
Siang itu,
Aroma bumbu dapur menyeruak sampai keluar dapur. Terlihat Grace sibuk menumis bawang merah, bawang putih, cabai, dan penyedap rasa.
Sesuai dengan kesepakatan kemarin Grace memasak makan siang untuk Damian. Bekal sudah tersusun sedemikian rupa. Tinggal berangkat saja kini.
"Ellie, tolong jaga Xavier sebentar. Aku mau mengantar makanan ini ke perusahaan.” pesan Grace pada Ellie.
"Baik nyonya!" dengan senang hati Ellie melaksanakan perintah itu. Mengingat bermain bersama Xavier sangat menyenangkan. Apalagi putra dari nyonya mudanya itu sangat menggemaskan.
Sepanjang perjalanan Grace menatap paper bag tersebut dengan bibir terangkat. Grace pikir Damian pasti senang sebab istrinya datang membawa makanan.
"Pak tolong lebih cepat lagi.” pinta Grace pada sopir. Tidak sabar ingin bertemu suami.
"Baik nyonya!"
...🦋🦋🦋🦋...
Lain halnya di perusahaan Wilson crop. Tepatnya di ruangan Damian. Seorang wanita berpenampilan modis tengah duduk di pangkuan Damian. Posisi mereka begitu intim sampai-sampai wajah mereka hampir bersentuhan.
"Pergilah sebelum aku menghabisi mu. Ingat! aku tidak segan-segan pada wanita murahan seperti mu." sentak Damian. Masih berusaha menahan diri. Ingin menghargai hubungan kekeluargaan mereka.
"Aku tidak akan pergi kak. Aku sungguh sangat mencintaimu!" wanita itu memeluk leher Damian erat. Sesekali menghempaskan napas hangatnya di cerucuk leher Damian. Berusaha memancing gairah sepupunya.
Ya, Kelly adalah sepupunya Damian. Putri tunggal John. Beberapa hari belakangan ini, Kelly sering datang ke perusahaan. Selalu mengganggu kenyamanan Damian.
"Menjauh sialan!" habis sudah kesabaran Damian. Di dorongnya Kelly dengan kencang sampai-sampai membuat wanita itu terhempas ke bawah lantai.
Namun, Kelly tidak menyerah. Wanita itu beranjak dari lantai dan kembali duduk di atas paha Damian.
"Ayah dan anak sama saja. Sama-sama tidak memiliki rasa malu. Setidaknya jaga kehormatan mu sebagai seorang wanita. Menjijikkan!" sembur Damian dengan kata-kata pedas.
"Dasar munafik, aku tahu semua pria itu sama saja. Mereka sok menolak padahal dalam hati senang mendapat godaan seperti ini." cibir Kelly mencemooh.
__ADS_1
Damian berdecak kesal. Tatapan kelamnya memandang Kelly jijik. "Hentikan drama mu dan pergi dari sini selagi aku masih bisa bicara baik-baik." usir Damian. Berusaha melepaskan diri dari cengkeraman Kelly.
Cup! kejadian tak terduga terjadi. Tiba-tiba saja Kelly mencium bibir Damian. Ciuman singkat tapi berhasil membuat amarah Damian semakin bertambah. Damian tidak bisa mengelak serangan tiba-tiba itu.
Pyaar!
Keduanya menoleh. Betapa terkejutnya Damian kala mendapati Grace berdiri di ambang pintu dengan mata berkaca-kaca. Tangannya terkepal, giginya merapat, dan tatapan benci terarah pada mereka berdua.
Hancur sudah perasaan Grace saat melihat pria yang paling dia cintai bercumbu mesra dengan wanita lain. Kelly justru tersenyum senang. Merasa kemenangan sudah berada di genggaman tangannya.
Hei Grace bukan wanita lemah yang langsung menangis dan pergi meratapi nasip. Ibu anak satu itu mendekat dan menarik Kelly dari pangkuan Damian
"Dasar wanita murahan, kemari kau! aku akan memberi mu pelajaran." teriak Grace seraya menarik rambut Kelly.
Amarahnya semakin menggebu. Tamparan keras Grace layangkan di pipi Kelly sampai meninggalkan bekas berwarna merah. Grace benci wanita perusak rumah tangga orang. Kenapa harus Damian, Grace tidak rela suaminya itu di sentuh wanita lain.
"Bedebah sialan! Aku akan melenyapkan mu!" Grace mencakar wajah Kelly dan berakhir dengan mencekik leher wanita itu.
Kelly berusaha membalas, namun serangannya tidak mengenai Grace sama sekali. Baru kali ini Kelly kalah bertarung dengan istri sah. Biasanya Kelly selalu menang.
"Enyah dari hadapanku sebelum ku bunuh kau! atau kau ingin ku permalukan didepan umum?" kebetulan followers Grace sangat banyak. Sekali upload mungkin Kelly bisa langsung viral.
Grace menyeret Kelly keluar dari ruangan Damian dan menghempasnya tanpa rasa bersalah sedikitpun. Penggoda sepertinya memang pantas diperlakukan buruk.
Tidak peduli jika nanti semua karyawan menggunjingnya karena memukul sepupu Damian. Kelly tidak bergeming, masih duduk di bawah lantai sembari merapikan rambut dan pakaiannya yang kusut. Matanya menatap dendam kearah Grace.
Kelly memicingkan mata, lewat ekor mata melirik vas bunga yang bertengger apik di atas meja samping. Dengan sigap wanita itu meraih vas dan melemparkannya ke arah Grace.
Beruntungnya Adam datang tepat waktu. Sehingga Adam sempat menangkap vas kaca tersebut. Sedikit terkejut melihat raut wajah nyonya mudanya yang begitu mengerikan bak dewi kematian.
Baru 10 menit Adam meninggalkan perusahaan. Dan tempat ini sudah sangat berantakan. "Kau ingin membunuh ku huh? coba saja, aku tidak takut dengan ancaman mu!" sarkas Kelly. Masih tidak kapok.
"Wanita murahan seperti mu memang tidak pantas dikasihani. Haruskah aku merusak wajah rubah mu itu agar kau tidak bisa menggoda suami orang lagi?"
__ADS_1
Grace memelintir tangan Kelly dari belakang dan menempelkan pecahan kaca di pipi kirinya. Entah dari mana Grace mendapatkan pecahan kaca.
Tubuh Kelly bergetar hebat. Tidak menyangka Grace akan bertindak sejauh ini. Bagaimana jika Grace benar-benar menggores wajahnya. Selama ini Kelly hidup dengan mengandalkan kecantikan. Jangan sampai aset berharganya itu kenapa-kenapa.
"Nyonya biar saya yang mengurus wanita itu!" Adam berusaha menghentikan Grace. Tidak ingin melihat majikannya melukai orang dan berakhir di balik jeruji penjara.
"Jangan ikut campur, dimana kau saat dia menggoda suamiku?" bentak Grace. Adam langsung terdiam di tempat. Seandainya dia tidak pergi tadi, mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi.
"Tenanglah Grace, dengar penjelasan ku." setelah terdiam cukup lama akhirnya Damian membuka suara.
"Kau membelanya? " ejek Grace.
"Astaga aku lupa. Bukankah wanita ini kekasih mu. Siapa aku sampai-sampai kau ingin membelaku!" terus mencemooh Damian.
"Omong kosong, kau istriku. Dan selamanya kau akan menjadi istriku. Aku tidak mempunyai hubungan apapun dengan wanita ini." tutur Damian membela diri. Karena disini Damian merasa tidak melakukan kesalahan. Grace salah paham.
"Aku hanya mempercayai kejadian yang baru saja aku saksikan. Aku akan pulang ke rumah daddy, aku akan mengajukan surat perpisahan padamu. Tanda tangani itu,"
Mendengar kata pisah raut wajah Damian berubah datar. Rahangnya mengeras, lidahnya berdecak sebelum akhirnya mengulas senyum miring.
"Aku tidak akan membiarkan mu pergi babe. Kau terkurung dalam penjara hatiku. Sekali kau masuk maka kau tidak bisa keluar."
"Terserah, tapi mulai detik ini aku menganggap kita tidak memiliki hubungan apapun lagi. Jadi jangan menyentuh ataupun menyebut ku sebagai istrimu. Kau paham!"
Grace melepaskan Kelly dan membuang pecahan kaca itu ke sembarang arah. Lalu berjalan meninggalkan perusahaan. Tangannya meraba perut buncitnya yang terasa sedikit sakit. Namun, Grace berusaha menahan semua rasa sakit itu.
Damian berlari mengejar Grace, namun jari jemari lentik milik Kelly mencengkram kakinya menahan dirinya agar tidak pergi. "Kak biarkan dia pergi, dia melukaiku. ini sakit sekali, ayo obati aku."
"Semua ini salahmu, jangan harap kau hidup tenang sekarang. Aku akan membuat hidupmu lebih buruk dari neraka."
"Kau! bawa dia dan masukkan kedalam penjara bawah tanah!" perintah Damian pada Adam sebelum menghempaskan tubuh Kelly.
TBC
__ADS_1