MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Kenak tendangan maut Lira


__ADS_3

" Dasar tu anak, beraninya dia ngacam gue, kesal bangat gue." kata Lira sangat kesal pada Dimo.


"Sabar sikit napa lo sih Lira,lo tahu tu Dimo orangnya seperti apa,sebaiknya lo jauhin tu anak, gak usah lo lawan lagi, tu anak sangat berbahaya untuk lo." kata Mila yang masih bersama Lira berjalan di trotoar jalan menuju kampusnya yang tidak jauh dari tempat mereka makan.


"Gue gak takut sama sekali sama ancaman dia, gue gak mau lemah lagi didepan laki-laki kaya dia itu, harus menangis dan megemis cinta sama tu dia, jangan berharap gue kayak gitu pada tu anak." kata Lira santai.


"Sekarang lo jangan pernah berhubungan sana tu nama Dimo,gue juga gak suka lihat tu anak, kaya Dia aja cowok ganteng dikampus." kata Mila juga kesal pada Mantan pacar Sahabatnya itu.


"Sudah gak usah pikirkan tu anak Mila, kita lupakan aja tu dia,buat mut gue hilang saja." kata Lira Lagi.


"Tapi gue gak abis pikir sama tu otak anak, dia mintak balekkan samo lo tapi dia mala bilangin lo gak cantik, sudah bergesrrr tu otak anak." kata Mila tidak abis pikir.


"Otaknya sudah bergeser 30% kali. " sambung Lira asal bicara.


"Iya juga kali ya.!!! " kata Mila juga ingin ketawa dari jawaban Sahabatnya itu.


"Eehh nantik kita samapai jam berapa Mata jukaiah kira Mila, apa kita ada malam lagi ya.


"Kayak ada Satu mata kuliah kerena Dosennya menukar jam nya." jawab Mila


"Ya sudah,tapi nantik gue nebeng pulang sama lo Mila, gue malas naik angkot, kerena sudah malam takut gue." kata Lira pada Mila.


"Kalau soal itu lo gak usah pikirin,dengan senang hati gue antar lo.


"Makasihhh banyak dehh,my friend." kata Lira memeluk sahabatnya itu didepan rungan mereka belajar.


"Kita masuk, bentar lagi dosen kiler masuk, mau lo dibikin sate sama Tu dosen." kata Mila santai.


"Ogak, takut gue, ayok kita masuk." kata Lira cepat-cepat masuk dan duduk selalu berdekatan sama Mila.


"Lo sudah ngumpul tugas kemaren yang dikasih Ra?" kata mila.


"Udah,,dua hari lalu sudah gue kasih sama dosennya." kata Lira santai menjawab kata Mila.


"Lo sudah siap,kok gue gak tahu sih, ahh lo curang ya, gue baru mau hari ini ngasih." kata Mila kesal pada sahabatbta itu.


"Sapa suruh malas-malas megerjakan,gue pas ada waktu sengang saja saat itu, makanya gue bisa cepat menyelesaikan tugas itu, dan juga mbak Tari bantu gue." kata Lira santai.


"Lo enak bisa dibantu Mbak Tari yang pintar itu,dia kan Lulusan terbaik dikampus inikan?" kata Mila baru ingat bahwa Tari adalah murit yang pintar dan memiliki nilai yang bagus dibidangnya.


"Mana gue tahu!! " kata Lira.


"Lo gak lihat di mading Masih ada terpampang tu namanya." kata Mila lagi.

__ADS_1


"Masak!! kok gue gak pernah tahu ya,kalau mbak Tari dari lulusan universitas sini juga?" kata Lira bertanya pada Temanya itu.


"Makanya lo sekali- kali Lihat tu mata kearah mading,biar lo tahu, ini gak lo terlalu acuh disekitar kampus ini." repet Mila pada Lira.


"Malas gue,disini gue ingin belajar bukan cari yang lain." kata Lira Acuh.


"Ya sudah diam lo, lihat tu dosen koler datang." bisik Mila pada Lira.


"Diam lo. " kata Lira lagi.


Mereka berdua Diam selama jam pelajaran dengan dosen yang ditakuti oleh semua mahasiswa itu,Begitu jiga Dengan Lira dan Mila.


Setelah jam pelajaran itu selesai dengan dosen yang membuat semua Siswa tidak dapat berkutip sedikitpun, akhirnya jam itu usai juga.


"Kita mau kemana ni Ra, menjelang jam Mata kuliah kedua kita sama Pak Joko masih sangat lama,ini baru jam Setengah 6 sore,sebaiknya kita Cari tempat untuk makan dulu deh, atau kita cari jajanan di pikiran Jalan kampus yok dari kita Bosan disni. " ajak Mila paa Lira yang lagi asik megerjakan tugasnya yang baru diberikan oleh Dosen yang ditakutinua itu.


"Lo lagi apa Ra?tanya Mila melihat temanya itu lagi Asik dan pokus megerjakan tugasnya itu.


"Jangan ganggu gue, lo aja yang keluar cari cemilan sana, gue mau nyekesaikan tugas gue dulu, besok gue harus kerja." kata Lira masih saja pokus.


"Besok kenapa sih Ra, gue juga belum kerjakan itu tugas." kata Mila lagi sedikit malas melihat temanya itu.


"Nantik gue sudah tidak ada waktu lagi untuk megerjakan ini semua, sampai rumah gue bakal gak bisa kerjakan ini, lo tahu bukan anak majikan gue gak bisa lepas jika gue sudah dirumah." kata Lira menjelaskan pada Mila.


"Serah lo deh mau belikan apa. "kata Lira menjawab seadanya pada temannya itu.


"Gue tingal dulu bentar, lo gak apakan sendiri disini??" kata Mila lagi.


"Gak apa, gue tunggu lo disini,masih bayak yang lain diluar kok, lo gak usah takut tingalkan gue disni sendiri." kata Lira santai.


"Baiklah,gue pergi dulu ya."kata Mila menungalkan Lira sendiri di ruangan itu sendiri.


Lira tingal sendiri saja di rungan tempat belajarnya itu, tampa memperhatikan sekelilingnya saat ini,banyak siswa keluar dari menunggu Dosennya mereka didalam, itu pasti sangat mbosankan, tidak dengan Lira saat ini, dia lebih milih menyelesaikan tugasnya daripada menghabiskan waktu yang terbuang dengan kegiatan yang tidak-tidak diluar sana.


"Lo sendiri aja Ra, kata Dimo baru masuk, kedalam ruangan Belajar Lira.


"Lo ngapain masih disni?" kata Lira kaget melihat Dimo saat ini masih berkeliaran dikampus jam segini.


"Emangnya ada peraturan yang mengharuskan siswa berada dijamnya tidak boleh berada dikampus lagi." jawab Dimo sanatai.


"Bukankah lo sudah pulang, apa yang lo kerjakan jam segini dikapaus, biasanya lo bakal langsung kabur jika jam selesai." kata Lira dengan tidak takut pun sedikit saja pada Dimo.


"Gue ingin bersama lo?" kata Dimo mendekati Lira dan duduk disamping Lira dengan tatapan liciknya.

__ADS_1


"Ngapain lo bersama gue, ogak gue dekatan sama lo, sana lo menjauh dari gue." usir Lira lagi.


"Gue gak bakal melepaskan elo begitu saja Lira, tidak semudah itu dirimu lepas dari gue." kata Dimo memegang dagu Lira yang sudah terpojok di dinding saat ini, sulit untuknya bergerak untuk lepas dari Dimo.


"Lepaskan gue, mau apa lo?" kata Lira masih saja melawan Dimo.


"Kita Bermain sebentar saja Lira, gue menginginkan Lo." kata Dimo hendak mencium bibir Lira namun Dengan cepat Lira menendang Selangkang Dimo, sehiga Dimo menahan sakit, Lira dengan cepat keluar dari dekapan tubuh Dimo dan keluar berlari dari rungan itu.


"Hai tolong gue, dari pria gila itu!! " teriak Lira pada Beberapa temannya yang berada diluar kampus.


"Lo kenapa Lira ?" Kata Dudit dan keno baru saja datang.


"Lo bantu gue dari pria play boy itu, dia mau Memperkosa gue!! " kata Lira Asal.


"Apa gila tu anak." kata Dudit juga sangat emosi dengan Kata Lira barusan.


"Lo tunggu diluar saja, biar kita Yang urus Siberandal satu itu, sudah muak gue lihat tingka tu anak." kata keno juga.


"Ayok kita labrak tu anak, jangan pernah lagi dia ganggu cewek dijurusan kita." kata Dudit emosi.


"Ayok!! " keno dan Dudit masuk kedalam ruangan itu saat ini Dimo yang masih menahan sakit diaset berharganya.


"Kenapa Lo,apa belum sadar juga lo sudah dihajar oleh mantan lo sendiri masih berani lo ganggu Siswa jurusan kami." kata Dudit juga tidak menyangka saati ini Dimo dia tidak bisa berdiri dari tendangan Lira barusan.


"Sialan cewek itu, beraninya dia menendang gue.kata Dimo sangat marah pada Lira.


"Baru kapok lo,Jangan perna lo injakkan kaki lo di rungan ini dan jangan pernah lagi lo Ganggu Cewek dijurusan kami, jika tidak lo akan berurusan dengan kita, ingat lo." anacam Keno pada Manta Lira itu.


"Itu baru saja Lira yang menendang lo, jika lo ingin aman maka pergilah dari ruangan ini, sebelum kesabaran gue habis." kata Dudit lagi geram pada Dimo yang selalu mencari gara-gara dengan anak jurasan dia.


"Untuk saat ini gue ngala, tapi tidak besok." kata Dimo santai.


"Lo masih berani ngacam kita. "kata Dudit melayangkan Satu tinju di mungka Dimo.


"Bukkkk!!! " satu tinju melayang kewajah tampan yang suka bikn kesal Itu.


"Keluar lo dari ruangan ini." kata keno cepat.


Didit dengan cepat keluar dari rungan itu, kerena saat ini dia tidak bisa melawan karena selangkangnya masih terasa sakit kerena tendangan maut Lira barusan.


"Gue tidak akan diam ya, cam itu.!! " ancam Dimo sebelum pergi.


**************

__ADS_1


__ADS_2