Mr Billioneire Wife

Mr Billioneire Wife
Ngidam 1(Revisi)


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Grace. Yah hari ini Peter dan Rachel pulang dari acara bulan madunya setelah berada di turki selama dua Minggu. Sejak pagi tadi Grace terus merengek pada Damian, memintanya mengantarkan ke rumah Keenan.


Tapi Damian menolak dan berkata bahwa mereka masih dalam perjalanan. Tidak mungkin bagi mereka pulang langsung sampai di rumah, kecuali jika mereka titisan jin iprit yang bisa pergi kemana-mana hanya dengan memejamkan mata.


Alhasil Grace akhirnya mengikuti Damian sampai ke perusahaan. Wanita itu menempel seperti perekat pada Damian. Grace tidak mau jauh dari Damian, dia selalu mengekor kemanapun Damian pergi. Akibatnya konsentrasi Damian terganggu, dia tidak bisa bekerja seperti hari-hari biasanya.


Saat ini Damian tengah memeriksa dokumen di sofa ruang kerja. Sedangkan Grace wanita itu asik mengambil foto dan duduk di kursi kebesaran milik suaminya.


"Aku harus menghadiri rapat penting dengan kolega ku! kau tunggu disini saja!" seketika Grace langsung berdiri dari tempat duduknya dan mengikuti langkah prianya. Damian mengalah ia melambatkan jalannya, menunggu Grace menyamakan langkah.


Saat Damian mencoba menolak keinginan Grace. Wanita itu langsung menangis dan bersimpuh di bawah kaki serta merangkulnya erat. Damian tidak tahu kenapa Grace tiba-tiba berubah menjadi manja seperti ini.


Bukannya Damian tidak mau ditempeli Grace, hanya saja karena sikap manja wanitanya itu. Jadwal pekerjaannya menjadi kacau balau, Damian harus melakukan ini itu, beli ini itu sampai-sampai melupakan semua dokumen yang harus di periksa.


Apa ini karma Yang tuhan berikan padanya karena tidak bisa menemani Grace saat mengandung Xavier. Karena itu Tuhan melipat gandakan kesukaran ngidam istrinya.


"Rapat kita mulai!" Damian mempersilahkan semua karyawan dan kolega bisnisnya untuk duduk di tempatnya masing-masing.


Dipojok ruangan Grace duduk seraya memandangi wajah serius suaminya, sesekali melemparkan bola kertas kearah Damian. Supaya pria menawan itu memperhatikan dirinya.


Namun ternyata semuanya itu tidak berefek sama sekali. Damian malah semakin fokus pada layar monitor dan melanjutkan rapat dengan memberikan pertanyaan seputar proposal yang diajukan rekan kerjanya.


Kesal di abaikan, Grace menyapukan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. Mengamati wajah orang-orang yang ikut andil dalam rapat tersebut.


Matanya terfokus pada karyawan laki-laki yang cukup tampan. Dilihat dari wajah dan penampilannya, sepertinya karyawan itu masih muda.


Kesempatan tidak datang dua kali, Grace bosan hanya dengan duduk diam dan memperhatikan. Jika Damian tidak mau mendengarkan, maka Grace akan mengobrol dengan yang lain saja.


"Shutt!" panggil Grace, membuat karyawan tampan itu menoleh. Dia tidak berani menatap istri bosnya, padahal wajah Grace dipahat dengan sangat sempurna sayang jika disia-siakan.

__ADS_1


Perlahan karyawan itu mendongak, memberanikan diri memandang wajah istri bosnya. Seketika dia terpesona melihat senyum Grace yang begitu manis dan menawan.


"Kau mau menemaniku makan siang?" tawar Grace dengan mengedipkan sebelah mata. Siapa yang bisa menolak pesona kecantikan Grace hanya orang-orang tidak waras saja yang menolak ajakannya. Dengan senang hati karyawan itu menerima tawaran Grace.


Tidak sadar interaksi keduanya tidak luput dari sorot mata Damian. Perhatiannya beralih pada Grace dan karyawan.


tidak ingin membuang-buang waktu lagi, Damian menarik tangan Grace dan keluar dari ruangan rapat tanpa menghiraukan tatapan aneh para karyawan. Mau tidak mau Adam yang menghandle rapat ini.


"Ef jangan menarik tanganku, aku kan sudah berhenti mengganggumu. Kenapa kau malah marah!" ketus Grace.


"Kau memang tidak menggangu ku Grace. Tapi kau berbicara dengan pria lain tepat didepan suamimu sendiri!" teriak Damian marah-marah.


"Aku bosan Ef, aku hanya menginginkan teman bicara. Jadi apa salahnya?" sendu Grace, membuat Damian langsung luluh.


"Maafkan aku, karena sudah mengabaikan mu. Baiklah sekarang ceritakan semua hal yang ingin kau sampaikan. Aku akan mendengarkan mu sampai puas!"


"Kau tidak bekerja?"


"Aku akan mengerjakan semua itu besok, sekarang aku ingin mendengarkan mu. Aku jadi penasaran apa yang ingin kau katakan sekarang!" seru Damian, terdengar helaan napas beberapa kali dari mulutnya. Mencoba bersabar menghadapi perubahan sikap istrinya.


“Sebenarnya aku lupa ingin bercerita apa, tapi aku akan mencoba mengingatnya dan segera memberi tahukan padamu nanti,"


Damian mengebrak meja, lelah menghadapi sikap Grace yang menguras emosi dan tenaga. Grace mematung, takut Damian menghukumnya lagi karena membuat pria itu kesal.


Grace menitikkan air matanya, "Maafkan aku Ef, ini keinginan anakmu. Aku tidak bermaksud mengganggu mu!" seru Grace dengan bibir yang bergetar, takut melihat Damian.


"Tidak jangan takut padaku Grace. Maaf aku tidak sengaja. Aku tidak bermaksud memarahi mu. don't cry sayang, aku akan membelikan mu banyak es krim nanti!" bujuk Damian merutuki kebodohannya karena kelepasan tadi.


"Ini salahku jadi kau tidak perlu minta maaf Ef, aku tidak mau apa-apa. Aku akan pulang sekarang, lanjutkan pekerjaanmu. Tidak akan ada lagi yang mengganggu mu!" seru Grace, kemudian pergi meninggalkan ruangan Damian tanpa mendengar jawaban sang suami.

__ADS_1


Adam yang melihat nyonya liarnya keluar dengan wajah sedih, menawarkan bantuan dengan mengantarkan pulang. Tapi wanita itu malah melewatinya tanpa menghiraukan tawarannya sama sekali.


Damian menendang kursi, lalu mengacak kasar rambut hitamnya.


Kenapa aku tidak bisa bersabar sedikit lagi, pasti wanita itu takut dengan ku. Perasaannya juga terluka karena aku.


"Aku harus menyusulnya!" Damian berlari mengejar Grace.


Ternyata wanita itu sudah masuk kedalam lift, Damian menyuruh semua karyawan yang ada didalam lift biasa keluar. Terpaksa Damian menggunakan lift umum, supaya bisa mengejar Grace.


Sampai dilobi, Damian mengejar Grace yang berdiri di pinggir jalanan. Hampir saja Damian sampai, Grace lebih dulu masuk kedalam mobil taksi dan pergi.


"Sial!"


Grace duduk santai di kursi penumpang, perasaannya kembali seperti semula. Tadinya Grace takut dan sedih, tiba-tiba saja perasaan itu menghilang entah kemana.


Grace jadi merasa kasihan sekaligus bersalah pada Damian karena telah mengacaukan perusahaannya dengan tingkah konyolnya itu.


Apa yang harus ku lakukan agar priaku memaafkan kesalahan ku?


"Pak tolong pergi ke tempat perbelanjaan terdekat!" Yah Grace akan memasak makanan kesukaan Damian saja.


Yah malam ini Grace akan menyiapkan makan malam romantis, supaya mereka bisa menghabiskan waktu bersama tanpa terhalang pekerjaan kantor. Nanti Grace juga bisa minta maaf pada Damian karena telah mengganggu pekerjaannya.


Grace membeli dress tipis dan beberapa lingerie, tak lupa dia juga membeli beberapa perlengkapan make-up. Grace memang jarang berdandan, tapi bukan berarti dia tidak tahu cara memakai make-up sama sekali.


"Apa ya yang kurang, bahan makanan sudah tersedia di rumah. Lengkap lagi, apa lagi ya, ah minuman non alkohol!" barang tersebut menjadi barang terakhir yang Grace beli, baru setelah itu Grace pulang ke rumah. Jika Damian tahu dia belanja sendiri, pasti pria itu akan semakin marah.


TBC

__ADS_1


warning!


cerita ini hanya fiksi yang author buat sesuai dengan imajinasi author jadi mohon untuk tidak dianggap serius🙏


__ADS_2