Mr Billioneire Wife

Mr Billioneire Wife
Masa lalu Steven(Revisi)


__ADS_3

Seusai pesta berlangsung, seluruh keluarga berkumpul di ruang tamu mansion Damian. Kecuali Ara, wanita itu tidak ikut berkumpul bersama. Sebab Alessio merengek karena mengantuk. Begitu juga dengan Agatha, dia menidurkan Xavier di kamarnya.


"Jelaskan, dari mana Alessio berasal dan kapan kakak menikah!" seru Grace. Bukan hanya penasaran tapi juga khawatir Steven melakukan kesalahan di masa lalu.


Hening sejenak, sebelum cerita Steven menutup matanya sejenak. Mengambil napas dalam-dalam sebelum akhirnya membuka suara, menjelaskan kejadian yang menimpanya beberapa tahun lalu.


"Berawal saat daddy mengasingkan aku ke Spanyol. Aku bertemu dengan seorang gadis baik hati, namanya Lira. Perhatian dan kepeduliannya membuat ku terharu. Hingga akhirnya kami semakin dekat dan memiliki perasaan satu sama lain."


"Suatu hari aku mendapatkan tender besar, karena senang aku mengajak Lira pergi ke bar untuk merayakannya. Kami berdua minum-minum sampai mabuk. Dan tidak sengaja melewati malam bersama."


"Anehnya Lira pergi tanpa kabar setelah one night stand itu. Aku berusaha menghubunginya, tapi nomornya tidak aktif. tiga bulan setelah kejadian itu, Lira datang ke perusahaan dengan air mata berurai. Dia bilang dia hamil dan mau meminta pertanggungjawaban."


"Tapi aku menolak dan menyuruhnya menggugurkan bayi itu!"


Flashback On


Setelah mendapat tender besar Steven sibuk mempersiapkan proyek barunya. Karena kesibukannya itu, Steven jadi lupa dengan Lira. Hingga tiba di acara peresmian cabang perusahaan baru. Lira tiba-tiba datang menemui Steven.


"Steve, aku hamil. Aku ingin meminta pertanggungjawaban mu!" ucap Lira dengan wajah pucat pasi. Steven melebarkan mata, kenapa baru sekarang. Seharusnya Lira tidak meninggalkannya waktu itu. Sekarang Steven tidak bisa. menikah, karirnya baru saja di mulai.


"Gugurkan! aku baru saja terjun di dunia bisnis. Karir ku baru saja di mulai Lira. Aku akan menikahi mu, tapi tidak sekarang!" jawab Steven.


Lantas Lira tersenyum kecut, matanya mulai menyusut sayu. Mendengar jawaban ironi yang terlontar dari bibir Steven membuatnya sadar. Steven tidak menginginkan kehadirannya.


Tanpa memaksa ataupun menutut, Perlahan Lira membalikkan badan. Berjalan keluar dengan tatapan kosong. Mata satu itu terus menguraikan buliran bening. Rasa sakit karena penolakan Steven membuat Lira putus asa.


Dan hari itu hari terakhir Lira menampakkan diri di depan Steven. Bak di telan bumi, Lira hilang entah kemana. Steven juga tidak berniat mencarinya karena sibuk dengan pekerjaan.


Setelah beberapa bulan, Steven sudah melupakan Lira dari pikirannya. Suatu hari saat Steven mau menghadiri rapat. Handphonenya bergetar, nomor tidak kenal tampak di layar handphone.


"Halo!" sapa Steven.


"Selamat siang tuan, saya menelpon dari rumah sakit. Saya ingin memberitahukan bahwa istri anda mengalami kecelakaan dan melahirkan secara prematur!" Steven terdiam sejenak. Sekali lagi memeriksa nomor tidak di kenal itu.

__ADS_1


"Sepertinya anda salah sambung, saya masih lajang nona!"


"Tidak, saya menghubungi anda atas permintaan nona Lira tuan!"


Prang! seketika Steven menjatuhkan handphonenya. Kakinya melemas, seolah tidak ada kekuatan untuk menumpu. Steven berlari masuk ke dalam lift. Tidak mengindahkan panggilan sekertaris.


Rasa khawatir dan bersalah bercampur aduk. menjadi satu. memenuhi hatinya kini. Bibirnya bergetar hebat, matanya mulai berkaca-kaca. Lira, wanita yang di cintainya kini telah kembali. Namun, membawa kabar buruk yang mengoyak hati.


Dengan kecepatan tinggi, Steven mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit terdekat. Tepatnya di mana orang-orang membawa Lira berobat.


Begitu sampai Steven bergegas menghampiri resepsionis, bertanya letak kamar yang di tempati Lira. Betapa hancurnya Steven tatkala mendapati Lira terbaring lemah dengan luka yang parah. Pelipisnya berdarah, siku dan lututnya juga bercucuran darah. Keadaan Lira benar-benar memprihatinkan sekarang.


"Ka-kau sudah datang?"


"Lira.. " Steven langsung memeluk tubuh ringkih itu dengan erat. Lira tersenyum singkat, meskipun pelukan itu menekan semua lukanya. Namun, tidak bisa di pungkiri hatinya senang mendapati Steven masih mencintainya.


"Aku melahirkan seorang pangeran tampan Steve!" bisik Lira. Rasa bersalah yang memenuhi hati Steven semakin menyeruak. Selam ini Lira. mempertahankan kehamilannya.


"Kenapa kau mempertahankan bayi itu, Lira?"


"Aku sudah memberikan nama pada bayi kita. Alessio, dia akan menjadi penerang dalam kehidupan mu, Steve. Aku mohon cintai dia sama seperti kau mencintai ku. Aku sudah tidak kuat menahan rasa sakit ini. Sepertinya aku tidak bisa membesarkan Alessio bersamamu!"


"Apa yang kau katakan Lira. Kau harus kuat, aku tidak bisa merawat bayi itu sendiri!" Steven menjatuhkan kepalanya ke ke ranjang Lira. Menggengam tangan Lira erat.


"Aku akan menikahi mu, kau tidak boleh pergi meninggalkan ku. Bukankah kau menginginkan sebuah pernikahan yang meriah?" gumam Steven dalam isak tangis.


Tidak ada jawaban, Steven mendongakkan kepala. Tiba-tiba jantungnya berpacu cepat kala mendapati Lira menutup mata. Steven segera memanggil dokter. Di detik itu juga dokter menyatakan Lira sudah tidak bernyawa.


Hati itu adalah hari di mana Steven berada di titik terendah. Menyesal sudah menelantarkan Lira dan berakhir dengan kematian tragis membuat Steven sempat mengalami depresi. Namun, Steven bangkit dari keterpurukan dan melanjutkan hidup demi Alessio-putranya.


Flashback Off


"Setelah kematian Lira, aku membawa pulang Alessio dan membesarkannya dengan bantuan baby sister. Aku tidak berniat mengacuhkan putra ku sendiri. Setiap aku melihat wajahnya, perasaan bersalah itu selalu muncul. Karena itu aku menjaga jarak dari putra ku sendiri!"

__ADS_1


Semua orang terdiam setelah mendengar penjelasan Steve. Belle sudah terisak, kisah Lira hampir serupa dengan kisahnya. Belle tau betul apa yang Lira rasakan saat mendengar penolakan dari pria yang di cintainya.


Plak! satu tampar Grace layangkan di pipi kanan Steven. Dengan mata merah padam berkilat marah, wanita itu memukuli Steven dengan brutal.


"Memalukan, kenapa kau melakukan itu pada kekasih mu. Tidakkan kau malu dengan perbuatan keji mu itu. Apa kau lupa, kau juga memiliki saudara perempuan. Andai aku berada di posisi Lira saat itu, bagaimana perasaan mu."


"Lira hidup sebatang kara. Kenapa kau menelantarkannya, kau pikir Lira baju yang bisa kau pakai dan buang sesuka hati? Aku bahkan malu mengakui mu sebagai kakak ku sekarang!" sentak Grace.


Steven terdiam di tempat, tidak melawan ataupun menyanggah hinaan yang terlontar dari bibir Grace. Kepalanya terus terduduk, meratapi kesalahan yang sudah lama berlalu.


Grace berhenti memukuli Steven, mendadak kepalanya terasa pening. Pandangannya kabur, Grace berusaha mendekati Damian. Namun belum sempat Grace menggengam tangan Damian. Tiba-tiba kesadarannya menghilang. Grace pingsan dalam pelukan suaminya.


"Grace!" teriak Damian khawatir. Kemudian. menggendong Grace ala bridal style dan membaringkannya di atas sofa.


"Panggil Lucas kesini!" teriak Damian memberi perintah. Adam langsung beranjak dari tempat, segera menelpon Lucas agar segera datang ke Mansion.


Tidak sampai 10 menit, Lucas datang dengan napas terengah-engah. Kali ini, Lucas membawa asisten perempuan. Tidak ingin Damian mengamuk karena istrinya di periksa oleh dokter tampan sepertinya.


"Di mana kakak ipar?" tanya Lucas. Mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruang tamu.


"Hei kenapa tidak membawanya ke kamar?" marah Lucas.


"Bawa dia ke kamar!" pinta Lucas dan langsung di iyakan Damian.


"Kalian semua keluar, berikan ruang untuk kakak ipar. Biarkan asisten ku memeriksanya dengan tenang!" Semua orang tak terkecuali Damian keluar dari kamar.


Namun sebelum keluar Damian berkata, "15 menit lebih dari itu aku akan mendobrak pintu!"


"Iya-iya, sekarang keluar kau membuat asisten ku takut!" marah Lucas, mendorong kencang tubuh besar Damian agar cepat keluar dan mengunci pintu dari dalam.


TBC


warning!

__ADS_1


cerita ini hanya fiksi yang author buat sesuai dengan imajinasi author jadi mohon untuk tidak dianggap serius. 🙏!!!!!!


__ADS_2