Reza!!! " sapa Lira garut-garut kepalanya kerena mereka ketahuan sudah membicarakan bosnya sendiri.


"Jika Belum siapkan diri kalian berdua seharian disini, sebagai hukuman." kata Reza santai.


"Jangan begitu Bos, kita hampir siap kok, kata Hanna Gak mau lama-lama digudang.


"Kak jangan gitu dong, aku juga mau kuliah siang ini, berbaik hati dong sama kita, kita sudah salah, tapi jangan tambah hukumannya, bisa-bisa gutas aku gak dikumpulkan kak." kata Lira Mulai bermungka sedihnya.


"Ahh kamu ini selalu begitu Lira, coba serius kenapa, jika kenak hukum kamu selalu megandalkan tugas kuliah kamu." kata Reza yang sudah tahu watak Lira.


"Dan kamu lagi Han,apa alasannya kesal kali sama bos kamu dari tadi aku dengar." kata Reza menatap karyawannya itu.


"Maaf bos, aku salah, tapi mulut ini gak bisa diam, maunya gitu." kata Hanna asal.


"Hai apa yang lo bilang, Han, mati lah kita gak bisa keluar kita dari gudang ni." kata Lira berbisik pada Hanna.


"Mulut ini gak mau diam Ra."balas Hanna berbisik lagi pada Temannya itu.


"Apa lagi yang kalian bicarakan?apa mau ditambah lagi hukumanya?" kata Reza menatap dua gadis itu.


"Gak Boss ganteng, gue mau keluar dari sini, jika Lira mau disini biar dia saja, gue ogak Bos." kata Hanna cepat menjawab Reza.


" Enak aja lo,gue juga gak Mau Kak,gue mau lihat Kehidupan diluar sana, biar ni mata gue bisa melek." jawab Lira cepat.


"Jika itu cepat kalian kerjakan ini sudah mau masuk jam makan siang Han dan juga kamu Lira, apa gak bakal kuliah kamu jika kamu masih saja dengan tingkah gila kamu itu." kata Reza memang gila otak nya memikirkan kedua kariawanya itu.


"Terimakasih Bos yang tampan dan baik hati." kata Lira dan Hana bersamaan.


"Sudah kerjakan tugas kelian sebelum makan siang, jika tidak selesai kalian berdua harus disini seharian!! mengerti. " ancaman Reza,berlalu dari gudang itu dan kambali lagi keperusahan Zaki lagi untuk melakukan aktivitas kesehariannya.


"Daaaaaah Bos yang baik hati.. kata Hanna juga sama gilanya dengan Lira.


Reza hanya tersenyum saja pergi dari tokonya itu kerena tingkah kariawanya itu, betul-betul menguji kesabarannya.

__ADS_1


***************


__ADS_2