Mr Billioneire Wife

Mr Billioneire Wife
Alex lagi(Revisi)


__ADS_3

Tap! tap! tap!


Grace menyeret kakinya keluar perusahaan Damian. Menelusuri trotoar dan berakhir singgah di halte bis terdekat. Derai air mata mulai berjatuhan. Isak tangis kian terdengar.


Melihat pria yang dicintainya bermesraan dengan wanita lain sungguh sangat melukai hati rapuhnya. Kenyataan pahit harus Grace terima. Damian telah berselingkuh, pantas saja beberapa hari belakangan ini Damian pulang terlambat.


Pria itu mengabaikannya dengan dalih pekerjaan. Nyatanya Damian bosan padanya. Apa karena penampilan sudah tidak menarik lagi. Apa karena tubuhnya melar setelah melahirkan.


Grace bersandar di kepala kursi. Memejamkan mata erat-erat. Membungkam mulutnya rapat-rapat. Berusaha memendam Suara. Suasana cukup sepi sekarang, Kemungkinan-kemungkinan para pegawai pergi makan siang.


"Usap air matamu, kau terlihat jelek saat menangis!"


Grace membuka mata, dilihatnya uluran tangan seseorang memberikan selembar kain tipis bermotif bunga Lily. Karena penasaran Grace mendongakkan kepala. Melihat wajah tampan Alex membuat Grace bermuka masam seketika.


"Kau ada disini?"


"Kebetulan aku lewat dan melihat mu menangis sendirian di sini tadi. Apa kau baik-baik saja?" terlihat sekali jika Alex mengkhawatirkan Grace.


"Benarkah hanya sebuah kebetulan semata?" tanya Grace curiga.


Jalan ini bukanlah jalan alternatif. Selain pegawai Wilson crop, jarang ada orang yang melewati tempat ini. Sebab kawasan ini sudah di beli Damian untuk memperluas perusahaan.


"Aku tidak akan menyakitimu Grace. Jangan takut pada ku." seolah mengerti kecurigaan Grace. Alex meyakinkan wanita itu jika keberadaannya disini memang tidaklah disengaja.


Grace diam, kesal karena tidak ada satu pun kendaraan yang lewat disini. "Kau menunggu taksi?" tanya Alex saat melihat Grace celingukan. Anggukan kepala Grace berikan sebagai jawaban.


"Biarkan aku mengantarmu pulang!" tawar Alex. Tersenyum lebar hingga menampilkan lesung pipi di kedua sisi pipinya.


"Tidak terimakasih!" tolak Grace cepat.


"Kalau begitu bisa kita bicara sebentar?" akhirnya Alex mengakhiri basa-basi.


"lihat ini!" memperlihatkan foto Damian dan Kelly duduk menikmati makan malam. Kelopak mata Grace kembali memanas. Terlebih setelah melihat Kelly memeluk lengan suaminya dengan mesra.


Kekesalan memenuhi pikirannya sampai tidak memperhatikan sekitar. Grace bahkan tidak sadar bibir tebal Alex melekat sempurna di bibirnya. Yah Alex sengaja mencium Grace saat melihat Damian dari arah kejauhan.

__ADS_1


Bug! Damian mendorong Alex menjauhi Grace. Memukul wajah Alex dengan brutal. Apalagi melihat wajah sombongnya semakin membuat Damian merasa kesal.


“Berhenti, kenapa kau memukulinya!" lerai Grace. Dari sini kemarahan Damian semakin menjadi jadi sebab Grace membela mantan tunangannya.


"Kenapa apa kau ingin melakukan lebih dari sekedar ciuman tadi?" bentak Damian. Kenapa posisi mereka sekarang jadi terbalik. Seolah disini Grace lah yang menjadi tersangka dan Damian adalah korban.


"Dan kau! Jauhi istriku, jika kau tidak ingin nyawamu melayang sia-sia!" seru Damian melontarkan ancaman.


Tidak ingin berada lama-lama disini. Damian menarik kuat atau lebih tepatnya mencengkeram pergelangan tangan Grace dan membawa wanita itu masuk kedalam mobil.


"Jangan menyentuhku, aku tidak ingin disentuh pria brengsek seperti mu." mencoba memberontak. Namun, usahanya sia-sia karena Damian tidak membiarkannya lolos begitu saja.


...🦋🦋🦋🦋...


Begitu sampai di mansion. Damian membawa Grace masuk kedalam kamar mandi. Memasukkan wanita itu kedalam bathub dan mengguyurnya dengan derasnya shower. Damian ingin menghilangkan bekas pria lain yang melekat pada tubuh Grace.


Hampir 5 kali Grace menggosok gigi atas perintah Damian. Namun, sepertinya Damian tidak berniat menghentikan aktivitasnya.


Badan Grace menggigil hebat. Memang sekarang masih siang, tapi bulan ini memasuki musim dingin. Cahaya matahari pun tak begitu terang akibat tertutupi mendung.


"Berani sekali kau berciuman dengan mantan tunangan mu. Apa hak mu memberikan bibir yang menjadi milikku ini kepada orang lain?" kata Damian sarkas.


Tangannya terus menggosok badan dan bibir tipis Grace. Damian lupa jika Grace tengah mengandung dan tidak boleh lelah ataupun tertekan.


"Gadis nakal harus di hukum, jangan khawatir aku akan menghangatkan tubuhmu setelah mandi jadi berhentilah merengek!"


Mendengar ucapan Damian Grace semakin terisak. Takut mendapat hukuman dari Damian. Apalagi sekarang tubuhnya terasa beku, dia butuh kehangatan sekarang. Kenapa Damian tidak berhenti juga.


Damian menghentikan kegilaannya setelah melihat telapak tangan Grace mengeriput. Kemudian menggendong Grace keluar dan membungkus tubuh wanitanya dengan selimut tebal.


"Minum!" menyerahkan segelas susu hangat. Grace melirik sekilas tidak berminat mengambilnya. Tidak sudi makan dan minum dari tangan tukang selingkuh.


"Jangan membuatku mengulangi kata-kata ku!" lagi-lagi Damian sok mendominasi dan mengintimidasi Grace. Muak mendengar suara Damian, Grace mengambil gelas tersebut.


Pyaar!

__ADS_1


Grace menjatuhkan gelas tersebut dengan sengaja. Yang mana perbuatannya itu semakin menyulut emosi Damian.


"Maaf! tanganku licin," terlihat sekali jika permintaan maafnya barusan di buat-buat.


"Kau membangkang rupanya!"


Damian keluar kamar, entah apa yang akan di lakukan pria itu sekarang. Grace tidak mempedulikannya. Ia kembali merapatkan selimut dan membiarkan tubuhnya menghangat. Keberadaan Damian membuatnya tidak nyaman tadi.


Tap! tap! tap!


Tidak lama setelah itu Damian kembali masuk. Pria itu menyibak selimut, menarik Grace dan membuat wanita itu berganti posisi yang semulanya berbaring menjadi duduk.


"Jangan uji kesabaran ku Grace. Minum ini dan tidurlah. Atau aku benar-benar menghukum mu seperti tempo hari bahkan bisa lebih parah dari sebelumnya!" terpaksa Grace menerima dan meminum cairan putih tersebut.


"Sudahkan sekarang pergilah, aku tidak mau melihat wajahmu." mengusir Damian dengan tatapan tajamnya.


"Dengarkan aku dulu Grace. Aku tidak pernah mengkhianati mu sama sekali, bahkan tidak pernah terfikir olehku hal buruk seperti itu!" Damian menjelaskannya dengan lembut serta penuh kesabaran.


Damian cukup mengenal istrinya. Semakin Damian berbuat kasar. Grace semakin ingin memberontak. Apalagi dalam keadaannya sekarang wanita itu dua kali lebih emosional.


"Aku tidak peduli, biarkan aku sendiri" seru Grace masih tidak terima dengan apa yang di lihatnya di perusahaan tadi.


"Aku akan menyuruh kak Steven menjemput ku nanti. Keputusan ku sudah bulat kita akan berpisah. Anak-anak akan ikut dengan ku!"


"Tidak ada yang bisa meninggalkan mansion ini tanpa seizin ku. Entah itu diri mu ataupun anak-anak. Sebelum kau melangkah keluar gerbang, aku pastikan Steven tiada didepan mata mu Grace. Berhentilah memikirkan perceraian, karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah menceraikan mu."


Damian menegaskan keputusannya juga. Lagi pula sampai kapanpun Damian tidak pernah akan melepaskan Grace.


Grace berdecih, mulutnya komat-kamit mengumpat dan menyumpahi suami pengkhianatnya.


jika kau tidak menikmati kenapa tidak kau dorong saja dia. Dimana Damian yang terkenal kejam tak pandang bulu.


Dasar bedebah sialan!


TBC

__ADS_1


__ADS_2