Mr Billioneire Wife

Mr Billioneire Wife
Dia putraku!(Revisi)


__ADS_3

Kedatangan Ara dan orang tuanya membuat Grace bergegas menyiapkan makan siang. Grace menyuruh Ellie dan beberapa pelayan membantunya menyiapkan makan siang.


Alhasil Damian, Grace, Ara, Hans dan Agatha makan siang bersama. Kehadiran Alessio membuat semua orang Bertanya-tanya dari mana anak itu berasal dan siapa yang membawanya kemari.


"Apa kalian mengadopsi anak?" tanya Agatha, sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya.


"Tidak mom, kami tidak mengadopsi anak!" jawab Grace jujur.


"Lalu anak siapa ini?" Agatha menunjuk Alessio lewat ekor mata. Sebenarnya Agatha tidak mempersalahkan kalau Damian dan Grace memang mengadopsi anak. Hanya saja mereka berdua harus memberitahunya terlebih dulu.


"Aku membawanya dari bandara mom!" sahut Ara santai. Lantas tatapan semua orang tertuju padanya, kecuali Grace. Karena dia sudah di beritahu Ara tadi.


"Kau menculik anak orang, Ara?" kaget Hans, sesekali mengusap dadanya. Takut tiba-tiba terkena serangan jantung karena di buat terkejut oleh tingkah putri kesayangannya ini.


"Dari dokter umum, sekarang kau berganti profesi menjadi seorang penculik anak. Aku tidak menduga kau melakukan kejahatan sebesar ini Ara!" cibir Damian. Senang mendapat kesempatan Menjahili Ara.


"Aku bukan penculik anak, kalian telah salah paham padaku."


"Lalu kenapa kau membawa anak itu pulang nak. Bagaimana jika orang tuanya kebingungan karena kehilangan anak mereka?" tanya Hans dengan nada lemah lembut. Selama ini Hans tidak pernah membentak Ara. Bahkan semua kemauan Ara selalu Hans turuti.


"Aku menemukannya di bandara dad. Alessio terpisah dengan ayahnya. Dia takut pada keramaian, jadi aku membawanya pulang bersama ku. Tapi jangan khawatir, aku menyimpan nomor ayahnya. Aku akan menghubunginya nanti!" jelas Ara. Lantas semua orang mengangguk mengerti.


Agatha berusaha mendekati Alessio. Namun, Alessio ketakutan dan memilih bersembunyi di balik tubuh Ara. Sedikit kecewa, namun Agatha bisa mengerti situasi.


"Aku dengar, kalian mau merayakan anniversary. Kenapa baru sekarang, kenapa tidak kemarin-kemarin?" tanya Ara penasaran. Jujur, Hans dan Agatha juga penasaran dengan alasan Damian. Namun, keduanya tidak berani bertanya. Memilih diam dan menunggu sampai Damian siap mengatakannya sendiri.


"Aku baru menemukan Grace bener bulan yang lalu. Grace juga baru mengakui perasaan cintanya semalam!" seketika ruang makan terdengar ricuh. Agatha dan Ara menggoda Grace habis-habisan. wajah Grace sendiri sudah memerah padam.


"Tapi kau baru saja terkena tembakan. Luka mu baru saja di obati dan kau malah menggelar pesta sekarang!"


"Luka ku tidak terlalu parah, aku tidak akan mati dengan luka sekecil ini!"


"Sombong sekali, tertembak lagi baru tau rasa kau!" tanpa sadar Ara menyumpahi kakaknya sendiri. Reflek Grace membungkam mulut adik iparnya.


"Tarik kembali ucapan mu Ara. Kau baru saja menyumpahi suami ku. Aku tidak ingin dia terluka untuk yang kedua kali!" sahut Grace kesal. Hans dan Agatha saling melemparkan pandangan. Keduanya tengah menahan senyum, melihat kepedulian Grace membuat mereka senang. Akhirnya Grace menerima Damian sebagai suaminya.


"Aku hanya bercanda kenapa kau serius sekali Grace?"


"Aku tidak suka dengan candaan mu. Cepat minta maaf pada kakak mu!" perintah Grace dengan wajah galaknya.


"Iya-iya!"


"Maafkan aku kak!" ucap Ara, meminta maaf dengan menggunakan kalimat singkat. Damian mengangguk, senyum kemenangan terbit dari kedua ujung bibirnya.


Tatapan Damian tertuju pada Alessio kini. Melihat postur wajah dan warna bola mata Alessio itu mengingatkan Damian pada seseorang.


Alessio yang takut di tatap seperti itupun menangis. "Mommy!" panggil Alessio manja. Lalu menyembunyikan wajahnya dengan memeluk erat tubuh Ara.


"Kak, berhenti menakut-nakuti Alessio dengan tatapan tajam mu!" sentak Ara.

__ADS_1


"Aku tidak melemparkan tatapan tajam, dia saja yang terlalu cengeng!" sungut Damian.


"Tapi tatapan matamu itu sama seperti psikopat. Menakutkan sekali!" cibir Grace kesal, tak tega mendengar tangisan anak kecil.


"Tapi kau cinta kan?" rasa panas menyengat di sekitar pipi Grace. Wanita itu menundukkan kepalanya malu.


"Sayang, berhentilah menangis. Alessio sudah besarkan?" Al mengangguk. "Kalau begitu Al tidak boleh menangis karena sudah besar." Alessio mengangguk lagi, dan mengusap air matanya dengan telapak tangan.


"Ale mau minum susu?" lagi-lagi dia mengangguk kecil. Enggan turun dari dari gendongan Ara. Ellie sempat menawarkan diri, tapi Alessio kembali menangis dan merajuk.


Terpaksa Ara membuat susu sembari menggendong Alessio. ini bukan kali pertama Ara melakukan hal semacam ini. Menjaga bangsal anak-anak sering menuntutnya bekerja keras. Ara sering menggendong pasien anak-anak sampai mereka tertidur.


"Minumlah sayang!" Ara mengulurkan gelas kaca itu, ingin membantu membawakannya tapi Alessio menolak dan berkata jika dia sudah besar. Dia bisa minum sendiri. "Sudah?" tanya Ara kala Alessio memberikan gelas kaca yang menyisakan setengah dari cairan bewarna putih itu.


Tunggu, bagaimana bisa Ara lupa menghubungi ayahnya Alessio. Mungkin sekarang, pria itu kebingungan mencari keberadaan putranya.


"Ale, mommy ke kamar mandi sebentar. Kamu duduk disini bersama bibi Ellie ya, sebentar lagi mommy kembali!" Alessio mengangguk, tidak ingin menghentikan langkah ibu barunya.


Ara mengetik pesan dengan terburu-buru,


Tuan, putramu bersamaku! Aku membawanya karena tidak tega meninggalkannya sendirian di bandara. jika kau ingin mencarinya datanglah ke alamat ini. Maaf! aku tidak berniat membawa anakmu tanpa izin.


Setelah mengirim pesan itu, Ara kembali ke dapur dan membawa Alessio pergi ke kamar untuk beristirahat. Alessio butuh istirahat yang cukup.


...πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹...


Setelah melakukan banyak Persiapan, akhirnya malam yang ditunggu-tunggu telah tiba. Acara anniversary Damian dan Grace di langsungkan secara mewah dan megah. Para tamu yang datang langsung di suguhkan dengan penampilan-penampilan artis papan atas yang sedang naik daun.


Tap tap tap! Pandangan seluruh tamu beralih pada pasangan yang baru saja datang. Damian merengkuh pinggang Grace posesif dan sebelah tangannya ia gunakan untuk menggendong Xavier.


Mereka tampak seperti keluarga bahagia. Grace terlihat cantik dalam balutan gaun bewarna Gold. Begitu juga dengan Damian. Pakaian formal itu tampak menyatu dengan tubuh seksinya. membuat Damian terlihat tampan dan mempesona.


"Anak mommy cantik sekali!" Agatha mencium dahi Grace singkat, setelah memuji kecantikan menantunya.


"Makasih mommy!" Grace tersenyum simpul. Semua keluarga datang dan berkumpul disini. Hanya saja, tidak ada Steven. Apa laki-laki itu masih marah padanya.


Grace terlarut dalam lamunan, tidak sadar pintu kembali terbuka menampilkan Peter dan Rachel. Keduanya masuk dengan langkah beriringan dan mendekatinya. Rachel membawa bingkisan hadiah untuk di berikan pada sahabatnya.


"Grace!" panggil Rachel, membuyarkan Grace dari lamunannya. "Kau baru datang?" Rachel mengangguk pelan.


"Ini untuk mu, aku ucapkan selamat atas anniversary kalian yang ke 2 tahun!" Grace mengangguk dan memeluk Rachel singkat.


"Terimakasih!"


Disisi lain, Ara duduk bersama dengan Alessio di pojok ruangan. Matanya menatap pintu masuk seolah menunggu seseorang.


Ya, Ara menunggu kedatangan ayah Alessio. Entah kapan pria tidak bertanggung jawab itu datang."Mom, apa dad masih lama. Aku ingin mengambil foto bersama orang tua, seperti teman-teman ku!"


Ara tampak membisu, takut memikirkan kejadian kedepannya. Bagaimana reaksi Alessio nanti, begitu tahu dia berbohong. Akan lebih menyakitkan saat tahu Ara bukanlah ibu yang Alessio cari.

__ADS_1


"Sebentar lagi, mungkin Daddy mu masih dalam perjalanan kesini. Bagaimana kalau kita foto berdua saja, Al mau?" tawar Ara.


"Tentu saja, aku tidak pernah berfoto bersama mu!" Alessio berjalan mendekat, dan naik keatas pangkuan Ara. "Satu, dua..cekrek!"


"Ara!" Rachel menyapa dan duduk di samping wanita itu.


"Hai"


"Bagaimana kabarmu?" tanya Rachel lagi.


"Aku baik! Dan kau?"


"Tentu saja aku baik-baik saja!" Ara tersenyum tipis.


"Tunggu, anak siapa ini?" tanya Rachel menunjuk Alessio.


"Dia putraku!!!!"


TBC


warning!


cerita ini hanya fiksi yang author buat sesuai dengan imajinasi author jadi mohon untuk tidak dianggap seriusπŸ™


Damian Efrat Wilson



Grace Elisha Elard



Peter Azriel Abbey



Rachel Adaline Caesar



Steven Elard



Arabella Beatrix Wilson



Alessio

__ADS_1



__ADS_2