
Satu tahun berlalu.
Damian masih belum menemukan Grace. Sudah dua tahun lamanya, tetapi usahanya tidak membuahkan hasil. Rindu kian membuncah, Damian seolah kehilangan hasrat untuk melanjutkan hidup.
Mulai frustasi sehingga Damian menghabiskan hari-harinya dengan mengkonsumsi alkohol. Grace berhasil memporak-porandakan kehidupan seorang Damian.
"Sir, perusahaan kita mulai redup. Saham kita menurun drastis. Apakah anda ingin menghancurkan perusahaan yang anda bangun dari bawah itu?" pelan-pelan tapi pasti. Adam berusaha meraih botol minuman yang Damian genggam. Mencoba membangkitkan semangat pada diri Damian.
Tidak menjawab, hanya gelak tawa kecil yang terdengar. Menyedihkan, Damian terlihat seperti orang gila sekarang.
Penampilannya begitu kacau. Lingkaran hitam mengelilingi mata, rambut halus mulai memenuhi rahan, dan tatapannya menatap dengan sorot mata tajam. Menakutkan.
"Sir, coba anda pikir. Setelah perusahaan bangkrut dan anda menjadi orang miskin. Bagaimana cara anda menghidupi nona Grace nanti. Apa anda yakin nona Grace mau menghabiskan sisa hidupnya dengan orang miskin seperti anda." mencoba membujuk. Berharap Damian terpengaruh dengan omong kosong.
Perlahan Damian membuka mata, menatap Adam serius. Benar, Damian terpengaruh oleh ucapan Adam barusan. Jika perusahaan bangkrut dari mana Damian akan mendapat uang.
"Kau benar, aku harus mempertahankan perusahaan demi mensejahterakan kehidupan keluarga kecil ku nanti." katanya seraya membenahi kancing kemeja.
"Saya akan menyiapkan keperluan pribadi anda, sir." dengan senyum sumringah Adam pergi mengambil pakaian kerja Damian. Tak lupa memanggil tukang cukur. Rambut Damian semakin panjang setelah tidak di rapikan selama beberapa bulan lamanya.
Terjunnya Damian kembali ke dunia bisnis menggemparkan seluruh media masa. Pasalnya Damian menutupi kerugian perusahaan dengan cepat dan meninggikan harga saham dalam waktu singkat.
Tidak hanya sampai di situ. Damian mulai masuk kedalam dunia entertainment. Menanam saham di beberapa agensi yang menaungi artis ataupun model papan atas.
...🦋🦋🦋🦋...
Derap langkah sepatu pantofel menggema kencang. Ruang gelap, lembab, dan minim pencahayaan. Semakin lama semakin nyaring, pertanda sang pemilik sepatu kian mendekat.
Semua bodyguard yang berjaga berdiri menyambut, tatkala melihat tamu yang berkunjung merupakan sepupu sang majikan.
"Kau datang?" Peter bertanya dari atas kursi kebesaran. Menegak whiskey dan menghimpit sebatang rokok diantara dua jari.
"Kau sudah menemukan istri ku?" Damian duduk menyilang-kan tangan di dada. Menatap Peter dengan penuh harap. Damian mulai tidak bisa mengatasi perasaan rindunya terhadap Grace.
"Ambil ini, ayah berhasil menemukan istri mu." melemparkan map bewarna coklat. Damian merebut map tersebut. Membuka lalu membacanya dengan cermat.
Mansion Elard.
Damian menyunggingkan senyum miring. Pantas saja berulang kali anak buahnya bilang ada sesuatu yang mencurigakan di Mansion Elard. Namun, mereka tidak tahu hal mencurigakan apa yang bersembunyi di balik dinding rumah megah itu.
__ADS_1
"Kau ingin mendengar hal yang lebih gila?" Peter berkata dengan raut muka serius.
"Apa?"
"Orang yang menyembunyikan identitas dan membuat mereka tidak bisa di lacak adalah ayah ku. Ayah Rachel datang dan meminta bantuan pada ayah ku."
"Kau tahu sendiri bukan. Mereka bersahabat, tetapi ayah ku tidak memberinya bantuan secara cuma-cuma. Ada harga yang harus Rachel bayar." Peter kembali menyedot rokok. Mencari ketenangan.
"Coba tebak bayaran apa yang harus Rachel bayar." Damian menarik sebelah alisnya ke atas. Berpikir. Pertanyaan Peter cukup menarik minatnya untuk menjawab.
"Uang?" Peter menggelengkan kepala.
"Pernikahan, Rachel harus menikahi ku asal kau tahu." menjawab dengan menyunggingkan senyum licik. Damian tergelak kecil, senang akhirnya Rachel mendapat pawang.
Setidaknya wanita itu tidak akan memprovokasi Grace lagi. Tidak akan membantu Grace melarikan diri. Peter mungkin mengawasinya selama 24 jam.
"Sekarang pergi dan seret kakak ipar kembali. Dan aku ucapkan selamat karena kau memiliki anak laki-laki yang tampan. Kakak ipar melahirkan anak mu setahun yang lalu." seakan di hantam batu besar Damian merasa sesak, tenggorokannya tercekat.Tidak bisa berkata-kata sangking senangnya.
Tidak ingin membuang-buang waktu, Damian segera pergi. "Siapkan pesawat pribadi ku sekarang." menghubungi Adam. Memberi perintah.
Akhirnya setelah sekian lama Damian menemukan Grace. Berani sekali Grace lari dan menyembunyikan putranya.
Damian memarkirkan mobilnya asal. Berjalan dengan tergesa-gesa menuju halaman belakang mansion. Dimana sebuah lapangan penerbangan berada. Lapangan penerbangan yang di gunakan saat keadaan darurat.
Adam menunduk rendah, menyambut Damian dengan tatapan bertanya-tanya. "Kemana kita akan pergi, sir?" memberanikan diri untuk bertanya.
"London." seketika bola mata Adam membesar. Apa artinya Damian telah menemukan Grace.
"Setelah aku mendapatkan Grace, kita langsung kembali ke New York. Jadi siapkan semuanya termasuk boks bayi untuk putraku." titah Damian. Adam dibuat terkejut oleh ucapan terakhir Damian. Itu artinya tuan mudanya punya penerus. Itu kabar baik dan patut di rayakan.
"Baik Sir." Adam duduk di bagian paling belakang. Mengetik pesan singkat pada kepala pelayan mansion agar menyiapkan kebutuhan bayi usia satu tahun.
Damian membuang muka ke arah jendela menikmati langit malam yang gelap. Perasaan bahagia dan marah bercampur aduk menjadi satu. Mengacaukan pikirannya.
Berapa banyak momen yang Damian lewatkan. Dari Grace hamil sampai melahirkan, Damian melewatkan semua momen. Dan itu gara-gara keegoisan Grace.
Sebaiknya hukuman apa yang pantas Grace dapatkan nanti. Hukuman ini harus membuat Grace jera dan takut pada dirinya.
Damian memejamkan mata. sebaiknya dia beristirahat dan mengumpulkan tenaga untuk hari esok. Akhirnya setelah dua tahun Damian bisa meluapkan rasa rindu.
__ADS_1
Damian tidak tahu masih ada Steven yang akan menghentikan mereka. Kita lihat saja nanti siapa yang akan memenangkan pertarungan.
...🦋🦋🦋🦋...
Hari silih berganti dan pesawat Damian tiba di kota London pada jam 12 siang. Sejenak Damian singgah di sebuah hotel berbintang.
Tidak mungkin Damian menculik Grace di siang bolong. Yang ada Damian akan berhadapan dengan penduduk dan polisi setempat. Karena itu Damian memutuskan beristirahat sekaligus menunggu malam tiba.
Damian POV
Malam hari..
Aku berdiri di depan gerbang mansion Elard, menunggu Adam merusak kunci. Rasa senang semakin menghampiri tatkala keberhasilan sudah di depan mata.
Setelah Adam berhasil membuka gembok, aku dan beberapa anak buah ku menyelinap masuk. Gelap dan sepi, aku yakin semua orang sudah tidur di kamar masing-masing.
Terlalu banyak kamar di mansion ini, alhasil aku dan anak buah ku berpencar mencari kamar Grace. Bravo, sepertinya keberuntungan berpihak pada ku malam ini.
Dalam sekali coba aku berhasil menemukan kamar Grace. Jantungku berdetak kencang, mata ku berkaca-kaca, aku tidak tahu harus melakukan apa. Pikiran ku seperti menghilang selama beberapa saat. Perasaan bahagia tidak bisa aku ungkapan lewat Kata-kata.
Wanita yang selama ini aku rindukan terbaring nyaman di atas ranjang. Grace semakin cantik, tetapi pipinya sedikit mengembang. Mungkin Steven memanjakan Grace selama tinggal disini.
Pandangan ku beralih pada sosok mungil yang terlelap di samping Grace. Tampan, dia membuka mata begitu aku mendekat seakan tahu aku datang untuk menjemputnya.
Segera aku memanggil Adam agar masuk dan membawa putraku. Aku sendiri yang akan membawa Grace pergi.
"Ayo kita pergi!" ucap ku menginstruksikan. Semua anak buah ku berjalan mengendap-endap, berusaha tidak menimbulkan suara.
Sedikit lagi kami sampai di pintu utama. Tetapi seseorang menghentikan langkah kami dengan menodongkan pistol ke arah ku.
Steven, berani sekali dia menghentikan langkahku. "Turunkan adik ku!" ucapnya lantang. Menatap ku dengan sorot mata permusuhan.
Steven tidak sadar Adam berdiri di belakang seraya mengambil kuda-kuda. Bugh! Adam memukul tengkuk Steven dengan pergelangan tangan. Terlalu kencang sampai membuat pria itu pingsan.
Aku menyunggingkan senyum kemenangan sebelum akhirnya melanjutkan langkah dan meninggalkan kediaman Daniel Elard.
TBC
warning!
__ADS_1
cerita ini hanya fiksi yang author buat sesuai dengan imajinasi author jadi mohon untuk tidak dianggap serius. 🙏!!!!!!