Mr Billioneire Wife

Mr Billioneire Wife
Kedatangan Damian(Revisi)


__ADS_3

Dua belas jam menempuh perjalanan akhirnya helikopter mereka tiba di daratan pulau. Rencana terlaksana sesuai dengan kesepakatan mereka di helikopter tadi. Adam mengecoh separuh dari bodyguard yang berjaga.


Bersamaan dengan usaha Damian. Grace sendiri juga berusaha bertahan hidup. Semakin lama tubuhnya semakin lemah. Tenaganya sudah hilang sepenuhnya kini.


Ikatan di tubuhnya sudah ditanggalkan. Alex tahu Grace tidak bisa melarikan diri dengan tubuh selemah ini. Terlebih ikatan kemarin meninggalkan bekas kemerahan di kedua kaki dan tangannya. Grace tidak bisa berdiri dengan benar karena rasa perih itu.


Sungguh Grace butuh dokter sekarang. Wajahnya semakin memucat. Pernapasannya pun sudah tidak stabil.


Melihat kondisi Grace yang makin memprihatinkan. Alex berinisiatif membujuk agar wanita itu mau makan.


"Grace! makanlah ini, lihat tubuh mu! Sangat kurus. Kau terlihat sangat menyedihkan." bisik Alex. Sontak Grace sedikit membuka mata, lalu tertawa kecil.


"Kau takut aku mati kan?" tebak Grace. Dan tebakannya itu benar. Alex memang ingin memberi sedikit pelajaran padanya. Tapi Alex tidak ingin Grace mati.


"Makan dan pulihkan tenaga mu. Nanti malam kita akan menikah. Kau harus kuat dimalam pertama kita nanti." ujar Alex tidak menanggapi tebakan Grace. Jijik tentu saja, namun Grace bergeming dan memilih memejamkan mata.


Pernikahannya masih belum berakhir. Damian adalah suaminya dan status itu tidak akan pernah berubah. Siapapun tidak bisa memisahkan mereka, bahkan tuhan sekali pun.


Melihat Grace bergeming di tempat tanpa ada niatan sedikitpun untuk menyentuh piring tersebut. Emosi Alex tersulut dalam sekejap. Alex menarik Grace dan memaksa wanita itu duduk.


"Kau masih saja keras kepala rupanya." geram Alex. Grace membuka mata, sekilas menatap Alex dengan tatapan mencemooh. Sebelum akhirnya membuang muka ke arah jendela.


Di mana kau Ef? apa kau tidak ingin menyelamatkan ku? aku takut. Grace berusaha merendam tangis. Tidak ingin terlihat lemah dihadapan Alex.


"Untuk apa melihat ke sana? kau berharap suami mu datang dan menyelamatkan mu huh. Bermimpilah! sebelum Damian melangkahkan kakinya kemari. Anak buah ku lebih dulu melenyapkannya."


Alex mematahkan semangat Grace. Wanita itu tahu betapa ketatnya penjagaan di luar sana. Akankah Damian berhasil melewati mereka. Mengingat setiap bodyguard membawa senapan.


"Aku yakin Ef pasti datang dan menyelamatkan ku. Jadi berhenti bermimpi aku akan bersedia menikah dengan mu!" ketus Grace angkuh.


"Mulut kotor mu itu membuatku ingin meniduri mu Grace. Apa sebaiknya aku melakukan itu?" ucap Alex seraya mengulum senyum penuh makna.

__ADS_1


Perlahan Alex mendekat, matanya berkilat mesum. Jika tidak bisa menikah setidaknya Alex bisa menikmati tubuh mantan tunangannya itu.


Melihat Alex bergerak maju, Grace beringsut mundur. Memaksakan diri beranjak dari tempat tidur. Berjalan mundur, berusaha menghindar dari kejaran Alex.


Bruk! punggung rapuhnya menabrak dinding kamar. Tidak ada pilihan lain, Grace melemparkan benda-benda di sekitarnya ke arah Alex. beberapa barang berhasil Alex Hindari. Namun, saat Grace melemparkan vas dan botol parfum secara bersamaan. Alex tidak bisa menghindar. Botol parfum itu mengenai dahinya.


"Ah!" pekik Alex kesakitan. Cairan bewarna merah tampak menghiasi dahinya itu. Tidak sederas yang Grace pikirkan. Hanya setetes saja. Seharusnya Grace lebih menguatkan lemparannya tadi.


"****! hentikan kekonyolan mu ini Grace. Kemari dan patuhi aku. Aku akan melepaskan mu setelah puas menyentuh mu!" Alex mencengkram kuat pergelangan tangan Grace sampai-sampai membuat wanita itu merintih kesakitan.


"Lepas! aku tidak sudi di sentuh pria menjijikkan seperti mu!" meronta-ronta. Namun, pertahanan Grace berakhir setelah Alex membantingnya ke ranjang kamar.


"Kau sangat cantik Grace! seandainya Belle tidak menjebak ku malam itu, mungkin kau menjadi milikku sekarang. Dan janin yang ada dalam perut mu itu adalah darah daging ku!" bisik Alex.


Cuih! Grace meludahi Alex, "aku bersyukur, berkat perbuatan Belle aku tidak jadi menikah dengan psikopat seperti mu." sahut Grace.


Alex tersenyum miring, mengusap ludah Grace dengan telapak tangannya. Cup! Alex mendaratkan ciuman singkat di bibir Grace.


Krek! tangan kekar Alex merobek dress tipis yang di pakai Grace. Wanita itu semakin menjerit dan terisak dalam ketidakberdayaan. Selalu mengucap doa dalam hati. Berharap sang kuasa menolongnya kali ini.


Sentuhan-sentuhan Alex membuat Grace jijik. Suara tangisnya terdengar ironi. Sungguh malang sekali nasip wanita itu.


Ef, di mana kau? Alex ingin menyentuh ku. Tolong aku Ef, aku berjanji tidak akan membantah perkataan mu lagi. Biarkan aku melihat mu dan memeluk mu. Aku takut Ef!


Tok! tok tok! ketukan berulang-ulang terdengar dari arah luar. Damn! siapa yang mengganggu kesenangannya sekarang.


Terpaksa Alex menghentikan kegilaan. Merapikan baju dan membuka pintu. Grace bernapas lega setidaknya pria gila itu tidak jadi menyentuhnya. Grace menarik selimut, menutupi tubuhnya dengan selimut tersebut.


Aku harus lari dari sini.


"Ada apa?" tanya Alex kesal.

__ADS_1


"Maaf menggangu waktu anda, tuan. Damian beserta anak buahnya berhasil menyelinap masuk ke kastil ini." laporan bodyguard itu membuat Grace mengulum senyum sumringah.


Berbeda dengan Alex, pria itu mengepalkan tangan, mengeratkan gigi karena emosi. Sial! bagaimana bisa bajingan itu menemukan tempat ini dalam waktu singkat. Apa dia menaruh alat pelacak pada tubuh Grace. Tidak mungkin, saat aku memeriksa tidak ada kejanggalan pada tubuh wanita itu.


"Aku akan pergi menemuinya!”


Brak! pintu terbuka menampilkan sosok yang dinantikan Grace selama ini. “Tidak perlu repot datang menemui ku, karena aku sudah ada disini.” katanya sembari tersenyum smirk.


Matanya menyapu ke seluruh ruangan. Melihat wanitanya meringkuk di bawah selimut. Damian mengulum senyum. Akhirnya setelah melewati semua rintangan Damian bisa melihat wajah cantik itu.


“Ef!” panggil Grace dengan suara lirih. Wajahnya memancarkan kebahagian seketika tatkala mendapati suaminya sudah datang.


Melihat keadaan Grace yang kacau balau, membuat amarah Damian memuncak seketika. Tanpa aba-aba Damian melayangkan bogem, meninju rahang tegas Alex.


“Bedebah, sialan! apa yang kau lakukan pada istriku?” tanyanya dengan suara dingin nan mengintimidasi. Tatapan semakin tajam kala Melihat memar di kedua pipi Grace.


"Tidak banyak, hanya menikmati bibir lembut itu. Tidak masalah kan berbagi sedikit?" bangsat, berani sekali pria itu menganggap Grace sama seperti pelacur.


Bugh! bugh! brak! pukulan dan tendangan bertubi-tubi Damian berikan. "Aku akan melenyapkan mu sialan!" Damian kembali menghajar Alex dengan brutal.


Melihat pertengkaran itu Grace diam tak berkutik. Tidak ikut campur ataupun menghentikan Damian. Karena Alex pantas mendapatkannya.


"Jangan meremehkan aku sialan!” Alex membalas serangan Damian dengan menendang perut pria itu. Meski hanya sebentar, pukulannya sempat membuat Damian jatuh. Tetap saja itu tak bertahan lama, ia kembali tersungkur kebawah setelah Damian menghantam kepalanya dengan botol kaca.


“Aku tidak pernah meremehkan mu, faktanya kau memang pecundang yang lemah.” sarkas Damian menghina.


"Berani sekali kau menyentuh istri ku. Haruskah aku melenyapkan mu sekarang?" Damian mencekik leher Alex erat-erat. Membuat pria itu kesulitan bernapas.


Bugh! Alex menendang wajah Damian membuatnya berhasil melepaskan cengkeraman Damian pada lehernya. Segera Alex mendekati Grace dan menarik wanita itu dari tempat tidur.


"Letakan senjata mu atau ku tembak dia!”

__ADS_1


TBC


__ADS_2