Mr Billioneire Wife

Mr Billioneire Wife
Michael (Revisi)


__ADS_3

Akhirnya setelah penantian panjang, hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Hari ini Steven dan Ara resmi menjadi pasangan suami istri. Pagi ini, kedua mempelai mengambil sumpah pernikahan di gereja besar yang ada di pusat kota. Dan sekarang resepsi mereka berlangsung dengan mewah dan meriah.


Para wartawan membanjiri halaman hotel terbesar di kota Milan. Mengantri masuk kedalam untuk meliput secara langsung acara pernikahan putri tunggal keluarga Wilson.


Serba biru, dekorasi ruangan didominasi warna biru. Warna kesukaan Ara. Tamu yang di undang pun bukan dari kalangan orang biasa. Mayoritas yang hadir di acara resepsi ini adalah petinggi perusahaan, selebriti, bahkan pejabat negara yang memiliki koneksi dengan Hans Wilson.


Terlihat Damian dan Grace berjalan beriringan dari arah kejauhan. Grace tampak murung karena gaun yang dibelinya bersama Rachel tiba-tiba saja tidak muat di tubuhnya.


Akhirnya mau tidak mau Grace memakai baju yang dibelikan Adam secara mendadak. Meskipun tetap terlihat terlihat cantik, Grace masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa dia tidak bisa memakai gaun pilihan sahabatnya.


"Selamat atas pernikahan kalian!" seru Grace memeluk Ara singkat. Tadinya Grace mau memeluk Steven juga, tapi Damian mencekal lengannya dan menggelengkan kepala.


"Apa-apaan kau? biarkan aku memeluk adik ku!" jengah Steven. Menatap Damian dengan tatapan tidak suka.


"Tidak boleh, dia istriku hanya aku yang boleh menyentuhnya!" sarkas Damian dengan suara keras. Tidak peduli jika semua orang mengatainya sinting.


Hentikan aksi memalukan mu yang mulia, biarkan hamba hidup tenang selama sehari saja tanpa keributan.


Grace mengumpat dalam hati dan menatap Damian seolah ingin memakan pria itu hidup-hidup.


"Selamat atas pernikahan mu princess. Bilang pada ku jika bajingan itu menyakitimu, biar aku meledakkan kepalanya dengan peluru!" ingin sekali Grace membungkam mulut Damian.


"Jangan menyentuh istri ku!" seolah membalas dendam, Steven menepis tangan Damian yang hendak mencium tangan dan memeluk Ara.


"Hei aku kakak ipar mu, perlakukan aku dengan sopan!" tegur Damian. Seluruh keluarga yang melihat kejadian itu tergelak.


Steven dan Damian tidak mungkin berdamai. Kemungkinan mereka menjadi tom and Jerry untuk selama-lamanya.


...🦋🦋🦋🦋...


Damian dan Grace tidak lagi menjadi pusat perhatian. Kini perhatian mereka semua tertuju pada wanita cantik berambut pirang yang menggandeng lengan pria tampan.


Keduanya masuk dengan senyum mengembang. Sangat cocok, mereka terlihat seperti pasangan suami istri.


Lain halnya di pojok ruangan. Keenan tampak menatap tidak suka ke arah keduanya. Jelas-jelas dia disini bersama putrinya dan wanita itu malah menggoda pria lain.


Cemburu, tidak mungkin. Keenan gengsi mau mengakuinya. Masih saja mengelak, dasar bedebah sialan.


Belle mengajak pasangannya menemui Steven dan Ara untuk memberikan ucapan selamat atas pernikahan mereka.


"Kak, siapa dia?"


"Perkenalkan dia Michael teman kuliah ku dulu. Kami bersahabat dan tentu saja sangat dekat seperti saudara!" jelas Belle. Itu pun tak luput dari pendengaran Keenan. Entah sejak kapan asisten kurang ajar itu mendekat.

__ADS_1


Bersahabat, tidak ada hubungan persahabatan antara pria dan wanita. Pasti salah satunya dari mereka ada yang menaruh perasaan lebih. Di lihat dari tatapan Michael, Keenan tahu pria itu mencintai Belle.


Tangan Keenan terkepal kuat sampai kuku-kukunya memutih. Rahangnya mengeras, matanya berubah tajam. Kesal melihat Belle bersama pria lain.


Tanpa berkata sepatah pun Keenan pergi meninggalkan ruangan. Berniat menitipkan Abigail pada bawahannya.


"Kakak!" panggil Grace dengan suara cemprengnya.


"Hai Grace!"


"Dimana Abi?"


"Ah... Abigail bersama Keenan. Dia memaksa mau tinggal bersama Keenan dua Minggu lalu!" jawab Belle singkat.


"Grace aku pergi dulu ya. Aku ingin menemui putriku sudah lama aku berpisah dengannya!" pamit Belle. Grace mengangguk singkat pertanda jika dia mengiyakannya.


Drttt....


Jika kau ingin bertemu dengan putri mu. Temui aku di kamar hotel nomor 888 SENDIRIAN.


Belle hendak mengajak Michael. Namun, satu pesan singkat membuatnya mengurungkan niat. Keenan menyuruhnya pergi ke kamar sendiri.


Belle sempat ragu, tapi rasa rindunya terhadap putri kecilnya sudah tidak tertahankan. Sebab itu Belle menuruti permintaan Keenan dan datang ke kamar hotel sendirian.


Tok! tok! tok!


Ragu-ragu Belle masuk kedalam. Gelap, apa lampu kamar ini sengaja tidak di nyalakan oleh Keenan. Dimana Abigail kamar ini kosong. Tidak ada orang di sini.


Berani sekali Keenan si cabul itu menipuku.


Brak! pintu tertutup dengan sendirinya. Belle memekik kaget dan langsung membalikkan badannya seketika. Mendapati Keenan membanting pintu dan menguncinya rapat-rapat. Membuat rasa takutnya tergugah begitu saja


“Kenapa kau mengunci pintunya, dimana Abigail?” sentak Belle. Tubuhnya bergetar takut melihat senyum miring Keenan.


Keenan tidak menjawab, masih melanjutkan langkahnya. Pria itu semakin mendekat dan tatapan tajamnya mengintimidasi Belle.


“Stop! jangan dekati aku!” berpura-pura kuat dan membalas tatapan lekat Keenan. Mencoba membuatnya pria itu mengakhiri pandangannya dan memalingkan wajah.


Namun, semua itu tidak bertahan lama. Pertahanan Belle runtuh, dia takut pada tatapan tajam Keenan. Keadaannya sekarang persis seperti tikus yang masuk kedalam mulut singa kelaparan.


"Kau takut padaku tatapan ku huh? bukankah kau menyukai tatapan para pria di luaran sana?" remeh Keenan. Terus memojokkan Belle dengan kata-katanya.


"Hentikan semua omong kosong mu. Sebaiknya buka pintunya dan biarkan aku bertemu putri ku!"

__ADS_1


"Kau mau ini?" menunjukkan kartu akses. Belle hendak menyahutnya. Tapi Keenan malah menghindarinya.


"Ambil jika kau bisa." memasukan kartu itu kedalam saku celana.


"Kau!"


Tidak ada pilihan lain. Terpaksa Belle melakukan apa yang Keenan suruh. Wanita itu mendekat dan menyusupkan jari jemarinya ke dalam saku celana Keenan.


Begitu mendapatkan kartu akses. Belle langsung menarik tangannya. Namun, Keenan tidak membiarkannya pergi begitu saja.


Pria itu mendorongnya sampai jatuh ke ranjang. "Apa-apaan kau? menyingkir dari atas tubuh ku!" mulai meronta-ronta. Mencoba melepaskan diri dari cengkeraman Keenan.


"Mencoba berpaling dari ku hm?" bisik Keenan. Menahan kedua tangan Belle di atas kepala. Wanita itu tidak bisa berkutik sama sekali kini.


"Aku tidak akan membiarkannya. Sampai kapan pun kau adalah milik ku. Aku tidak akan membiarkan mu menjadi milik orang lain, baby!" Keenan mencium Belle.


Semakin lama ciuman mereka semakin dalam. Dan Belle terhanyut dalam suasana. Sehingga dia terjerumus kedalam permainan iblis itu. Sehingga malam itu mereka bercinta untuk yang ketiga kalinya.


"Aku akan menikahi mu Elle. Malam ini juga!" bisik Keenan sebelum melanjutkan aksi gilanya.


...🦋🦋🦋🦋...


"Grace!" panggil Michael.


"Ya?" jawab Grace dengan senyum tipis.


“Apa kau melihat, Elle?” tanya Michael.


"Tidak, bukankah dia bersama mu tadi?" Grace bertanya balik. Mendelik ke arah pria.


"Dia baru saja pergi, tapi aku tidak tahu dia pergi kemana karena dia tidak memberitahu ku!" bias kekhawatiran bisa Grace lihat dari kedua mata Michael.


Dari sini Grace tahu. Michael sangat peduli pada kakaknya. Dan mungkin saja Michael menaruh perasaan lebih pada Belle.


"Kak Michael, bisakah aku bertanya sesuatu pada mu?”


“Ya, tanyakan?”


“Apa kakak mencintai-“


“Kesini Grace! aku akan memperkenalkan mu pada rekan bisnis ku." suara Damian menyanggah obrolannya bersama Michael.


Terpaksa Grace pergi tanpa melanjutkan kalimatnya. Membiarkan Michael pergi mencari Belle sendirian.

__ADS_1


"Maaf kak, sepertinya aku harus pergi!"


TBC


__ADS_2