MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Kembalinya Tari ke tanak Air


__ADS_3

waktu berlalu sangat cepat Sudah Satu bulan Mentari dinegara orang selama pemulihannya dari kejadian penabrakkan dirinya dan suaminya dua bulan yang lalu,hari ini Tari dan Zaki Akan kembali ketanak air bersama seluruh keluarganya,Zhidan juga akan mengantarkan adiknya itu untuk pulang ketanak air.


Salam pejalan, jet pribadi Gio yang selalu siap untuk Mereka, kerena Gio sudah mengagap mereka keluarga, jadi apapun untuk Keluarga Sahabatnya itu akan dilakukan yang terbaik.


"Kita sebentar lagi sampai ?" kata Zhidan Pada Ayah dan juga Ibunya ada didalam pesawat itu.


"Zak,kita langsung ketempat yang kita sudah rencanakan?" tanya Zhidan pada temannya itu.


"Kalian saja duluan, aku harus kembali kerumah dulu,sorenya aku baru kesana, biar adek lo gak curiga." kata Zaki berbisik pada Zhidan


"Mbak Ajeng apa yang di bicarakan mereka sampai bicara berbisik gitu Si?" Tari penasaran duduk bersama Ajeng.


"Mbak juga gak tahu Ta, biarkan mereka, itu urusan merekalah." kata Ajeng Santai.


"Kamu Sudah kuat untuk peluk Abian Ta?"Tanya Ajeng.


"Jika belum kuat Hari ini biarkan mbak saj hari ini jaga Abian, kamu istirahat dulu aja hari ini."kata Ajeng megerti kerena kejutan Buat Tari malam ini.


"Baiklah jika itu tidak merepotkan Mbak!! " kata Tari tidak enak.


"Sikecil mungil ini mana mungkin Merepotkan Bunda,iya sayang Bunda!! " kata Ajeng sambail megelus pipi Abian yang lagi tidur itu.


"Mbak, kapan nikah sama Kak Gio sih, apa lagi yang mbak tungguin?" tanya Tari pada Ajeng.


"Bukan Mbak belum mau Ta, tapi hubungan kami baru beberapa bulan ini belanjut serius, mbak harus melihat perkembangan setahun ini dulu, mbak butuh melihat keseriusan Gio pada Mbak." jelas Ajeng pada Tari.


"Gitu ya Mbak!!! " kata Tari tidak meneruskan lagi ucapannya itu, karena dia juga megerti apa perasaan Ajeng selama ini mencintai Gio, namun Gio tidak pernah menampakan rasa seriusnya pada Ajeng walau Gio juga sangat mencintai Ajeng sepenuh hatinya.


"Begitulah kira-kira Ta."


Tidak lama Pesawat mereka sampai di bandara, mereka semua keluar dari Bandar menuju jemputan Mereka, Ajeng sudah ditungguin oleh Gio saat ini, kerena Gio tidak bisa lama-lama menungguin mereka ketena Pekerjaannya yang sudah menumpuk, semenjak Mentari koma, dia tidak bisa pokus dalam menagani urusan Perusahaannya.


"Hai Yang!! " sapa Ajeng sudah mau satu bulan tidak berjumpa dengan Kekasihnya itu.

__ADS_1


"Kamu merindukan aku sayang?bals Gio memeluk Ajeng yang lagi mengendong Abian.


"Hai anak ayah, apa hari ini kamu ikut kita kerumah?" kata Gio pada Bayi mungil dan imut itu.


"Biarkan mereka Istirahat hari ini, kita jadi beby siter aja hari ini Yang." kata Ajeng megedipkan Matanya Dengan centilnya pada Gio.


"Kamu tambah berani sama aku sekarang ya." balas Gio senang melihat Ajeng.


"Apanya, biasa kali!! "kata ajeng."


"Zak, gue bawak anak gue pulang ya, lo senang -senang saja hari ini, semua sudah siap lo tingal datang." bisik Gio oada Zaki.


"Ok, terimakasih banyak atas bantuan lo Gio." kata Zaki senang.


"Lo gak usah bilang gitu Zak, kita teman, besok giliran gue yang lagi kesusahan lo yang bantu gue, ya sudah Gue cabut dulu."kata Gio sambil membukakan pintu mobil pada Ajeng biar kekasihnya masuk kedalam mobil.


"Lo langsung kemana Hari ini Idan?" kata Gio lagi.


"Gue langsung bawak Ayah dan Ibuk ke gedung yang sudah lo pesan."kata Zhidan juga masuk kedalam mobil jemputan untuk mereka.


"Semoga saja, gue cabut duluan." kata Zhidan Masuk kedalam mobil jemputan untuknya dan meninggalkan Gio dan Zaki lebih dulu.


"Gue juga cabut Zak, lo jaga tu adek gue,anak gue pasti senang sama kita berdua, lo gak usah kawatir." kata Gio juga masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan Zaki di bandara itu.


"Mas kamu kenapa berdiri disitu, ayok kota pulang?" kata Tari


"Ehhh iya, aku lagi melihat Gio membawa putra kita." senyum Zaki bahagia pada istrinya itu.


"Aku senang banyak orang yang Peduli pada ku dan menyayangiku melebihi keluarga mereka Mas." kata Tari dalam perjalanan kerumahnya saat ini mobilnya yang dikendarai oleh Reza.


"Kita bersyukur ada mereka disekeliling kita." kata Zaki lagi tersenyum pada istrinya itu.


"Hari ini kamu istirahat sayang sorenya kita ada acara sedikit, jadi malam nantik aku ingin kamu bisa tersenyum bahagia, seperti ini ya."kata Zaki

__ADS_1


"Acara apa Mas?"


"Ada dehhh, nantik kamu tahu sendiri." kata Zaki tersenyum pada istrinya lagi


"Kamu ini bikin aku penasaran saja ya." kata Tari bingung.


"Tunggu nantik saja, jika aku bilang sekarang itu namanya bukan kejutan lagi sayang."


"Gitu ya!! " kata Tari tidak bertanya lagi pada Suaminya itu.


Mobil yang dibawah oleh Reza akhirnya sampai juga rumah yang sudah dia bulan ini tidak mereka lihat, Tari menagis akhirnya dia bisa melihat rumah impiannya itu dengan rasa bahagia setelah kejadian dua bulan yang lalu hampir saja dia meregut nyawanya .


"Mas aku senang kita bisa kembali ke rumah kita. " isak tagis Tari penuh haru melihat rumah yang dirinduinya itu,dirumah ini Tari dan Zaki akn memulai hidup barunya setelah apa yang sudah membuat mereka jauh selama ini.


"Jangan menagias,kita sudah berada dirumah yang selalu kamu rindukan, rumah kita akan memenuhi impian kita sampai tua nantik bersam anak-anaknya kita nantik." kata Zaki memeluk istrinya itu.


"Aku sampai tidak percaya aku bisa kembali lagi kerumah ini Mas." kata Tari singkat.


"Sudah kita Masuk,sekarang saat kamu istirahat,nantik sore kita akan kesuatu tempat." kata Zaki membawa istrinya itu masuk.


Reza hanya tersenyum saja didalam mobil melihat Bosnya itu bisa meyayangi Tari.


"Semoga Tari wanita terahirmu tuan, aku senang jika Tuan hidup bersamanya,dia gadis yang baik dan tepat untuk tuan,dia yang akan membawa kearah yang baik untuk tuan."kata hati Reza senang.


"Za,kamu Sudah siapkan semua digedung untuk acara nantik ?" kata Zaki baru saja keluar setelah meg antarkan Tari kedalam.


"Sudah tuan,kita tingal menunggu acaranya saja tuan, tuan Gio sudah mengatasi dengan baik, semoga saja acaranya lancar tidak ada lagi penghalang untuk tuan dan Nona bahagia." kata Reza sopan.


"Jika begitu kamu boleh istirahat Za,sampai jumpa digedung Nantik malam." kata Zaki pada Asistennya itu.


"Baiklah tuan saya juga ingin cabut juga kerena ada yang ingin akau cari." kata Reza panit pada Bosnya itu.


"Ya, silakan." kata Zaki juga masuk kedalam rumahnya itu.

__ADS_1


**********


__ADS_2